NovelToon NovelToon
Rayu Candu

Rayu Candu

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintamanis / Perjodohan / Balas Dendam / Nikahkontrak
Popularitas:235.3k
Nilai: 5
Nama Author: Armalik King

#Mature conten
#Harap bijak memilih bacaan
# Isi mengandung unsur 18+

Sebuah rayuan, bisa membuat seseorang terjebak dalam pusara angan-angan yang indah, melebihi logikanya tanpa sadar.

Disinilah kisah sang tokoh utama bermula. Elena tanpa sadar mulai masuk kedalam bujuk rayu yang akan mengubah hidupnya.

Bagaimana kelanjutan kisahnya?

Jangan lupa, untuk menekan tap Love, like serta komentnya ya, Terima kasih telah membaca.

Find me on IG @Armalik King
Facebook @Armalik King

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Armalik King, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pria misterius

Pagi menuju siang. Tepat pukul 12 siang, rapat penempatan jabatan itu pun berakhir. Semua orang pun meninggalkan ruangan rapat dan karena waktunya untuk makan siang. Elena dan para sahabatnya mulai berjalan keluar dari dalam ruangan rapat itu. Tak lupa Elena berpamitan pada semua orang yang menghadiri rapat tersebut. Termasuk sang pamannya, yang kini raut wajahnya terlihat serius dan datar tak seperti biasanya.

Mereka berjalan menyusuri koridor, untuk menuju keluar gedung tersebut. Terlihat banyak orang disana. Orang-orang itu merupakan para karyawan di perusahaan tersebut karena, mereka memakai name tag di lehernya yang menunjukkan mereka adalah karyawan di LND. Elena selalu menegur sapa dengan tersenyum ramahnya, orang-orang yang ia temui. Sambil terus berjalan menuju keluar gedung.

Tiba-tiba terdengar suara dering ponsel milik Elena. Seketika langkahnya terhenti. Ia pun berjalan menuju ke pinggir dinding di ruangan aula depan itu, agar tak menghalangi jalan orang lain yang berlalu lalang. “Kalian pergi saja duluan!” ucap Elena dengan melambaikan tangan pada kedua sahabatnya. Setelah tadi ia merogoh sesuatu di roknya. Tangannya yang menggenggam ponselnya pun, mulai menjawab panggilan tersebit.

Dilayar itu tak terdapat nama kontak yang selalu ia simpan. Hanya nomor asing yang tak ia ketahui. Terdengar suara pria dari dalam ponselnya. Elena pun menjawab dengan menanyakan siapa si penelepon tersebut. Terdengar jawaban kembali suara seorang pria. “Nona Elena, saya sudah menemukan keberadaan tuan Ervan Xander. Sebetulnya, bawahan saya yang melihat bahwa beliau sedang berada di bandara saat ini.”

“Apa?” ucap Elena terkejut.

“Apa benar yang anda katakan? Jika memang benar, tolong cari cara agar ia tak pergi sebelum saya tiba disana, ok!?” ujar Elena yang masih meletakkan ponselnya ditelinga. Raut wajah Elena  berubah serius. Ia berlari keuar dari dalam gedung itu. Padahal ia mengenakan sepatu dengan hak yang lumayan tinggi.

Namun, hal yang tak terduga terjadi. Seseorang dari arah berlawanan pun berlari dan mereka saling bertabrakan. Brukk. Elena berada di bawah tubuh seorang pria. Pria itu mengenakan masker udara di wajahnya. Pakaiannya lengkap dengan sebuah jas hitam. Mereka saling bertatapan, dan terkejut. Karena tepat tubuh pria menindih Elena. Beberapa detik kedua mata mereka saling bertatapan. Tiba-tiba jantungnya berdegup kencang. Entang mungkin karena ia mengalami hal yng memalukan tersebut. Diikuti oleh rona merah di pipi Elena.

Segera, pria bertubuh tinggi dengan berat proporsional itu pun berdiri. Ia mengulurkah tangannya, di ikuti ucapan kata maaf dengan suara rendah pada Elena. “Apa kau baik-baik saja?” ucap pria itu kembali, setelah Elena berdiri di hadapannya. Elena mengangguk seraya memberikan jawaban pada pria itu.

Pria itu memakai kacamatanya  kembali yang telah retak. “Astaga, maaf soal kacamatanya...,” ujar Elena dengan upannya yang terpotong. Pria itu berbalik dan melambaikan tangan dengan mengangguk, “Maaf, aku harus pergi! Sampai jumpa!” teriaknya sambil terus berlalu. Elena menatap punggung dari sosok pria itu, yang terus berlalu pergi masuk kedalam lift, dari kejauhan.

Elena kembali berbalik dan melanjutkan langkahnya. Dari arah kejauhan, terlihat Lucy yang melambaikan tangan dan perlahan mendekatinya. “Elena! Kau ke mana dulu, sih? Kok, lama sekali?” tanya Lucy yang meraih lengan Elena.

“Aw, sakit tahu!” ujar Elena yang kembali menarik tangannya.

“Astaga! Tanganmu kenapa? Itu di sikutmu? Kok, merah-merah begitu?” ujar Lucy yang menatap lengan atas sikut tangan Elena, dengan terkejut.

Namun, Elena tak lantas menjawab ucapan Lucy. Ia mulai masuk begitu saja ke dalam mobil dan duduk dengan tenang. Lucy mengikutinya dengan duduk di samping Elena. “Hei, tuan putri! Kau harus memberikan kompres, pada sikut tanganmu! Itu akan membuatnya lebih baik!” ujar Lucy dengan terus menggerutu.

“Jika kau terus membiarkannya, sikutmu akan terus membengkak! Aku penasaran, dengan ini! Sebenarnya, apa yang kau lakukan? Sampai seperti ini, sih!?” ucap Lucy kembali yang terus berbicara tak hentinya.

Darren yang sedari duduk di kursi depan pun, mulai menoleh dan berbalik untuk melihat keadaan di belakangnya. “Apa kau baik-baik saja, Elena? Bagaimana kau bisa mendapatkan tanganmu seperti itu?” tanya Darren dengan khawatir. Elena tersenyum paksa. Ia berkata bahwa tadi ia terjatuh dengan punggung kebelakang dan ia mencoba menahannya dengan sikutnya itu.

Elena menjelaskan bahwa ia baik-baik saja, agar kedua temannya itu tak merasa khawatir. Meskipun sebetulnya sikutnya begitu perih, karena hantaman pada lantai. Mereka pun pergi meninggalkan gedung perusahaan LND, dengan suara yang terus berisik mulut Lucy di dalam mobil. Hingga, tiba-tiba Elena berkata dengan keras, “Tunggu!”

Semua orang menoleh kearah Elena. Dan sang sopir pun yang terkejut dengan lantas menepikan mobilnya. “Kita pergi ke ke bandara!” ujar Elena dengan suara keras. Sang sopir kembali menghidupkan mobilnya.

“Tunggu, apa lagi pak! Cepat!! Ayo, lebih cepat!” ucap Elena dengan terlihat wajahnya yang begitu serius.

Mobil lamborgini dengan warna violet itu pun berlalu pergi. Dengan kecepatan sedang, sang sopir terus fokus dengan mengemudi di jalanan yang sedikit lengang. “Elena! Apa yang terjadi?” tanya Lucy yang kebingungan dengan sikap Elena. Namun, Elena tak menggubris ucapan Lucy. Ia malah sibuk menghubungi seseorang.

“Hallo, Pak! Tolong, hubungi saya! Jika ada hal yang tak bisa dintangani, lekas segera hubungi saya, ya pak!” ujar Elena yang sedang berbicara dengan seseorang di ponselnya. Ia pun kembali menutup panggilan itu dan menyimpan ponsel ke dalam saku roknya.

“Pak, Daniel! Berapa lama lagi, kita akan sampai!?” tanya Elena yang begitu terburu-buru.

“Hmm, mungkin jika kita bergegas pun akan menghabiskan waktu 15 menit lagi. Apa ada hal yang begitu mendesak?” tanya Darren yang menoleh ke arah kursi belakang, di mana Elena duduk.

“Kalau begitu, itu terlalu memakan waktu! Tolong berhenti, Pak Daniel!” ucap Elen yang mengagetkan sang sopir yang tengah menyetir. Ckittt. Mobil pun terhenti mendadak. “Astaga!” teriak Lucy. “Anda mengagetkan ku saja, pak!” ucapnya lagi. Mobil berhenti di tengah jalan. Dan tiba-tiba Elena membuka pintu mobil serta keliar begitu saja dan pergi ke pinggir jalan raya.

Tin...tin...

Suara klakson menganggetkan sang sopir yang masih terperangah, menatap kearah sosok Elena yang berjalan menjauh dari mobil. Sang sopir pun kemudian menepikan mobilnya. Setelah di pinggir jalan, Darren pun kemudian keluar dari dalam mobil dan bergegas pergi menyusul Elena. Dan yang tersusa hanya lah Lucy serta sang sopir pak Daniel. “Astaga! Mereka kenapa sih? Pergi begitu saja!” gerutu Lucy yang masih menatap keluar jendela menatap sosok Darren yang mulai menjauh.

“Pak, lebih baik kita ke bandara saja! Aku tak bisa jika harus berjalan kaki, tanpa topeng penutup wajahku!” ujar Lucy dengan kembali menyandarkan punggung. Mobil pun kembali melaju dengan kecepatan biasa. Lucy seperti biasa menggerutu dan terus berbicara sepanjang perjalanan. “Apa mereka tak berpikir, bahwa aku ikut bersama mereka! Ish... sungguh menjengkelkan!” ujar Lucy lagi.

 

Tobe continue...

1
acthur2u🔥
lanjytin tur GK BLH pingsan dulu
acthur2u🔥
sip lanjt lagi
acthur2u🔥
lanjut bosq
Thenten
Hai kak Salam dari Menikahi Mafia Kejam ya. Aku udah Fav cerita kkak tolong Fav balik ya. Terimakasih ❤
Katarina Sutirah
lanjut
ste4v7💂
up banyak2 tor
miknik👾r*b*t
ckckck aku prihatin
miknik👾r*b*t
oh, ternyata
miknik👾r*b*t
nah mesti di basmi hama itu
miknik👾r*b*t
hmm, sepertiny
miknik👾r*b*t
goshting
miknik👾r*b*t
update plis
miknik👾r*b*t
n3xt
miknik👾r*b*t
lagi lagi terus
miknik👾r*b*t
lagi up banyak
miknik👾r*b*t
woow
miknik👾r*b*t
begitu kah?
miknik👾r*b*t
up lagi
miknik👾r*b*t
ok fine
miknik👾r*b*t
lanjtkan lagi
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!