Bijaklah dalam memilih bacaan
azizah fatimah azzahro gadis dekil dari 10 bersaudara.hidupnya yang serba kekurangan tak membuat keceriaan dan semangatnya berkurang.Hidup susah sepertinya sudah melekat di kehidupannya.
zizah yang masih sekolah mampukah menghadapi kelakuan sableng evan pengusaha kaya namun hobinya menjelajahi wanita cantik.
Bagaimanakah kisah hidup dan percintaan seorang azizah antara ran dan evan
apakah ia akan mendapatkan seorang kekasih hati yang tidak melihat dari wajah dan kekayaan?
maaf ya baru pertama kali bikin novel jadi bahasanya sedikit kaku.tapi semoga kalian menyukainya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Muslimah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bahagia itu sederhana
Matahari mulai bergerak sampai ke atas,tapi tidak terasa panas karna mereka berdua berada dibawah gunung sandane yang masih banyak pepohonan
"Gila loe.... pengantin baru di suruh pramuka kaya gini,kaki gue sakit banget" evan membaringkan badan di atas rumput tidak kuat berjalan lagi,menempuh puluhan km jauhnya menuju rumah teh dian
"Percuma badan gede otot gede,kalah sama aku kecil kecil cabe rawit"
"Terserah loe mau bilang apa yang jelas gue udah lapar banget" evan lemas ta berdaya
"Tadikan kamu udah makan kelapa muda mana habis tiga biji lagi,aku cuma di kasih sedikit"
"Tapi gue laper lagi...mamah evan pengen pulang...."rengek evan
"Sekalian aja nyanyi lagu nike ardila"
(Mamah oh mamah aku ingin pulang ku rindu kepadamu....)
"Tunggu di sini aku mau cari makanan dulu"
Sepuluh menit sudah zizah mencari makan membuat evan semakin lemas.
Ia memicingkan matanya melihat sesuatu yang berwarna merah ada di sebelahnya
"Dasar wanita aneh Ngapain nyari jauh jauh.Kayanya enak tuh gue makan sendiri,ga akan bagi bagi sama cewe burik itu" evan mencabut dan mengunyahnya
"Bug"
Zizah memukul leher evan dari belakang hingga makanan yang evan kunyah keluar
"Uwe.....loe mau bunuh gue apa"
"Dasar anak kota main makan aja,ka evan ga tau ini apa?" zizah menunjuk warna merah yang ada di tangan evan
"Ini buah... mata loe juling yah"
"Ini bunga ular tau"
"Ular?" evan langsung membuang buah itu
"Masih untung ka evan belum menelanya kalau tidak....mati lah tuh...."
Zizah menyerahkan buah hanggasa dan buah beri yang dipetiknya untuk evan makan
Tiga puluh menit sudah zizah berjalan sambil membawa pintu yang di bawa di atas kepalanya,ia sudah sampai dirumah teh dian
Sambut hangat dari kelurga teh dian,berjumlah lima anak dan satu suaminya agus
Rumahnya sama kaya zizah namun cukup luas
Zizah memeluk lima keponakannya yang masih sekolah dasar
"Ujang evan belum makan ya,dari tadi diem aja ,,,,teh dian bikinin ya"ucap teh dian dengan logat sunda
"Entar aja teh biar zizah yang bikinin.zizah mau bikin nasi liwet di pinggir sungai cileueur sekaligus mau mandi"
Penduduk disana sudah menjadi kebiasaan mandi sekaligus mencuci di sungai itu,air dari sungai itu masih asri dari gunung sandane, belum terkontaminasi apapun
karna pakaian mereka sudah kotor,
Zizah meminjam sarung dan pakaian ganti milik teh dian,tidak lupa ia juga meminjam baju mas agus untuk evan pakai
Sedangkan keponakan evan membawa alat alat dan kebutuhan makan untuk membuat nasi liwet
Dentuman suara katel panci terdengar nyaring ditelinga,keponakan zizah berjalan sambil bernyanyi riang
Potong bebek angsa di kuali....
evan minta dansa dansa empat kali...
Sorong ke kiri sorong ke kanan....
Evan terjungkal kebawah kali....
Horee....
Mata evan melotot,mendengar dirinya di kata katain,hendak mengejar mereka tapi tangannya di tahan oleh zizah
Sedangkan mereka lari terbirit takut dengan evan
"Keponakan sama tante ga ada bedanya sengklek semua!" evan menahan rasa amarahnya
"Udah entar aku bilangin sama mereka,mereka belum terbiasa melihat orang asing apalagi dari tadi kamu judes terus sama mereka"zizah menyered tangan evan
"Kamu mau bawa aku ke mana?"
"Udah ikut aja tar kamu juga tahu"
Tibalah mereka ditempat tujuan.evan menghirup udara segar dalam dalam di atas batu besar,evan memutar bolamatanya melihat pemandangan indah.sawah yang masih hijau terhampar luas dengan sungai cileueur mengalir begitu jernih di tambah jembatan gantung, menghubungkan jalan antar kampung
Kepenatan evan sirna sudah melihat pemandangan yang begitu indah
Keponakan zizah dengan lihainya membuat tungku sedangkan zizah sibuk mempersiapkan bahan bahan nasi liwet
Sambil menunggu nasi liwet matang zizah dan lima keponakannya berenang di sungai itu bercanda gurau
Zizah mengajak evan yang masih mematung,belum terbiasa dengan keadaan seperti ini
" cobain deh pasti seru..." zizah menyodorkan tangannya ke arah evan
Sebenarnya evan mau tapi masih ragu ragu
"Ayo....tenang aja aman ko,aku pasti jagain kamu"
Evan menyambut uluran tangan zizah,
Benar saja evan merasa ketagihan asiknya bermain di sungai cileueur.evan dan zizah sengaja melemaskan badan mereka supaya terbawa air sungai yang mengalir
pertama kalinya evan bisa ketawa selepas ini,semenjak cintanya di hianati oleh kekasihnya dahulu,ia sungguh kehilangan senyum dalam dirinya.sipatnya yang dingin dan tempramental membuat evan salah arah melampiaskan kekesalannya menjajahi tubuh wanita cantik
Evan tidak melepaskan tangan zizah .mereka berdua dan semua keponakan zizah mencoba terjun bebas dari jembatan gantung
Jantung evan berdegup kencang,meski bukan pertama kali ia melakukan hal itu.ia suka berpetualang dengan teman temannya waktu SMA dulu,tapi tidak seekstrim ini
"Siap" zizah melihat kiri kanan
"Siap" ucap mereka berbarengan senyum evan mengembang melihat zizah
Baru kali ini zizah melihat evan senyum dengan ikhlas.evan semakin erat menggenggam tangan zizah melupakan perbedaan di antara mereka
"My trip my adventure ....aaaaaaaa"
teriak mereka terjun bebas ke sungai
"Byuuur"air membasahi badan mereka
Evan menjiprat jipratkan air kemuka zizah dan zizah pun membalas jipratan evan
Mereka ketawa bersamaan sampai evan tak terasa menyenggol tubuh zizah
Evan langsung memeluk badan zizah yang akan jatuh,mata mereka saling berpautan
" kamu wanita unik yang susah di dapatkan"ucap evan tak sengaja mengucap kekaguman dalam hatinya tapi malah keceplosan
Zizah mengerutkan keningnya merasa aneh
Evan semakin terbuai dengan hati kecilnya,semakin dekat dengan zizah untuk mencium bibir zizah
"Wik....wiw....pengantin baru...." ucap keponakan zizah sehingga membuyarkan fikiran dan hati evan.
"Dasar anak cunguk ganggu aja" evan mengejar lima keponakan zizah
Zizah masih diam,dengan sifat evan tadi.tapi ia tidak begitu memikirkannya.zizah tidak mau ketipu untuk yang ke tiga kalinya dengan sifat manis evan,ia suah mengunci rapat rapat hatinya
Mereka makan nasi liwet ala kadarnya,ikan asin dan lalap lapan di tambah sambal yang zizah buat,terasa nikmat di lidah mereka
"Maafkan aku,aku hanya bisa menghidangkan makanan seperti ini" ucap zizah karna evan orang kaya belum terbiasa dengan makanan kampung seperti ini
"Enak ko" evan malah minta tambah padahal di sudah menghabiskan tiga piring
Tinggal satu lagi sisa ikan asin tapi keponakan zizah buru buru mengambilnya
Evan merasa patah hati dengan ikan asin yang menjadi milik orang lain,tapi hatinya kembali terobati melihat ikan asin berada di piringnya
"Maaf kan kami ka evan,kami tadi tidak sopan mengata ngatain ka evan.untuk mengganti kesalahan kami,kami serahkan kembali ikan asin ini" ucap mereka berbarengan,seperti upacara peyerahan sangsaka bendera merah putih
Senyum evan mengembang melihat lucunya kelakuan mereka sambil mengacak ngacak lima kepala keponakan zizah yang botak
"Makasih" jawab evan tulus,
Zizah tak menyangka baru pertama kali evan mengucapkan terimakasih, benar benar keluar dari dalam hati sanubarinya
Ikan asin pembawa jalan kebenaran,zizah mengacungkan jempol ke muka author
Ayoooo kasih like,author juga ingin ikutan peran di novel ini,,,,kasih bintang yang banyak buat author