NovelToon NovelToon
HEART'S OWNER

HEART'S OWNER

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Diam-Diam Cinta / Balas Dendam
Popularitas:6.9k
Nilai: 5
Nama Author: poppy susan

Mempunyai Mama yang tidak menyayanginya dan dikhianati oleh sang kekasih disaat lagi sayang-sayangnya membuat Belva memilih menjauh dan hidup sendiri tanpa cinta dari siapa pun.

Siapa sangka, Belva menjadi owner skincare sukses dan kaya raya. Disaat kehidupan Belva sudah sangat sempurna, Belva dipertemukan dengan seorang Tentara yang begitu sangat menyebalkan dan selalu membuat Belva darah tinggi.

Akankah Belva kembali menemukan cintanya? Adakah orang yang benar-benar tulus ditengah-tengah kondisi Belva yang sedang dilanda krisis kepercayaan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon poppy susan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 22 Persiapan Ulang Tahun B-Glow

Pagi ini Mario juga akan mendatangi cabang kedai kopi miliknya. Tidak disangka jika kedai kopi milik Mario bersebelahan dengan toko skincare milik Belva. Mario menghentikan mobilnya dan terkejut dengan toko skincare yang besar itu.

“Loh, ini ‘kan toko skincare B-Glow. Toko yang sangat ingin didatangi oleh Tissa,” gumam Mario.

“Pasti Tissa akan bahagia jika tahu toko skincare yang dia sukai berada tepat di samping kedai kopi milik aku,” sambungnya lagi.

Mario masuk ke dalam kedai miliknya, dan Yuri sampai di toko skincare milik Belva. “Kok aku seperti melihat orang yang aku kenal, tapi siapa?” batin Yuri yang tadi sempat melihat punggung Mario.

Yuri sempat terdiam sejenak, tapi dia tidak mau berpikir lagi dan memilih masuk ke toko. Belva harus cepat sembuh karena dua hari lagi B-Glow akan melaksanakan hari jadi yang pertama. Belva akan mengadakan promosi besar-besaran nanti sebagai ucapan syukur karena penjualan produknya melebihi target.

“Gina, apa untuk acara ultah B-Glow sudah kamu siapkan?” tanya Belva lemah.

“Sudah saya perintahkan anak-anak gudang dan toko juga Mbak, mereka sudah siap-siap bahkan untuk live bareng Brand Ambasador B-Glow juga sudah disiapkan,” sahut Gina.

“Livenya di rumah ini saja gak jadi di kantor B-Glow, soalnya kedatangan brand ambasador B-Glow sudah bocor takutnya brand ambasador kita tidak nyaman,” ucap Belva.

“Baik, Mbak,” sahut Gina.

Sementara itu, Mario menghubungi Tissa dan memberitahukan jika toko B-Glow yang ingin Tissa datangi tempatnya berada bersebelahan dengan kedai kopi Mario. Tentu saja Tissa sangat bahagia dan ingin cepat datang ke Bandung. 📞”Kak, aku ingin ke Bandung, dua hari lagi B-Glow mau ulang tahun dan bakalan promo habis-habisan,” rengek Tissa.

📞”Tapi ‘kan besok juga aku pulang, Yang. Mana aku bakalan pulang sama Papa lagi,” sahut Mario.

📞”Ih, nyebelin banget kamu. Ya, sudahlah kakak memang gak sayang sama aku,” kesal Tissa.

Seketika Tissa memutuskan sambungan teleponnya. Mario hanya bisa mengusap wajahnya kasar, Tissa semakin kesini semakin manja dan semua keinginan dia harus dipenuhi. Mario jadi ragu untuk memperkenalkan Tissa kepada Papa dan Abangnya karena keduanya sangat tidak suka dengan anak manja.

“Bagaimana ini? Masa aku harus batalkan pulang ke Jakarta, mana Papa sudah bilang mau bareng ke Jakarta lagi,” gumam Mario bingung.

Menjelang sore, Belva sedang sibuk menyiapkan ruangan khusus live untuk penyambutan Aktris Korea yang saat ini menjadi Brand Ambasador produk milik Belva. Rumah Belva memang luas, bahkan tempat live pun sangat luas. “Mbak, lebih baik Mbak Belva istirahat saja, persiapan biar kita yang atur,” seru Ratih.

“Iya, Mbak. Mbak Belva ‘kan sedang sakit,” tumpal Gina.

“Gak apa-apa, pokoknya aku ingin sempurna karena tamu yang akan datang ke rumah ini bukan tamu sembarangan. Kalian juga jangan lupa, lusa pesan berbagai macam makanan khas Indonesia. Kita harus buat dia nyaman dan berkesan karena sudah datang ke sini, soalnya dia hanya dua jam saja,” sahut Belva.

“Mbak Belva! Bakso-bakso!” teriak Arif.

Abi kebetulan sore itu sedang mencuci mobil miliknya dan dia baru saja pulang dinas. Abi menoleh saat mendengar teriakan tukang Bakso. Tidak lama kemudian, Belva pun keluar dari rumah membuat Arif tersenyum bahagia.

“Apaan sih Lu, teriak-teriak? Berisik tahu,” kesal Belva.

“Mbak Belva yang cantik, mau beli Bakso gak?” seru Arif cengengesan.

Belva mendelikan matanya lalu melihat gerobak bakso milik Arif yang terlihat masih banyak itu. “Gua tahu maksud Lu, Rif. Lu mau gua borong bakso Lu lagi ‘kan?” tebak Belva.

“Seratus buat Mbak Belva,” sahut Arif masih dengan cengengesan.

Abi mengintip dari balik mobilnya. Tiba-tiba senyuman kecil terlihat di wajah tampan Abi melihat Belva dan Arif. Bagi Abi, interaksi Belva dan tukang bakso itu terlihat lucu.

“Gua lagi gak mau makan bakso,” seru Belva.

“Mbak jangan gitu dong, cuaca lagi mendung enak loh kalau makan bakso,” bujuk Arif.

“Ah, Lu mah memang ingin diborong lagi baksonya makanya datang ke sini,” ledek Belva.

“Mbak, aku sudah keliling tapi pembelinya sepi sedangkan dagangan aku masih banyak dan harus setoran juga kalau dagangan aku masih banyak, aku nombok dong. Makanya jalan terakhir aku ya, nyamperin Mbak Belva,” ucap Arif sedih.

“Lu mah tahu kelemahan Gua, jurus Lu selalu jual kesedihan,” ledek Belva.

Arif menggaruk kepalanya yang tidak gatal sembari nyengir. Tiba-tiba, Abi terjatuh karena dia kesandung ember yang berisi air membuat Belva dan Arif langsung menoleh. “Mas, mau beli bakso?” tawar Arif.

Wajah Abi memerah menahan malu karena jatuh tepat di hadapan Belva. “Hai, Pak Tentara mau bakso gak? Ditawarin bukannya jawab malah diam aja,” sinis Belva.

“Enggak,” ketus Abi.

“Gratis kok, kalau mau,” ucap Belva.

“Gak gratis pun aku gak mau beli bakso, aku sudah kenyang,” sahut Abi.

Abi pun bergegas masuk ke dalam rumah dengan kaki terpincang-pincang karena tersandung ember lumayan keras. “Idih, gengsian,” seru Belva.

“Bagaimana, Mbak?” tanya Arif.

“Ya, sudah Gua borong lagi,” sahut Belva.

“Asyik, terima kasih Mbak Belva yang cantiknya mengalahkan bidadari di surga,” puji Arif.

“Lebay, Lu. Sudah sana bagikan baksonya,” sahut Belva.

Arif dengan semangat memukul mangkuk menggunakan sendok. Arif berteriak bakso gratis, dan benar saja seketika orang-orang keluar kala mendengar kata gratis. “Hadeuhhhh....tinggal boleh di komplek elit, tapi tetap saja suka makan gratisan,” batin Belva.

Belva duduk di kursi yang ada di teras rumahnya dengan wajah yang pucat. “Mbak Belva serius gak mau dibuatin bakso?” tanya Arif.

“Enggak Rif, Gua lagi gak nafsu makan,” sahut Belva lemah.

“Mbak Belva sakit ya? Wajahnya pucat begitu?” tanya Arif lagi.

“Iya, sedikit,” sahut Belva.

Dalam waktu sekejap, bakso Arif pun habis. Belva menyuruh Arif untuk mendekat dan memberikan uangnya kepada Arif. “Terima kasih ya, Mbak. Semoga Mbak cepat sembuh dan rezekinya mengalir deras seperti air sungai yang terkena banjir,” ucap Arif.

“Yaelah, Lu ada-ada aja sih Rif. Aamiin, Gua aminin do'a Lu,” sahut Belva.

Belva bangkit dari duduknya. “Gua masuk dulu Rif, kepala Gua pusing,” ucap Belva.

“Siap, istirahat yang banyak Mbak.”

Arif kembali ke gerobaknya dan sangat bersyukur karena lagi-lagi Belva sudah menolongnya. Semenjak saat itu, Arif menjadi kenal dan dekat dengan Belva. Bahkan Arif sudah tidak segan-segan lagi kepada Belva karena Belva memang orangnya sangat welcome.

Abi penasaran, dia pun keluar dan menghampiri Arif. “Bang, sini sebentar,” seru Abi.

“Ada apa, Mas? Baksonya sudah habis,” sahut Arif.

“Enggak, aku gak mau beli bakso aku hanya ingin tanya sama Abang,” seru Abi.

“Mau tanya apa?” tanya Arif.

“Wanita tadi itu pekerjaannya apa? Kok, Abangnya minta diborong sama dia?” tanya Abi.

“Oh, maksud Mas, Mbak Belva? Dia kalau gak salah owner kecantikan gitu Mas. Mbak Belva itu orangnya sangat baik dan dermawan sekali. Pokoknya Mbak Belva itu wanita yang sangat sempurna, sudah cantik, baik pula,” sahut Arif.

Arif mengeluarkan ponsel Android jadulnya lalu memperlihatkan sesuatu kepada Abi. “Nah, ini akun media sosial Mbak Belva, tapi kalau live bukan Mbak Belva tapi temannya,” ucap Arif.

“Oh...terima kasih Bang,” ucap Abi.

“Sama-sama, Mas.”

Arif segera mendorong gerobaknya dan pulang.

1
☠ᵏᵋᶜᶟ Қiᷠnꙷaͣŋͥ❁︎⃞⃟ʂ⍣⃝𝑴𝒊𝒔𝒔
ya elah mokondo ..Cemen amat maen nya culik2an
yaniSuryani
wah udah mulai main culik culikan nih,,,,
Abi...iya pasti Abi bisa selamtin Belva
Riasusi
double update kk poppy lanjut 👍😘😘😍
ꪶꫝNOVI HI
belva dalam bahaya
Naysila mom's arga
semoga abi nolongin belva kasihan bgt dia
yaniSuryani
ih...Abi sama Belva tuh vibes nya kaya Kyara dan mas Al gak sih,,, rumahnya saling berhadap-hadapan,,, terus sama² abdi negara yg melindungi cewek kesayangan 🤭🤭
yaniSuryani
tuh mulut rem blong banget ya marMarimar,,,, lihat aja nanti Belva bakalan jauh lebih bahagia hidup sama abangmu 😂
yaniSuryani
si mario otaknya masih belum sampe dikasih kode² kaya gituan,,, tetep aja oon 🤣🤣
yaniSuryani
bahaya nih si Bondan pasti bakalan nekat sama Belva
yaniSuryani
utung sekarang ada mas Abi yg bakalan lindungi Belva
yaniSuryani
uhuuuuuyyyyy kebongkar semuanya 🤣🤣🤣
yaniSuryani
ya pulang naik taxi lagi lah gimana sih,,,,, udah mah datang gak di undang pulang minta di anterin lagi 👻
yaniSuryani
ih kebangeten oonnya Mak Venny 🤭
yaniSuryani
emang beda ya orang yg otaknya waras sama yg goblok 🤭🤭🤭🤭
yaniSuryani
puas banget akuuuuu🤣🤣🤣🤣🤣🤣
yaniSuryani
ini si Tissa kapan kebongkarnya sih udah gak sabar akuuuu🤣🤣🤣
yaniSuryani
sering² aja kerjasama kaya gini,,, siapa tau jadi cinlok kan ya🤭
yaniSuryani
ketawain si Mario aja terus aku 🤣🤣🤣
yaniSuryani
udah lah Tissa mau segimanapun kamu tetep jauh dibawah Belva 🙄
yaniSuryani
nasib si Mario gimana ya,,, sekarang aja udah mulai ragu sama si Tissa 🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!