NovelToon NovelToon
My Possessive Husband

My Possessive Husband

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Diam-Diam Cinta / CEO
Popularitas:34.8k
Nilai: 5
Nama Author: elaretaa

Setelah kepergian Ayahnya, hidup Keysa begitu menyedihkan. Di mana perlakuan Ibu dan Adiknya yang semakin menjadi-jadi, bahkan mereka sampai menjual Keysa ke salah satu klub untuk dilelang.

Saat pelelangan, seorang pria menawar Keysa dengan harga dua miliar dan membuat Keysa menjadi milik pria itu. Keysa pikir hidupnya akan hancur setelah dibeli pria asing itu, namun justru sebaliknya. Keysa diperlakukan dengan penuh kasih sayang dan pria itu tidak membiarkan siapapun menyakiti Keysa, pria itu memanjakan Keysa hingga membuat banyak orang merasa iri dengan hidup Keysa.

Bagaimana kelanjutannya? Siapa pria yang membeli Keysa? Apa alasan pria itu membeli Keysa?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon elaretaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mau Ke Mana?

"Sebagai bentuk permintaan maaf dan keinginan kami untuk bekerja sama di masa depan, Sein Group bersedia meminjamkan jasa Mawar untuk membantu mengelola administrasi proyek lahan ini. Anggap saja dia adalah jembatan antara Sein Group dan A2 Group, dia sangat... cekatan dalam segala hal," ucap Bara dengan senyum ramahnya.

​Mawar menyunggingkan senyum tipis yang penuh arti, "Saya bisa menjadi apa pun yang Tuan Lucas butuhkan untuk memastikan proyek ini berjalan tanpa hambatan. Baik di kantor, maupun di luar jam kantor jika diperlukan koordinasi mendalam," ucap Mawar.

​Lucas menatap Mawar dengan dingin, ia sangat paham arah pembicaraan ini. Sein Group sedang mencoba memasang mata-mata cantik di sampingnya atau lebih buruk lagi mencoba menjebaknya dengan skandal.

​"Kalian pikir saya butuh bantuan untuk mengelola administrasi?" tanya Lucas, suaranya kembali merendah hingga ke titik beku.

​"Bukan begitu, Tuan Lucas. Hanya saja...," Belum sempat Bara menyelesaikan perkataannya, Lucas sudah terlebih dahulu bersuara.

​"Johan," potong Lucas dan menatap asistennya.

"Iya, Tuan," jawab Johan.

"Berapa banyak asisten yang kita miliki di divisi properti?" tanya Lucas.

​"Dua puluh empat asisten senior dan sepuluh konsultan hukum, Tuan," jawab Johan.

​Lucas berdiri dan merapikan jasnya yang bahkan tidak kusut sedikit pun, ia menatap Mawar tepat di mata hingga wanita itu merasa sedikit terintimidasi.

​"Simpan asistenmu, Tuan Bara. Saya tidak punya waktu untuk drama murahan atau wanita yang kau tawarkan ini," ucap Lucas tegas. Namun, sebelum ia melangkah pergi, matanya kembali tertuju pada dokumen di meja.

"Tapi, jika kalian benar-benar ingin bekerja sama, kirimkan seluruh data vendor baja yang Sein Group miliki ke kantor saya besok pagi, itu jauh lebih berguna daripada menawarkan seorang wanita," lanjut Lucas.

​Mawar tampak tersinggung meski berusaha menutupinya, sementara Bara hanya bisa mengangguk kaku.

​Lucas berjalan keluar dari restoran mewah itu dengan langkah lebar, angin malam menerpa wajahnya. Namun, panas di hatinya belum padam, ia masuk ke dalam mobil dan segera memberikan instruksi pada Johan.

"Awasi pergerakan Wijaya Group dan juga Sein Group, sepertinya masih ada rencana yang akan mereka lakukan," perintah Lucas.

"Baik, Tuan," jawab Johan.

Mobil mewah itu meluncur membelah keheningan malam kota yang mulai mendingin. Di kursi belakang, Lucas menyandarkan kepalanya dan memejamkan mata sejenak untuk mengusir sisa-sisa ketegangan dari pertemuan tadi.

Bayangan wajah Mawar yang penuh ambisi dan senyum menjilat Tuan Bara membuatnya muak. Baginya, bisnis adalah tentang kekuatan dan strategi, bukan tentang umpan-umpan murah seperti itu.

​Namun, begitu mobil memasuki gerbang mansionnya yang megah, ketajaman tatapannya perlahan melunak. Ada sebuah perasaan asing yang menghangat di dadanya, sebuah dorongan untuk segera sampai dan melihat sosok wanita yang sejak tadi menghantui pikirannya di sela-sela negosiasi.

​Lucas melangkah keluar dari mobil bahkan sebelum Johan sempat membukakan pintu untuknya, ia berjalan melewati ruang tengah yang sunyi dan menaiki tangga dengan langkah yang sengaja ia pelankan agar tidak menimbulkan suara.

​Perlahan, ia memutar kenop pintu kamar.

​Lampu redup di sudut ruangan masih menyala, memberikan semburat cahaya keemasan yang lembut. Lucas berhenti di ambang pintu, pemandangan di depannya seketika meruntuhkan seluruh dinding es yang ia bangun sepanjang hari.

​Keysa sudah terlelap di atas tempat tidur besar itu, ia meringkuk miring dengan selimut yang hanya menutupi separuh tubuhnya. Wajahnya yang polos tampak begitu tenang saat tidur, jauh dari ekspresi sedih atau cemas yang ia tunjukkan tadi sore. Beberapa helai rambut hitamnya menutupi sebagian pipinya, bergerak perlahan seiring dengan napasnya yang teratur.

​Lucas mendekat dan duduk di tepi ranjang dengan gerakan yang sangat hati-hati agar tidak mengusik mimpi wanita itu, ia memandangi Keysa cukup lama.

​'Kenapa kamu terlihat begitu sedih tadi sore?' batin Lucas.

​Tangan Lucas terulur, jemarinya yang panjang dan kokoh membelai lembut rambut Keysa dan menyibakkannya ke belakang telinga. Sentuhan itu membuat Keysa sedikit menggeliat dalam tidurnya, bibirnya bergumam kecil yang tidak jelas, namun ia tidak terbangun.

Lucas melepas jas dan jam tangannya lalu perlahan naik ke atas ranjang, ia menarik tubuh Keysa dengan sangat lembut ke dalam dekapannya, Keysa yang masih terlelap secara naluriah mencari kehangatan dan menyandarkan kepalanya di dada bidang sang suami.

.

Cahaya matahari pagi mulai merayap masuk melalui celah gorden dan menciptakan garis-garis emas di atas karpet bulu, Keysa mengerjapkan matanya dan merasakan berat yang tidak biasa di pinggangnya. Aroma maskulin yang familiar, perpaduan antara kayu cendana dan aroma laut, memenuhi indra penciumannya.

Begitu Keysa sadar sepenuhnya, jantungnya seakan berhenti berdetak. Ia tidak sendirian, yang lebih mengejutkan yakni lengan kekar Lucas melingkar erat di perutnya dan menarik punggungnya menempel rapat pada dada pria itu.

Keysa memegang lengan Lucas dan mencoba mengangkatnya sepelan mungkin agar ia bisa merosot keluar dari ranjang tanpa membangunkan sang suami. Namun, baru saja ia menggeser lengan itu beberapa sentimeter, sebuah geraman rendah terdengar dari belakang telinganya.

​"Mau ke mana?" suara Lucas serak khas orang baru bangun tidur, namun getarannya terasa hingga ke tulang belakang Keysa.

​Bukannya terlepas, tangan Lucas justru bergerak secepat kilat. Ia menarik tubuh Keysa lebih erat dan membalikkan posisi wanita itu hingga kini mereka saling berhadapan, jarak mereka begitu dekat hingga ujung hidung mereka bersentuhan.

"A-aku... aku mau mandi, Lucas. Ini sudah pagi," bisik Keysa gugup dan matanya tidak berani menatap langsung ke dalam manik mata hitam yang tajam itu.

​"Ini masih terlalu pagi," balas Lucas dan matanya menyisir setiap inci wajah Keysa.

"Ta-tapi... kamu harus ke kantor," ucap Keysa gugup.

"Aku bisa minta Johan untuk mengurusnya," ucap Lucas lalu kembali menarik selimut untuk menutupi keduanya dan mengeratkan pelukannya pada Keysa.

Keysa tertegun, tubuhnya terasa kaku namun hangat dalam dekapan Lucas. Jantungnya berdegup kencang, seirama dengan detak jantung Lucas yang tenang dan stabil di balik kaus tipis yang ia kenakan. Keheningan pagi itu terasa begitu intim, seolah dunia di luar sana dengan segala intrik bisnis dan pengkhianatan telah lenyap.

​"Lucas... lepasin, nanti Bi Lita lihat kalau dia antar sarapan," ucap Keysa pelan dan mencoba mencari alasan yang masuk akal.

​Lucas justru semakin menenggelamkan wajahnya di ceruk leher Keysa, menghirup aroma sabun yang manis dari kulit istrinya. "Bi Lita tidak akan masuk tanpa izin dariku. Biarkan seperti ini sebentar lagi, Keysa. Semalam kepalaku hampir pecah menghadapi rubah-rubah di luar sana, hanya di sini aku bisa tenang," balas Lucas.

"Lucas," panggil Keysa.

"Hem, ada apa?" tanya Lucas.

"Kenapa kamu menikahiku?" tanya Keysa.

.

.

.

Bersambung.....

1
Ariany Sudjana
jangan terlalu polos Keysa, saatnya Donny menuai apa yang sudah dia tabur
Felycia R. Fernandez
kayaknya Yasmin bakalan jadi ulat bulu nih
Felycia R. Fernandez
aku paling suka Eclair coklat dengan isian butter krim🤤
jadi pengen 🤣🤣🤣🤣
Felycia R. Fernandez
👍👍👍👍👍
Ariany Sudjana
hahaha Yasmin ketinggalan info, kalau Keysa itu istrinya Lucas 🤣🤣
Ariany Sudjana
Keysa kamu jangan terlalu polos, Yasmin itu pelacur murahan
Ratih Tupperware Denpasar
wah aromanya akan ada pelakor nih
Felycia R. Fernandez
Akhirnya Keysa bisa mengembangkan dirinya...bukan hanya seorang istri yang duduk manis dirumah.semangat Keysa,kamu juga bisa sukses sebagai penjual kue dan roti...
Ariany Sudjana
wah semangat yah Keysa 😄🙏
Felycia R. Fernandez
Ulala...suami bucin akut sih ini namanya...
Masak ya nunggu sampe Berjam jam gak konfirmasi ke asisten Lucas...
Nurminah
hadeh HP kemana zaman now nenek reot aja ada HP nunggu 2 jam hadeh lucu sekelas istri CEO jangan juga dibuat dramatis
Ariany Sudjana
bagus Lucas, kamu bersikap tegas sama karyawan kamu yang tidak menghormati Keysa
Masha 235
nah...bagus jg tu idenya si Keisha..bhsa "halusnya",shock theraphy...pindahin mreka jadi staf OB, Cleaning service, staf gudang atau apapun yg posisinya rendah...biar mreka tau di posisi rendah itu nggak enak...
Ariany Sudjana
masih syukur kalian ga dipecat dan di blacklist, karena kebaikan hati nyonya bos 😄🙏
Naufal Affiq
entar kalau sudah dipecat dari kantor mu tuan lucas,kirim ya kerumah ku,biar kukirim orang itu ke hutan
erviana erastus
telat lu lucas... makax umumkan kalo lu pnya istri,...
Ariany Sudjana
mampus kalian semua, sudahlah Lucas pecat saja semua karyawan yang tidak kompeten begitu dan blacklist saja dari semua perusahaan
Felycia R. Fernandez
pasti ini resepsionis gak percaya kalau kamu istrinya Lucas Keysa...
Masha 235
hadeuuh....langsung TLP kn bisa ...ribet amat ..
Ariany Sudjana
dasar resepsionis ga tahu diri, kamu siap-siap menggali kuburan kamu sendiri 🤣🤣😂😂
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!