Aletha merupahan remaja yang sangat senang akan dunia malam. Ia juga merupakan anak konglomerat yang terkenal di kota Metropolitan. Tapi kini dirinya harus di hadapkan dengan perjanjian kontrak dengan Danny yang sepertinya menguntungkan? atau malah merugikan?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mooniecaa_moon, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kembali Utuh—31
Isak tangis di dalam kamar tamu utama itu masih belum mereda ketika suara deru mobil yang berhenti mendadak di pekarangan mansion memecah keheningan siang. Tak lama kemudian, terdengar suara langkah kaki yang tergesa-gesa, melangkah lebar menyusuri koridor koridor kayu dengan napas yang memburu tidak beraturan.
Brak!
Pintu kamar digeser terbuka dengan kasar. Di ambang pintu, berdiri Pak Adinata. Setelan jas formal yang ia kenakan saat turun dari jet pribadi tampak sedikit berantakan, dan rambutnya yang biasa tersisir rapi kini acak-acakan karena angin . Pria paruh baya yang selalu terlihat tegap dan berkuasa di puncak pimpinan Adinata Energy itu kini berdiri mematung dengan tubuh yang gemetar hebat. Tatapannya langsung terkunci pada sosok wanita berbaju rajut putih yang sedang berlutut di atas karpet sambil mendekap Aletha.
Mendengar suara pintu dibuka, Jessica mendongak. Begitu matanya menangkap sosok pria yang selama dua puluh tahun lebih mendampingi hidupnya, tangisnya kembali pecah.
"Papa..." bisik Jessica lirih, suaranya parau nyaris habis.
"Jessica... Sayang..."
Suara Pak Adinata tercekat di tenggorokan. Tanpa membuang waktu lagi, pria paruh baya itu langsung berlari menerjang maju, menjatuhkan lututnya di atas karpet dan langsung membawa istri serta anak perempuannya ke dalam satu dekapan raksasa yang teramat erat.
Mereka bertiga berpelukan begitu erat di tengah ruangan, tangis meraung-raung melepaskan seluruh beban, trauma, dan kebohongan jahanam yang selama dua tahun ini memisahkan mereka. Pak Adinata mencium pucuk kepala istrinya berkali-kali, air matanya mengalir deras membasahi bahu Jessica, sementara tangan kanannya merengkuh punggung Aletha, memastikan bahwa putri kecilnya tidak lagi berdiri sendirian di tengah badai duka.
"Maafkan Papa... Maafkan Papa yang gak becus jagain Mama... Papa kira Mama udah pergi..." bisik Pak Adinata di sela-sela tangisnya yang pilu. Suaranya terdengar begitu hancur namun sarat akan rasa syukur yang tak terhingga kepada Tuhan.
Aletha yang berada di tengah-tengah dekapan kedua orang tuanya hanya bisa memejamkan mata erat-erat, membiarkan air matanya mengalir tanpa henti. Rasa hangat yang luar biasa pekat yang sudah dua tahun ini hilang dari hidupnya, siang ini kembali membungkus jiwanya dengan utuh. Luka yang selama ini ia bawa ke mana-mana seolah mengering seketika, digantikan oleh kebahagiaan yang tidak pernah ia bayangkan akan terjadi di dalam hidupnya.
Suasana di dalam kamar itu begitu haru, begitu menyayat hati sekaligus indah, sebuah momen sakral di mana sebuah keluarga yang sempat hancur berkeping-keping kini telah disatukan kembali oleh takdir di daratan Eropa.
Setelah beberapa menit berlalu dalam tangis dan pelukan yang menumpahkan seluruh rindu, kepanikan emosional itu perlahan mulai mereda menjadi ketenangan yang menyejukkan. Pak Adinata membantu Jessica untuk kembali duduk di sofa panjang yang empuk, sementara Aletha tetap setia duduk di sebelah ibunya, menggenggam erat jemari kurus Jessica seolah takut kehilangan lagi.
Pak Adinata menghapus sisa air mata di wajahnya, mencoba mengembalikan sedikit wibawanya yang sempat runtuh. Pria paruh baya itu kemudian mengalihkan pandangannya ke arah pintu kamar, di mana Danny Atonio masih berdiri kokoh mematung dengan sisa-sisa binar air mata yang ia sembunyikan di balik sorot mata elangnya yang tenang.
Pak Adinata bangkit berdiri, berjalan mendekati Danny, lalu menepuk bahu kekar pria jangkung itu dengan remasan yang sangat kuat—sebuah simbol rasa terima kasih dan rasa hormat tertinggi dari seorang ayah dan seorang laki-laki kepala keluarga.
Pak Adinata kemudian berbalik kembali menghadap istrinya, menuntun Danny untuk ikut melangkah mendekati sofa tempat Jessica dan Aletha duduk. Dengan senyuman bangga yang paling tulus yang pernah ia miliki sepanjang hidupnya, Pak Adinata menatap wajah sayu sang istri tercinta.
"Oh iya, Sayang..." buka Pak Adinata, suaranya terdengar bergetar lembut saat ia mengulurkan tangannya ke arah Danny. "Laki-laki yang sudah mempertaruhkan segalanya dan membebaskanmu dari tempat terkutuk itu... dia adalah Danny Atonio Dirgantara. Dia adalah calon menantu kita, calon suami dari Aletha."
Mendengar ucapan suaminya, Jessica tersentak kecil. Ia mendongak, menatap sosok pria jangkung berbaju hitam di depannya yang memiliki aura begitu gagah, berkuasa, namun memiliki sorot mata yang sangat teduh saat memandangi putrinya. Jessica beralih menatap Aletha yang saat ini wajahnya mendadak merona merah samar mendengarkan penuturan papanya.
Danny melangkah maju satu langkah, lalu membungkukkan tubuhnya dengan sangat hormat di depan ibu mertuanya. "Selamat siang, Tante Jessica. Puji syukur Tante bisa kembali berkumpul bersama kami dalam keadaan selamat. Mulai hari ini, Tante tidak perlu takut lagi, karena saya yang akan memastikan keselamatan keluarga ini di bawah nama Dirgantara Group."
Jessica mengulas sebuah senyuman keibuan yang sangat hangat, air mata haru kembali menetes di pipinya yang tirus. Ia mengulurkan kedua tangan kurusnya, menyambut telapak tangan kekar Danny dan menggenggamnya dengan penuh rasa terima kasih yang tak terhingga.
"Danny... terima kasih banyak, Nak... terima kasih sudah membawa Mama kembali ke pelukan anak dan suami Mama," bisik Jessica penuh ketulusan. Wanita paruh baya itu kemudian melirik ke arah jemari manis Aletha yang melingkar sebuah cincin berlian maroon pekat—cincin pertunangan megah mereka kemarin.
"Aletha..." panggil Jessica lembut, menatap putrinya yang kini sedang menunduk salah tingkah. "Mama bisa liat dari matanya... laki-laki ini bener-bener tulus mau jagain kamu. Pilihan kamu gak salah, Nak."
Aletha mendongak, matanya yang maroon melirik tajam ke arah Danny yang sedang mengulas seringai tipis menawannya dari atas. Aletha yang manipulatif mendadak terkunci oleh rasa haru yang sesungguhnya. Kontrak pernikahan hitam di atas putih yang mereka sepakati di Jakarta dengan penuh kepalsuan, siang ini rasanya telah robek dan terbang terbawa angin, digantikan oleh sebuah komitmen nyata yang mengikat jiwa mereka di bawah saksi kebahagiaan sebuah keluarga yang kembali utuh.
Di bawah hangatnya matahari siang di kota London, panggung sandiwara pertunangan mereka kemarin kini telah bertransformasi menjadi sebuah awal dari takdir baru yang sesungguhnya—di mana Danny Atonio bukan lagi sekadar CEO kaku di atas kertas, melainkan pahlawan dan pelindung sejati yang akan selalu berdiri di samping hidup Aletha Adinata untuk selamanya.
hiiii terimakasih semuanya yang sudah mampir! terus dukung aku yaaaa! jangan lupa like komen dan vote💕💕 love you all