NovelToon NovelToon
Hold Me Tight

Hold Me Tight

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:708.6k
Nilai: 4.7
Nama Author: MTMH18

Pegang aku erat-erat, peluk aku dan percaya padaku.
***
Story by MTMH18

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MTMH18, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 22

Aellys tidak menyangka bahwa tamu yang datang bukan Reynad yang ingin mengantar Choco, tetapi Calvin yang datang membawa anjing peliharaannya yang berwarna putih dengan besar yang hampir sama dengan Choco. Aellys melirik Saga yang mengeraskan rahangnya dan menatap Calvin tajam, sedangkan Calvin membalas tatapan Saga dengan meremehkan.

“Papa yang mengundang Calvin ke sini,” ucap papa Aellys yang duduk di  hadapan Aellys dan Saga, sedangkan Calvin duduk di samping papanya.

“Ini namanya Whity,” ucap Calvin menunjukkan anjing kecilnya ke hadapan Leo. Tapi, Leo tidak meresponnya dan memilih merengek kepada Saga dambil menanyakan kapan Choco datang.

“Choco kapan datang, Ayah?” rengek Leo dengan menggesekkan kepalanya ke dada bidang Saga.

“Sebentar lagi, sayang. Kamu tunggu ya!” Aellys mengusap rambut hitam putranya dengan lembut.

“Tuan,” suara Reynad yang memanggil Saga membuat semuanya menoleh ke arah pintu dan terlihat Reynad yang sedang menggendong Choco di tangannya.

“Choco,” Leo melompat dari pangkuan Saga dan berlari ke arah Reynad yang membawa Choco. Aellys dan Saga hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah laku putranya itu.

“Jangan lari sayang, nanti kamu jatuh!” Saga menasihati putranya.

“Kamu boleh kembali!” perintah Saga kepada Reynad, setelah Choco berpindah dengan Leo, bahkan bocah kecil itu sudah membawa Choco ke halaman belakang rumah.

“Baik, Tuan. Saya undur diri dulu, permisi,” pamit Reynad dengan sopan dan di balas anggukan oleh Saga.

Aellys sedang pergi ke dapur untuk membuatkan minum, setelah selesai dia dan mamanya melangkah ke arah ruang tamu dengan mampan berisi minuman dan camilan. Aellys merasakan aura di ruang tamu menyeramkan, sehingga dia hampir menjatuhkan mampan yang di pegang kalau saja Saga tidak segera mengambil alih dengan satu tangan dan tangan satunya di buat untuk menahan ke seimbangan tubuh Aellys.

“Kamu kenapa?” tanya Saga saat melihat wajah Aellys sedikit memucat.

“Tidak ada, hanya suasana di sini sangat menyeramkan saja,” jawab jujur Aellys membuat Saga tertawa kecil dan mengacak-acak rambut Aellys, seakan mereka lupa kalau bukan hanya mereka yang berada di ruangan ini.

“Ekhem,” suara batuk yang di buat oleh papa Aellys membuat mereka tersadar dan Aellys menyembunyikan wajah merahnya di belakang Saga. Mama Aellys hanya tersenyum melihat tingkah putrinya itu.

Aellys mengambil kembali mampan di tangan Saga, dai meletakkannya di atas meja. Setelah selesai, dia ingin mengambil duduk di samping Saga. Namun, di urungkan saat papa nya berucap.

“Kamu duduk di sebelah Calvin!” seru papa Aellys membuatnya bimbang dan menatap Saga yang menatapnya tersenyum kecil.

“Aellys!” suara papa Aellys mulai berubah membuat Aellys mengambil tempat di samping Calvin bukan Saga.

“Bagaimana kabarmu?” tanya Calvin sekedar basa-basi membuat Saga berdecih dan menatapnya sinis.

“Baik,” jawab Aellys seadanya.

“Bunda!” suara Leo yang berteriak membuat Aellys beranjak dan menuju ke arah halaman belakang.

“Perkenalkan nama saya Calvin,” Calvin mengulurkan tangannya di hadapan Saga.

“Saga,” balas Saga tanpa menyambut uluran tangan Calvin. Papa Aellys sedang pergi ke belakang sehingga tinggal mereka berdua di ruang tamu.

“Saya yakin, kamu tidak akan pernah mendapat restu dari Papa Aellys,” ujar Calvin menatap remeh Saga dan di balas dengan kekehan sinis oleh Saga.

“Jangan terlalu berharap, itu sangat menyakitkan. Jika, yang di harapkan itu tidak akan pernah terwujud,” balas Saga dengan nada datarnya.

“Kenapa? Kok auranya jadi menyeramkam?” tanya Aellys yang baru datang dengan Leo di gendongannya, dia melihat tatapan saling menusuk antar dua lelaki ini sangat menyeramkan.

“Leo, sayang,” ucap Calvin membuat Leo meronta ingin di turunkan. Aellys menurunkan Leo dan putranya itu langsung naik ke pangkuan Saga. Saga menyeringai menatap wajah masam Calvin yang di tolak begitu saja oleh putranya itu.

“Ayah, Leo mau ke rumah Ayah lagi. Mau main di taman bermain lagi,” ucap Leo dengan manja kepada Saga.

“Memangnya di sini tidak ada taman? Leo kamu bisa main di taman bermain dekat rumah aja, ya!” suara papa Aellys terdengar. Papa Aellys datang membawa alat untuk berkebun.

“Gak mau, di rumah Ayah lebih bagus dan banyak permainannya,” tolak Leo.

“Leo mau main di rumah Ayah,” rengek Leo dengan suara begetarnya menahan tangisnya.

“Jangan sekarang ya sayang, besok saja. Sekarang Ayah sedang ada kerjaan, kamu sama Bunda dulu sini,” Aellys mencoba menenangkan putranya dan berharap putranya akan mengerti. Karena, Saga akan menjalankan tugas dari papanya untuk berkebun di halaman samping rumahnya.

“Nanti Ayah belikan kamu kue seperti waktu itu. Tapi, Leo harus bersabar nunggu besok, gimana?” Saga mencoba untuk merayu Leo agar tidak menangis.

“Tapi, kuenya harus yang banyak!” seru Leo yang kembali ceria lagi membuat Aellys dan Saga tersenyum kecil.

“Iya, Ayah akan belikan Leo yang banyak. Besok sebelum pergi ke rumah Ayah, kita pergi bersama-sama untuk membeli kuenya, kamu bisa memilih kue apa saja yang ingin Leo beli,” jelas Saga membuat Leo berbinar dan mencium pipi Saga. Calvin yang menyaksikan semua itu hanya mengepalkan tangannya dan mengeraskan rahangnya.

“Kita bercocok tanam sekarang saja!” seru papa Aellys dan berjalan ke luar rumah, di ikuti Saga dan Calvin di belakangnya. Sedangkan Aellys membawa Leo ke dalam kamarnya, karena Leo merengek ingin tidur.

“Kita akan menanam singkong dulu, baru cabai, tomat, kangkung, sawi, pokoknya tanaman untuk di olah untuk di masak! Saya sudah membeli bibitnya, sekarang kita lihat siapa yang hebat dalam bercocok tanam. Karena, saya sangat menyukai bertanam, jadi saya ingin menantu saya pintar dalam hal ini. Kita mulai dari sebelah utara itu bagian Calvin dan selatan bagian Saga, saya beri waktu kalian satu jam untuk menyelesaikan bibit-bibit yang sudah saya takar di dalam kantung ini sampai habis dan tentunya rapi,” jelas papa Aellys sambil menyerahkan kantung yang berisi bibit tanaman.

“Kalian mengerti?” tanya papa Aellys seperti seorang pemimpin yang menyuruh anak buahnya.

“Mengerti!” jawab Saga dan Calvin bersamaan dan membuat mereka saling menatap tajam.

“Waktu akan di mulai dari sekarang!” seru papa Aellys yang menghidupkan timer di ponselnya dan duduk di kursi rotan panjang untuk mengawasi mereka berdua.

“Ini kopinya, Pa!” Mama Aellys meletakan secangkir kopi untuk suaminya, mama Aellys juga membuat sirup yang di letakkan di dalam gelas kaca, setelah berkebun mereka pasti akan haus.

“Papa gimana setelah melihat Saga?” tanya mama Aellys saat duduk di samping suaminya, dia melihat ke arah Saga dan Calvin yang sedang melakukan kegiatannya bercocok tanam.

“Papa ingin lihat sampai mana perjuangannya,” jawab papa Aellys sambil menyesap kopi hitam yang masih mengepul di dalam cangkir.

“Tapi, Papa tidak memikirkan perasaan Calvin! Mama tahu apa yang di rencanakan Papa! Tapi, kenapa Papa libatkan Calvin di dalam permainan Papa ini?” mama Aellys menatap suaminya yang terlihat santai.

“Calvin juga kandidat Papa, tapi pilihan masih ada di tangan putri kita. Papa juga ingin yang terbaik untuk Aellys. Oleh sebab itu, Papa ingin menguji mereka berdua. Tidak boleh sembarangan, Aellys harus mendapatkan lelaki yang tangguh dan bisa berada di barisan terdepan untuk melindunginya. Tidak lupa lelaki yang mandiri dan bisa melakukan semua hal,” jelas papa Aellys membuat istrinya tersenyum dan kembali menatap ke arah di mana dua lelaki tampan sedang kotor-kotoran dengan tanah yang terdapat pupuk kandang.

Mama Aellys saja merasa enggan untuk memengang kotoran itu, tapi tidak untuk dua lelaki dengan berpenampilan mewah tersebut. Jujur, mama Aellys kagum dengan mereka dan dia merasa beruntung putrinya di cintai oleh mereka. Bahkan, mama Aellys merasa iri dengan putri semata wayangnya itu.

“Mama jangan kepicut sama berondong! Papa masih sehat kok,” ucap papa Aellys  membuat istrinya tersadar dan mengulurkan tangannya untuk mencubit suaminya.

“Papa ngomong apa? Mama hanya kagum sama mereka yang tidak jijik dengan kotoran dan merasa biasa. Padahal mereka orang bersih dan selalu berada di lingkungan mewah, Mama yakin mereka tidak pernah melakukan hal semacam ini. Kecuali demi putri kkita,” ujar mama Aellys membuat suaminya tersenyum samar dan kembali mengawasi mereka berdua.

Jujur saja, papa Aellys sangat kagum dengan Saga. Cara dia melakukan sesuatu sangat berbeda dan membuatnya menjadi sesosok yang mudah di kagumi, tidak heran putrinya masih mencintainya sampai saat ini. Calvin juga mengagumkan, tapi Saga lebih dari Calvin membuat papa Aellys semakin yakin dengan pilihannya.

“Waktu kalian sudah habis!” papa Aellys berbicara dengan lantang dan berjalan ke arah mereka yang berdiri dan menyeka keringat di keningnya.

“Saya akan melihat hasil kerja kalian, sekarang berikan kantong yang tadi saya berikan!” perintah papa Aellys sambil menengadahkan tangannya. Saga dan Calvin memberikan kantong yang tadi mereka pegang.

“Kantong milik Calvin masih ada separuh bibit cabai dan tomat, sedangkan milik Saga,” papa Aellys menjeda ucapannya dan menatap Saga dengan senyuman miring.

“Saya terkejut, kamu bisa menyelesaikan dengan tidak meniyisakan satu bibit pun,” lanjut papa Aellys membuat Saga tersenyum senang dan Calvin mengepalkan tangannya.

“Tapi, jangan senang dulu! Saya akan menilai cara menaman kalian,” ujar papa Aellys. Papa Aellys melangkah mengitari tanah yang sudah di tanami bibit-bibit tadi. Papa Aellys mengulurkan tangannya untuk menyentuh tanah yang sudah di tanami bibit, dia mengganggukkan kepalanya.

“Kalian minum dulu, saya masih melihat hasil kerja kalian!” seru papa Aellys yang tidak mengalihkan  pandangannya dari tanah.

“Kamu bisa menang dalam menanam semuanya, tapi dalam urusan berkebun, saya sangat mahir,” bisik Calvin dengan menyobongkan dirinya di hadapan Saga.

“Kita lihat saja,” Saga mengendikkan bahunya dan berjalan ke arah kursi rotan dan mengambil sirup yang di buat oleh mama Aellys, Saga menghabiskan sirup itu sampai tidak tersisa. Sudah lama dia tidak berkebun, dulu dia sering berkebun di rumah kakeknya dan selalu mengajak Aellys untuk melihat pemandangan asri dari pegunungan di rumah kakeknya.

“Aellys,” ucap Calvin membuat pandangan Saga dari ponselnya beralih menatap Aellys yang datang membawa kue untuk mereka.

“Kalian pasti lelah, ini kuenya di makan!” seru Aellys dan meletakkan piring yang berisi kue yang di buatnya tadi.

“Kenapa?” tanya Aellys saat tangannya di tahan oleh Saga membuatnya mengurungkan niat untuk kembali masuk ke dalam rumah.

“Aku berkeringat,” keluh Saga membuat Calvin menatapnya.

“Sini,” Aellys menyuruh Saga untuk mendekatkan wajahnya, setelah itu dengan lembut Aellys mengusap keringat Saga dengan sapu tangan yang selalu berada di dalam sakunya.

“Sudah selesai,” Aellys yang ingin menjauhkan wajahnya dari Saga tidak bisa, karena Saga menahan pinggangnya dan memberi Aellys kecupan di ujung hidungnya.

“Terimakasih,” ucap Saga sambil tersenyum, sedangkan Aellys langsung berlalu masuk ke dalam rumah dengan wajah memerah. Calvin yang melihat itu hanya diam dan mencoba menyibukkan diri dengan ponselnya.

“Saya sudah melihat hasil kerja kalian dan saya sangat mengapresiasi, kalian ahli dalam hal bercocok tanam. Saga unggul dalam tantangan pertama ini, karena hasilnya sangat bagus dan memuaskan. Sekarang kita menuju ke tantangan kedua, ikuti saya!” papa Aellys menginstruksi mereka untuk mengikutinya, ternyata mereka berhenti di garasi.

“Saya suka otomotif dan saya melepaskan mesin-mesin yang ada di dua motor itu, tugas kalian adalah memasang kembali mesin itu tanpa adanya melihat di internet. Ponsel kalian kumpulkan di kotak ini dan kalian bisa mengerjakan tantangan ini dalam satu jam,” Saga dan Calvin meletakkan ponsel mereka di kotak yang di berikan oleh papa Aellys. Setelah itu mereka mulai melakukan tantangannya.

Papa Aellys memperhatikan bagaimana mereka merangkai kembali mesin motor yang sudah di lepasnya. Dari apa yang mereka gunakan, itu sudah menunjukkan siapa yang memang benar-benar ahli dalam hal ini. Papa Aellys puas dengan tantangan yang dia rencanakan, dia semakin yakin dengan pilihannya.

“Kalau harus bisa membuat motor itu kembali hidup,” jelas papa Aellys.

Waktu terus berjalan, rangkaian mesin semakin terlihat dan itu terlihat sempurna di mata papa Aellys. Hanya satu motor yang akan menyala, papa Aellys sangat yakin dengan melihat rangakaiannya saja.

“Sekarang coba kalian hidupkan motornya, karena waktu yang saya berikan sudah habis!” papa Aellys memerintahkan Calvin untuk menyalakan motor yang mesinnya di rangkai oleh dirinya.

“Tidak bisa hidup,” ucap papa Aellys saat Calvin mencoba beberapa kali mencoba menghidupkan motor itu, namun tidak menyalah.

“Sekarang kamu!” tunjuk papa Aellys kepada Saga.

“Bagus,” puji papa Aellys saat motor yang di pegang Saga bisa menyala dalam satu kali.

“Sekarang tantangan ketiga, yaitu memasak untuk makan siang, kita sekarang pergi ke dapur,” papa Aellys kembali memimpin mereka menuju dapur.

1
Ika flow Ika flowers
wih.....perdana ya kak ,,,,,salam kenal juga dr aq flow 😘🤭🙏
RirisTanti
Authornya kemana nih.. coba balas semua komentator readers biar pada semangat bacanya.. 🤗😊😊😊
Kalau aq sih nggak masalah tak dibls koment aq.. yg penting aq senang baca, ksh like, ksh hadiah.. kadang gak komentar... saking asiknya baca.. 😂😂😂
Semangat terus ajah Thorr.. bikin novel lagi yg lbh seru.. Aktor pake nm yg blm dipakai di novel" sini.. kek Antonio Candra, Bonifatius, Cherryl, Gladhis, Joel, atw Sukiran, Paijo, Parno... wkwkkk.. 😂😂😂😂🙈🙏
RirisTanti
Tuh kan benerr.. Novel Halu bikin Aaellys hdp.. tinggal lht cacat mental dan raga apa sembuh normal... wkwkwkkk Dewa kalah sakti lagi.. 🙈
Tetap lanjut ahhh.. penasaran cerita halunya.. 😄😄😄🏃‍♀🏃‍♀🏃‍♀🏃‍♀
RirisTanti
Kalau dilihat dr kronologi tembakkannya.. hrsnya Aaellys meninggal, klw ada mukjizat hdp dia akan menjadi cacat mental dan fisik seumur hdp. Spt tmn aq yg di duta.. bahkan memory yg dulu hilang semua bahkan sering bersikap jd linglung sampai tua.. klw Novel Halu gak tahu.. org yg jd Dewa saja kalah sakti kek novel sebelah iru.. baru sadar dr koma langsung bisa meeting dgn org asing segitu berat nya jd sepele.... walahh aq jd gak mood bc lagi aq tinggal aja.. 😄😄😄🙈
RirisTanti
Saga pasti tinggal di dpn rmhnya Aelys.. jd tahu kegiatan nya didlm kmr Arlys.. 😄🤭
RirisTanti
Perbuatan Azka mah itu... blm tahu apa rencana Azka yg sesungguhnya..
RirisTanti
Azka pasti asistennya Saga yg waktu Leo blm dibikin... wkwkwkkk.. 😄😂🙈
Kim Nara
wahhh Novel nya keren rapi lagi. semangat yaa thorrrr
Surat Surat
msh lom ymbung thor ...
alika Zahra army
ihh tetet
Kochengswag: hai guys teman teman , aku mau promosiin nih chat story aku yg baru banget netas nya:) aku mohon dukungannya ya bund ohiya judulnya "menikahi pria kejam!" atau Kalau untuk menggampangkan kalian bisa klik profil aku aja hehe :) jangan lupa mampir yaa😭💜 mohon dukungannya ohiya pemerannya jungkook🐰 ada suga juga nantinya 🐱 makasihhh yaa 😭💜
total 1 replies
Yanthi Chahya Yustikarini
jangan mati dong
Missquinny
author kau telah meng obok obok hatiku
Missquinny
Saga is perfect husband
Lenovo Lenovo
sabar2 billy
Renti Safitri
katrok bgt panggilan Mas!
Taekoviccc 🎾
ehh ada foto suami gue 💜
Taekoviccc 🎾
kasihan si leo
Taekoviccc 🎾
mantap 🔥
Melda Rei
kupikir DANIAH😊
bunda 3d
aq sangat suka,betul tuh ayahnya aelys,tidak mudah membalikan telapak tangan,
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!