NovelToon NovelToon
Tawanan Cinta Casanova

Tawanan Cinta Casanova

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Cintamanis / Tamat
Popularitas:28.8M
Nilai: 4.5
Nama Author: Alfiana

Anindya Alyssa seorang wanita manis yang memiliki warna kulit putih bersih, bekerja sebagai waiters di salah satu hotel yang cukup terkenal di kotanya. Hidup sebatang kara membuat harapannya untuk menjadi sekretaris profesional pupus begitu saja karena keterbatasan biaya untuk pendidikan nya.


Namun takdir seakan mempermainkan nya, pekerjaan sebagai waitres lenyap begitu saja akibat kejadian satu malam yang bukan hanya menghancurkan pekerjaan, tetapi juga masa depannya.


Arsenio Lucifer seorang pria tampan yang merupakan ceo sekaligus pemilik dari perusahaan yang bergerak di bidang manufaktur. Terkenal akan hasil produksi yang selalu berada di urutan teratas di pasaran, membuat sosok Lucifer disegani dalam dunia bisnis. Selain kehebatan perusahaan nya, ia juga terkenal akan ketampanan dan juga sifat gonta-ganti pasangan setiap hari bahkan setiap 6 jam sekali.


Namun kejadian satu malam membuat sifatnya yang biasa disebut 'cassanova' berubah seketika. Penolakan malam itu justru membuat hati seorang Lucifer takluk dalam pesona seorang waiters biasa.


Lalu bagaimana kisah Assa dan Lucifer?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alfiana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 23

Seminggu berlalu sejak kejadian dimana Anindya dengan berani meminta untuk pergi kepada Arsen. Selama itu pula Anindya lebih banyak diam, begitupun dengan Arsen. Arsen lebih memilih untuk mencari wanita lain untuk menuntaskan keinginan seperti saat ini.

Arsen duduk di ruang VIP sebuah club ternama di kota. Dengan segelas minuman ditangan yang ia minum dalam sekali tenggak. Di sebelah kanan kiri tentu ada wanita yang siap menyerahkan tubuh kepada pria kaya yang bau duit seperti Arsen.

"Tuan, mau tambah?" tawar seorang wanita dengan gaun merah begitu minum di tubuh yang sudah longgar sana sini.

"Pergi." Usir Arsen dengan suara pelan dan serak.

"Tuan, anda mabuk. Bagaimana jika kita pergi ke kamar?" tawar wanita lainnya dengan gaun hitam yang tak kalah minim bahan.

"Kau, ikut denganku." Ucap Arsen menunjuk wanita malam yang mengenakan gaun hitam itu.

Mata wanita itu tampak berbinar mendengar ucapan Arsen yang memilihnya untuk menjadi teman ranjang malam ini. Dengan penuh semangat ia memapah tubuh tegap Arsen ke salah satu kamar yang akan menjadi tempat Arsen memadu kasih.

"Tuan, anda ingin minum lagi?" tawar wanita itu sengaja menggoda.

"Lakukan tugasmu." Timpal Arsen dengan tatapan mata yang semakin sayu.

Wanita itu hendak membuka kancing kemeja yang Arsen gunakan, namun dengan cepat dihentikan oleh si pemilik.

"Jangan berani menyentuh tempat lain, tugasmu hanya memuaskan milikku!" tegas Arsen seketika membuat wanita itu terdiam.

"Kau tidak bisa?" tanya Arsen membuat wanita yang sedang terdiam itu buru-buru menggelengkan kepalanya.

"Saya bisa, Tuan." Jawab wanita itu dengan percaya diri.

Wanita itu mulai membuka gesper yang dikenakan oleh Arsen berikut celananya. Terpampang sudah milik Arsen yang besar dan tegang. Wanita itu dengan penuh godaan mulai menjalankan tugasnya.

"Emhhh … Assa!!!!" erang Arsen teringat pada Anindya. Ia lantas mendorong tubuh wanita malam itu dengan kasar.

Wanita yang didorong hanya bisa diam lalu berusaha mendekati Arsen lagi, namun tangan pria itu melayang memintanya untuk tidak mendekat.

Arsen merapikan pakaiannya lagi, ia merogoh dompet lalu melemparkan beberapa lembar uang untuk wanita malam itu.

"Kau tidak bisa menjalankan tugasmu dengan benar!!" desis Arsen langsung keluar dari kamar itu.

Arsen keluar dari club, ia menjalankan mobilnya dengan kecepatan tinggi, tak peduli pada kondisinya yang sudah begitu mabuk. Hanya butuh waktu satu jam untuk sampai ke rumahnya.

Jam menunjukkan pukul 12 malam, Arsen masuk ke dalam rumah yang terlihat begitu sepi dan sunyi. Arsen melangkahkan kakinya menuju kamarnya, yang mana merupakan kamar yang ditempati oleh Anindya juga.

Arsen membuka pintu perlahan, ditengah pencahayaan temaram ia melihat seorang wanita berbaring dengan begitu nyaman.

"Assa." Panggil Arsen dengan suara berat karena kesadarannya mulai hilang.

Arsen ikut naik ke atas ranjang, ia duduk di sebelah Anindya lalu menatap lekat wajah cantik wanita yang menjadi tawanan nya itu.

"Assa, kau cantik sekali." Bisik Arsen dengan bibir yang perlahan mendekati bibir Anindya.

Sementara Anindya yang merasakan sesuatu basah di bibirnya perlahan membuka mata, ia terkejut melihat Arsen tengah mencium nya. Menciumi bibirnya dengan begitu lembut, berbeda dari biasanya.

"Emhhhh … p-pak Arsen, menjauhlah!!" pinta Anindya mendorong tubuh Arsen menjauh.

Arsen tak menolak, ia menghentikan ciumannya lalu menatap Anindya dengan tatapan yang begitu lemah.

"Assa." Panggil Arsen membuat Anindya was-was.

Anindya menarik selimut sampai batas dada, ia mengerutkan keningnya saat mencium bau tak sedap dari bibir Arsen.

"Pak, anda mabuk?" tanya Anindya semakin takut.

"Itu semua karena mu, karena kau ingin pergi dariku!" jawab Arsen sedikit aneh.

"Maksud anda?" tanya Anindya semakin kebingungan.

Belum sempat Arsen menjawab, pria itu sudah jatuh tak sadarkan diri dengan posisi kepala di pangkuan Anin. Wanita itu tentu saja terkejut, namun ia tak memindahkan kepala Arsen dan membiarkan nya hingga ia pun ikut tidur kembali dengan posisi duduk bersandar.

Pagi pun datang menyapa, cahaya matahari masuk melalui celah kamar hingga membuat tidur seorang pria terusik. Arsen tampak mengerutkan wajahnya dan berusaha menghindari cahaya, namun nyatanya cahaya seakan mengikuti dirinya.

Arsen membuka matanya, hal yang pertama kali ia lihat ada wajah cantik Anindya yang terlihat masih begitu pulas, namun ada hal yang membuatnya tergantung yaitu posisi tidur wanita itu.

Arsen mengubah posisinya menjadi duduk, ia perlahan membenarkan posisi tidur Anin hingga kembali merebah di ranjang.

"Maafkan aku, Assa." Bisik Arsen lalu mencium kening Anindya dengan begitu hangat.

Arsen bangkit dari tempat tidur, ia langsung masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan diri sebelum bersiap ke kantor. Ia tak tahu bahwa wanita yang saat ini dianggapnya masih tidur ternyata sudah bangun sejak tadi.

Anindya memegangi keningnya, ia menghela nafas lalu menggelengkan kepalanya.

"Ingatlah posisimu, Nin." Gumam Anindya menutup matanya lagi.

To be continued

1
Kembarr Kembaarr
yaa bodoh cuma nerima telpon aja hrs yaa menjauh dr anak
Kembarr Kembaarr
nganyih2 skrng si anin. jd jengkel yg baca
Kembarr Kembaarr
seorang bos tp pikirannya picik ga ada sedikitpun sifat baiknya yg ada didiri arsen adalah sifatsetan
Kembarr Kembaarr
kalau memang tdk mau kenapa tidak memilih mati saja anin. drpd di perlakukn layaknya binatang. ini yg nulis jg terlalu merendahkn derajat perempuan. pdhl di luar sana banyak permpuan yg menjual diri. kenapa perempuan baik2 yg di jdkn sasaran
Kembarr Kembaarr
yaa ALLOOH smg di dunia nyata tidak adabos ygbersikap sort anjing arsen. sangat mengerikn jika itu terjd. seorang manusia tp prilaku sprt hewan
Kembarr Kembaarr
asu si arsen bos berkelakuan bejat di kira semua wanita sama sprt diri nya .yg tak bermoral dn berahlaq
Kembarr Kembaarr
sama2 buruh aja ada yaa yg ke gitu. mboyao saling supot saling mengerti satu sama lain kn enak
Kembarr Kembaarr
paman bibik anjing ya itu.
Nurjana Bakir
lanjut
Amazing Grace
aku selalu benci female lead yang menye menye dengan mengandalkan kata "cinta"
Mamah dini
insyaalloh thor
Mamah dini
makasih atas karyamu Thor bagus ceritanya keren menarik, sampai dua kali baca , sukses terus dn semangat /Good//Good/
Mamah dini
Luar biasa
Mamah dini
Lumayan
Mamah dini
segitunya ya penyiksaan papah perdo, TPI... kasian juga ya , mungkin GK ada kata memberi kesempatan ke dua bagi mereka , siksaan nya terlalu berat , beri ampunan untuk mereka bertobat tuan perdo bisa GK , gak bisa ya , ya udh
Mamah dini
seneng NY Anin udh bahagia , moga secepatny hamil lgi
Mamah dini
aduh jadi tatut selem bingit , nah itu mungkin penyesalanmu hai manusia2 gak punya hati satu kluarga kompak jahatny semua , coba aja satu... aja yg baik , gak ada kan
Mamah dini
rasain tuh ondel2 tempatmu yg layak jeruji besi, mg karma udh datang selamet menikmatinya del del, Dan untuk Bu Anin jgn sekali2 ninggalin anak di mana saja angkat tlpon bawalah anaknya ya nyonya baru punya anak satu , gimana kalau udh banyak anakny , hati2 itu Harus ya non.
Mamah dini
angkat tlpon kok malah menjauh dari Anak aneh kmu nin , iya kmu itu lalai, moga aja Arvin GK kenapa2, udh GK aneh LGI pasti ada adegan culik culikan hampir setiap novel yg ku baca , nah itu yg ku kurang suka , TPI penasaran.
Mamah dini
alhmdulilah mereka udh bahagia ,, itu balasan penderitaan mu nin sekarang kmu memanen nya , dgn masa depan yg cemerlang , sehat2 ya kalian jaga Anin nya ya mas arsen jgn sampai kabur lagi .
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!