NovelToon NovelToon
Istri Bisu Sang Duke

Istri Bisu Sang Duke

Status: sedang berlangsung
Genre:Menjual Anak Perempuan untuk Melunasi Hutang / Pernikahan Kilat / Tukar Pasangan / Pengantin Pengganti
Popularitas:5.4k
Nilai: 5
Nama Author: farchahcha

“Aku hanya membutuhkanmu untuk melahirkan pewarisku. Tidak lebih!”
Itulah kata paling menyakitkan yang diucapkan Duke Cassian Clyvedon kepada Elowen Whitmore. .
Semua orang di kerajaan tahu bahwa Duke Clyvedon adalah pria yang ditakuti, dingin, kejam, dan tak pernah mempercayai siapa pun.
Sementara Elowen Whitmore hanyalah putri kedua dari keluarga bangsawan yang hampir bangkrut… seorang gadis yang bahkan tidak bisa berbicara.
Ia tidak seharusnya menjadi pengantin sang duke.
Namun ketika kakaknya melarikan diri dari perjodohan yang telah diatur kerajaan, Elowen dipaksa menggantikan posisi itu demi menyelamatkan kehormatan keluarganya.
Kini ia terjebak dalam pernikahan tanpa cinta dengan pria paling menakutkan di kerajaan.
Semua orang yakin pernikahan ini hanya akan berakhir dengan kehancuran.
Tapi tidak seorang pun menyadari satu hal, bahwa sang duchess bisu mungkin adalah satu-satunya orang yang mampu meluluhkan hati sang Duke.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon farchahcha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 22

Tidak ada yang pernah peduli padanya. Karena itulah tidak pernah ada yang tahu bagaimana perasaannya.

Dia adalah putri yang lahir ke dunia membawa kedukaan yang amat besar bagi keluarga Whitmore.

Tapi tanpa dia tahu sang ibu memperjuangkan kehidupannya sampai di detik terakhirnya.

Kasih sayang Lady Agatha pada Elowen saat di kandungan sangatlah besar. Ini adalah kehamilannya yang kelima dan kehamilan yang begitu sulit.

Dokter mengatakan bahwa kesehatan Lady Agatha semakin hari semakin memburuk. Sejak usia kandungannya menginjak enam bulan, Lady Agatha sering mengalami pendarahan.

“Posisi ari-ari menutupi jalan lahir bayinya, Tuan.” Dokter berkata pada Tuan Whitmore saat merawat Lady Agatha ketika mengalami pendarahan.

Wajah dokter itu sedikit mengendur. Jemarinya yang semula sibuk membersihkan noda darah di kain linen berhenti sesaat, seolah dirinya sedang memikirkan kata-kata yang paling pantas untuk diucapkan kepada Tuan Whitmore.

Dokter menghela napas. “Saya khawatir keadaan Lady Whitmore jauh lebih genting daripada yang bisa kami perkirakan, Tuan.”

Tuan Whitmore menatap dokter itu tanpa berkedip. Tubuhnya membeku dan menegang.

Dokter kembali menarik napas pelan.

“Pendarahan seperti ini mungkin akan terus terjadi hingga waktu persalinan tiba. Lady Agatha akan kehilangan banyak darah, tenaganya akan terus terkuras setiap kali itu terjadi.”

Ruangan itu mendadak terasa sunyi.

“Apakah… ada cara untuk menyembuhkannya?” tanya Tuan Whitmore dengan suara berat.

Dokter menundukkan kepala sejenak.

“Seandainya saya tahu caranya, tentu akan saya lakukan sejak awal, Tuan.” Sorot mata dokter itu dipenuhi penyesalan. “Kami hanya bisa berusaha sekuat tenaga kami agar pendarahannya tidak semakin parah. Kondisi Lady Agatha sudah dalam masa krisis. Saya sangat salut beliau bisa bertahan dalam keadaan seperti itu.”

Rahang Tuan Whitmore terlihat mengeras.

Tatapannya bertemu dengan dokter itu. Sebuah tatapan penuh penyesalan. Karena detik berikutnya dokter kembali melanjutkan ucapannya. Kali ini dengan suara yang jauh lebih pelan.

“Saya sangat berat mengatakan hal ini. Tapi, Anda harus bersiap untuk kemungkinan terburuk, Tuan.”

Kalimat itu membuat dada Tuan Whitmore seperti diremas.

“Jika pendarahan kembali terjadi saat persalinan…” Dokter memberi jeda dalam ucapannya lama. Dia menarik napas berat, “...besar kemungkinan kami tidak akan mampu menyelamatkan keduanya.”

Suasana ruangan kembali diliputi keheningan.

Tak ada seorang pun yang berani membuka suara setelah mendengar ucapan dokter itu.

Tuan Whitmore masih berdiri di tengah ruangan. Diam, membisu.

Di atas ranjang, Lady Agatha yang sejak tadi memejamkan matanya perlahan membuka. Wajahnya pucat nyaris tak berwarna, itu karena banyaknya pendarahan yang dialaminya.

Napasnya terdengar berat. Jarinya dingin menggenggam perutnya lembut.

“Christian.”

Suara lirih itu membuat Tuan Whitmore dan dokter menoleh bersamaan.

Tuan Whitmore langsung menghampiri istrinya.

 “Agatha…” Tuan Whitmore menggenggam tangan istrinya.

“Aku sudah mendengarnya, Chris,” ucap Lady Agatha lirih. “Kalau itu benar-benar terjadi,” Ia berhenti sejenak, mengumpulkan tenaga untuk melanjutkan ucapannya. “Kau harus menyelamatkan bayi kita.”

“Tidak.”

Jawaban Tuan Whitmore meluncur tanpa ragu.

“Tidak, Agatha. Aku tidak akan membiarkan itu terjadi.”

Lady Agatha mengusap punggung tangan suaminya dengan ibu jari yang gemetar.

“Kau harus melakukannya.”

“Tidak.”

“Christian.”

“Tidak!” suara Tuan Whitmore meninggi untuk pertama kalinya. Matanya berkilat merah, rahangnya mengeras seolah menahan gejolak yang berusaha ia sembunyikan.

“Jangan pernah memintaku memilih antara dirimu dan anak kita.”

Air mata menggenang di pelupuk mata Lady Agatha. Lady Agatha sangat mengerti kalau itu adalah pilihan tersulit bagi suaminya.

Lady Agatha sangat tahu betapa besarnya cinta Christian kepadanya. Tapi, meminta seorang ibu untuk merelakan bayi yang sudah dia kandung selama ini. Itu mustahil.

“Anak ini belum pernah melihat dunia, Christian.”

“Tapi aku tidak sanggup hidup di dunia ini tanpa dirimu, Agatha.”

Keheningan kembali menyelimuti ruangan.

Lady Agatha menundukkan pandangannya ke arah perut yang membuncit. Tangannya bergerak lembut mengusapnya seolah sedang membelai lembut bayinya yang bersemayam di dalam rahim.

Bibirnya melengkung ke atas. Senyumnya yang dulu ceria terlihat begitu lemah, dan itu melukai Christian dari dalam.

“Sejak aku merasakan detak jantungnya untuk pertama kali…” bisik Lady Agatha lirih, kemudian menatap suaminya dengan mata sendu. “Aku sudah sangat bahagia, Christian.”

Ia kembali mengusap perutnya, air matanya membasahi pipinya yang putih. “Jika memang Tuhan hanya mengizinkan satu dari kami bertahan… aku mohon, biarkan anak kita yang hidup.”

Tuan Whitmore menggeleng kuat-kuat.

“Cukup. Jangan katakan lagi.”

“Aku mohon, Christ.”

“Agatha, aku tidak bisa—”

“Berjanjilah padaku, Christian. Kau akan selalu memilih bayi kita.”

Tuan Whitmore memejamkan mata. Dadanya naik turun menahan sesak. Ia tak sanggup mengucapkan janji itu.

Baginya, tidak ada kehidupan yang sanggup dijalani tanpa kehadiran wanita yang paling dicintainya.

Dan, benar saja.

Hari persalinan akhirnya tiba.

Malam itu, saat tangis pertama Elowen terdengar. Lady Agatha justru mengalami pendarahan yang luar biasa hebat.

Dokter dan para pelayan telah mengerahkan segala upaya mereka untuk menyelamatkan istri Christian Whitmore.

Lady Agatha menggenggam tangan suaminya di detik-detik terakhir. Dia membisikkan sesuatu ke telinga Christian. “Aku mencintaimu, Christian. Jangan menyalahkan dirimu sendiri, dan jaga anak-anak kita. Berjanjilah, kau akan menyayangi mereka dengan adil.”

Detik berikutnya, wanita itu memejamkan matanya tanpa menunggu jawaban dari Christian.

Rasanya dunia Christian runtuh malam itu. Sejak hari itu, setiap kali Tuan Whitmore memandang Elowen.

Dia tidak hanya melihat putri bungsunya, melainkan bayangan kehilangan wanita yang paling dicintainya.

Luka kehilangan itu menjelma menjadi dinding pemisah antara dirinya dengan Elowen.

Bahkan ketika Elowen berusia delapan tahun dan mengalami kecelakaan hingga merenggut suaranya. Saat Elowen sangat membutuhkan kehadiran Christian. Dia menolaknya.

Christian tidak hadir untuk melindunginya, dia membiarkan Elowen kecil sendirian menghadapi nasib buruknya.

***

1
Yeni Fitriani
penasaran 80 000 pound itu . maksudnya poundsterling kah...?
klo di rupiah kan setara dgn berapa kah...?

auto lsg tanta mbh gogle
farchahcha: Iya best 80rb pound maksudnya poundsterling ya.
total 2 replies
this that PINK VENOM
.
jaka purnomo agung
Penulisan nya sangat rapi, tanda baca juga pas sehingga saya lebih mudah memahami cerita...
you're amazing writer
farchahcha: Thank you best, I really appreciate it. So, enjoy reading the story 🦋
total 1 replies
Emi Sudiarni
lanjut kak
Emi Sudiarni
benar2 nenek lampir putri lydia
Emi Sudiarni
apa lucien suka elowen
Emi Sudiarni
menarik diawal cerita
farchahcha: Enjoy reading best 🦋
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!