NovelToon NovelToon
Oh My Keen

Oh My Keen

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Cintamanis / Contest / Patahhati / Tamat
Popularitas:9.3M
Nilai: 5
Nama Author: kanjeng_galau

Cinta itu bukan hanya rumit, tapi juga sakit.
Itulah yang Bianca Putri Bramantya rasakan karena mencintai lelaki yang berstatus saudara sepupunya sendiri. Parahnya lagi sang saudara sepupu sudah memiliki tunangan yang cantik dan seksi.

Menahan perasaannya bertahun-tahun, hingga di suatu titik secara spontan Bianca mengungkapkan cintanya pada Keenan Bramantya.

Keenan adalah sosok kakak yang paling dekat dengan Bianca meskipun Bianca memiliki dua Kakak kandung yang kembar namun tidak identik, yaitu Bhima dan Bhumi.

Ujian keluarga yang bertubi-tubi datang di masa lalu, membuat kedua orang tua Bianca mempercayakan Bianca pada sang Oma juga Keenan, anak lelaki tertua di keluarga Bramantya.

Hingga waktu terus berjalan, Bhima dan Bhumi harus menempuh pendidikan ke luar negeri karena satu dan lain hal.
Semua itu membuat Keenan semakin dekat dengan Bianca.
Keenan yang selalu perhatian dan overprotektif pada Bianca hingga membuat Bianca baper, kini semuanya berubah. Keenan bagaikan orang asing untuknya.

iya, Bianca memutuskan menjauh dan melepaskan perasaanya untuk kebaikan bersama.

-

Ada yang lebih susah dari menahan perasaan cinta yaitu menahan benda tumpul yang bergejolak karena kepolosan Bianca! Itulah yang Keenan rasakan, lelaki minim akhlak yang hatinya seakan berada di persimpangan jalan.

Apapun bisa Bianca beli dan dapatkan karena di merupakan anak perempuan satu-satunya di keluarga konglomerat BRAMANTYA,

Tapi apakah Bianca bisa mendapatkan cinta Keenan? Kalau tidak bisa.. lalu siapakah jodoh seorang Bianca.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kanjeng_galau, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Dokter Revan

Pagi ini Keenan mampir ke rumah dokter Revan sebelum berangkat ke kantor setelah mendapat kabar dari dokter Revan bahwa subuh tadi dokter muda spesialis kesehatan jiwa itu sudah sampai ke ibu kota kembali setelah ada urusan pribadi di Kota Malang.

Kedatangan Keenan ke rumah dokter Revan tidak lain karena ingin menanyakan perihal perkembangan psikis Alona karena beberapa hari ini sikap Alona sungguh diluar dugaan Keenan, emosinya gampang naik dan turun secara drastis dan tidak stabil. Bahkan Alona tidak bisa mengontrol dirinya sendiri dan tidak mau mendengarkan orang lain. Alona begitu kekeh dengan pemikiran-pemikirannya sendiri yang justru berbanding terbalik dengan kenyataan.

Seperti halnya masalah Bianca yang semalam memicu pertengkaran antara Keenan dan Alona. Jangankan bertemu dengan Bianca, Keenan saja tidak berkomunikasi dengan Bianca bahkan Keenan berusaha keras untuk tidak kepo apa yang Bianca lakukan selama sepekan ini. Tapi Alona tetap memaksa Keenan mengakui bahwa Keenan menemui Bianca secara diam-diam. Keenan hanya bisa berusaha sabar dan mencoba mengerti keadaan Alona.

Keenan ingin Alona sembuh dari segala gangguan psikisnya dan bisa hidup layaknya orang normal. Keenan juga akan melakukan apapun untuk kesembuhan Alona dan kebahagiaan Alona, sahabatnya sekaligus tunangannya tersebut.

"Silahkan masuk tuan." Sapa ART dokter Revan setelah Keenan memencet bel rumah dokter Revan di perumahan cukup elit tidak jauh dari kantor Bramantya Corp. Rumah yang cukup besar namun memberikan kesan ketenangan dan kedamaian.

"Terima kasih bik." Ucap Keenan sopan.

"Saya panggilkan dokter Revan dulu ya tuan." ART paruh baya itu sangat ramah pada tamu majikannya.

"Apa dokter Revan masih tidur? Kalau misal masih tidur tidak perlu dibangunkan nanti saya kesini lagi saja, sebab saya kirim pesan pada beliau dari tadi tapi tidak dibalas." Tanya Keenan karena berpikir dokter Revan kecapean dan jet leg setelah perjalanan jauh dari Malang. Lagi pula jarak rumah dokter Revan dan kantor pun tidak begitu jauh juga. Keenan bisa pergi sebentar nanti sebelum jam makan siang.

"Tidak tuan, dokter Revan sudah bangun. Beliau dari pagi sudah sibuk bermain dengan putrinya dan jika sedang bersama putrinya beliau tidak memegang ponselnya. Saya panggilkan sebentar ya. " Ucap ART itu lalu berpamitan pada Keenan untuk ke lantai dua rumah tersebut memanggilkan majikannya.

"Putrinya?" Gumam Keenan mengernyit bingung. Setahu Keenan dokter Revan yang bekerja di rumah sakit Bramantya itu masih berstatus single dan belum pernah menikah di data pribadinya. Kenapa sudah punya anak?

Keenan beberapa waktu lalu memang sengaja meminta biodata dokter Revan karena sempat curiga melihat kedekatan dokter Revan dan Alona.

Keenan masih sibuk dengan lamunannya tentang putri dari dokter Revan, namun sebuah suara membuat Keenan tersadar.

"Tuan Keenan, maaf menunggu lama." Ucap Dokter Revan setelah menuruni anak tangga. Dokter Revan datang berbarengan dengan ART yang tadi membukakan pintu untuk Keenan. ART tersebut membawakan dua cangkir teh untuk majikan dan tamunya.

"Tidak masalah dok." Sapa Keenan ramah.

"Ayo, silahkan diminum tehnya." Kata dokter Revan mempersilahkan Keenan. Keenan mengangguk dan tersenyum pada dokter Revan lalu meminum teh yang tadi dibawakan ART.

"Maaf mengganggu waktu dokter Revan pagi-pagi begini." Ucap Keenan basa basi.

"Tidak masalah.. pasti ada hal penting mengenai Alona sehingga membuat tuan Keenan ingin bertemu dengan saya." Ucap dokter muda yang tahu siapa seorang Keenan Bramantya.

"Sepertinya kita seumuran dok, panggil saya Keenan saja. Tidak perlu terlalu formal." Ucap Keenan mencoba mengakrabkan diri pada lawan bicaranya supaya tidak kaku. Karena Keenan merasa ada sebuah rasa yang canggung antara dia dan dokter Revan. Entah apa itu.

"Iya, kita sepertinya memang seumuran. Baiklah Keenan.. apa yang mau anda tanyakan?" Keenan menghela nafasnya dalam-dalam.

"Dok, saya hanya ingin tahu bagaimana kondisi psikis Alona yang sesungguhnya dan bagaimana semua ini bisa terjadi pada Alona. Saya ingin Alona sembuh dan bahagia seperti manusia pada umumnya. Sebenarnya saya ingin membicarakan ini sudah jauh-jauh hari dengan anda. Tapi, setiap kali saya ingin berbicara berdua, Alona selalu mencegah saya hingga kemarin saya meminta orang untuk mencarikan nomor ponsel anda."

" Alona melakukan itu karena dia tidak mau orang mengetahui kondisinya lalu orang-orang menganggap dia lemah. Alona tidak mau dikasihani oleh orang lain.

Begini Keen.. setelah saya observasi perkembangan Alona selama 3 tahun terakhir dengan berbagai metode, Alona sebenarnya adalah gadis yang sangat baik dan berhati lembut juga tulus. Semua berawal dari sikap Eccedentesiast yang terjadi pada diri Alona."

"Eccedentesiast?" Keenan mengernyit mendengar kata asing di telinganya.

"Iya, Eccedentesiast diartikan untuk seseorang yang lebih memilih menyembunyikan segala kesedihannya dengan sebuah senyumannya. Orang-orang tersebut bisa dengan sangat rapat menutup lukanya hingga orang terdekatnya pun tidak menyadari apa yang dirasakan orang tersebut karena dia selalu terlihat bahagia seperti tidak memiliki masalah sedikitpun meskipun hatinya menyimpan sejuta luka, orang yang bersikap Eccedentesiast kadang sering disebut orang yang berkepribadian ganda padahal aslinya tidak. Dia hanya memakai topeng yang selalu menampilkan sebuah senyuman untuk membuat orang-orang sekitarnya tenang dan tidak mengkhawatirkannya. Atau supaya orang tidak menganggap dirinya lemah." Keenan mengangguk dan mengerti, ketidakpekaan-nya dan Eccedentesiast yang dialami Alona menjadikan semuanya sampai seperti ini.

Pantas saja, siapapun yang dekat dengan Alona tidak pernah mengira gadis itu memendam luka hingga sampai seperti ini. Bahkan keluarganya sekalipun termasuk Adena yang jika dilihat oleh orang awan sangat dekat dengan Alona.

"Selain itu, karena dia ditinggal orang tuanya dan diasuh oleh tantenya membuat Alona kecil merasa kehadirannya tidak diharapkan di dunia ini, Apalagi setelah anak tantenya itu hilang, dia semakin merasa menjadi anak yang tidak berguna karena tidak bisa menjaga adik itu.

Ditambah pengalaman traumatik atas bullying masa kecilnya juga sangat membekas membuat mentalnya benar-benar jatuh secara pelan tapi pasti. Semua itu membuat psikis Alona tertekan karena dia merasa tidak bisa menjadi apa yang dia harapkan. Hal-hal itu terus menekan mental Alona hingga menyebabkan Bipolar Disorder tingkat paling ringan. Dan Bipolar Alona kini sudah memasuki periode mixed state dimana dia bisa dalam waktu bersamaan antara periode mania dan periode depresi yang pernah saya jelaskan sebelumnya."

"Kenapa justru bukan semakin baik tapi malah semakin parah hingga sampai periode Mixed state dok?" Keenan bingung, semua pengobatan dan terapi sudah dijalani, terkahir Keenan ngobrol dengan dokter Revan, bipolar Alona masih dalam periode Mania.

"Saya terpaksa mengubah salah satu obat penenang Alona dengan sebuah vitamin. saya tidak mau Alona tergantung pada obat itu yang efek paling ringannya bisa membuat kandungan Alona kering. Jadi, saya berharap orang-orang sekitar Alona bisa membantu Alona untuk belajar mengontrol dirinya."

Keenan mengangguk mengerti,

"Kenapa juga Alona seperti kecanduan maaf perihal SE x dok?" Malu tidak malu Keenan harus menanyakan hal ini karena tingkah bi rahi Alona diatas rata-rata manusia pada umumnya.

"Kalau soal itu, adalah efek obat perangsang jenis A yang digunakan dengan dosis terlalu tinggi hingga menyatu dalam darah. Juga ada sebuah penyesalan yang mendalam di hati Alona karena kehilangan, sehingga dia melampiaskannya dengan se x."

"Kehilangan?" Keenan nampak berpikir, apa kehilangan adiknya? rasanya tidak, karena adiknya yang hilang waktu bayi sudah ditemukan kembali yang tidak lain adalah Flower yang menjadi istri Bhima, adik sepupu Keenan.

"Kehilangan apa maksudnya dok?" Tanya Keenan.

"Saya tidak bisa mengatakannya sekarang tentang kehilangan yang dirasakan Alona Keen.. biar nanti jika sudah saatnya Alona bercerita sendiri ketika hatinya sudah siap."

"Tapi dok.."

"Intinya begini Keen... berdasarkan cerita Alona sewaktu saya terapi, terhitung sekitar hampir 5 tahun yang lalu dia terjerumus pada pergaulan bebas. Dia menyesal sudah sampai dititik itu.

Memang alasannya tidak bisa dibenarkan ketika dia melepaskan kesuciannya pada seseorang yang belum lama ia kenal, bisa jadi dia melakukan itu juga karena di jebak kan Keen?

Tapi ada satu hal yang membuat dia semakin tertekan setelah kejadian itu, hingga Alona tidak bisa mengungkapkan perasaan bersalahnya sendiri. Alona tidak bisa mengekspresikan perasaannya dengan baik dan dia diam-diam tertekan sendiri karena pikiran-pikirannya sendiri yang terlalu jauh itu. Dan pelampiasannya adalah Se x. Dengan se x dia bisa melupakan segala yang membuatnya tidak tenang."

"Sebentar dong, saya masih belum paham maksud kehilangan dan penyesalan dalam diri Alona. Saya belum paham untuk itu dok.. tolong jelaskan, saya mohon." Dokter Revan menggelengkan kepalanya dengan lemah tanda penolakan untuk permintaan Keenan.

"Kondisi mental Alona saat ini jauh dari kata baik meskipun fisiknya baik-baik saja. Kadang dia tidak bisa membedakan mana yang nyata dan mana yang halusinasi. Semoga nanti jika kondisinya sudah membaik, maka dia akan bercerita sendiri."

"Saya mohon dok, saya ingin kesembuhan Alona. Saya harus tahu bagaimana kondisinya." Keenan terus saja mengiba.

"Saya mengerti Keen. Tapi Alona sudah mempercayai saya sebagai dokter dan tempatnya bercerita tanpa ada satupun yang ia tutupi, berbeda dengan dokter-dokter sebelumnya yang belum bisa membuat Alona terbuka. Sehingga ketika Alona berkata 'jangan' maka saya tidak akan menceritakan masalahnya pada siapapun sampai nanti dia benar-benar sembuh atau dia yang mengizinkan."

"Tolong kasih tahu saya dok, dokter Revan bisa mengetahui segala isi hati Alona dengan menggunakan metode hipnoterapi kan? saya ingin menemani Alona saat hipnoterapi, saya ingin mendengar segala isi hati dia yang sesungguhnya." Keenan belum juga menyerah.

"Saya tidak bisa Keen, Maafkan saya, saya hanya bisa membantu kamu sampai sini." Keenan menghela nafasnya kasar.

"Oh ya.. selamat ya saya dengar kalian akan menikah dua bulan lagi. Semoga kalian bahagia." Ucap dokter Revan tersenyum dengan tulus, namun Keenan menangkap sebuah kesedihan yang mendalam dari sorot mata dokter Revan.

BERSAMBUNG...

ADA APA DENGAN ALONA?

NAHLO~

LIKE KOMENTAR VOTE HADIAH YA

MAKASIH 🖤

1
Siti Rokayah
sekarang 2026 sayaasih menbaca karya mu thor👍
Siti Rokayah
sama ni taun 2026 saya masih baca
Yani thea
bgus bgt ceritanya ❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️
Rena Gimun
Luar biasa
Icha Rosita
entah udah berapa x ngulang baca .kangeeeennn kenann 😔
Penta Ning Thiyas
keren.. karya yg bagus
Cicie Naka Yoshie
km kmn sih kanjeng ko blm up LG🥺
Ira
keren
fhittriya nurunaja
Luar biasa
ALIKA🥰🥰CHEN ZHE YUAN.LIN YI
KENAN BIANGKA😁😁😁
Amik Suparmi
kisahnya kaisar sama naomi dong thorr penasaran nih
rena
good story
tmi lotus
nah tuuu tabir lanjutan al ....
Arellya Putri
kenapa... semua novel yg critanya bagus pada macet
fadila fardinia
yuk... untuk yg dapat iman yg tepat semoga bisa sabar dengan penantiannya...
untuk yg sudah dapat semoga bisa menjaganya dengan sebaik-baiknya seperti
1. Papi Gema + Mami Naya
2. Papa Genta + Mama Bela
3. Papa Arsa + Mama Rachel
4. Bhima + Flower
5. Bhumi + Gevania
6. Revan + Alona
Kemalasari
bagus bgtt
Andini Maulana
mppus mang enk di tampar Bianca
Sri Widjiastuti
duh si keenan, maling teriak maling nii
Christy Devichristy
video apa kira2 yg dimaksud
Fitri Sitorus
maaf ya thor...aku skip sampe sini
kurang srek sama bianca...terlalu cinta ama sepupu sendiri..gk masuk diakal...maaf iy thor
semangat berkarya🙏🙏
Novhea_novhea: maka nya mbak klo baca novel smpai habiss jan stengah* kan ndaa tau cerita nya bijimana ..
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!