NovelToon NovelToon
TIGER WU

TIGER WU

Status: tamat
Genre:Romantis / Fantasi / Petualangan / Reinkarnasi / Romansa Fantasi / Fantasi Timur / Tamat
Popularitas:665.4k
Nilai: 5
Nama Author: ria aisyah

Disini aku mengisahkan seorang gadis yang bernama Rubby yang tersesat ketika sedang berkemah bersama teman - temannya.

Dia terpisah dari rombongan dan semakin jauh masuk ke dalam hutan terlarang.

Konon ceritanya di dalam hutan tersebut tinggal sesosok makhluk yang berwujud menyeramkan.

Siapapun yang masuk ke sana tidak akan bisa kembali lagi.

Rubby ketakutan ketika di kejar makhluk menyeramkan yang berwujud manusia setengah ular. Namun tiba - tiba sesosok pemuda tampan berambut panjang dan berpakaian mirip pemain drama kolosal China datang menyelamatkannya.

Pemuda itu mengaku bernama Wu Jin Ming.

Dia adalah seorang siluman harimau yang telah bertapa selama ribuan tahun di hutan itu.

Lalu bagaimana dengan nasib Rubby selanjutnya?

Mohon dukungannya ya..

Ini pertama kalinya aku ikut lomba..

Terima kasih.. 💗💗💗

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ria aisyah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

DI BAWAH CAHAYA BULAN

Wu Jin Ming memasukkan barang belanjaannya ke dalam cincin penyimpanan agar dia bisa terbang bersama Rubby dengan leluasa.

"Yeeee... aku bisa terbang..." Rubby berteriak senang.

Pelan - pelan Wu Jin Ming melepaskan genggaman tangannya. Dia membiarkan Rubby terbang bebas sesuai keinginannya. Senyum Wu Jin Ming mengembang sempurna saat melihat Rubby terbang sambil menari. Dia berputar dan melayang indah seperti kupu - kupu.

"Kak Tiger... Aku bisa terbang..." Rubby menoleh ke arah Wu Jin Ming yang terbang menjajarinya.

"Bersenang - senanglah, Rubby." Wu Jin Ming menambahkan ketinggian terbangnya.

Rubby pergi menyusulnya dan mengikuti Wu Jin Ming yang sedang berjalan di udara. Rubby meraih tangan Wu Jin Ming lalu mereka berdiri saling berhadapan. Sejenak Rubby memejamkan matanya dan merubah dirinya menjadi Dewi Bulan.

Wu Jin Ming pun melakukan hal yang sama. Dia merubah penampilannya menjadi Raja Harimau Putih. Di bawah sinar bulan mereka terlihat sangat berkilau.

"Kau ingin pulang atau ingin menikmati malam terlebih dahulu?" tanya Wu Jin Ming di sela - sela langkahnya.

"Aku ingin menikmati sinar bulan bersamamu di sini untuk sejenak. Kalau lama - lama takutnya kita pulang kelamaan karena kemampuan terbangku masih lambat." Rubby memanyunkan bibirnya.

"Aku akan mengajarkanmu bagaimana caranya kita bisa sampai di rumah lebih cepat." ucapan Wu Jin Ming membuat Rubby tertarik.

"Benarkah? Ada cara lain selain terbang?" Rubby terlihat antusias.

"Tentu saja." Wu Jin Ming melukis sebuah simbol di udara dan membawa Rubby ke sana.

"Apa simbol ini yang akan membawa kita pulang?" tanya Rubby.

"Bukan. Ini aku buat untuk kita duduk saja. Mari kita nikmati sinar bulan di sini." Wu Jin Ming mendudukkan tubuhnya terlebih dahulu lalu Rubby mengikutinya.

"Waaoooww!!! Dari ketinggian seperti ini, bulannya terlihat sangat besar dan indah sekali." Rubby merentangkan tangannya sambil menggerak - gerakan kakinya yang menggantung di udara.

"Apa kau menyukainya?" Wu Jin Ming merebahkan tubuhnya dan meletakkan kepalanya di pangkuan Rubby.

"Sangat! Aku tidak pernah membanyangkan bisa menikmati pemandangan seperti ini. Aku bahagia Kakak." Rubby mengelus rambut Wu Jin Ming yang tidur di pangkuannya.

"Aku mencintaimu Rubby." Wu Jin Ming menengadah menatap wajah Rubby.

"Aku juga mencintaimu suamiku." suara Rubby bergetar.

Wu Jin Ming kembali duduk. Tangannya menunjuk ke udara dan mengeluarkan sebuah guci. Dari dalam guci itu keluar kelopak mawar yang harum semerbak. Seperti tidak ada habisnya kelopak itu menghujani mereka berdua.

"Kakak... ini indah sekali!" telapak tangan Rubby menengadah menerima sentuhan kelopak bunga yang jatuh melewatinya.

"Seperti dirimu yang sangat indah." tatapan lembut dan penuh cinta memancar dari sorot mata Wu Jin Ming. Hatinya begitu hangat ketika menatap wajah cantik Rubby.

"Kamu lebih indah. Pria paling tampan yang pernah aku jumpai di muka bumi ini." tangan Rubby menyentuh pipi Wu Jin Ming.

"Aku tidak bisa menahan diriku lagi untuk tidak menciummu, Rubby..." suara berat Wu Jin Ming membuat hati Rubby bergetar.

Seperti halnya Wu Jin Ming, Rubby pun tidak dapat menahan perasaannya. Mereka menikmati kemesraan di atas cakrawala dan rasa manis sebuah ciuman di bawah sinar bulan nan lembut. Wu Jin Ming tergoda untuk melakukan hal lain dari sekedar berciuman.

"Rubby, ayo kita pulang!" wajah Wu Jin Ming terlihat memerah. Dia masih saja malu - malu untuk menyatakan keinginannya.

"Ayo, Kak!" Rubby menundukkan kepalanya karena tak mampu membalas tatapan Wu Jin Ming yang tajam seperti ingin menelannya.

Wu Jin Ming mengangkat tubuh Rubby dan menggendongnya melintasi jarak dan waktu. Dalam sekejap mata mereka sudah sampai di rumah Rubby. Rubby melompat turun karena merasa terkejut tiba - tiba sudah berada di dalam rumahnya.

"Kita sudah sampai? Bagaimana bisa?" Rubby menepuk - nepuk pipinya.

"Aww..." pipi Rubby terasa sakit.

"Ini namanya teleportasi, Rubby. Suatu hari kamu juga bisa melakukan seperti ini," jelas Wu Jin Ming santai.

"Benarkah? Aku merasa begitu bodoh di depanmu Kak. Aku tidak yakin aku bisa melakukannya."

"Kamu hanya perlu berlatih. Semakin tinggi basis kultivasimu maka kamu akan semakin mudah melakukan suatu hal."

"Aku akan bermeditasi lagi, Kak. Tapi kapan?" Rubby menatap mata Wu Jin Ming penuh harap.

"Jika kamu tidak lelah kita bisa melakukannya di tengah malam. Itulah saat paling baik untuk menyerap energi spiritual dari seluruh alam."

"Apa kamu akan membangunkanku untuk itu?"

"Tentu saja jika kamu mau. Tapi sebelumnya..." Wu Jin Ming ragu - ragu untuk mengatakannya.

"Sebelumnya kenapa Kak?" Rubby belum mengerti arah perkataan Wu Jin Ming.

"Aku... em... aku... menginginkanmu." wajah Wu Jin Ming bersemu merah. Dia menunduk tersipu setelah mengatakan itu.

"Aku juga." dengan agresif Rubby menyerang Wu Jin Ming dengan ciumannya.

Mereka berjalan menuju ke kamar tanpa melepaskan cumbuan mereka. Saat berjalan Rubby merubah dirinya kembali ke dalam wujud manusia. Wu Jin Ming juga mengikutinya.

Mereka larut dalam pergulatan mereka untuk melepaskan hasrat yang membuncah. Tidak ada percakapan di antara mereka, hanya ******* lirih yang mengiringi setiap sentuhan keduanya. Cukup lama mereka beradu hingga kelelahan memaksa mereka menyudahi semuanya.

"Jika kamu lelah. Kita bermeditasi besok saja, Rubby. Maaf aku membuatmu kelelahan malam ini." Wu Jin Ming memiringkan tubuhnya sambil menatap Rubby yang masih sibuk mengatur napasnya.

"Tengah malam masih sekitar dua jam Kak. Kita bisa tidur sebelum tengah malam tiba."

"Kalau kita tidur, kita akan kesulitan untuk bangun, Rubby."

"Nanti aku nyalakan alarm ponsel sama jam weker biar kita bisa bangun tengah malem, Kak."

"Apa itu?" Wu Jin Ming mencoba berpikir tentang alat yang di maksud Rubby.

"Ini!" Rubby mengambil ponsel dan jam weker. Dia menunjukkannya pada Wu Jin Ming sebelum menyetelnya.

"Oh. Aku pikir apa." Wu Jin Ming mengangguk.

Setelah mengatur waktu alarm menyala, Rubby kembali masuk ke dalam selimut dan memejamkan mata. Wu Jin Ming menarik Rubby ke dalam pelukannya. Sangat sulit bagi Rubby untuk menolak pesona suaminya.

Di luar rumah Rubby. Seseorang sedang menunggunya sejak tadi. Dia melihat kepergian Rubby bersama teman - temannya. Orang itu mengira Rubby belum pulang karena pintunya masih terkunci dari luar. Lampu taman juga belum di nyalakan.

"Mungkin dia menginap di rumah temannya." Arlan membawa sebuah buket bunga dan sekotak hadiah untuk Rubby. Dia menaruhnya di atas meja kecil di ujung teras.

Raut kecewa tampak jelas di wajah Arlan. Dia sangat merindukan teman kecilnya. Arlan juga ingin memperjuangkan perasaan cintanya pada Rubby. Dia tidak peduli meski Rubby sudah mempunyai kekasih saat ini.

Arlan berjalan gontai meninggalkan rumah Rubby. Pandangannya kosong ke arah langit biru. Sesekali dia menunduk. Kakinya menendang sampah atau botol kosong yang dia jumpai di depannya. Meninggalkan bunyi yang mengganggu pendengaran.

"Darimana, Sayang? Kusut sekali anak mama." Sofi yang sedang duduk di teras bersama suaminya merasa heran dengan wajah kusut Arlan.

"Dari tempat Rubby, Ma." jawab Arlan sambil mendudukan dirinya di lantai pinggiran teras. Tangannya meraih kerikil kecil di bawah kakinya lalu di lempar ke sembarang arah.

"Apa kalian bertengkar?" tanya Sofi.

"Tidak. Rubby tidak ada. Aku sudah lama menunggunya. Sampai sekarang dia belum pulang."

"Masih ada hari esok, Sayang. Kamu bisa datang ke sana lagi," hibur Sofi.

"Iya, Ma. Aku pergi ke kamar dulu." Arlan beranjak meninggalkan teras.

"Beristirahatlah, Sayang," ucap Sofi kemudian.

****

Bersambung...

1
Santy Susanti
Luar biasa
Andri Iswanto
tamate gak seruu
Tenahsmey
𝘨𝘢𝘬 𝘱𝘦𝘳𝘯𝘢𝘩 𝘣𝘰𝘴𝘦𝘯 𝘮𝘦𝘮𝘣𝘢𝘤𝘢𝘯𝘺𝘢, 𝘤𝘦𝘳𝘪𝘵𝘢𝘯𝘺𝘢 𝘴𝘦𝘳𝘶 𝘣𝘢𝘯𝘨𝘦𝘵 𝘨𝘬 𝘱𝘦𝘳𝘯𝘢𝘩 𝘣𝘰𝘴𝘦𝘯2𝘯𝘺𝘢 𝘢𝘭𝘶𝘳 𝘤𝘦𝘳𝘪𝘵𝘢𝘯𝘺𝘢 𝘣𝘢𝘨𝘶𝘴, 𝘴𝘶𝘬𝘢 𝘣𝘶𝘢𝘯𝘨𝘦𝘦𝘦𝘦𝘵𝘵𝘵 👍👍
GuGuGaGa_90
Luar biasa
GuGuGaGa_90
waduh²...🤣🤣🤣🤣
GuGuGaGa_90
nice...
Jjlynn Tudin
jadi ke mana suda Kwan ² Dan Bf nya ...lain juga ada kematian x Jiran tetanga yang kc kawan bandar ke kg tpt tinggalnya ni.
Nurul Hasana
bagus
Umar Muhdhar
e3
Kemas Yustiar
aneh, Wu Jing Min & Rubby setiap saat bertambah kekuatan & kemampuan, tapi sering kalah melawan siluman rendahan
Kemas Yustiar
istilahnya kok mata iblis sih ? mending ganti mata dewata atau apalah asal bukan mata iblis/mata setan
Sak. Lim
mc naiiiiif...
Nining Ratnaningsih
lanjutkan dong
Nining Ratnaningsih
pokoknya keren deh , serasa ikut ada di novel ini ikut bertualang hehehe hehehe
Shai'er
wuah, emejing wauw😱
Shai'er
jadi kadal beneran 🤭🤭🤭
Shai'er
cakep👍👍👍
Shai'er
lenyapkan 😠😠😠
Shai'er
gak usah banyak ngomong Bang, tebas kepala nya 😠😠😠
Shai'er
waduh, pelakor nya gak kaleng kaleng, siluman asli 🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!