NovelToon NovelToon
Cinta Tarik Ulur

Cinta Tarik Ulur

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Cintapertama / Patahhati / Fantasi Urban-Percintaan Modern / Tamat
Popularitas:135.6k
Nilai: 5
Nama Author: cietyameyzha

"Maaf, aku mundur."

"Maksudmu?"

"Kita akhiri hubungan ini. Terima kasih untuk semuanya, Pak Riko."


Rencana lamaran gagal seketika. Hubungan yang baru seumur jagung pun kandas dalam sekejap. Riko tak paham. Ia sampai beberapa kali menanyakan keputusan Lily.

Lantas, bagaimana kelanjutan cerita mereka? Akankah tali yang sudah putus bisa disambung kembali?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon cietyameyzha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kotak Bekal

~Nyatanya takdirlah yang bisa mempertemukan juga memisahkan kita.~

🌀🌀🌀🌀🌀🌀

🌀🌀🌀🌀

🌀🌀

Seminggu berlalu, siang ini suasana kantor ramai. Riko melanjutkan beberapa pekerjaan yang sempat tertunda kembali. Sesekali pikirannya mengajak berkelana menyusuri masa lalu. Bagaimana ia bertemu dengan Lily kala itu.

Jam makan siang tiba. Sebelum itu, suara azan Dzuhur pun berkumandang. Semua karyawan yang beragama muslim segera menuju masjid untuk melaksanakan salat berjamaah, termasuk Riko, Riki, dan Adnan. Ketiga pria tampan itu menyita perhatian. Mungkin cahaya Adnan telah redup karena dirinya sudah bersegel, akan tetapi tidak berlaku untuk Riko dan Riki yang diketahui banyak orang masih dalam tahap perjombloan.

Tak banyak yang tahu tentang kisah asmara kedua anak kembar tersebut. Bahkan Riko begitu pintar menyembunyikan perasaannya kepada Lily selama bekerja. Ia memperlakukan perempuan itu sama seperti bawahan pada umumnya. Namun, beda ceritanya jika mereka tak sengaja berada di ruangan yang sama dan hanya berdua saja. Riko cukup peka, meskipun terlihat cuek.

Salat selesai. Adnan buru-buru pergi, sebab sang Istri menghubunginya mengatakan jika anak mereka dalam keadaan panas tinggi. Sementara Riki sendiri punya janji makan siang dengan calon istrinya. Pernikahan keduanya akan diselenggarakan dua puluh lima hari lagi, dan bisa dibilang jika ini adalah pertemuan terakhir mereka sebelum bertemu kembali di pelaminan.

"Jangan lama-lama. Kerjaan numpuk!" tegur Riko ketika Riki berjalan cepat meninggalkannya. Perutnya merasa lapar, tetapi rasa rindunya kepada Lily lebih mendominasi. Pikirannya memberikan ide, mungkin dengan makan di kantin, ia bisa melihat sekilas senyuman perempuan itu.

Langkah Riko tak kalah cepat dengan kembarannya. Ia seolah diburu hantu. Ketika kedua kakinya sampai di kantin, kedua netra Riko bergerak cepat, mengamati satu per satu karyawan yang tengah asyik menyantap makan siang sembari berbincang-bincang.

"Ke mana dia?" Hatinya bertanya sendiri, hingga daun telinga kanannya mendengar percakapan dua orang karyawan perempuan yang duduk di bangku terdekat.

"Eh, kamu liat si Lily enggak? Tumben enggak ke kantin. Kan, biasanya dia makan bareng kita. Bawa bekal," tanya seorang karyawan berambut sebahu.

Perempuan satu lagi menghabiskan lebih dahulu nasi di mulut, lalu berujar, "Tadi, sih, aku liat dia buru-buru keluar. Kayaknya mau ketemu gebetannya. Mungkin."

"Dia emang cantik, sih! Cowok mana yang enggak kepincut."

"Bener banget, tuh."

Percakapan itu singkat, tetapi sanggup menyalakan bara api cemburu dalam benak Riko. Nemuin siapa dia?

Alih-alih bertanya, Riko pergi begitu saja keluar kantin. Langkahnya kini menuju luar kantor. Mungkin di sanalah ia bisa menemukan Lily --perempuan yang sanggup membuatnya menunggu selama dua tahun.

Benar saja. Saat Riko sampai di luar kantor, Lily sedang berbicara dengan Irawan. Entah topik perbincangan seperti apa yang tengah mereka bahas. Yang jelas Riko tidak ingin tahu tentang itu. Ia hanya tidak menyukai kedekatan mereka.

Irawan memberikan sebuah tas bekal kepada Lily sebelum akhirnya pulang dengan sepada motornya, sedangkan Lily membalikkan badan. Bola matanya bertemu pandang dengan netra Riko. Aura tak menyenangkan bisa ia rasakan bahkan sampai menusuk tulang. Ini horor!

Lily memberanikan diri melangkah maju sembari tangannya membawa tas bekal berwarna merah. Ia semakin dekat dengan tempat Riko berdiri, jantungnya kian berdentum. Persendiannya terasa lemas, ia ingin pingsan kali ini. Tatapan Riko tajam seolah seekor singa lapar siap menerkam mangsanya.

"Tunggu!" cegah Riko cepat. "Saya lapar. Kamu sepertinya punya makanan. Bisakah saya memakannya?" Hal paling menyebalkan adalah ketika Riko harus berpura-pura bersikap formal dengan Lily saat di kantor dan di tengah-tengah keramaian.

Lily ragu. Menatap pun ia tak sanggup. Tubuh Riko memancarkan energi negatif yang bisa ia rasakan dengan kuat.

"Tolong, bawakan ke ruangan saya sekarang." Riko tak menunggu jawaban, ia lebih dahulu pergi meninggalkan Lily sendirian.

"Dia tadi pagi sarapan apa? Siang-siang gini kerasukan setan," pikir Lily melihat sikap Riko.

Sesuai perintah Riko, Lily benar-benar membawa bekal itu ke ruangan atasannya. Sekali pun ia tidak tahu alasan Riko bisa semarah itu padanya.

"Duduk," pinta Riko ketika Lily sudah ada di ruangannya. Jam makan siang tinggal lima belas menit lagi. Waktu yang cukup bagi Riko menghabiskan bekal makanan yang dibawa Lily .

Lagu-lagi Lily menurut. Ia dengan hati berkecamuk duduk di sopa, dan langsung diikuti oleh Riko. Lelaki itu dengan cepat mbuka tas bekal, mengeluarkan satu kotak bekal berwarna merah muda. Laki-laki yang romantis!

Tanpa berpikir panjang, Riko membuka isi kotak bekal yang nyatanya berisi nasi putih berbentuk hati, lalu dua buah sosis rasa ayam, satu buah telor dadar digulung-gulung seperti makanan Korea, serta tumis sawi putih pedas. Niat banget tuh, orang!

Perutnya yang lapar, juga hatinya yang terbakar cemburu pun menutup diri Riko. Ia memakan isi bekal tersebut tanpa menawari Lily satu kali pun. Riko melahap satu per satu makanan tanpa tersisa. Setidaknya ia telah menjauhkan lidah Lily dari masakan lelaki bernama Irawan tersebut.

Lily tertegun melihat Riko makan.

"Kamu sudah makan?" Riko bertanya saat semua makanan sudah masuk ke dalam perutnya.

Pertanyaan itu bukan menyenangkan bagi Lily, melainkan menyebalkan. Ia merasa kesal bahkan teramat kesal.

"Sudah kenyang?" tanya Lily balik.

"Alhamdulillah, sudah," jawab Riko tanpa berdosa. Ia menatap Lily lekat. "Kamu udah makan?"

Lily mengela napas kasar. Kedua tangannya membereskan kotak makan tersebut, dan menyimpannya kembali ke tas. "Aku mau makan gimana, kalau bekal makanku malah kamu makan. Bu Nani sengaja kirim bekal makanan, karena aku lupa bawa bekal tadi pagi. Tapi ... liat! Kamu dengan lahapnya memakan makan siangku."

Daun telinga Riko terasa tersambar petir. Tak salahkah yang ia dengar? Bukankah?

Lily berdiri dengan membawa tas bekal yang sudah kosong. "Bahkan kamu enggak nawarin aku sekali pun. Jam makan siang udah mau habis, lalu aku harus kerja dengan perut lapar?"

Riko ikut berdiri, ia tak menyangka jika akan seperti ini. Ia menggaruk kepalanya yang tak gatal. "Jadi ... bekal itu bukan buatan laki-laki tadi, tapi buatan Bu Nani?"

Lily mengangguk cepat. Ia benar-benar kesal.

"Aku pikir ...." Riko menelan ludah, tak sanggup rasanya untuk sekadar meneruskan ucapan.

"Sipatmu ini enggak pernah berubah dari dulu. Selalu aja beranggapan tanpa bertanya lebih dulu."

"Maaf ...," lirih Riko. Ia seperti seorang anak kecil yang tengah dimarahi ibunya. "Maaf, Sayang."

Embusan napas Lily terdengar berat menandakan kekesalannya kali ini berada di level tinggi. "Jangan dekati aku selama seminggu. Jangan coba telepon aku, atau kirim pesan. Ini hukuman untuk orang yang selalu berpikir semauanya!"

"Sayang, mana bisa seperti itu!" Riko protes.

"Bisalah! Kamu aja sesukamu!"

"Ya, maaf, aku cemburu."

"Jangan bersembunyi dibalik kata cemburu. Aku tuh heran sama jalan pikiranmu. Alirannya ke mana?"

"Ke hatimu!" Riko sedikit tertawa.

"Jangan tertawa! Kita lagi mode marahan!"

"Iya, iya."

"Aku pamit. Kamu harus ingat apa yang aku katakan tadi. Catat! Kalau perlu." Lily keluar ruangan dengan membawa perasaan kesal.

Sementara Riko sendiri memukul kepalanya dua kali. "Aduh, mana cewek kalau ngambek adem ayemnya lama. Sogok pake apa, ya, biar cepet damai?"

😊😊😊😊😊😊

1
@Tie
lucu bgt se pake acr pingsan sgala 😄
@Tie
mksdnya apa tan?wali siapa?lily kn yatim piatu
@Tie
Luar biasa
@Tie
lily was a little girl n a very stupid
nikah kq dibuat mainan
@Tie
keren riko...manly bgt
Tini Laesabtini
maaf br ketemu 4 jempol untkmu
Ian Neng
aplikasi ungu tuh apa kaka
NOVIA
gimana dgn Riki😢😢😢
Lila Anggraini
kudunya lily jujur aja, toh dia jg sdh menerima pinangan riko, wanita yg sdh menerima pinangan seorang laki2 tidak boleh menerima pinangan dr orang lain..
begitu sih etikanya
Lila Anggraini
misteri penyebab lily kabur dr riko...
Piet Mayong
kok aku g suka karakter riko ya...
@ £I£I$ Mυɳҽҽყ☪️
nyimak si kembar
Astrie Cy
hadirrr thorrr
fanthaliyya
THE END .....TAMAT
semangat dan sukses trs untuk karya" nya yg lain 💪💪💪💗
angel
thoor aku baca ini dlm keadaan aku masih di infus..karna aku sangat rindu ma Riko dan Lili. dan pada akhir nya aku kecewa kenapa harus tamat sekarang😭😭😭😭
angel: lanjutin lagi😥😥😥
total 4 replies
bening
aplikasi ungu tuh apa ya thor
Ciety Ameyzha: Kuda poni, Kak
total 1 replies
imoet
sukses selalu thor...
Ciety Ameyzha: Terima kasih, Kak.
total 1 replies
Hearty 💕
Terima kasih sudah berbagi selama ini. Semiga sukses terus jadi penulis
Ciety Ameyzha: Aamiin. terima kasih sudah bersamaku selama ini, Kak.,😳
total 1 replies
Nita Bunda Gifana
Loh kok dah tamat aja thor,masih pengen lanjut ne.
Lya
tiba tiba tamat aja kak,lagi seru seru nya padahal😍😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!