NovelToon NovelToon
Terjerat Cinta Pria Miliarder

Terjerat Cinta Pria Miliarder

Status: tamat
Genre:Romantis / Contest / Tamat
Popularitas:8M
Nilai: 4.9
Nama Author: Lea

WARNING!!! BIJAKLAH MEMBACA!!! NOVEL DEWASA!!! JIKA TIDAK SUKA SKIP SAJA .

Laura Elsabeth Queen tidak menduga ia akan bertemu kembali dengan Zafran Volkofrich mantan kekasihnya, di acara ulang tahun teman sekelas mereka, 10 tahun yang lalu mereka berpisah dengan tidak damai, orang tua Laura menentang keras hubungan mereka karena Zafran pria miskin. Zafran masih sakit hati pada Laura dan ingin membalas dendam.

Di sisi lain Laura mengetahui rahasia kedua orang tuanya setelah mereka meninggal, dan kini beban berat berada di pundak Laura.

Sedangkan Zafran pria miskin itu kini telah berubah menjadi penguasa dunia bisnis.

Bagaimana kisahnya yuk baca kelanjutannya..

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lea, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

EPISODE 23

Laura menyusuri bibir pantai dengan kaki telanjang. Pasir putih yang bersih terasa lembut di telapak kakinya, perlahan menenangkan hatinya dan membuatnya melupakan apa yang baru saja ia alami beberapa menit lalu.

Ia sangat menyukai pemandangan ini. Untuk pertama kalinya, Laura menyadari bahwa selama ini ia hidup seolah berada di dalam goa—menjadi manusia purba yang takut keluar dan melihat dunia.

Bagaimana bisa hampir sepuluh tahun aku hidup di bawah bayang-bayang ketakutanku sendiri?

Mengurung diri dalam pemikiran yang kolot hanya karena kisah cinta masa laluku yang tragis.

Aku menganggap dunia ini sempit, padahal aku bahkan tak tahu ada tempat seindah ini.

Andai saja ayah dan ibuku masih hidup, mereka pasti akan sangat bahagia melihat pemandangan ini.

Di dalam hati, Laura menertawakan dirinya sendiri dengan getir.

Ia menyapu pandangannya ke segala arah, membiarkan matanya menikmati keindahan pantai yang bersih, air laut yang begitu jernih, serta makhluk-makhluk laut kecil yang menggemaskan bersembunyi di balik karang. Sejauh mata memandang, tak terlihat sampah atau apa pun yang mengganggu penglihatannya.

“Aku ingin memanjakan mataku… sebelum pada akhirnya aku harus kembali melihat sosok serigala itu lagi,” gumam Laura, membayangkan wajah Zafran.

“Sepertinya pantai ini milik pribadi,” tambahnya lirih.

Setelah puas bermain air—menangkap beberapa ikan kecil, kerang, bintang laut, dan kepiting—Laura duduk di atas pasir yang mulai mengering. Air laut sedang surut, memperlihatkan hamparan karang luas berwarna-warni beserta seluruh penghuninya.

“Apa aku boleh duduk di sini?”

Suara seorang wanita menyapanya dengan sopan.

“Tentu, silakan. Aku juga hanya duduk menikmati angin pantai,” jawab Laura ramah, sambil menoleh. Sejak datang, tak seorang pun menyapanya. Ia merasa seperti satu-satunya orang asing di tempat itu.

Mereka duduk berdampingan cukup lama, hanya memandangi deburan ombak tanpa sepatah kata pun.

“Aku… tidak suka keramaian,” ucap wanita itu tiba-tiba.

“Maaf…?” Laura sedikit bingung.

“Aku tidak suka keramaian,” ulang wanita itu lembut. “Aku lebih senang menyendiri. Menonton televisi, membaca novel, berkebun—hal-hal yang bisa kulakukan sendiri.”

Laura mengangguk pelan. “Aku mengerti. Setiap orang punya sifat masing-masing. Bahkan… ada orang yang suka seenaknya mengatur hidup orang lain.”

Nada kesal dalam suara Laura tak luput dari perhatian wanita itu. Ia tersenyum tipis.

“Kamu datang ke sini dengan siapa? Oh ya, aku Jane. Istri Philip.”

“Oh—Astaga… Anda istri Tuan Philip?” Laura terkejut dan langsung salah tingkah.

“Maafkan kelancangan saya Nona. Saya Laura.”

Jane tersenyum hangat ketika Laura mengulurkan tangan. Mereka berjabat tangan dengan sopan.

“Jangan panggil aku Nona. Cukup Jane saja.”

Laura memperhatikan Jane—rambut panjang kemerahan, wajah cantik dengan kulit putih bersih, dan senyum yang terasa tulus.

“Aku sudah bilang pada Philip,” lanjut Jane, sembari menatap laut, “ulang tahunnya tahun ini aku ingin merayakannya berdua saja. Tapi dia bersikeras mengundang semua temannya. Dia tahu aku selalu malas dengan acara penuh basa-basi dan omong kosong.”

Laura hanya mendengarkan, tak berani menyela.

“Aku mencintai Philip. Dan aku yakin dia juga mencintaiku,” suara Jane merendah, “tapi… sebelum itu, ada seseorang yang jauh lebih aku cintai.”

Pandangan Laura perlahan beralih menatap Jane.

“Kau pasti heran kenapa aku menceritakan ini padamu,” lanjut Jane. “Tapi entah kenapa, sejak pertama melihatmu, aku merasa cocok. Kau bermain air sendirian dan terlihat bahagia. Itu mengingatkanku pada diriku sebelum menikah.”

Jane menarik napas dalam, seolah menata kembali keberaniannya.

“Sebenarnya… Philip bukanlah pria yang kuinginkan untuk kunikahi. Dulu aku punya kekasih bernama Leo. Tapi aku harus menerima lamaran Philip karena ayahku memiliki utang budi padanya.”

Jane mendesah. “Philip menyelamatkan ayahku dari kecelakaan yang hampir merenggut nyawanya. Ayahku adalah satu-satunya keluarga yang kumiliki.”

Wajah Jane tampak murung.

“Philip menginginkanku menjadi istrinya. Bulan depan adalah perayaan satu tahun pernikahan kami. Dia sangat menginginkan seorang anak, tapi aku belum bisa mengandung. Kami sudah melakukan semua pemeriksaan—meski hasilnya kami dinyatakan sehat.”

Suaranya bergetar.

“Aku hanya takut… dia akan meninggalkanku. Sekarang aku mulai benar-benar mencintainya. Dia memperlakukanku dengan sangat baik. Dia tak pernah marah. Aku takut kehilangan dia.”

Laura terdiam sejenak sebelum berbicara, memilih kata-katanya dengan hati-hati.

“Aku tidak terlalu mengerti soal rumah tangga,” ucapnya pelan. “Tapi aku yakin Philip mencintaimu. Mungkin… kau bisa mencoba berbicara jujur padanya. Katakan apa yang membuatmu gelisah, bahkan kemungkinan terburuk sekalipun.”

Jane menatapnya.

“Jika memang dia tak bisa menerima, berbicara sekarang atau besok hasilnya akan sama. Tapi jika kau sudah mengatakannya, hatimu akan lega. Tak ada lagi rasa takut atau gelisah.”

Laura tersenyum tipis.

“Jika dia tetap bersamamu, berarti dia benar-benar mencintaimu apa adanya. Karena cinta sejati tidak pernah memandang kekurangan, melainkan menerima semuanya.”

“Kau benar…” bisik Jane.

“Jika pada dasarnya dia tidak mencintaiku dengan tulus,” lanjut Jane lirih, “sekarang atau besok… dia tetap akan meninggalkanku.”

bersambung~

1
evanindia
baca ulang lagiii
Novita Sari
Luar biasa
Novita Sari
Lumayan
Yon Taek
Biasa
Bastian Sipahutar
luar biasa keren/Drool/
SariRani
Terbaik author 👍🏻👍🏻semangaaat, maaf baru baca karyamu ini di 2025, keren
Ririn Nursisminingsih
laura juga kbanyakan tingkaj udah tau suaminya cemburuan
Siti Sa'diah
🪭
Noni Diani
Luar biasa
Eka Sri lestari
baru kali ini aku baca novel nangis sesenggukan😭 paling ga bisa klo udh nyangkut org tua,
Alifah Azzahra💙💙
Mampir Thor 🥰🥰
Arini Zain
mampir thor
Rita Murwanti
satu sisi di cintai secara ugal* an satu sisi ada penderitaan ortu untuk kebahagian anaknya
juwita
mampir
Sandisalbiah
intinya suka dgn hasil imajinasimu thor.. sangat puas dan terhibur.. dan abaikan koment yg gak penting.. semangat...
Sandisalbiah
myngkinkah Dex jatuh hati pd Laura...?
Sandisalbiah
lagian di mension Zafran kan banyak penjaga dan oelayan.. jelas² merwka tau Geby sangat berbahaya tp kok begitu mudah Geby bisa masuk slm mension..? apa pengawal mension ada yg berhianat juga?
Sandisalbiah
jila Luwis bukan penghianat jd siapa... Edward juga tdk.. apakah Kate...
Sandisalbiah
leuwis bekerja sama dgn Geby.. dan saat ini leuwis memanfaatkan amneaia Laura buat mendoktrin ingatanya.. dan Geby.. apa yg dia dapat setelah ini.. zonk..
Sandisalbiah
leuwis...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!