NovelToon NovelToon
My Secretary

My Secretary

Status: tamat
Genre:Romantis / Balas Dendam / Teen / Perjodohan / Tamat
Popularitas:6.1M
Nilai: 4.9
Nama Author: Clarissa icha

Sekretaris lamanya tiba-tiba mengundurkan diri. Dion menyuruh asisten pribadinya untuk merekrut sekretaris baru.
Dia terkejut ketika tau bahwa sekretaris barunya adalah sangat mantan istri yang telah kembali setelah hampir 5 tahun meninggalkannya.

Dion kecewa, dia menaruh kebencian pada mantan istrinya yang pergi dalam keadaan hamil tanpa sepengetahuan dirinya. Kemudian datang kembali dengan membawa anak laki-laki berusia 4 tahun.

Bagaimana Dion bisa fokus bekerja ketika harus bersanding dengan sang mantan istri setiap hari.?
Mungkinkah rasa benci akan kembali berubah menjadi cinta.?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Clarissa icha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 23

Deru nafas Dion terdengar memburu. Dia berhasil mendapatkan sedikit kehangatan setelah melakukan kontak fisik dengan Keyla. Meski Keyla terus meminta agar berhenti, namun dia tidak menunjukkan penolakan yang berarti. Dion tau Keyla tidak mau melewati batas, tapi di satu sisi Keyla sama-sama membutuhkan kehangatan.

"Sudah Di,," Keyla mendorong kedua bahu Dion. Laki-laki yang sedang asik melahap dan memainkan benda favoritnya, terpaksa harus menyingkir dari atas tub -buh Keyla. Kekecewaan sedikit terpancar dari sorot mata Dion atas penolakan Keyla.

"Ini tidak benar,," Ujar Keyla lagi. Dia merapikan pembungkus benda sensitifnya, lalu memasang kembali kancing kemejanya.

"Benar atau tidak, aku tidak peduli." Sahut Dion acuh.

"Kita bukan anak kecil, kamu dan aku bahkan,,,

"Di,," Tegur Keyla. Dia memotong ucapan Dion dan menatap memohon. Pembahasan seperti itu membuat Keyla merasa tidak nyaman.

Meski tidak memungkiri jika kegiatan yang baru saja Dion lakukan berhasil menyingkirkan rada dingin yang menusuk. Jujur saja, Keyla bahkan menyukainya karna sudah bertahun-tahun merindukan sentuhan dari Dion. Tapi dia takut berbuat lebih yang mungkin saja akan mengakibatkan masalah di kemudian hari.

"Mulut kamu bisa menolak, tapi tubuh kamu menerima bahkan meminta lebih."

"Apa yang kamu khawatirkan.?" Tanya Dion dengan tatapan menelisik. Dia bisa melihat gelagat dan raut wajah Keyla yang menunjukan kegelisahan.

"A,,aaku,,, aku,,," Keyla memalingkan wajah. Seandainya dia bilang takut hamil, pasti Dion dengan mudah menjawab akan bertanggungjawab. Masalahnya sejak berusaha mengikhlaskan dan tidak mau mengharapkan Dion lagi, Keyla membentengi hatinya dan berfikir akan menjadi single parent saja tanpa mau menjalani pernikahan yang kesekian kalinya.

Dion menarik nafas dalam, dia langsung merebahkan tubuhnya di samping Keyla.

"Cepat tidur kalau tidak mau terjadi sesuatu.!" Ujar Dion tegas, kemudian menutup mata. Entah bagaimana caranya dia bisa tidur dalam keadaan seperti ini. Menahan gairah yang sudah sampai ke ubun-ubun dan ujung kepala bawah.

Keyla melirik Dion sekilas, sebenarnya kasihan pada mantan suaminya itu. Tapi dia juga tidak mungkin membiarkan Dion melakukannya.

Banyak hal dia pikirkan sebelum melakukan hal seperti itu.

Keyla membelakangi Dion dan ikut memejamkan mata. Setelah kejadian itu, dia justru kesulitan untuk tidur. Sentuhan tangan Dion dan bibirnya seakan masih menempel di sana.

Keyla tersentak saat merasakan tangan besar melingkar di perutnya.

"Hanya peluk, aku kedinginan." Suara Dion terdengar jelas di telinga Keyla. Tadinya Keyla akan protes, tapi setelah mendengar ucapan Dion, dia jadi mengurungkan niatnya dan membiarkan Dion memeluk dari belakang.

...****...

"Bangun Di, sudah siang." Keyla melonjak kaget setelah melihat jam di ponselnya yang sudah menunjukkan pukul 8 pagi.

Hari memang libur, tapi Keyla mencemaskan Leo yang sudah pasti tengah menunggunya pulang.

"Hmmm,,," Dion menggeliat. Rasanya dia baru memejamkan mata tapi sudah harus bangun.

"Aku mau mandi dulu,," Keyla beranjak turun dari ranjang.

Sebenarnya percuma saja mandi karna sejak kemarin dia terus memakai baju kerja. Tapi setidaknya dia merasa segar setelah mengguyur tubuhnya dengan air.

Dion hanya menatap sekilas, melihat Keyla masuk ke dalam kamar mandi. Setelah itu dia kembali memejamkan mata.

Tadi malam merupakan malam yang paling menyiksa untuknya. Kalau bukan menghargai Keyla, mungkin saat itu dia akan tetap melakukannya meski harus secara paksa.

Begitu Keyla keluar dari kamar mandi, Dion turun dari ranjang dan menyelonong ke dalam.

"Tolong ambilkan pakaianku yang aku jemur di luar." Seru Dion.

"Aku lupa mengambilnya,"

Dia terlihat enteng menyuruh Keyla mengambil pakaian kerjanya beserta dalam-annya.

"Iya,," Keyla beranjak keluar kamar, dia mengambil semua pakaian Dion yang masih basah.

Hanya dasi dan dalam-annya saja yang kering, itupun terasa lembab karna cuacanya yang sampai saat inj masih dingin.

"Lebih baik kamu pakai baju yang tadi lagi Di, pakaian kamu masih basah semua." Teriak Keyla dari depan pintu kamar mandi.

"Hanya dalam-annya saja yang bisa di pakai."

Ujarnya lagi.

"Di,,?" Panggil Keyla. Sejak tadi mengajak Dion bicara namun tidak mendapat respon. Hanya terdengar gemercik air dari dalam.

"Di,, kamu baik-baik saja kan.?" Keyla mulai mengetuk pintu kamar mandi. Dia takut terjadi sesuatu di dalam karna tadi Dion terlihat lemas saat berjalan.

"Bisa diam tidak.! Berisik sekali." Seru Dion kesal. Keyla langsung mundur beberapa langkah karna mendengar pintu yang akan di buka dari dalam.

"Aaaaaa,,," Teriak Keyla kaget. Dia langsung menutup kedua matanya karna Dion hampir menampakkan seluruh tubuhnya yang telan-jang.

"Kau itu harusnya tanggungjawab, bukannya malah mengganggu.!" Dion menatap jengkel. Dia sedang bersusah payah menidurkan adik kecilnya yang sejak semalam bangun, tapi Keyla malah mengganggu konsentrasinya.

"Tanggungjawab apa.?" Tanya Keyla bingung. Dia langsung berbalik badan membelakangi pintu kamar mandi.

"Pisang kesukaanmu minta di tidurkan.!" Seru Dion. Keyla melotot mendengarnya. Dia ingin marah tapi tidak berani menatap Dion.

"Ya ampun Di, jaga bicara kamu."

Keyla tidak habis pikir dengan Dion. Bisa-bisanya dia mengatakan hal seperti itu.

"Kenapa.? Bukannya benar apa yang aku katakan.?"

"Apa aku harus mengingatkanmu lagi 5 tahun yang lalu.?" Dion terlihat sengaja menggoda Keyla.

"Sudah Di.! Kamu itu benar-benar menyebalkan.!" Keyla beranjak keluar dan menutup pintu dengan keras. Melihat hal itu, Dion hanya mengulas senyum smirk. Dia kembali menutup pintu kamar mandi dan menyelesaikan misinya. Kalau tidak di tidurkan sekarang, bisa-bisa dia tidak akan konsentrasi menyetir. Bahaya kalau sampai terjadi sesuatu di jalan.

"Kenapa dia jadi seperti itu." Keyla menggeleng tak habis pikir.

Entah kenapa Dion harus membuatnya malu.

Walaupun memang benar dulu dia sangat menyukai bagian tubuh Dion yang tadi mereka bahas, tapi tidak seharusnya Dion mengatakan hal itu dalam keadaan yang tidak lagi sama seperti dulu.

20 menit menunggu di depan kamar, akhirnya Keyla memberanikan diri untuk masuk ke dalam. Dia bernafas lega melihat Dion yang sudah mengenakan pakaian lengkap dan akan membereskan barang-barangnya.

Keyla mengambil tas dan ponsel miliknya tanpa berani menatap Dion.

"Aku tidak membuat sarapan, kita sarapan di jalan saja ya." Ucapnya.

"Hemm."

"Bawakan tas ku." Dion menyodorkan tas kerjanya pada Keyla, sementara itu dia membawa bajunya yang basah.

Keduanya meninggalkan penginapan, namun sebelumnya menemui penjaga penginapan agar bersedia menjual bajunya pada Dion. Jadi Dion tidak perlu mengembalikan baju itu.

"Mobilnya bagaimana Di.?" Tanya Keyla. Dia baru ingat kalau ban mobil Dion bocor.

"Aku hanya perlu menggantinya." Sahut Dion.

...****...

Weekend membuat jalur yang mereka lewati sangat padat. Kedua baru sampai di Jakarta setelah 3 jam perjalanan.

Mereka sampai di rumah Celina tepat jam makan siang dan penghuni rumah sedang berkumpul di meja makan.

Kedatangan Keyla dan Dion menarik perhatian mereka. Leo dan Naura terlihat senang, terlebih mereka melihat mainan dan makanan yang dibawa oleh Dion.

"Papa, Mama,," Leo memeluk Dion dan Keyla bergantian.

"Yeay Uncle bawa mainan." Seru Naura.

Sementara itu, Celina memberikan tatapan penuh arti pada mantan suami istri itu yang baru saja menginap di bandung.

Dia tersenyum sendiri melihat Dion dan Keyla. Bayangan malam panas seolah menari-nari didepan mata Celina.

"Wahh,,, kalian pasti menikmati malam yang panjang." Seru Celina.

Keyla dan Dion langsung menatap ke arahnya.

"Sayang.!" Tegur Vano. Sekilas melirik tajam namun kembali menyantap makanannya dengan santai.

"Ah,, aku hanya bercanda." Celina menyengir kuda seolah tidak mengatakan apapun.

"Kalian sudah makan siang atau belum.? Ayo sini makan bersama." Ajaknya pada Dion dan Keyla.

"Naura sama Leo lanjutkan dulu ya makannya, setelah itu baru boleh main." Celina mendekat dan menyuruh anak-anak itu untuk kembali ke meja makan. Kedua anak itu menurut, meletakan mainannya begitu saja dan kembali lagi ke meja makan.

"Kak Dion dan Kak Keyla, ayo makan dulu."

Dion dan Keyla mengangguk kompak.

"Kalian tidak melupakan pengaman kan.?" Ujarnya berbisik. Dia takut ucapannya di dengar oleh Vano.

"Celina.!" Seru Dion dengan tatapan tajam. Berbeda dengan Keyla yang hanya diam saja dan tertunduk malu lantaran hampir melakukannya.

"Kalian itu kenapa harus malu-malu, sebenarnya sama-sama mau kan.?" Ledeknya sembari berlalu dan duduk di kursinya lagi.

"Abaikan ucapan Celina, dia memang senang menggoda pasangan yang malu-malu kucing." Sambung Vano.

"Harusnya kalian jujur saja kalau memang melakukannya, jadi Celina tidak mencecar kalian karna penasaran."

Celina langsung tertawa mendengar ucapan Vano. Tadi sempat menegurnya, tapi sekarang ikut menggoda mereka.

"Kalian berdua sama saja.!" Geram Dion kesal.

1
Netty Netty
good
PrettyDuck: Halo pembaca setia Noveltoon 🤗
Aku baru menamatkan cerita berjudul : "In Between" ✨️
Kalau berkenan silahkan berkunjung dan nikmati ceritanya 💕

Mila tidak pernah menyangka kalau 'penghancur' masa remajanya akan kembali lagi jadi bosnya di kantor. Ini bukan cuma soal benci, tapi soal luka yang dipaksa sembuh saat pelakunya ada di depan mata.
total 1 replies
Netty Netty
coba posisi name di balik😤
Netty Netty
Lucu pakAi banget dah kayla,,, 🤣🤣🤣
Netty Netty
Baca pesona sang Duda dulu 💪
Netty Netty
masih bingung ya ceritanya
Lina RA
sebenarnya agak kasian ya liat keyla, g diizinkan u punya kputusan sendiri. tempat tinggal saja sll diatur2
SLina
vano dan celine kan sama2 udh putus urat malu kalau masalah enak2an 🤣🤣🤣
SLina
lanjutkan, km tim hore mu mas arkan 🤣
Ahmad Fawaid
lho kasian sih jho, lho udah niat aja udah kalah start sama dion
🤣🤣🤣
ayu cantik
suka
antha mom
happy ending
Gintania nia
bagus
Anonim
ini cerita nya kaya loncat loncat apa ada bab yg udh di hps sama outhor
Rahmi Mamimima
pantes aja william se marah itu
km sndri jg salah key
laki2 mana yg mau di peralat
irma hidayat
ternyata Dion nyelup perempuan lain
MamDeyh
Knp ya Keyla ini kok lembek bgt. Dion jg pedes bgt kata2 nya serasa yg paling tersakiti.
MamDeyh
Bego ahhh Keyla
Linda Antikasari
Luar biasa
Atisa
Buruk
tuti sriyono
Luar biasa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!