🌺Felysia Inez Gianina * Bara Gustav Sgevano🌺
Bagaimana jika dirimu dinikahi hanya dijadikan sebagai istri keberuntungan?
Itulah yang dialami oleh Fely gadis polos yang rela dinikahi oleh Bara sang pengangguran abadi yang gila judi.
Simak kisah kocak mereka🥰
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DHEVIS JUWITA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Melupakan
🌸🌸🌸
Sesuai dengan keinginan Bara akhirnya Fely menurut untuk pergi ke klab malam.
"Abang, yakin mau masuk?" tanya Fely ragu.
Saat ini mereka sudah berada di pintu masuk klab malam itu.
"Tentu saja! Ayo kita bersenang-senang!"
Dan, mereka masuk ke dalam dengan membawa tas jinjing berisi uang kemenangan Bara sebelumnya.
Di dalam begitu bising dengan suara musik, lampu remang-remang dan disana banyak pasangan yang bercumbu tanpa tahu malu. Bara yang sudah biasa melihat hal itu tentu saja santai saja lain hal dengan Fely yang tidak nyaman.
"Mau minum apa? Aku pesanin cocktail ya," ucap Bara.
"Aku tidak minum alkohol, Bang," tolak Fely.
"Sedikit aja gak apa-apa. Katanya sudah besar!"
Fely menghela nafasnya panjang.
"Dasar suami gak ada akhlak," umpatnya dalam hati.
Bara memesan dua cocktail dan memberikan satu pada Fely.
"Cheerss.. untuk kemenangan kita," ucap Bara.
Dengan terpaksa Fely menyatukan gelasnya dan gelas Bara.
Lalu Fely meminum sedikit cocktail itu.
"Rasanya masam, Bang!" protes Fely.
"Itu karena belum terbiasa saja!"
Fely menggelengkan kepalanya, dia tidak ingin merasakan minuman masam itu lagi dan dia juga tidak suka tempat seperti ini.
"Aku pulang duluan aja, Bang!"
Fely sudah ingin pergi tapi tangannya dicekal oleh suaminya.
"Jangan pergi sendiri, ini sudah tengah malam. Kau tidak tahu caranya bersenang-senang ya Cil."
"Dunia kita emang beda, Bang," keluh Fely.
"Ya iyalah kau kan salah satu alien yang tidak sengaja nyangkut di bumi," celetuk Bara.
"Terserah Abang deh, aku mau pulang!"
Dan tak lama perhatian Bara teralihkan dengan sosok pelayan klab disana.
"Lucille," batinnya.
Bara pun melepaskan tangan Fely dan mendekati Lucille yang tengah sibuk membereskan meja.
"Lucille, apa yang kau lakukan?" tanya Bara.
Lucille yang merasa namanya dipanggil sontak menghentikan pekerjaannya dan alangkah terkejutnya melihat Bara ada di depannya.
"Bara, kau ada disini?"
"Aku tanya, apa yang kau lakukan?" tanya Bara lagi dengan gusar.
"Tentu saja bekerja, Bara. Aku butuh uang!"
Bara tidak suka dengan pekerjaan Lucille yang menjadi pelayan klab malam apalagi dengan pakaian begitu seksi.
Pria itu melepas jas yang dia pakai untuk menutupi tubuh Lucille.
"Bara, apa yang kau lakukan?" tanya Lucille heran.
"Berhenti bekerja sekarang juga, aku yang akan membiayai hidupmu!"
"Apa maksudmu?"
"Aku tidak suka melihatmu begini, mengertilah!"
Lucille tersenyum manis dan memeluk Bara, dan pemandangan itu tak terlepas dari pandangan Fely.
Karena merasa tidak dianggap tentu saja Fely pergi begitu saja, sementara Bara yang melupakan istrinya itu segera menarik Lucille keluar dari klab.
Kini keduanya dalam perjalanan ke rumah Lucille, dari tadi Lucille tidak berhenti bersender di bahu Bara.
Tangan Bara membuka resleting tas jinjingnya dan meraih beberapa gepok dolar setelah itu dia berikan pada Lucille.
"Terimalah, jika perlu sesuatu katakan padaku," ucap Bara.
Lucille yang melihat uang sebanyak itu tentu saja merasa takjub.
"Ini untukku? Apa kau yakin?"
"Aku bahkan bisa memberimu lebih dari ini," ucap Bara menyombongkan dirinya.
"Thanks Bara."
"Berjanjilah jangan bekerja di tempat seperti itu lagi."
"Aku janji Bara," ucap Lucille dengan memeluk Bara.
Setelah taxi berhenti di depan rumah Lucille, Bara segera pergi karena waktu sudah larut bahkan sudah dini hari. Dalam perjalanan pulang Bara terus terpikir apa yang dia lewatkan, sepertinya ada sesuatu yang dia lupakan. Tapi apa?
Sedetik kemudian.
"Astagaaa.... Ucil!"
"Apa bocah itu diculik?"
"Ucil... kau masih di bumi kan?!"
🌸🌸🌸