NovelToon NovelToon
Terikat Cinta Lain

Terikat Cinta Lain

Status: tamat
Genre:Romantis / Poligami / POV Pelakor / Cinta Terlarang / Tamat
Popularitas:1.6M
Nilai: 4.6
Nama Author: Julia Fajar

Melihat suaminya membawa pulang seorang wanita cantik yang elegan membuat hati Anyelir terusik. Cinta dan kasih sayang suami yang perlahan ia dapatkan akankah hilang kembali karena kedatangan wanita lain yang ternyata istri pertama suaminya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Julia Fajar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 23. Calon Suami sekaligus sahabat

Rasa nikmat menyantap makanan bersama Satya baru kali ini Anyelir rasakan, setelah ia memberikan jawaban atas permintaan Satya paling tidak sekarang ia bisa sedikit lega, tenang menjalani hidup di kota karena telah membebaskan orang tuanya dari jeratan rentenir dan sesuai janji Satya yang akan memberikan sejumlah uang untuk orang tuanya agar bisa membeli lahan sawah, ladang dan kerbau sehingga mereka tidak perlu lagi bekerja menjadi buruh tani di sawah dan ladang orang lain.

Satya dan Anye kini telah selesai menyantap steak ayam pesanan mereka. Walaupun tanpa nasi tapi perut mereka terasa kenyang sebab ada tambahan kentang goreng dan rebusan sayur sebagai pengganti nasi yang juga mengandung karbohidrat.

Setelah mereka selesai, pramusaji pun datang untuk membersihkan meja, ia membawa pergi piring dan gelas kotor agar tamu lebih nyaman bersantai setelah selesai makan tanpa terhalang oleh piring dan gelas yang kotor.

Sementara pramusaji menyelesaikan tugasnya, Satya mengajak Anye untuk berdiri melihat pemandangan kota Jakarta pada malam hari dari ketinggian tempat mereka berdiri. Memang tempat yang Satya pesan sangat strategis terletak di lantai 9 jadi membuat mereka leluasa memandang kebawah menyaksikan indahnya kerlap-kerlip lampu di gedung-gedung kantor dan perumahan penduduk yang ada di bawah mereka.

Satya kembali membuka percakapan untuk memecahkan keheningan,

"Nye...maaf ya".

"Haahh..., kenapa kamu minta maaf Sat".

"Iya ingin minta maaf aja".

" Oooh.....".

" Nye...saat ini kakekku sedang dirawat dirumah sakit, apakah besok setelah pulang kerja kamu bisa ikut aku menjenguk kakek? aku ingin mengenalkanmu kepada beliau siapa tau dengan mengenalkanmu bisa membuatnya kembali sehat karena selama ini pernikahanku kan yang selalu membebani fikirannya".

" Baiklah Sat...terserah kamu, aku ngikut saja. Jadi aku harus menunggumu dimana Sat ?"

" Satya bingung dengan pertanyaan Anyelir".

" Kenapa kamu bertanya seperti itu?, kamu besok begitu selesai bekerja langsung saja keruanganku, kita berangkat dari sana".

" Oooh.....", jawab Anyelir.

" Kenapa Nye, memangnya kamu malu jika jalan bareng aku".

" Bukannya kamu Sat yang merasa malu, jika sampai karyawanmu tahu kita jalan bareng atau kita punya hubungan".

" Kenapa kamu bicara seperti itu Nye? aku tidak pernah malu, walau nanti akhirnya para karyawanku tahu jika kita punya hubungan. Aku kan pernah bilang ke kamu tidak akan pernah menyembunyikan identitasmu dari siapapun sebagai calon istri kedua dan sebagai ibu dari anak-anakku nanti", lanjut Satya.

" Dan alasanku tidak bisa menjemputmu saat kita makan malam karena aku memang sedang ada pekerjaan, jadi agar lebih efisien aku minta tolong ke Pak Edi agar menjemputmu dan mengantarmu kesini".

" Lantas jika tidak malu kenapa sewaktu aku pulang kampung, kamu membuat alasan bahwa aku sakit bukan malah mengatakan yang sebenarnya jika aku pergi karena menyelesaikan urusan yang bersangkutan denganmu".

"Ooh itu...., maaf ya Nye. Waktu itu aku lagi terburu buru karena mendapat kabar kakek dirawat dirumah sakit. Jadi biar nggak terlalu banyak pertanyaan, yang hanya akan membuang waktuku jadi aku bilang saja kamu sudah permisi ke aku karena sakit. Jadi kamu menyangka aku sengaja menutupi hubungan kita".

Anye mengangguk.

" Maaf jika begitu Nye, dan kamu mau tahu kenapa aku tidak menginginkan adanya pesta pernikahan kita?".

" Iya", jawab Anyelir.

" Bukan juga karena aku ingin menyembunyikan identitasmu sebagai istriku tapi aku hanya ingin menghargai Nadia. Aku mencintai Nadia, aku tidak ingin terlihat bersenang diatas penderitaannya", Satya terdiam sejenak seraya menarik nafasnya dalam-dalam dan menghembuskannya perlahan agar beban dihatinya berkurang".

Lalu ia melanjutkan ucapannya, " Aku tahu Nye bagaimana penderitaannya, penderitaan raga dan sekaligus batinnya. Walau dia yang selalu mendorongku dan memberiku izin untuk menikah lagi tapi aku tahu bagaimana perasaan hatinya, hatinya pasti menangis. Tidak ada seorang wanita pun yang mau membagi cinta suaminya ke orang lain kan Nye? Dia ikhlas karena ketidak mampuannya dan dia tidak mau egois bahagia diatas kesusahan hati keluargaku", lanjut Satya lagi.

" Pengorbanannya sangat besar, makanya aku selalu bilang ke kamu aku tidak bisa menjanjikan cinta untukmu tapi aku juga tahu bagaimana Syariat agama kita, aku harus adil nantinya terhadap istri-istriku dan tidak menyia-nyiakan kamu maupun Nadia. Semuanya terpulang ke kamu Nye, apakah kamu sabar nantinya menjalani rumah tangga seperti ini bersamaku atau kamu akan pergi meninggalkanku".

Kemudian Satya menggenggam kedua tangan Anyelir dan sejenak menghentikan ucapannya, Anyelir yang tidak pernah menyangka hal itu akan dilakukan Satya merasa terkejut dan jantungnya berdebar kencang seakan mau copot dari tempatnya.

Satya kembali melanjutkan ucapannya, " Satu yang aku mohon darimu....", kemudian ia melepaskan tangan Anyelir dan mengatupkan kedua tangannya didepan dadanya, " Tolong berikanlah kebahagiaan untuk kakekku, aku sangat menyayangi beliau melebihi sayangku terhadap diriku sendiri".

Setelah mengucapkan permohonannya, Satya hanya mampu tertunduk, ia sadar apa yang dimintanya juga terkesan egois, ia meminta Anye bisa memberikan kebahagiaan untuk keluarganya tapi ia sendiri tidak bisa berjanji untuk membahagiakan Anyelir.

Anyelir mencoba memberanikan dirinya, ia menggenggam kedua tangan Satya dan Satyapun mendongakkan wajahnya menatap mata Anyelir.

Kemudian Anyelir berucap " Insha Allah aku akan berusaha membahagiakan kakek dan aku akan berjuang serta bersabar untuk mendapatkan cintamu Sat, walau hanya sedikit".

Anyelir pun terdiam sambil mengesampingkan rasa malunya dan kemudian berucap lagi, "Jika Allah berkehendak aku juga akan tetap bersamamu sampai maut memisahkan kita, walaupun ada atau tidak ada cinta untukku di hatimu. Mungkin dimata orang lain aku terlihat sangat bodoh tapi tujuan akhir hidupku adalah ridho suamiku hingga Allah pun ridho kepadaku untuk mendapatkan surga-Nya kelak".

Hati Satya begitu lega mendengar perkataan Anyelir, ia berjanji di dalam hatinya akan berusaha adil terhadap Anye dan Nadia nantinya. Mungkin waktu yang akan menjawab apakah ia bisa membagi cintanya untuk Anyelir atau tidak.

" Terimakasih Nye, terimakasih atas kesediaanmu. Mulai hari ini aku mohon perlakukanlah aku sebagai calon suami sekaligus sebagai sahabatmu. Aku ingin lebih mengenalmu Nye tanpa rasa canggung, tanpa rasa takut, tanpa ada jarak antara bawahan dan atasan, aku mau kamu terbuka tentang hidupmu dan akupun akan berusaha melakukan hal yang sama".

Anye pun mengangguk tanda setuju, kini mereka bisa saling terbuka seperti halnya seorang sahabat.

" Tadi aku sempat iri lho Nye melihat kedekatanmu dengan Pak Edi, kenapa kamu bisa tersenyum dan tertawa lepas saat bersamanya dan kenapa tidak bisa seperti itu saat bersamaku, selalu ada kecanggungan diantara kita".

" Kamu tahu Nye, sebenarnya aku tadi memperhatikanmu dari kejauhan entah kenapa hatiku sakit dan tak rela melihatmu tersenyum dan tertawa untuk orang lain walau itu hanya terhadap Pak Edi".

Anye hanya tersenyum mendengar Satya berkata jujur kepadanya.

"Sebentar Nye...sebentar, tetap tersenyum seperti itu, tahan ya!", Satya segera mengeluarkan telephone genggam dari sakunya kemudian iya berjalan sedikit menjauh untuk mengarahkan kameranya untuk mengambil foto Anyelir yang sedang tersenyum.

Anyelir yang tidak tahan melihat tingkah Satya akhirnya ia pun tertawa. Satya yang melihat moment langka ini segera mengabadikannya, tanpa malu dengan orang yang ada disekitarnya ia pun mencekrak-cekrekan kamera handphonenya dari segala arah seolah dia adalah seorang fotografer dan Anyelir sebagai modelnya.

Anyelir semakin malu dengan tingkah Satya kemudian ia menyembunyikan wajahnya dibalik kedua telapak tangannya. Satya yang melihat hal itu berusaha menggoda Anyelir, ia mengancam akan mencium Anyelir bila ia tidak melepaskan katupan tangannya dari wajahnya.

" Lepaskan Anyelir, lepaskan tanganmu dari wajahmu, aku belum puas memandang senyum dan tawamu dan aku belum selesai mengambil fotomu", kemudian Satya mendekati Anyelir dan membisikkan suatu ancaman di dekat telinganya.

" Jika kamu tidak menyingkirkan tangan itu dari wajahmu jangan salahkan aku ya jika sekarang juga di depan mereka aku akan menciummu".

Anye sangat takut dengan ancaman Satya, dia pasti akan merasa sangat malu jika Satya benar-benar melakukannya, kemudian ia menyingkirkan tangan dari wajahnya dan kesempatan itu dimanfaatkan oleh Satya untuk mengambil foto mereka berdua.

Foto mereka terlihat sangat dekat, Satya didalam foto sedang tertawa sedangkan Anyelir dengan wajah polos, wajah terkejut tak siap menerima jepretan dari kamera handphone Satya. Kemudian Satya mengabadikan foto mereka berdua sebagai foto profil di handphonenya dan memperlihatkannya kepada Anyelir.

Anyelir berusaha merebut handphone dari tangan Satya, ia tidak mau Satya menjadikan foto jelek mereka berdua menjadi foto profil di handphonenya, namun usahanya gagal karena Satya langsung memasukkan handphone ke dalam saku celananya. Dengan wajah cemberut Anye kembali ke tempat semula mereka duduk dan Satya berusaha merayunya hingga Anyelir pun tersenyum kembali.

1
Khairul Azam
jgn naif lah gak ada laki laki yg bisa adil cih poligami itu cuman perselingkuhan yg dilakukan secara halus
Khairul Azam
anyelir bego, poligami zaman skrng itu cumsn mengedepan kan nafsu saja, pegangan agama bilang poligami boleh tp disalah gunakan
Khairul Azam
novek novel seperti ini yg gak aku suka yg dirugiksn sianyelir,
Alea Putrie
wah jiwa2 bucin seorang satya dah keliatannn,...siapa juga yg tertarik dgn gadis seperti anye paket lengkap pak bucin
Alea Putrie
bismillah terima aja anye siapa tau dengan berjalan nya wkt cinta itu akan dtg dengan sendirinya
Andre Gojes
bisa gak sih manggil nya jangan sat gitu.berasa gak sopan banget.
R'vina
Luar biasa
Lilik Juhariah
gak capek pak mondar mandir, tapi rumahnya kan Deket ya
Alidcantik Nurmaulidiah
dk qodo
Aning Fiya Moekti
seru
Dina Ningrum
Kecewa
Euis Kindar Wulan
up
Nai's Mom 💞2
ceritanya bagus, cuma agak bingung aja, kan Satya di gambarkan kaya raya 7 turunan gak habis, tapi kenapa Nadia sebagai istri pertama untuk kontrol ke dokter pakai taxi?. ya memang wajar saja sih dan tidak ada salahnya meski punya mobil banyak trus sekali-kali naik transportasi umum.
Tapi ya kan kalo sakitnya parah gitu biasanya ada yg pendampingi meski gak mesti selalu suami, dan sebagai orang yg sangat kaya masa tega ya membiarkan istri yg sakit parah naik taxi.
maaf ya jika panjang komentarnya.

sukses terus author👍👍
Srimurni Nurjanah Sitorus
seharusnya kakek Permana belikan rumah untuk mamanya Satya karena udah menikah lagi
Imay Rahma
iya angan-angan saya juga thor hidup du desa berternak kalau nyawah ga kuat lagi🤣
Puji Astuti
semoga semuanya baik2 saja selalu rukun sama2 pengertian dan bahagia
Shinta Dewiana
tamat....😊
Shinta Dewiana
yaaaa..krn suami kaya..gampang kasih hadiah apapun...indahnya dunia hallu..
Shinta Dewiana
sedih banget ya thor...😢
Shinta Dewiana
ce ..ce...ce..bidadari surga..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!