AL harus pergi dari rumahnya karena di usir oleh orangtuanya, mereka lebih menyayangi adiknya ketimbang dirinya.
Meskipun begitu, ia tatap bangkit untuk bertahan hidup. Takdir berkata lain, ia mendapatkan sebuah sistem yang mengubah hidupnya dan membuat orang tuanya menyesal.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon less22, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
22 Misi Selesai
Ruangan kepala sekolah itu mendadak sunyi senyap. Pak Dion mematung, napasnya tertahan di tenggorokan.
Ancaman Al bukan sekadar gertakan, bukti yang diperlihatkan tadi sangat akurat, bahkan detail nomor rekening fiktif itu hanya diketahui oleh dirinya dan sang akuntan pribadi.
"Kamu... kamu benar-benar iblis berbaju murid," maki Pak Dion dengan suara parau.
Al hanya menanggapi ucapan itu dengan senyuman tipis. "Saya hanya cermin, Pak Dion. Apa yang Anda lihat pada saya adalah pantulan dari kebusukan yang Anda dan anak Anda tanam selama ini."
Pak Hilman, yang sejak tadi duduk dengan tegang, akhirnya memberanikan diri untuk angkat bicara.
Sebagai kepala sekolah, ia berada di posisi yang sangat sulit. Jika skandal korupsi komite ini meledak ke publik, nama baik sekolah yang ia pimpin selama belasan tahun akan hancur dalam semalam.
"Al. Mengenai Deno... saya jamin hari ini juga surat drop out (DO) akan diproses. Sekolah tidak akan menoleransi tindakan perundungan, apalagi kekerasan di luar sekolah. Tapi untuk masalah Pak Dion... apakah tidak bisa diselesaikan secara kekeluargaan? Pengembalian dana itu... sekolah akan memastikan semuanya kembali utuh," bujuk Pak Hilman, suaranya melunak, hampir terdengar seperti memohon
Al mengalihkan pandangannya kepada Pak Hilman. "Pak Hilman, saya menghormati Anda sebagai pendidik. Karena itulah saya masih memberikan waktu 1x24 jam. Jika saya mau menghancurkan sekolah ini, saya tidak perlu repot-repot datang ke ruangan Anda. Saya cukup duduk di rumah dan membiarkan netizen serta hukum yang bekerja."
Mendengar hal itu, Pak Dion sadar bahwa ia sudah tidak memiliki kartu as lagi untuk dimainkan.
Pria yang biasanya dihormati dan ditakuti di lingkungan sekolah itu kini perlahan menundukkan kepalanya.
"Baik..." ucap Pak Dion lirih, nyaris tak terdengar.
"Apa, Pak Dion? Saya tidak dengar," sahut Al, sengaja ingin mendengar penyerahan diri pria itu dengan jelas.
Pak Dion mengepalkan tangannya kuat-kuat, menahan rasa malu yang amat sangat. "Baik! Aku akan mengundurkan diri dari komite hari ini. Dan semua uang itu... akan aku transfer kembali ke rekening kas sekolah sore ini juga. Tapi kuingatkan kamu, hapus semua file itu setelah semuanya selesai!"
"Jangan memberi perintah kepada saya, Pak Dion. Anda tidak berada di posisi untuk menegosiasikan syarat. Selama Anda dan Deno menepati janji dan tidak pernah memunculkan wajah kalian lagi di depan saya, file itu akan tetap aman di server saya. Tapi jika kalian mencoba bermain api, bahkan hanya untuk membalas dendam lewat tangan orang lain..."potong Al dengan nada dingin
"...Anda tahu sendiri akibatnya."
Al kemudian berbalik, melangkah menuju pintu keluar. Namun sebelum tangannya menyentuh gagang pintu, ia berhenti sejenak dan menoleh ke arah Pak Hilman.
"Oh, satu lagi Pak Hilman. Tolong pastikan pihak sekolah membiayai seluruh pengobatan anak SD yang dipukul oleh Deno kemaren menggunakan dana pengembalian dari Pak Dion nanti. Anggap saja itu sebagai tebusan dosa pertama mereka."
"I-iya, Al. Bapak pastikan hal itu akan segera diurus," jawab Pak Hilman dengan anggukan cepat.
"Dan juga, pak Dion, ganti kerusakan motor ku, dan berjanji tidak mengulangi lagi. Dan saya akan memberi tahu Anda, jika Anda tidak membayar kerusakan motormu, dan lari dari tanggung jawab, Anda bersiap menjadi buronan, karena saya bahkan akan mencari Anda sampai ke lubang hitam sekali pun," kata Al tersenyum miring.
Pak Dion diam seribu bahasa, anatara marah dan ketakutan.
"Terima kasih, Pak. Saya permisi kembali ke kelas."
Al membuka pintu dan melangkah keluar dengan santai. Begitu pintu ruang kepala sekolah tertutup rapat di belakangnya, sebuah suara mekanis yang akrab kembali berdenging di dalam kepalanya.
Ding!
[Misi Tersembunyi Selesai: Menegakkan Keadilan dan Membongkar Korupsi Sekolah]
[Selamat Anda mendapatkan penambahan saldo sebesar 100.000.000]
[Selamat! Anda mendapatkan bonus tambahan: 1 Unit mobil sport edisi terbatas]
[Sisa Saldo 436.000.000]
Al tersenyum lebar. "Gila, selain menyingkirkan parasit itu, aku mendapatkan mobil sport," seru Al tersenyum senang.
Jangan lupa gabung grub khusus author ya.
Chat no di bawah ini biar masukan ke grub🥰
0821 6834 0651