Himawari adalah gadis imut yang berusia 17 tahun, dia mempunyai sahabat bernama Shakira yang sama usianya dengan gadis tersebut mereka pun saling bersahabat.
Suatu hari Himawari bertemu dengan teman sekolahnya seorang pria bernama Bryan dan juga bernama Langit merekapun terjebak di antara cinta segitiga , bagaimanakah kisah kelanjutannya mari kita baca novelku yang ke dua Terimakasih 🙏
Karya ini fiktif dan juga hanya imajiner dari author jika ada kesamaan nama tokoh dan juga setting author minta maaf karena ini hanyalah karya yang benar-benar fiksi dan juga imajinasi saja. 🤗🤗🙏😍😘
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Pungkies, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 23 " Varian Coffee"
Perlahan-lahan Himawari mendekati lalu ia mencium aroma coffee yang sangat harum.
Dalam ruangan ini tercium aroma seduhan coffee yang pekat, aroma khas dari bahan baku yang mengandung kafein jika ia terkena air yang mendidih. Serta bahan baku bubuk yang tercipta dari biji kopi pilihan yang sudah melalu proses pemanggangan terlebih dahulu
Himawari berdiri mengamati Kak Langit yang sedang meracik Coffee untuk para pelanggan. Karena dia sudah lama bekerja di sini, jadi Kak Langit pun sangat mahir dalam membuat semua pesanan pelanggan, agar semua para pecinta coffee puas dengan cita rasa khas kesukaan mereka masing-masing .
Pak Baek pun yang sedari tadi mengamatinya berdiri, dan menghamapiri Himawari, dia pun tertarik untuk memberi pengetahuan tentang Coffee agar gadis itu, sedikit memahami ciri khas dari cita rasa yang paling di sukai para pelanggan Coffee nya tersebut .
"Dengar baik-baik aku akan memberitahukan padamu, sedikit tentang Coffee ini, perhatikan ok." Ucap Pak Baek dengan ramah dan juga sopan sekali .
"Baik Pak, aku sangat suka harumnya, kenapa bisa seenak ini?" Tanya Himawari matanya itu tertuju pada gelas-gelas yang berjejer rapi dan dengan nama-nama, serta ciri khas rasa yang berbeda-beda pula .
"Ini Cappuccino aroma harum, ini salah satu favorit dari pelanggan kami." Ucap dari Pak Baek sambil tersenyum .
"Wah... makanya aroma harumnya enak Pak." Jawab dari Himawari sambil mencium aroma yang semerbak yang memenuhi tiap sudut Coffee itu.
"Kalau ini Italiano Espresso , banyak sekali para pelanggan yang menyukainya, sambil memesan kudapan yang manis." Ucap dari Pak Baek menjelaskannya pada Himawari.
"Ehm, apakah kau mau mencobanya?" Tanya Pak Baek pada Himawari sambil tersenyum .
"Tidak, aku mengamati saja dan membantu aku kira aku tidak terlalu suka, aku hanya suka makan es krim." Sanggah dari Himawari ini dan mengamati Kak Langit sedang menjadi barista .
"Ini namanya Vanilla Cappuccino hot, hampir sama, bedanya hanya di tambah cream susu di atasnya." Tegas Pak Baek menerangkannya
Himawari hanya bisa mengangguk paham, padahal ia tak begitu paham akan penjelasan dari Pak Baek, hanya menelan selivanya itu dengan kasar.
"Ini Coklat Cappucino with granule ." Pak Baek menjelaskan sambil mendekatkan secangkir Coffee itu di meja .
"Wah, selera mereka macam-macam ya Pak, berarti semua pelanggan akan memesannya sambil berbincang-bincang?" Tanya gadis yang bernama Himawari matanya terbelalak.
"Mereka yang kemari pasti ingin menikmati waktu senggang , sambil minum secangkir Coffee yang mereka sukai." Ujar Pak Baek menerangkannya lagi .
"Ehm, iya Pak." Jawab Himawari sambil duduk
"Kalau yang ini namannya Cappuccino Latte, dengan Coffee rasa Vanilla yang harum dan bewarna putih, favorit pria yang duduk itu." Ujar dari Pak Baek sambil menunjuk arah orang yang sedang duduk .
"Cepat antarkan nanti aku teruskan ceritanya." Ujar dari Pak Baek dengan serius .
"Baik Pak." Jawab Himawari dengan sopan.
Himawari pun patuh dengan Pak Baek ,dan mengantar Coffee nya ke meja yang Pak Baek tunjukkan.
"Oh ya, Pak ini pesanan anda, oh iya selamat menikmati." Ucap Himawari dengan ramah .
Setelah itu Himawari pun kembali mendekat ke arah Pak Baek, dan berdiri sejenak.
"Eh mana Es Americano pesananku?, cepat dikit aku mau kembali." Seru dari seorang wanita yang memakai baju kantoran dan dia terlihat sangat cantik elegan, memakai lipstik warna pink, dan membawa tas jinjing mahal .
"Sebentar lagiii sabar ya."Jawab Pak Baek dengan sopan .
Himawari hanya bisa menoleh heran pada wanita yang memesan Es Americano itu , dia terburu-buru .
"Ini Pak Es Americano nya sudah jadi." Ujar Kak Langit menyodorkan satu cup minuman dingin itu pada Pak Baek .
Bersambung ...
Karya ini hanyalah fiksi dan imaginer author saja harap bijaksana dalam membaca serta menyerap sisi positif dari bacaan Trimakasih
coba di persingkat dan perjelas lagi biar bacanya enak