NovelToon NovelToon
DARI TUKANG PAKIR HINGGA LEGENDA

DARI TUKANG PAKIR HINGGA LEGENDA

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Crazy Rich/Konglomerat / Dunia Masa Depan
Popularitas:1.4k
Nilai: 5
Nama Author: Tri Wahyuni92

tepat di depan sebuah pusat perbelanjaan besar, berdiri seorang pemuda berusia sekitar dua puluh tahun.
Tubuhnya ramping, kulitnya agak gelap karena sering terpapar sinar matahari, namun sorot matanya memancarkan keteguhan yang jarang dimiliki anak-anak muda seusianya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tri Wahyuni92, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 19: Janji Sang Pewaris

Kami berlari di lorong panjang yang didesain rapi dan kokoh, jelas karya konstruksi para pendiri PT Raka Karya Utama zaman dulu. Rian memimpin paling depan, sesekali menyalakan senter dan memeriksa tanda ukir di dinding yang cocok persis dengan cetak biru baru yang dia pegang erat di dada. Tidak ada keraguan sedikit pun di wajahnya.

"Lihat ini," kata Rian sambil menunjuk sambungan besi tertanam di dinding. "Ini pondasi tiang utama gedung yang akan aku bangun. Posisi persisnya sudah ditandai dari dulu. Aku cuma perlu mengeksekusinya. Ternyata benar dugaanku di akhir Bab 14 dulu, tempat ini memang didesain khusus untuk dibangun bangunan di atasnya... dan aku orangnya yang ditunjuk untuk melakukannya."

"Jadi semua ini... alasan kau bawa kami ke sini, alasan kau mau membangun di sini... semuanya terhubung dengan sejarah panjang perusahaan yang kini kau pimpin?" tanya Rina sambil mengatur napasnya.

"Ya," jawab Rian mantap dan lantang. "Ayah meninggal dan menitipkan seluruh perusahaan ini padaku saat aku masih muda. Banyak yang meremehkan ku, banyak yang ragu aku bisa memegang kendali. Tapi aku tahu ada tugas besar ini.

Awalnya aku cuma merasa ini lokasi strategis untuk proyek percontohan. Tapi semakin aku gali data di arsip, semakin aku sadar aku sedang mengulang langkah leluhurku. PT Raka Karya Utama sekarang ada di tanganku, dan perusahaan ini berdiri dan hidup hanya untuk satu tujuan:

menyelesaikan tugas ini. Dan sekarang, cetak biru lengkapnya ada di tanganku. Tidak ada lagi keraguan, tidak ada lagi rahasia, dan tidak ada lagi yang bisa meragukan ku."

Kami akhirnya keluar dari mulut gua yang tersembunyi di balik semak belukar tebing, tepat saat suara gemuruh besar terdengar dari bawah tanah—tanda ruangan dalam sudah terkunci dan tertutup rapat oleh mekanisme pengaman yang diaktifkan Kakek.

Di luar sana, di kejauhan, kami melihat mobil-mobil truk besar dan kendaraan operasional berlogo PT RAKA KARYA UTAMA sudah terparkir rapi menunggu di jalan utama. Kepala-kepala divisi dan staf kepercayaan Rian sudah berdiri di sana dengan wajah cemas namun penuh harap melihat kami keluar selamat. Mereka menunggu perintah dari pemimpin mereka.

Rian berjalan tegap mendekati rombongan itu, tangannya menggenggam kertas denah itu di udara agar semua bisa melihat.

"Kalian lihat ini?" ucap Rian dengan suara lantang agar semua mendengar. "Ini cetak biru lengkap warisan pendiri perusahaan. Selama ini kita membangun gedung, jalan, dan jembatan. Itu semua penting, tapi itu bukan tugas utama kita. Tugas utama kita ada di sini, di lokasi bukit ini."

Dia menunjuk ke arah bukit besar itu.

"Mulai hari ini, kita aktifkan PROYEK PENGAMANAN SUMBER. Aku, Rian, pemilik dan pimpinan tertinggi PT Raka Karya Utama, memutuskan kita kerahkan seluruh sumber daya, tenaga ahli, dan peralatan terbaik kita ke sini. Kita akan membangun gedung pelindung, kita akan memperkuat struktur tanah, dan kita akan menyelesaikan apa yang leluhur kita mulai ratusan tahun lalu."

Seorang kepala divisi bertanya, "Pak Rian... ada tantangan besar ya? Kenapa harus secepat ini?"

Wajah Rian mengeras, matanya menatap tajam ke arah kegelapan.

"Ada. Paman Dika, paman kandungku, mantan arsitek perusahaan yang dulu dipecat ayahku karena berniat menyalahgunakan kekuatan tempat ini. Dia kembali dan ingin menghancurkan tempat ini demi dendam dan ambisi. Dia berniat merusak apa yang menjadi tanggung jawabku lindungi. Tapi dia salah... dia lupa bahwa sekarang PT Raka Karya Utama ada di tanganku. Dan aku tidak akan membiarkan siapa pun, bahkan keluargaku sendiri, menghancurkan warisan ayahku."

Aku menatap Rian, kagum melihat perubahan besar pada sahabatku itu. Dia bukan lagi sekadar pemuda yang kehilangan ayah, dia sekarang adalah pemimpin besar yang memikul tanggung jawab dunia di pundaknya.

"Kami akan selalu ada di sisimu, Rian," kataku tegas. "Aku penjaga keseimbangan alam ini, dan Rina akan mengawasi keamanan. Kita pastikan proyek ini berjalan lancar."

Rian menatap kami berdua, matanya berbinar penuh semangat membara, persis seperti saat dia bicara di akhir Bab 14 dulu.

"Mulai sekarang, tidak ada lagi rahasia. PT Raka Karya Utama sepenuhnya di bawah kendaliku. Proyek Pengamanan Sumber adalah prioritas utama kita. Kita akan membangun pelindung terakhir, dan kita akan menjaga dunia."

1
Indra P.
lanjutkannnn
Indra P.
mantappp.....inspirasi yg hebatt
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!