NovelToon NovelToon
Istri Setelah Cerai Menjadi Or Terkaya

Istri Setelah Cerai Menjadi Or Terkaya

Status: tamat
Genre:Perubahan Hidup / Berubah manjadi cantik / Identitas Tersembunyi / Penyesalan Suami / Tamat
Popularitas:229.3k
Nilai: 5
Nama Author: Elara Chandrakanta

"Setelah tiga tahun pernikahan, Dewi akhirnya sadar kalau dirinya tak lebih dari sekedar bank darah berjalan untuk Lina, wanita yang dijaga Rizky. Apapun keluhannya, semua Rizky tutup dengan uang. Hingga Dewi berpikir, 'Kalau begitu apa bedanya diriku dengan seorang pelacur? Sama-sama dibayar hanya berbeda pada apa yang ditawarkan.'

Akhirnya kata cerai keluar dari mulut Dewi dan saat itu juga, ia pergi tanpa menoleh. Namun, keduanya ditakdirkan untuk bertemu lagi, tapi kali ini dengan situasi yang berbeda.

Dewi sebagai pewaris Keluarga Konglomerat Wijaya yang jauh lebih berkuasa dari keluarga Rizky, menuntut balas Lina dan Rizky yang dulu menekannya!"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elara Chandrakanta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 22

Dewi menatap layar ponselnya tanpa berkedip. Jari-jarinya bergerak cepat, memastikan setiap detail dari konten yang ia unggah sudah tepat sasaran. Akun baru yang ia daftarkan beberapa jam lalu masih terlihat kosong dari luar, tetapi isi di dalamnya seperti bom waktu yang siap meledak. Ia menekan tombol “unggah” tanpa ragu.

Beberapa detik berlalu dalam keheningan. Lalu notifikasi pertama muncul.

Satu komentar. Dua. Sepuluh.

Dalam hitungan menit, angka itu melonjak tak terkendali. Seorang pengguna dengan ratusan ribu pengikut membagikan ulang postingan tersebut. Lalu disusul akun besar lainnya. Konten Dewi menyebar seperti api yang menemukan angin kencang.

Ia tidak tersenyum, hanya mengamati.

Video yang ia unggah bukan sekadar potongan kejadian, melainkan rangkaian bukti yang disusun rapi. Versi asli, potongan yang dimanipulasi, dan perbandingan frame demi frame yang menunjukkan bagaimana kebenaran dipelintir. Tidak ada ruang untuk bantahan yang samar. Semua disajikan secara langsung.

Komentar publik mulai berubah arah.

“Ini jelas manipulasi.”

“Joko keterlaluan.”

“Kasihan Dewi, selama ini difitnah.”

Nama Dewi yang sebelumnya menjadi bahan cemoohan perlahan berubah menjadi simbol korban yang melawan. Sementara itu, nama Joko mulai tenggelam dalam gelombang kritik yang semakin keras.

Jumlah pengikut akun baru Dewi melonjak drastis. Dari nol menjadi puluhan ribu dalam waktu singkat, lalu terus naik tanpa tanda melambat. Netizen yang sebelumnya diam kini ikut berburu informasi. Latar belakang Joko digali habis-habisan.

Foto-foto lama, riwayat pekerjaan, hubungan keluarga—semuanya diseret ke permukaan. Tidak ada celah bagi Joko untuk bersembunyi.

Dewi mematikan layar ponselnya. Ia tidak perlu melihat lebih jauh. Arah permainan sudah jelas.

Di sisi lain kota, Joko berdiri di depan gedung kantor Rizky dengan wajah pucat. Kemeja yang ia kenakan kusut, rambutnya berantakan, dan langkahnya tidak lagi secepat biasanya. Ia mendorong pintu masuk dengan tergesa, melewati resepsionis tanpa memperhatikan sapaan.

Ia langsung menuju lift, menekan tombol lantai atas berulang kali seolah itu bisa membuatnya lebih cepat sampai.

Pintu lift terbuka. Joko keluar dengan napas berat dan berjalan menuju kantor Rizky tanpa berhenti. Ia bahkan tidak mengetuk saat membuka pintu.

Rizky yang sedang berdiri di dekat meja rapat menoleh dengan alis terangkat.

“Masuk tanpa izin?” katanya datar.

Joko tidak menjawab. Ia langsung berjalan mendekat, lalu tiba-tiba duduk di kursi dengan lemas. Tangannya gemetar, dan sebelum ia bisa menahan, air matanya jatuh.

“Aku hancur, Rik…” suaranya pecah.

Rizky tidak bergerak dari tempatnya. Ia hanya menatap Joko dengan ekspresi yang sulit ditebak.

“Dewi… dia balik menyerang. Semua orang sekarang memihak dia,” lanjut Joko, napasnya terputus-putus. “Aku dihujat habis-habisan. Di rumah juga kacau. Istriku… dia minta cerai.”

Ia menunduk, kedua tangannya menutupi wajah.

“Semua ini gara-gara video itu! Paparazzi sialan itu, mereka mengeditnya untuk menipu aku! Mereka bilang itu akan membuat Dewi jatuh, tapi malah jadi seperti ini!”

Rizky berjalan perlahan mendekat, lalu bersandar di tepi meja, menyilangkan tangan.

“Kau benar-benar tidak melihat masalahnya di mana?” tanyanya.

Joko mengangkat kepala, matanya merah.

“Aku hanya menjalankan rencana. Aku tidak tahu mereka akan mengedit seperti itu…”

“Rencana siapa?” potong Rizky.

Joko terdiam sejenak. Ia menggertakkan gigi sebelum akhirnya berkata pelan, “Sari yang menyuruhku. Dia bilang ini cara paling cepat untuk menjatuhkan Dewi.”

Rizky tersenyum tipis, bukan karena senang, melainkan seperti seseorang yang sudah menduga jawabannya.

“Dan kau langsung melakukannya,” katanya. “Tanpa pikir panjang.”

“Aku tidak punya pilihan!”

“Tidak punya pilihan?” Rizky mengulang dengan nada ringan. “Kau punya banyak pilihan. Salah satunya adalah tidak menyerang orang lain.”

Joko mengepalkan tangan.

“Aku datang ke sini untuk minta bantuan, bukan dihakimi,” katanya dengan suara rendah.

Rizky mengangguk pelan, lalu melangkah mendekat hingga berdiri tepat di depan Joko.

“Baik. Kalau begitu aku akan langsung ke intinya,” katanya. “Aku tidak akan membantumu.”

Joko terdiam, seolah tidak percaya dengan apa yang ia dengar.

“Apa?”

“Kau dengar dengan jelas,” jawab Rizky. “Kau sendiri yang merancang perundungan daring terhadap Dewi. Sekarang kau terkena serangan balik. Itu konsekuensi.”

“Rik, aku—”

“Jangan minta simpati dariku,” potong Rizky. “Kalau kau ingin menyelesaikan masalah ini, pergi temui orang yang kau ganggu. Bukan lari ke sini.”

Joko berdiri dengan cepat.

“Kau benar-benar akan membiarkan aku seperti ini?”

Rizky menatapnya tanpa emosi.

“Aku tidak melakukan apa-apa. Kau sendiri yang membawa dirimu ke posisi ini.”

Ruangan menjadi sunyi.

Joko ingin mengatakan sesuatu, tetapi tidak ada kata yang keluar. Ia hanya menatap Rizky beberapa detik sebelum akhirnya menunduk.

Rizky melirik jam tangannya.

“Aku ada rapat,” katanya singkat, lalu berjalan keluar ruangan tanpa menunggu jawaban.

Pintu tertutup.

Joko berdiri sendirian.

Ia menghela napas panjang, lalu berjalan keluar dengan langkah yang lebih berat dari saat ia datang.

Sore hari, Joko duduk di dalam mobilnya, memandangi layar ponsel yang terus dipenuhi notifikasi. Setiap kali ia membuka aplikasi, yang muncul hanyalah komentar negatif.

“Pembohong.”

“Cari sensasi murahan.”

“Harusnya minta maaf!”

Ia menutup mata sejenak, mencoba menenangkan diri.

Namun pikiran lain muncul.

Dedi dari Wijaya Entertainment.

Nama itu muncul di hampir setiap pembahasan tentang Dewi. Banyak yang menyebut bahwa Dewi mendapat dukungan dari pihak besar. Itu berarti siapa pun yang mencoba melawan akan berhadapan dengan kekuatan yang jauh lebih besar.

Joko menggenggam ponselnya lebih erat.

Ia tahu, dalam situasi seperti ini, tidak ada yang akan berani membantunya. Bahkan jika ada yang mau, mereka akan berpikir dua kali setelah melihat siapa yang berdiri di belakang Dewi.

Lebih buruk lagi, ia menerima pesan dari keluarganya.

Kakeknya marah besar.

Ancaman untuk mengusirnya dari rumah bukan lagi sekadar kata-kata.

Joko membuka kembali aplikasi media sosialnya. Ia menatap akun pribadinya yang memiliki lebih dari delapan ratus ribu pengikut. Selama ini, angka itu adalah kebanggaannya.

Sekarang, angka itu terasa seperti beban.

Ia tahu apa yang harus dilakukan.

Namun tangannya tidak langsung bergerak.

Harga dirinya menahannya.

Ia tidak ingin mengaku kalah. Tidak ingin tunduk pada Dewi.

Tetapi realitas di depannya tidak memberi pilihan lain.

Jika ia terus bertahan, semuanya akan semakin buruk.

Joko menghela napas panjang, lalu mulai mengetik.

Kata demi kata muncul di layar.

Permintaan maaf.

Pengakuan kesalahan.

Pengakuan bahwa ia telah kalah.

Ia membaca ulang tulisannya beberapa kali, memastikan tidak ada celah yang bisa disalahartikan. Lalu, dengan satu gerakan cepat, ia menekan tombol “unggah”.

Postingan itu langsung mendapat perhatian.

Komentar berdatangan dengan cepat.

Namun kali ini, Joko tidak membacanya.

Ia meletakkan ponselnya di kursi sebelah dan menyandarkan kepala ke belakang.

Untuk pertama kalinya, ia merasa benar-benar kehabisan tenaga.

Di kantor Grup Wijaya, suasana berbeda.

Dewi sedang duduk di mejanya, memeriksa laporan ketika pintu kantornya terbuka tanpa peringatan.

Maya masuk dengan langkah ringan, ponsel di tangannya.

“Kau sudah lihat ini?” katanya sambil tertawa kecil.

Dewi mengangkat kepala.

Maya mendekat dan meletakkan ponselnya di atas meja, menampilkan postingan terbaru Joko.

“Kurang dari dua jam,” katanya. “Dia sudah menyerah.”

Dewi membaca sekilas isi permintaan maaf itu.

Ekspresinya tetap tenang.

“Cepat juga,” katanya singkat.

Maya bersandar di meja, masih tersenyum.

“Aku kira dia akan bertahan lebih lama. Ternyata tidak ada nyali sama sekali.”

Dewi tidak langsung menjawab. Ia menutup file di depannya, lalu memindahkan ponsel Maya sedikit ke samping.

“Orang seperti dia tidak pernah benar-benar siap menghadapi konsekuensi,” katanya. “Mereka hanya berani saat merasa punya keunggulan.”

Maya mengangguk.

“Sekarang?” tanyanya.

Dewi berdiri dari kursinya.

“Sekarang kita lanjutkan pekerjaan,” jawabnya. “Ini baru awal.”

Maya tersenyum, lalu mengambil kembali ponselnya.

Di luar ruangan, aktivitas kantor tetap berjalan seperti biasa. Namun di dunia luar, satu babak telah berakhir.

Dan Dewi tahu, babak berikutnya sudah menunggu.

1
Zheevanya Putri
bingung am alur cerita ny udah gitu Dewi ny gak tegas..
Punkpunk 234
kerreenn.. guyur aja Deekk.. se kali² mandi red wine tuu c sarijem 😆😆
syska
ᴄᴇʀɪᴛᴀ ʏᴀɴɢ ʙᴇɴᴀʀ ʙᴇɴᴀʀ ʙᴇᴅᴀ ᴅʀ sᴇᴍᴜᴀ ᴄᴇʀɪᴛᴀ ʏɢ ᴀᴋᴜ ʙᴀᴄᴀ....
ᴋᴇʀᴇɴ ᴀʙɪs ᴄᴇʀɪᴛᴀɴʏᴀ....
syska
ᴄᴏᴏʟ ᴅᴇᴡɪ.... 😍😍😍
Jetva
Dracin sih biasaaaa...byk omong...
Jetva
🤣🤣🤣..kamu cari mati Siti..🤣🤣🤣
Fitrian
gue bilang lo rina 🖕🖕🖕🖕🖕🖕🖕🤮🤮
Fitrian
ciiiiiiiiihhhhhhhh itu kan gara-gara lo bego maya, dasar teman sinting 🖕
Ds Phone
darah dibayar darah lah hutang mesti dilunas kan
Ds Phone
dia jadi terlalu tegas
Ds Phone
ada muslihat muking
Ds Phone
kuasa dia lagi kuat rupa nya
Ds Phone
apa yang meraka rebut kan
Fitrian
cuuuuhhhhhhh dasar otak kodok 🤮🤮🤮🤮🖕
Fitrian
ba biiiii🐽🐽🐽🐽🐽🐽🔪🔪🖕🖕
Heriyani Lawi
sdh bercerai dari Arif? maksudnya apa?!!
Kirana Mahestri
ni tu cerita apa sih, tes nya panjang cuman kata katanya itu itu terus kaya diulang, alurnya mandek bikin jenuh
Fitrian
ciiiiiiiiihhhhhhhh bego, lo di bilang naik sebagai wakil karena naik ranjang kaka kandung lo💦💦💦💦💦💦💦🖕
Partini Minok Nur Maesa
pdhl rizky jg sering merendahkan dewi🤭
Partini Minok Nur Maesa
aku bingung arif itu sebenarnya siapanya dewi klp kkak kok panggilnya arif gx pake kak ato bang
Punkpunk 234: kirain cuma aku doang yg bingung.. ternyata ada temen yg sama bingung nya..🤭🤭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!