Takdir tak pernah salah, terkadang kita saja yang tak bisa menerima. Semua yang di rencanakan Allah adalah yang terbaik dari rencana manusia.
**
Razka tak menyangka kepergian nya ke negara orang untuk mengawasi proyek ayahnya akan mempertemukan ia dengan seorang wanita yang lemah lembut bernama Fauziah Azahra Raymond
Satu kali saling menatap membuat pikiran Razka kalang kabut.
Demi menghindari zina pikiran, Razka pun berniat melamar Zia. Hatinya sudah mantap.
Hingga Razka pun menyampaikan niatnya pada sang Abi., Awalnya Gabriel sang ayah sangat senang karena anaknya mau membuka hati. Namun, setelah tau siapa ayah dari wanita yang ingin di lamar Razka dirinya hanya diam dan tak tau menjawab.
Bagaimana bisa anaknya ingin menikah dengan anak dari musuhnya yang telah membunuh keluarga istrinya di masa lalu.
Apa mungkin Gabriel akan mengizinkan Razka melamar anak musuhnya yang tak lain adalah putri dari Daniel.
Mengingat istrinya Aria masih belum bisa melupakan kejadian itu walau bibir mengatakan sudah ikhlas.
Bagaimana bisa mereka berbesan nantinya sedangkan masa lalu belum kunjung terlupakan?
Bagaimana kelanjutan kisahnya?
Akankah Gabriel menyetujui. Jika iya, bagaimana dengan Daniel?
Penasaran dengan lika-liku percintaan Razka dan Zia yang di bumbui sedikit hal mistis.
Simak selengkapnya disini di novel author
Cerita ini hanyalah fiksi.
Note:
Tidak menerima tindakan plagiat apapun itu, jika di temukan kasus plagiat maka akan saya bawa ke rana serius.
Hargai manusia selayaknya manusia!
Jika tak suka, silahkan tinggalkan tanpa jejak.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Little Rii, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 23. Perlahan membaik.
Satu Minggu kemudian.
Hari ini Razka akan membawa Zia ke suatu tempat. Bukan hanya mereka berdua saja, tapi Gabriel pun ikut serta.
Zia tak tau mau dibawa kemana dirinya ini, ia hanya ikut saja tanpa banyak tanya.
Mereka bertiga kini sudah berada di dalam mobil, tampak ketiga orang itu diam tanpa berniat untuk membuka pembicaraan.
Ingin Zia bertanya kemana mereka akan pergi, tapi ludahnya serasa kering karena pertanyaan itu sudah ia lontarkan beberapa kali di rumah tadi dan hanya di jawab rahasia saja.
Beberapa menit kemudian, mobil memasuki pekarangan sebuah rumah. Zia semakin terheran-heran ketika ayah mertua serta suaminya mengajak Zia masuk ke dalam.
"Sayang, untuk apa kita kemari?" tanya Zia memegang tangan suaminya.
Razka tak menjawab, ia hanya tersenyum saja ke arah Zia.
"Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, ustadz."
"Wa'alaikumusalam warohmatullahi wabarakatuh, silahkan masuk. Bu, buatkan air untuk tamu," jawab seorang pria berwajah ramah sembari meminta istrinya untuk membuatkan minum.
Gabriel dan Razka serta Zia duduk ketika pria itu mempersilahkan mereka untuk duduk.
Zia hanya bisa terdiam saja menyimak pembicaraan suami dan ayah mertuanya dengan pria di hadapan mereka.
Samar-samar ia mendengarkan kata-kata ruqyah dan penjelasan ruqyah secara islami agar tak salah mencari ustadz.
Yakinkan semua kesembuhan itu karena izin Allah, bukan karena ruqyah itu sendiri. Itulah yang dikatakan pria itu.
********
Sore harinya.
Mobil memasuki pekarangan rumah Gabriel, setelah mobil berhenti, Razka dengan sigap menggendong istrinya yang tampak pucat dan juga lemas.
Dengan cepat Razka membawa Zia masuk ke dalam kamar lalu membaringkan istrinya. Di sana, Aria sudah menyiapkan air gula untuk Zia agar dapat menambah energi Zia yang sudah terkuras.
"Biarkan dia istirahat dulu," ucap Gabriel menyentuh pundak Aria.
"Kalau ada apa-apa langsung panggil Umi dan Abi yah," pinta Aria.
"Baik, Umi."
Gabriel dan Aria pun pergi meninggalkan Razka bersama Zia. Tak lupa, mereka menutup pintu agar tak ada orang yang sembarangan mengintip.
Di dalam kamar, Razka membuka jilbab Zia lalu kaus kakinya. Dengan telaten, Razka mengganti pakaian Zia menjadi pakaian tidur.
Masih teringat bagaimana tadi Zia berubah menjadi ganas dan sangat berbahaya.
Yah, mereka membawa Zia untuk ruqyah. Sudah beberapa hari yang lalu Gabriel dan Razka merencanakan itu tanpa sepengetahuan Zia. Jika Zia tau, bisa-bisa makhluk yang menguasai tubuh Zia akan berulah.
"Sayang." Razka mengelus kepala Zia ketika wanita itu menggeliat sembari memegang kepalanya.
"Pusing," lirih Zia benar-benar merasa sangat pusing dan juga mual.
Razka pun memilih memijit kepala sang istri, ia akan menemani Zia hingga keadaan istrinya membaik.
*******
Malam harinya.
Zia sudah merasa sedikit lebih baik. Jiwanya serasa plong dan lega, ia merasa lebih segar dan juga bertenaga.
Malam ini, Zia tak ikut makan malam di meja makan bersama yang lainnya. Ia memilih makan malam di kamar sembari menghubungi Abi nya.
Di seberang sana, Daniel begitu bahagia mendengar perkataan putrinya. Sengaja volume ponsel dibesarkan agar semua anggota keluarga dapat mendengar ucapan Zia.
"Alhamdulillah ya Allah. Alhamdulillah, Abi dan yang lainnya sangat senang, nak. Baik-baik di sana yah, nak." Daniel mengatakan itu dengan suara serak menahan tangis haru.
"Iya, Abi. Abi dan yang lainnya juga jaga kesehatan yah, Zia sudah sangat rindu dengan Abi dan umi, kakek dan nenek juga." Zia menyeka air matanya dan berusaha untuk tersenyum.
Setelah itu, mereka melanjutkan mengobrol sebentar. Menceritakan semua yang terjadi selama Zia berada di rumah suaminya. Tak puas dengan telepon biasa, Zia pun beralih melakukan video call.
Dapat ia lihat bagaimana ekspresi bahagia dari keluarganya setelah mengetahui ia sudah mulai sembuh.
Semua itu pastinya atas izin Allah SWT.
*******
Di sisi lain.
Dua orang wanita kini tengah duduk di depan televisi sembari memakan satu kotak cemilan.
"Ma, kapan kita beraksi?" tanya wanita muda kepada wanita yang lebih tua yang tak lain adalah ibunya.
"Sebentar lagi, Len. Sebentar lagi," jawab wanita tua itu sembari tersenyum menyeringai.
"Aku sudah tak sabar untuk memiliki harta dan juga pria tampan itu," ucap wanita muda itu dengan antusias.
"Tenang saja, sayang. Apa pun akan kita dapatkan walau harus mengorbankan orang lain. Kalau tidak dapat abangnya, adiknya juga boleh."
Mereka berdua tertawa serentak sembari saling menatap.
Akan ada sesuatu yang terjadi nantinya.
_
_
_
_
_
_
_
...Eum, maaf baru up....
...Kira-kira siapa yah dua wanita itu? ada yang tau? komen dong🤭biar kita ruqyah mereka juga....
Typo bertebaran di mana-mana harap bijak dalam berkomentar yah.
tbc.
paraaaaah pokoknya...
top banget otor pokoknya,selain tegang dengan perkelahian kasar,ada perkelahian halus juga...