NovelToon NovelToon
PERNIKAHAN YANG YANG HARUS KUBAYAR MAHAL

PERNIKAHAN YANG YANG HARUS KUBAYAR MAHAL

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas dendam pengganti / Dikelilingi wanita cantik / Nikah Kontrak
Popularitas:2.2k
Nilai: 5
Nama Author: Sindya

Dalam sekejap identitas pribadinya diganti oleh kekasih suaminya. Ia dituduh melakukan berbagai kejahatan.


Kejahatan apa yang dituduhkan oleh kekasih suaminya hingga dirinya harus menebus kejahatan itu dibalik jeruji besi? apakah Kiara mampu melepaskan jeratan permainan orang-orang hebat yang menghancurkan hidupnya dalam sekejap? apakah ada yang bisa membantunya untuk melewati semua ujian hidupnya itu? ikuti cerita gadis cantik nan jenius bernama Kiara...!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sindya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

22. Billy

Kiara tidak bisa mengabaikan panggilan dari Billy. Ia sedikit menjauh dan mulai menjawab salam dari kekasihnya itu.

"Hai Kiara...!"

"Hallo tuan...!" Kiara berusaha bicara natural pada Billy walaupun masih terdengar dipaksakan.

"Kamu terdengar sedih. Apakah ada masalah?" tanya Billy penasaran.

"Tidak. Aku hanya masih lelah setelah menempuh perjalanan jauh," Kiara berusaha bohong namun CEO sekaligus mantan mafia itu tidak bisa dibohongi.

"Aku tidak akan bicara banyak jika kamu tidak mau jujur padaku. Katakan...! ada apa denganmu, hmm?" desak Billy.

"Aku akan menceritakan masalahku tapi aku ingin tahu apa yang ingin kamu sampaikan padaku tuan Billy?" tanya Kiara.

"Baiklah. Aku sudah mualaf di salah satu masjid besar di sini. Tapi, imam itu memintaku melakukan khitan agar sholat ku sah. Itu terdengar sangat gila Kiara," ucap Billy.

Jika tidak ingat saat ini dirinya sedang dihadapkan pada dilema rasanya Kiara ingin ngakak karena ucapan Billy terdengar kekanak-kanakan.

"Bukankah kamu bilang sudah biasa menghadapi kematian dengan beberapa peluru menembus ototmu? kenapa hanya khitan kamu sangat ketakutan. Katanya sih rasanya seperti digigit semut. Itu kecil buatmu bukan," Kiara mencoba menghibur kekasihnya itu.

"Benarkah? kamu tidak sedang menipuku bukan?" tanya Billy kesal.

"Tidak. Bahkan di negaraku beberapa anak lelaki usia satu atau dua tahun sudah melakukan khitan karena suatu hal dan mereka tumbuh dewasa dan menikah," ucap Kiara menguatkan hati Billy.

"Baiklah. Aku akan mencoba melakukannya. Tolong doakan aku ya Kiara karena ini mengenai masa depan keturunan kita nanti. Pabriknya harus bisa menghasilkan produksi premium," canda Billy.

Kiara terlihat malu mendengar analogi yang dipaparkan Billy namun ia sedangkan membayangkan hal gila yang akan dilewati mereka saat sudah sah menjadi suami istri. Namun kilasan harapan itu pupus seketika saat mengingat permintaan kakek Hilman.

"Sekarang giliranmu Kiara. Kamu sepertinya tidak semangat mendengar kabar baik dariku. Katakan, ada apa sayang? boleh aku memanggilmu dengan kata sayang. Itu terdengar sangat romantis dan kuharap kamu juga melakukan hal yang sama agar kamu tidak lagi memanggilku dengan sebutan tuan. Aku ingin hubungan kita lebih dekat dan santai, sayang," pinta Billy.

Kiara menarik nafas berat. Ia tidak lagi bisa menyembunyikan kegundahan yang sejak tadi menghantam sanubari nya dan hampir membuatnya kehilangan kewarasan. Ia akhirnya menceritakan perdebatannya dengan keluarga mantan suaminya dan terakhir adalah permintaan kakek Hilman. Billy yang mendengarkan itu sangat syok. Ia tidak menyangka langkahnya untuk merebut Kiara menjadi miliknya kini harus dikembalikan pada pemilik pertama.

"Apa jawabanmu Kiara? apakah kamu ingin membalas budi dengan mengorbankan kebahagiaanmu, hmm? kamu ingin masuk lagi ke dalam perangkap pernikahan yang baru saja kamu lepaskan hanya karena takut dikejar rasa bersalah atas nyawa orang lain? kamu ingin menggadaikan kebahagiaanmu demi hidup seseorang? jawab Kiara...!" bentak Billy yang sudah hilang kendali.

"Maafkan aku Billy. Aku tidak mau terjadi sesuatu pada kakeknya Evert. Mereka sudah sangat baik padaku dan bundaku. Aku akan kembali lagi pada...-" ucapan Kiara terhenti manakala Billy sudah memutuskan obrolan mereka secara sepihak.

"Hallo Billy...Hallo sayang...!" panggil Kiara terlihat panik. Ia berusaha menelepon balik Billy namun nomor itu sedang sibuk. Padahal Billy sudah membanting ponselnya karena kesal.

"Kenapa Kiara....?! kenapa kamu jadi wanita terlalu baik...?! itulah sebabnya mereka memanfaatkan kamu karena mereka tahu hatimu terlalu lembut untuk menolak keinginan mereka," Billy teriak sendirian sambil meratapi nasib cintanya.

Marco yang hendak masuk ke ruang kerjanya Billy tertegun melihat keadaan disekitar ruang kerja tuannya tampak berantakan.

"Ada apa tuan?" tanya Billy hati-hati.

"Kiara. Kiara akan rujuk lagi dengan mantan suaminya," jawab Billy yang tampak rapuh layaknya seorang pria biasa yang lagi patah hati.

"Kenapa bisa begitu? kenapa nona Kiara mudah kembali ke pria yang sudah merusak hidupnya?" tanya Marco prihatin.

"Entahlah. Aku tidak tahu kenapa perempuan itu begitu lemah dibalik kejeniusannya," sesal Billy.

"Lalu tuan diam saja menerima takdir tidak adil ini menimpa tuan? kenapa tidak mengejarnya lalu menculiknya. Jangan buat diri kalian menyesal karena menyerah pada kebahagiaan orang lain...! perjuangan dia tuan. Dia layak mendapatkan kebahagiaan bersama tuan," nasehat Billy memberi semangat.

"Bagaimana kalau Kiara menolak. Dia selalu memegang prinsipnya. Aku takut membuatnya makin menderita, Marco," ucap Billy.

"Terus tuan mau menyerah begitu? sayang sekali sikap tuan ini. Wanita seperti nona Kiara edisinya terbatas tuan. Jika pun ada tunggu satu abad lagi untuk mendapatkan edisi yang sama," ucapan Marco terlihat serius walaupun terdengar kocak.

Billy tidak menghiraukan ucapan sahabatnya itu. Dia segera mengenakan jasnya lalu keluar dari ruang kerjanya.

"Tuan mau ke mana?"tanya Marco yang langsung mengejar langkah tuannya.

"Ke masjid. Aku ingin bertemu dengan imam masjid yang kemarin memualafkan aku. Dia mengatakan setiap permasalahan pasti ada solusinya dengan cara kita sholat. Meminta pertolongan Allah jauh lebih baik daripada meratapi nasib seperti orang bodoh," ucap Billy mengutip ucapan imam masjid.

"Apakah tuan yakin dengan janji orang itu? bisa jadi dia hanya menghibur tuan saja," bantah Marco.

Keduanya sudah berada di dalam mobil yang langsung meninggalkan perusahaan itu.

"Itu bukan kata imam," ucap Billy.

"Lalu kata siapa?" tanya Marco bingung.

"Kata Allah melalui kitab suci Alqur'an. Setiap ucapan imam atau ulama merujuk pada dalil yang sah. Mereka tidak sembarangan bicara," ucap Billy.

"Lalu tuan percaya begitu saja dengan perkataan itu?" tanya Marco lagi.

"Karena janji Allah adalah benar walaupun solusi yang didapatkan harus melalui proses. Asalkan kita yakin semuanya akan baik-baik saja. Ada baiknya kamu belajar juga tentang agama islam dengan begitu kamu tidak terus kepo padaku. Menyebalkan...!" semprot Billy.

Marco hanya bisa mendesah sambil memainkan setir mobil untuk lebih cepat menuju masjid.

"Dari manusia berengsek dan keras kepala sekarang berubah menjadi pria alim hanya karena cinta seorang wanita. Dasar aneh...!Apakah cinta seindah itu?" batin Marco tenggelam dengan pikirannya sendiri.

Sementara itu Evert yang enggan pulang ke rumah kakeknya memilih untuk menghabiskan waktunya bersama wanita di club malam. Bahkan ia terus saja menyesap wine itu setiap kali wanita cantik dihadapannya menuangkan minum untuknya.

"Tuan, anda sudah mabuk. Sebaiknya kita ke hotel yuk...!" ajak wanita itu sambil memainkan dada bidang Evert.

Evert tersenyum sinis menatap wajah wanita dihadapannya. " Aku mulai bosan dengan tubuh bekas yang dijamah oleh pria lain. Aku hanya butuh istriku. Aku bahkan belum merasakan malam pengantin kami. Cintaku baru terasa setelah kami berpisah. Aku sangat bodoh...bodoh.., " Evert memukul-mukul kepalanya sendiri sambil sesekali bertahak.

Bunyi ponsel miliknya terus menerus berdering dan di layar itu nama neneknya sedang memanggilnya. Evert segera mengangkat ponselnya.

"Hallo nenekku sayang. Aku tidak mau menemui suamimu sebelum dia merubah ketentuan....-"

"Hai bocah tidak berguna. Di otakmu hanya uang dan wanita. Kalau kamu ingin menguasai perusahaan itu maka persiapkan dirimu untuk rujuk lagi dengan Kiara. Kiara sudah setuju kembali kepadamu. Sekarang kamu ke rumah sakit atau hakmu akan dicabut olehku," ancam nenek Sarah.

"Apa...? Kiara mau rujuk nek...?" tanya Evert dengan wajah berbinar.

1
🌸UmmiMasPutro🌸
bagus deh g jadi nikah🤭
Adi Sudiro
manusia egois udah pada bau tanah bukan nya sadar malah tambah edan
🌸UmmiMasPutro🌸
yg salah cucu kakek seandainya dya g ada amanda mgkn kiara bs jadi istri yg sholeha bkn cm nikah kontrak
🌸UmmiMasPutro🌸
bagus kiara batalin aja
Irul Nurjanah
lanjut
🌸UmmiMasPutro🌸
waduh harus cepet di tangani kiara jgn sampe parah
🌸UmmiMasPutro🌸
sering di ajak ngomong kiara, Annabelle syg sm. kamu, insyAllah cpt sadar
🌸UmmiMasPutro🌸
waduh billy semangat ya kiara percaya Allah SWT
🌸UmmiMasPutro🌸
syukur alhamdulillah masih ada yg mU percaya kiara
🌸UmmiMasPutro🌸
kiara lengah, sampe sampe passport di ganti dya g tau,
🌸UmmiMasPutro🌸
curiga yg dihamil manda bukan anak evan
🌸UmmiMasPutro🌸
nama kakeknya amran tp lupa nama istrinya thor🤭
sampe punya anak dan cucu dan alat alat canggihnya yg bs menghilang dll.
🌸UmmiMasPutro🌸: sama sama kakak author, tetep semangat ya menulisnya 🙏
total 4 replies
🌸UmmiMasPutro🌸
curiga nanti paman Annabelle yg bantu kiara
🌸UmmiMasPutro🌸
cerita sebagus ini nggak ada yang baca.
aq penggemar author dari cerita nenek amina lupa namanya🤭
vitrienoor99
kapok kamu evert, diperjanjikan ga akan menyentuh Kiara tapi syarat dari kakek Hilman harus ada cicit dulu sebelum warisan jatuh ke evert🤣🤣
vitrienoor99
lanjutkan kk
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!