NovelToon NovelToon
Terima Kasih Cinta Sejati

Terima Kasih Cinta Sejati

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:195.4k
Nilai: 4.9
Nama Author: Aisha Bella

Cerita cinta indah antara Dinda dan Adit, yang dimulai dari awal perkuliahan hingga mereka wisuda dan akhirnya menikah.

Kisah cinta yang apik dan terbungkus romantisme sederhana, sesederhana hati mereka dalam mencintai dan menerima pasangan apa-adanya.

Cinta sejati terkadang tak bisa dimiliki. Namun cinta sejati akan selalu menjadi kenangan di hati. Karena dia mengajarkan banyak hal tentang rasa cinta, bukan sekedar mencintai untuk dicintai..

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aisha Bella, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

22 ADIT VS BIMO

Weekend tiba. Dan itu artinya dua hari lagi Adit sudah mulai bekerja kembali. Sementara Dinda masih dalam proses persiapan untuk membuka Gerai Bertiga bersama Elisa dan Rinaya.

Liburan yang akan usai, membuat Adit dan Dinda semakin bermalas-malasan di rumah. Hanya ingin melewati waktu berdua, tanpa ada yang mengganggu.

Setelah sarapan, mereka berdua bersantai di sofa ruang tengah, tempat favorit kedua setelah kamar mereka tentunya.

"Sayang.., kadang aku masih belum percaya, kita sudah menikah dan tinggal bersama seperti ini.." Adit berbicara sambil terus memeluk manja Dinda di sampingnya. Sesekali diciuminya pipi sang istri dengan gemas. Sekarang dia sudah mulai terbiasa menunjukkan sikap mesra pada istrinya, meski masih sering juga disertai permintaan ijin terlebih dahulu.

"Aku juga masih tidak percaya, kamu yang dulu terlihat anteng dan sok cool.., ternyata kalau sudah berduaan keluar juga nakalnya.." goda Dinda dengan tawa lepasnya.

Adit yang mendengarnya langsung menghentikan tawa istrinya dengan ciuman bibirnya, membuat Dinda kaget tapi menikmatinya.

"Seperti inikah maksudmu aku nakal..?" Ucap Adit di sela-sela ciumannya. Sementara kedua tangannya mencoba menjelajahi tubuh istrinya.

Dinda tak bisa menjawab, mulutnya masih terkunci dengan ciuman Adit yang belum ingin berhenti.

"Aku hanya nakal dengan istriku saja. Dan kamu menyukainya.." Tambah Adit masih dengan ciumannya yang semakin dalam.

Tiba-tiba Dinda menggigit bibir bawah Adit cukup keras hingga Adit melepaskan ciumannya.

"Jangan mulai lagi sayang, ini masih pagi.." Dinda mengusap lembut bagian bibir Adit yang digigitnya tadi. Memastikan tidak ada luka di sana akibat ulahnya. Lalu menciumnya sekilas.

Adit hanya tersenyum. Dalam hatinya dia sangat bahagia. Dia memiliki Dinda yang sangat dicintainya dan juga mencintainya dengan apa-adanya mereka.

Tak ada sifat maupun sikap yang mereka sembunyikan satu sama lain. Dari awal semuanya mengalir tanpa sekat, saling menerima apa pun itu.

"Aku akan sangat merindukanmu saat aku bekerja nanti.." Adit memasang wajah cemberutnya. Dia benar-benar membayangkan saat di kantor nanti tidak bisa melihat wajah istrinya.

"Fokuslah jika sedang bekerja. Jangan sampai terbengkalai. Bukankah itu juga untuk membahagiakan aku.." Dinda memberikan semangat dengan senyum dan kecupan di pipi suaminya.

"Terima kasih sayang, aku pasti akan selalu membahagiakanmu.." Janji Adit pada belahan jiwa tercintanya.

Dering ponsel Adit memecah kemesraan mereka berdua. Satu pesan baru masuk.

"Aku masih menyimpan rasa yang sama untukmu seperti dulu. Walau pun kita tidak pernah lagi bertemu sejak saat itu. Tapi ternyata takdir masih memberiku kesempatan untuk melihatmu lagi.." Pesan itu dari Bimo.

Seperti biasanya, Adit hanya diam dan menghela nafas panjang. Dilihatnya Dinda yang sudah asyik dengan remote tivi di tangannya. Dia tidak ingin merusak suasana hati istrinya.

Pesan baru kembali masuk. Masih dari orang yang sama.

"Bisakah kita bertemu? Mungkin ini untuk yang terakhir kalinya.."

Sejujurnya hati Adit mulai merasakan gemuruh yang membuat dadanya memanas. Cemburu..?? Sepertinya iya, dia cemburu.

Meskipun Dinda sudah menjadi istrinya, tetap saja hatinya tidak rela jika ada pria lain yang mendambakan istrinya. Apalagi sampai mengajaknya untuk bertemu.

Dalam diamnya Adit berpikir, apa yang akan dia lakukan. Dia hanya ingin menghentikan semua ini. Dia harus mengakhiri situasi ini. Dia tidak mau masa lalu yang terungkit membuat Dinda menjadi tidak tenang.

"Aku tidak punya banyak waktu. Selama akhir pekan ini aku ada di kota tempatmu tinggal sekarang." Bimo mengirim satu pesan lagi.

Gayung bersambut. Adit sudah tahu apa yang harus dia lakukan sekarang.

Dia lalu menulis beberapa kata di layar ponselnya dan mengirimkan pesan itu segera.

"Sayang, apakah aku boleh minta ijin padamu untuk keluar sebentar hari ini?" Pelan Adit berucap seperti anak kecil yang sedang merajuk minta sesuatu.

"Apakah ada yang penting yang harus kamu kerjakan?"

"Hanya sebentar saja. Aku janji tidak akan lama. Aku akan membawakan sesuatu untukmu nanti." Menunggu jawaban dari sang istri sambil memeluk pinggangnya dengan erat.

Dinda yang sudah terbiasa untuk tidak mencampuri urusan Adit, hanya menuruti suaminya.

"Iya sayang, tapi cepatlah pulang kalau urusanmu sudah selesai. Jangan membuatku merindumu terlalu lama.."

"Terima kasih kesayanganku. Aku mencintaimu.." Adit mencium kening Dinda lalu memeluknya semakin erat.

.

.

.

Di sebuah cafe yang berdekatan dengan gedung perkantoran pusat kota, seorang lelaki sudah menunggu di sebuah meja di pojok ruangan. Dia memandangi foto Dinda di layar ponselnya. Di foto itu Dinda tengah tersenyum lepas dengan kedua tangannya terentang bermain air pantai.

Dia tersenyum menatap foto itu, sedari tadi.

Tiba-tiba senyumnya terhenti dan segera tangannya mengunci layar ponselnya, ketika melihat Adit sudah ada di depannya.

"Owh.., anda datang. Di mana Dinda?" Lelaki itu mengedarkan pandangannya hingga ke pintu masuk cafe, tapi tidak menemukan sosok yang dicarinya.

"Maaf, saya tidak bisa mengajaknya menemui anda." Jawab Adit dengan penekanan sambil menatap tajam lelaki di depannya yang tak lain adalah Bimo.

"Ahh iya, silakan duduk." Adit yang sudah dipersilakan, segera duduk tepat di hadapan Bimo.

"Saya tidak punya banyak waktu. Jadi, apa yang anda inginkan??" Adit memulai pembicaraan.

"Oh ya, apa yang saya inginkan? Saya hanya ingin bertemu dengan Dinda. Itu saja. Tapi sepertinya keinginan saya tidak terkabulkan.." Jawab Bimo dengan senyum kecutnya.

"Dia istri saya. Saya tidak ijinkan dia bertemu dengan lelaki yang---.." Adit menghentikan kalimatnya, tidak sampai hati untuk melanjutkannya.

"Lelaki yang mencintainya.., itu yang ingin anda katakan bukan?" Bimo meneruskan kalimat Adit dengan santai.

"Lelaki yang merindukannya. Lelaki yang masih memendam rasa untuk istri anda. Bukan begitu?"

"Jaga bicara anda..!!! Jangan mencari masalah dengan saya..!!!" Adit mulai gerah hati, tapi dia tetap berusaha tenang dan mengontrol intonasi suaranya.

"Apa saya salah kalau saya mencintai Dinda?? Bahkan saya sudah mencintainya sebelum anda mengenal Dinda.." Bimo mengatakannya tanpa rasa bersalah.

"Apakah saya juga salah kalau saya merindukan orang yang saya cintai..??" Cecar Bimo tetap merasa tidak bersalah dengan perasaannya.

"Tapi dia sudah menikah. Sekarang dia adalah istri saya. Jadi, jaga batasan anda..!!" Adit memberikan penegasan dalam ucapannya meski dia tidak meninggikan suaranya.

Bimo tersenyum memandang Adit, saling bertatapan tajam.

"Saya dan anda, kita sama-sama mencintai Dinda. Bedanya, andalah yang dia cintai. Sedangkan saya, hanya bisa mencintai tanpa dicintai. Sungguh malangnya saya..." Bimo tertawa, menertawakan dirinya sendiri.

1
ningsih
awal yang menarik
Mbah Edhok
ingus...😅😅😅
Mbah Edhok
diam2 langkah adit jauh ke masa depan
Mbah Edhok
kembali mantap dit...👏👏👏👍👍👍
Mbah Edhok
mantap dit...
Mbah Edhok
emang melamar romantis itu harus, ya.... 🤔
Mbah Edhok
orangtua selalu khawatir saat anak kuliah & udah pacaran... yg sering emang dsuruh langsung nikah... bnyk yg bgt...
Mbah Edhok
🥰
Mbah Edhok
pergerakan hati adit...
Mbah Edhok
temponya bergerak atau mulai merambat naik dalam alur... 👍
Mbah Edhok
mulai mengarah ke yg sangat privasi ya...?
Mbah Edhok
sampai part ini ... awal alur cerita yg bagus ... terima kash jabarannya thor... masih tetap menyimak... aq paham...👍🙏
Mbah Edhok
takut ... wajar krn tdk juga kenal n tiba2 seperti SKSD... jaga diri... menyimak ceritamu thor ... terima kash suguhannya...🙏👍
Mbah Edhok
kata2 dinda seharusnya : yg kehilangan serasa separuh hidupnya hilang itu bisa disalah artikan oleh siapapun yg mendengarnya... krsalahan fatal seorang isteri yg mengatakan hal yg rawan pd seorang pria lain sekalipyn sahabat...
✰͜͡v᭄pit_hiats
kade tong aya kang bawang😠😠😠
sinti123
nama yang cantik Thor (cinta Adira Paramitha)
✰͜͡v᭄pit_hiats
tetap d pantau🥰🥰🥰🥰
✰͜͡v᭄pit_hiats
kade loba bawangan thor🥺🥺🥺🥺
Nurlela Nurlela
typo adit
Aisha Bella: Karya pertama yang masih amburadul acakadul dan belum sempat direvisi sama sekali 🙈
Terima kasih Kak Nurlela sudah berkenan mampir. Mohon maaf jika maish banyak banget kurang2nya 🙏🙏🙏
total 1 replies
Nurlela Nurlela
security nya kemana aja ?
koq gk ada yg muncul wkt ada keonaran spt itu?
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!