Karena melakukan " hubungan " sebelum keduanya resmi menjadi suami istri, akhirnya Aira menyerah dan menerima pinangan dari Rendra. Namun, karena restu yang belum juga di dapat dari keluarga Aira, akhirnya mereka memilih untuk menikah diam-diam.
Rendra memandangi wanitanya yang masih terlelap. Dilihatnya lekat-lekat, gadis yang baru saja berubah menjadi wanita karena perbuatannya. Cantik, selalu membuatnya hatinya sejuk ketika memandang wajahnya.
" Maaf sayang, hanya ini satu-satunya cara untuk membuatmu terikat padaku. Terlalu banyak orang diluar sana yang ingin merusak hubungan kita "
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon pp_poethree, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Rencana
Siang harinya, Aira mengajak Erna untuk mengunjungi ayahnya di Toko. Tidak lupa , Aira membawakan makan siang untuknya. Jarak toko dari rumah Aira cukup dekat, bisa ditempuh dengan waktu 10 menit. Siang itu Aira dibonceng Erna menggunakan motor maticnya yang dulu biasa dikendarai sewaktu Aira masih duduk di bangku SMA. Aira mengarahkan jalan kepada Erna, sepertinya Erna sangat menikmati perjalanan mereka. Udara di kota itu memang masih segar dibandingkan kota tempat mereka menuntut ilmu, yang sudah dipenuhi oleh polusi udara.
" Er, perempatan jalan itu ke selatan sedikit, toko Ayah ada di barat jalan "
" Oke"
Erna memarkirkan motor tepat didepan toko itu. Erna sedikit takjub dengan keadaan toko siang itu. Aira hanya bercerita jika Ayahnya mempunyai toko sembako, Erna tidak membayangkan toko milik Ayah Aira, sebesar itu. Toko nya bukan seperti toko sembako biasa, barang yang dijual pun beraneka ragam bisa disebut dengan toserba.
" Ra, ini tokonya? ini sih bukan toko sembako "
" Terus apa?kan kebanyakan kebutuhan sehari-hari yang dijual disini "
" Aku nggak menyangka, sebesar ini "
" Hehehe ya begitulah, mungkin memang salah satu toko besar dikota ini Er"
" Pegawainya banyak Ra?
" Lumayan Er, mungkin sekitar 30 org"
" Banyak juga ya, tokonya juga rame "
Keadaan di toko siang itu memang sangat ramai, apalagi akhir pekan seperti ini.
🌹🌹🌹🌹🌹
Rombongan touring berhenti di sebuah rumah makan yang sudah di booking untuk tempat makan siang peserta. Wajah Rendra nampak sedikit cerah, karena mendapat balasan pesan dari Aira. Dia mencari-cari sahabatnya Aldo untuk bergabung di mejanya.
" Al, aku gabung disini ya", sambil menarik kursi yang berhadapan dengan Aldo . Kebetulan meja hanya cukup untuk ditempati oleh 4 orang, jadilah Farah, Aldo, Rendra dan Arif duduk 1 meja.
" Silahkan Ren"
" Tahu jika pacarmu ini sahabat Aira, aku minta bantuan dia untuk memaksa Aira ikut "ucap Rendra
" Jadi, Kamu naksir Aira beneran Ren?", Farah menimpali
" Menurutmu?"
Dasar cowok aneh ditanya malah balik tanya.
" Cowok tuh kebanyakan begini ya, baru ditinggal ceweknya sebentar saja, sudah cari gandengan baru ", nada bicara Farah naik satu nada.
" Maksud kamu bagaimana Far?"Rendra menjawabnya dengan sedikit kesal
" Mbak Nest mau dikemanakan ?"
" Aku kan sudah putus sama Ernest "
" Bohong, Aira bilang masih pacaran, tapi baru ada masalah "
" Aira memang nggak tahu, aku nggak bilang ke dia"
" Kenapa?"
" Ini alasan seorang laki-laki, perempuan nggak usah tahu"
Farah semakin jengkel dengan jawaban Rendra yang mengambang. Sungguh, jika keadaan tidak seramai itu, mungkin dia akan menonjok muka Rendra, tidak peduli jika dia adalah sahabat dari kekasihnya.
Aldo yang sedari tadi hanya mendengarkan obrolan mereka, sedikit terganggu melihat sahabat dan kekasihnya itu seperti Tom dan Jerry yang tidak pernah bisa akur. Aldo mencoba menengahi mereka.
" Sudah-sudah, ayo kita makan dulu, perjalanan masih panjang, ini masih setengah jalan "
Selesai menikmati makan siangnya, Farah meminta izin untuk ke toilet. Arif juga meninggalkan meja , untuk menjauh menikmati rokoknya . Kini, hanya Aldo dan Rendra yang ada di meja tersebut. Aldo yang menyadari ada kesempatan, lagi- lagi mencoba memberikan Rendra saran
" Ren, rukun lah sama pacarku"
" Habisnya pacarmu itu menjengkelkan, pakai bawa-bawa Ernest"
" Ingat, dia itu sahabat Aira. Bagaimanapun, Farah kenal baik Aira. Kamu bisa tanya-tanya Aira melalui Farah, aku yakin Farah pasti mau membantu"
" Aku juga punya pikiran yang sama, tapi sayangnya pacarmu itu sinis duluan "
" Sebenarnya dia nggak seperti itu Ren, mungkin dia hanya ingin melindungi Aira saja "
" Terus bagaimana Al"
" Kamu jangan dingin gitu ke Farah, bersikaplah ramah bro, nanti sisanya aku yang urus "
Obrolan mereka terhenti ketika melihat Farah kembali dari toilet dan menuju meja mereka
masih tak ulang bacanya,,iseng buka komen",,
malah bow maylada udh ad boyfriend barunya.. padhl keren mik