NovelToon NovelToon
God Of Swords And Magic

God Of Swords And Magic

Status: tamat
Genre:Epik Petualangan / Iblis / Perperangan / Anime / Barat / Tamat
Popularitas:29.6k
Nilai: 5
Nama Author: Liliani

Pantaskah seorang pangeran bertingkah seperti anak kecil? Apa yang kalian pikiran benak kalian?
Seharusnya seorang pangeran harus menjadi gagah dan berani seperti pangeran lainnya.

Tetapi seorang pangeran yang bernama Lukas, seperti kata orang yang tidak layak dipanggil sebagai pangeran, karena ia selalu bermain seperti bayi, selalu tidak sopan di depan semua keluarga nya, dan bukan hanya itu ia sangat lemah bermain pedang.

"Lukas jika kau terus bermain-main dan bertingkah seperti anak kecil, terpaksa ayah harus bawa kamu ke wilayah ***" teriak baginda raja.

Tetapi suatu kejadian menimpa kerjaan nya yang membuat Lukas harus kembali ke istana, karena para iblis berkeliaran di dunia manusia.

Lukas pun harus turun tangan untuk melenyapkan semua para iblis itu dan juga menyelamatkan keluarga nya yang telah tertangkap oleh raja iblis.

Mampukan Lukas menyelamatkan dunia manusia dari para iblis? Dan rintangan apa saja yang akan dilalui oleh Lukas menuju keberhasilanya itu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Liliani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 23 : Melawan Urusan Raja Iblis

"Astagah! dimana Lukas!?" ucap Delisha dengan panik, sembari mencari di selipaan para murid-murid itu.

"Lukas kau dimana!" teriak Alfie beserta teman-temanya itu.

"Ah... berakhir sudah..."

"Berakhir sudah.... bagaimana caranya kita bisa menemukan nya!?" teriak Alfie yang mulai panik dan mencari kesegala sudut dan sisi disekitar.

"Ayo kita cari dia, mungkin saja dia masih ada di sekitar sini! ayo cepat kita pergi" ucap Delisha yang langsung berlari terlebih dahulu dan diikuti oleh Koa dan Alfie dibelakang nya.

Disepanjang perjalanan mereka selalu melihat ke semak-semak dan juga pepohonan, berteriak memanggil nama Lukas tetapi ia masih belum kunjung keluar.

"Ah! sakit!" teriak eseorang di tepi sungai, suaranya terdengar kencang "Eh tunggu, aku seperti mendengar suara seseorang dari luar!?" ucap Koa yang menyipitkan matanya dan melihat ke sekitar.

"Sakit!"

Teriakan itu terus berdengung di telinga Alfie dan teman-temannya, mereka pun memutuskan untuk mencari asal suara itu, dari pinggir sungai mereka berlari sembari mencari sumber suara itu berasal.

"Cepat kita harus menemukan sumber suara itu!" teriak Koa yang semakin kencang, Alfie dan Delisha berusaha mengejar Koa yang sudah tertinggal jauh "Koa tunggu dulu, kita capek" ucap Alfie yang mulai berhenti.

"Kau itu rupa nya manusia yang tidak berguna ya... tetapi mengapa kau masih bisa menjadi anak raja!?" ucap iblis itu tepat di telinga Lukas.

"Itu nama nya takdir!" teriak Lukas yang berusaha untuk melepaskan diri nya dari cengkraman tangan iblis itu, dengan tubuh Lukas yang semakin melemah ia tidak bisa bertarung lagi.

"Karena aku belum puas melihat mu mengalahkan ku, aku akan melepaskan mu deh...." ucap nya yang melepaskan Lukas dan melemparkan nya kedalam sungai.

Patasss

"Dingin ya!? oh maaf kan aku ya aku tidak tahu kalau air itu dingin" ucap iblis itu dengan wajahnya yang senang melihat keadaan Lukas sudah terluka parah.

"Kau jangan tertawa!" teriak Lukas naik kebali ke atas dan mengeringkan tubuh nya, tangan nya yang sudah penuh dengan goresan dan dengan pipinya beserta kepalanya yang sudah terluka parah, dengan keadaan kakinya yang mulai kedinginan.

"Hahah, sudah kuduga kalau manusia itu lemah!"

"SIAPA YANG BILANG LEMAH!" teriak Koa dari belakang, beserta Alfie dan Delisha yang tengah kelelahan berlari.

"Oh rupanya para teman-temanya ya... pertarungan ini akan menjadi semakin seru jadinya" ucapnya dan menepuk-nepuk tangan nya, Lukas membulat kan matanya.

"Kalian!?"

"Oh... iya sihlakan temui teman kalian yang payah itu, dia sama sekali bukan petarung yang hebat dan skill nya sangat rendah" ucap iblis itu, Alfie beserta teman-temanya memeluk Lukas.

Lukas tersenyum dan membalas pelukan mereka "Baiklah, karena kau telah membuat Lukas menjadi sengsara karena mu, aku akan bertarung dengan mu"

Singgg

"Oh jadi kau sudah mempuyai level lebih tinggi ya dari pada anak raja itu!? ini namanya pertarungan yang akan seru kan jadinya!?" ucap nya kai, Alfie pun mengeluarkan pedang nya bersama-sama dengan Koa, Alfie pun ikut menyerang.

"Hiyakkk!!"

Patsssss

Sebuah goresan membentuk X pun terlihat ditubuh iblis itu, Alfie dan Koa pun menghembuskan nafas mereka.

"Wow, kombinasi yang bagus!"

"Tetapi... itu belum cukup kuat tentu nya" ucap iblis itu yang kembali berbicara, ia pun mengeluarkan jari kuku nya yang tajam dan mulai mencakar Alfie dan Koa.

"Ah!" teriak serentak, kemudian mereka terjatuh, pandangan mata Koa dan Alfie mulai kabur semua pandangan mulai gelap.

Lukas dan Delisha pun nya bisa melihat kedua teman nya itu jatuh pingsan, Delisha merinding ketakutan, Lukas yang tahu bahwa Delisha ketakutan pun melindungi nya dari belakang.

"Tenang saja aku akan melindungi mu-sekuat tenang ku!" ucap Lukas dengan wajahnya yang sudah dipenuhi banyak luka, Delisha meneteskan air mata, dan menggelengkan kepalanya.

"Kau tidak perlu melindungi ku, kau tahu padahal kondisi mu saat ini sudah lemah, saat nya aku harus melawan nya" ucap Delisha yang maju kedepan lukat dan melindungi nya, ianpun menenangkan dirinya untuk membuat sebuah bola air.

Huft...

"Rasakan ketenangan itu, rasa udara yang sejuk di hutan ini dan dengan suara air sungai yang mengalir " Eh!? kenapa teman kau ini? apa dia lagi meditasi ya?" ucap iblis itu yang ikut melihatnya.

"Bola air! serang dia dan makanan dia!" teriak Delisha yang mengeluarkan bola air sama seperti Delisha mengalahkan Luka waktu itu, bola air itu terus mendekati iblis itu.

Tetapi iblis itu tersenyum, ia pun menyiapkan tangan nya untuk memukuk bla air itu.

Patssss

Bola air itu seketika terpecah dan menyiratkan air ke segala arah "Sudah ku duga dia bisa memecahkan nya" guma Delisha yang langsung tersenyum licik.

"Hah... jika kau punya tangan iblis yang besar, aku juga punya! tangan air!" teriak Delisha, semua para butiran-butiran air menyatu menjadi sebuah bentuk tangan yang besar.

"Wow... kau juga mempunyai nya!?" ucap iblis itu berkeringat, Delisha tersenyum "Kau takut!?" ucap Delisha dengan nada santai nya.

"Oh... ya jika aku takut..., amanah mungkin aku tindakan melawan! hiyakkk!" teriak iblis itu yang mulai mengerjakan tangan nya menuju ke arah Delisha.

Patssss

"Argh! kenapa tangan ini sangat kuat! aku tidak bisa menahan serangan nya lagi, hah..." ucap Delisha yang berusaha mengendalikan tangan nya untuk tidak membiarkan kekuatan tangan iblis itu menghantam nya.

"Kenapa kau kelelahan kah untuk menahan serangan tangan punya ku ini!?"

"Seperti nya aku sudah tidak kuat lagi untuk menahan tangan iblis ini! Lukas, kau harus pergi sini, sebelum kau kena hantaman tangan nya... CEPAT!" teriak Delisha yang mulai kelelahan.

"Aku tidak ingin meninggal kan-"

"Cepat!" teriak Delisha yang meyakinkan Lukas untuk pergi, Lukas pun terdiam, ia melihat disekitar nya, melihat semua teman-temannya yang berjuang untuk menyelamatkan diri nya.

Justru diri nya hanya bisa kabur melarikan diri nya sendiri untuk lanjut ke perjalanan berikutnya, Lukas merasa bahwa dirinya tidak berguna untuk menolong temannya, malah justru membuat teman-temannya dalam bahaya.

"Maaf Delisha, aku tidak ingin pergi, jika kau kena hantaman tangan nya, aku juga harus ikut kena!" teriak Lukas yang mulai mengeluarkan air mata nya "Apa yang kau maksud!?" teriak Delisha lagi, Lukas melipat tangan nya dengan erat.

"Aku tidak ingin kalian yang terluka saja! aku pun ingin terluka juga!" teriak Lukas, dengan wajahnya yang terus mengalir air mata.

"Sungguh hebat, padahal teman-temannya sudah membantu mu untuk pergi dari sini, kalau begitu mau mu, aku akan lakukan keinginan mu Lukas" ucap iblis itu yang memperkuat serangan yang tengah ditahan oleh Delisha.

Hiyakkkkkk!

Patsssss

Tangan air itu seketika terpecah, dan pukul dari iblis itu tidak terhindarkan. "Ah!" teriak Delisha dan Lukas yang langsung terpental ke sebuah pohon disana, semua pepohonan hancur karena kekuatan nya. Beserta banyak sekali kobaran api di mana-mana.

1
lanjit
seharusnya kalimat bergaris miring jgn itu menggunakan tutup kurung krn dia berbicara sendiri
lanjut
kak mampir dan beri dukungannya ulang ke karyaku yang tadi dong pliss
itu kenapa kalimat teriak huruf besar semua setahu saya itu tidak perlu cukup diberikan ! di akhir kalimat
tambahan bonus bunga karena sudah mau berteman
bagus banget semangat terus kak. jangan lupa mampir di karyaku juga ya dan beri dukungannya. sekalian boleh minta folback nya agar bisa berteman
seharusnya tidak perlu pakai garis miring dan berikan tanda kurung
Lie Ara: sudah ya kk
total 4 replies
Rossemarry
semangat terus thor🤗
Nadja 🎀
selamat ya dapat juara 3 😁
Nadja 🎀: sama-sama 🤗
total 2 replies
🌸nofa🌸
selamat kak, juara 3👏👏👏
Lie Ara: Terima kasih kk 😊
total 1 replies
La miréz fleurr
Semangat thor
Bpearlpul
gerakan atau kerahkan?😅
Bpearlpul: minum aqua wkwk
total 2 replies
TheKings
Menjijikan
Kara
ceritanya bagus, tetap semangat berkarya
Angeldust
Next, semangat kakk! ceritanya menarik, tulisannya juga udah rapih dan enak dibaca ... kerenn 🥰
Lie Ara: makasih kk, semoga bisa menghibur
total 1 replies
⭕ BluJoker
Atau aku yg kebingungan?😁
⭕ BluJoker
Ia melihat tubuh Koa(Lukas) yg sudah..........
⭕ BluJoker: Itu biasa... semangat up👏
total 4 replies
sanaman_56
FG FC
sanaman_56
rombak dvsbbzcnjvkvbnnbfhbbxbhhooovcbbhnngbhjchbcbvvbvbb
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!