"Menikahlah denganku!" ulang Nasya untuk ketiga kalinya.
Perselingkuhan sang kekasih membuatnya terpaksa menyeret pria asing untuk menikah dengannya. Perjanjian di buat di malam pernikahan mereka.
Bagaimana kelanjutan kisah mereka? Simak disini ya!!!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Neerja_A-Roh, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 23
"Hmmm,"
Suara dehaman memaksa rangkulan itu terlepas. Hati yang menghangat seketika berubah dingin kembali.
Arka memaksakan senyum pada Nasya, begitu juga dengan gadis berambut panjang yang berdiri di sampingnya.
"Ayo semua, kita makan!" seru Ananda.
"Nasya duduk!" perintah Arka, menyadari hanya tinggal satu kursi yang tersisa. Chyra yang sejak tadi di acuhkan segera menempati kursi kosong itu.
"Aku nanti saja," ucap Nasya hendak berbalik dan pergi.
"Tidak!" tegur Arka sambil menahan tangan Nasya.
Arka meninggalkan kursinya, menyajikan makanan ke atas piring kemudian mengambil satu lagi dan memberikannya pada Nasya.
"Ayo makan di tempat lain!" seru Arka, menarik tangan Nasya ke arah ruang televisi dan duduk berdua di sana.
Brak
Chyra meletakkan sendok kasar ke atas meja.
"Tidak baik berisik di atas meja makan saat sedang makan begini!" Ananda menegur Chyra.
"Maaf, Om, sepertinya aku kenyang!" ucap Chyra, sambil bergegas pergi. Meninggalkan sepiring makanan yang masih utuh.
"Aku juga kenyang."
Aisha ikut pergi menyusul Chyra dengan wajah kesal.
Ananda menggelengkan kepalanya tak percaya. Hanya karena masalah seorang wanita tidak tahu diri, keluarganya menjadi hancur dalam sekejap. Kehangatan yang semula ada, kini bahkan tak tersisa.
"Pa, aku dan Nasya akan temani Papa makan di sini!"
Suara putra tunggalnya itu cukup mengejutkan, tiba-tiba saja sudah duduk saling berhadapan dengannya dan Nasya.
Meski hanya bertiga, akan tetapi hari itu cukup menghangatkan suasana.
"Maafkan Papa, Nasya! Sudah membuat kamu masuk ke dalam rumah ini seperti pelayan. Papa janji, kita akan utuh seterusnya sebagai keluarga. Kita pikirkan cara untuk keluar dan menyelesaikan situasi seperti ini!" ungkap Ananda, penuh penyesalan.
Niatnya tidak melibatkan Nasya terpaksa harus kacau karena permintaan Aisha yang terus meminta Arka pulang.
Situasi yang membuat tak berdaya itu semoga bisa teratasi secepatnya, pikir Ananda dengan semangat yang menggebu, terutama saat melihat mulai ada kehangatan dalam hubungan putra dan menantunya.
"Ya, Pa. Jangan khawatir, semua akan baik-baik saja. Kami juga akan membantu Papa." Arka menambah semangat. Setelah itu hening, tidak ada percakapan lagi hanya ada dentingan sendok yang beradu dengan piring.
...****************...
"Ka, jangan lupa malam minggu nanti kita ke starXX! Teman-teman kita akan hadir di sana!" ujar Chyra, di sore hari saat sedang berkumpul dan bersantai di atas rumput halaman yang hijau dan menyegarkan.
"Hmm," hanya menjawab dengan dehaman, Arka pun tak bergeming tetap merebahkan tubuhnya di atas rumput.
Chyra tersenyum sinis, kemudian mengambil posisi yang cukup mengejutkan, memeluk tubuh Arka dan merebahkan kepala di atasnya.
Nasya membuang pandangan dari kejauhan, tempatnya duduk adalah bangku panjang berwarna putih yang menghadap ke arah kolam ikan.
"Apa yang kau lakukan?!" bentak Arka, terkejut sambil melepaskan tangan Chyra yang melingkar.
Mengambil posisi berdiri, Arka membuka kacamata hitam yang menutupi mata. Memandang tajam Chyra.
"Jangan berbuat seperti itu lagi!" teriak Arka, lantang.
"Memangnya kenapa, Ka?!" protes Chyra. "Bukankah kita akan segera menikah?"
"Menikah atau tidak, jangan pernah melakukan hal seperti itu lagi! Aku sangat tidak menyukainya!"
Melenggang pergi begitu saja, Arka menatap Nasya sekilas. Tersenyum samar, kemudian memasuki garasi dan memakai pintu penghubung antar rumah da garasi untuk memasuki rumah.
Chyra tidak diam, menyusul Arka masuk ke dalam rumah melewati jalan yang sama.
"Situasi ini tolong maafkan apa yang tadi kau lihat, mengertilah, Arka bukan pria yang—"
"Aku paham,"
......................
dan ingat mau balas dendam