NovelToon NovelToon
Story Of Love

Story Of Love

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Crazy Rich/Konglomerat / Penyesalan Suami
Popularitas:18.5k
Nilai: 5
Nama Author: Greytha

Zeya Aurelie mencintai Dewangga Lintang Geraldo selama empat tahun, dua tahun penuh kebahagiaan, dan dua tahun berikutnya dipenuhi jarak yang tak kasat mata. Sejak kematian sahabat Dewangga, kehadiran Selina Amoura sebagai tanggung jawab yang harus ia lindungi perlahan menggeser posisi Zeya sebagai prioritas di hidupnya.

Hingga pada hari yang seharusnya menjadi awal bahagia mereka, justru menjadi hari paling kelam dalam hidup Zeya. Di saat ia kehilangan kedua orang tuanya secara tragis, Dewangga tak pernah datang, lebih memilih berada di sisi wanita lain. Hancur dan kecewa, Zeya memilih pergi, membawa luka, dan sebuah kehidupan yang berada didalam rahimnya.

Kini, ketika penyesalan akhirnya menyadarkan Dewangga, semuanya sudah terlambat. Ini adalah kisah tentang cinta yang dikhianati, tentang kehilangan, dan tentang perjuangan seorang pria untuk mendapatkan kembali wanita, serta anak, yang hampir ia kehilangan selamanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Greytha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 22

"Mas, aku mau nanya soal yang Mas bilang tadi."

Linda langsung memperbaiki posisi duduknya. Tubuhnya kini menghadap penuh ke arah Dewangga, wajahnya terlihat serius sekaligus penasaran.

"Yang mana?" tanya balik Dewangga pelan.

Linda langsung memutar bola mata jengah.

"Gini nih kalau yang di otak cuma Zeya," gerutunya kesal.

"Itu loh, yang tentang Selin-Selin itu," lanjutnya sambil menunjuk asal ke arah Dewangga.

Dewangga akhirnya mengerti arah pembicaraan Linda.

"Oh…" jawabnya singkat dan cuek.

Bukannya mendapat jawaban, Linda malah makin kesal.

Dengan refleks ia mengambil bantal kecil di sofa lalu melemparkannya ke arah Dewangga.

"Nyebelin banget sih jadi orang!"

Dewangga langsung menangkap bantal itu dengan cepat sebelum mengenai wajahnya.

"Sabar, Dek. Nanti Mas Dewangga jelasin," ucapnya santai.

Ucapan Dewangga barusan justru membuat Linda semakin jengah.

Ia langsung membuang muka sambil mendecih pelan.

"Nyebelin banget sih jadi kakak. Orang udah kepo juga malah dinanti-nanti."

Melihat adiknya mulai kesal sendiri, Dewangga akhirnya menghela napas kecil.

Ia berdiri dari sofa tempatnya duduk lalu berjalan mendekat ke arah Linda. Setelah itu ia duduk di sampingnya, tubuhnya sedikit bersandar ke belakang dengan wajah yang mulai terlihat serius.

"Iya-iya, Mas jelasin."

Linda langsung menoleh cepat dengan mata berbinar penasaran.

Dewangga terdiam beberapa detik sebelum mulai bercerita. Tatapannya kosong ke depan, kepalanya langsung kembali mengingat kejadian yang masih membekas jelas di kepalanya.

"Jadi waktu itu Mas sama suaminya Selin lagi lihat proyek pembangunan," ucap Dewangga pelan.

"Kita cuma mau cek progresnya udah sejauh mana. Waktu itu semua aman, proyek juga jalan lancar tanpa kendala."

Linda mendengarkan dengan fokus tanpa menyela.

"Terus habis itu kita mau istirahat sambil cari makan."

Dewangga menarik napas pelan sebelum melanjutkan.

"Pas lagi nyebrang jalan, tiba-tiba ada mobil ngebut."

Rahangnya perlahan mengeras.

"Waktu itu posisi Mas ada di depan. Hampir ketabrak."

Suaranya mulai melemah.

"Suami Selin yang waktu itu ikut sama Mas langsung narik Mas, dan dia sendiri yang akhirnya tertabrak yang menyebabkan nyawanya tidak tertolong pada saat itu."

Linda langsung membeku.

Matanya sedikit membesar, sementara tangannya refleks menutup mulut karena kaget.

Ia tidak menyangka kejadian sebenarnya akan seburuk itu.

"Tapi, Mas kok nggak pernah cerita?" tanyanya pelan setelah beberapa detik diam.

Dewangga hanya tersenyum tipis hambar.

"Mas cuma nggak mau kalian khawatir," jawabnya lirih.

"Lalu Selin?" tanya Linda lagi hati-hati.

"Dia istrinya," jawab Dewangga.

"Mereka baru aja nikah, terus kejadian itu terjadi."

Nada suaranya terdengar penuh rasa bersalah.

Linda menatap kakaknya cukup lama. Kini ia mulai mengerti kenapa Dewangga merasa begitu terikat dengan rasa tanggung jawab itu.

"Tapi kenapa dia ikut sama Mas terus?" tanya Linda lagi.

"Harusnya kan Mas tinggal kasih kompensasi ke keluarga mereka. Ya, meskipun itu nggak bakal bisa sebanding dengan nyawa suaminya Selin, tapi paling nggak itu bukti tanggung jawab dan rasa terima kasih kita."

Linda berhenti sebentar sebelum melanjutkan dengan nada lebih serius.

"Nggak perlu sampai ngikutin Mas ke mana-mana dan jadi alasan hancurnya hubungan Mas sama Zeya."

Kalimat itu membuat Dewangga langsung terdiam.

Tatapannya perlahan turun, sementara jemarinya saling bertaut pelan di atas lututnya.

...----------------...

"Mas juga nggak tahu" jawab Dewangga pelan.

Ia menyandarkan tubuhnya ke sofa, wajahnya terlihat lelah saat kembali mengingat semua kejadian yang selama ini terus menghantuinya.

"Tapi setelah kejadian itu, Mas udah ngasih kompensasi besar, baik ke Selin maupun ke orang tua teman Mas."

Linda masih diam mendengarkan.

"Awalnya dia bilang cuma mau hidup di kota, memulai kehidupan baru buat ngelupain suaminya," lanjut Dewangga dengan suara berat.

"Tapi makin lama, dia terus bergantung sama Mas. Dan kalau Mas nolak, dia bakal ngungkit semua kejadian waktu itu."

Nada suaranya terdengar frustrasi, seolah dirinya sendiri juga lelah dengan situasi yang tidak pernah selesai.

"Tapi dia tahu kan kalau Mas udah punya calon istri?" tanya Linda kesal.

Dewangga hanya diam.

Tidak ada jawaban.

Dan itu justru membuat Linda makin jengah.

"Oke…" Linda menatap Dewangga serius. Ekspresi wajahnya berubah lebih tegang dari sebelumnya.

"Ini semua benar-benar membingungkan buat aku. Dan jujur aja, aku juga nggak punya saran paling baik buat Mas sekarang."

Kalimat itu membuat Dewangga menunduk lagi.

Tatapannya kosong ke lantai, sementara bahunya turun lemah.Bahkan ia mulai merasa dirinya benar-benar kehilangan arah.

Linda yang melihat kondisi kakaknya mulai merasa iba.

Bagaimanapun juga, ini pertama kalinya ia melihat Dewangga terlihat sehancur ini.

Wajahnya kusut, matanya lelah, dan ekspresinya seperti orang yang sudah terlalu lama memendam penyesalan sendirian.

Linda menghela napas pelan sebelum akhirnya kembali membuka suara.

"Mas" panggilnya lebih lembut.

Dewangga yang sejak tadi menunduk langsung mengangkat kepalanya dan menatap Linda.

"Aku nggak tahu ini bakal ngebantu atau nggak," ucap Linda hati-hati,

"tapi aku punya seseorang yang mungkin bisa bantu Mas buat cari solusi dari masalah mas saat ini."

Tatapan Dewangga yang tadi redup perlahan berubah lebih hidup.

"Siapa?" tanyanya cepat, penuh harap.

"Cika," jawab Linda singkat.

Dewangga langsung mengernyit ragu.

"Cika yang… itu?" tanyanya memastikan.

"Iya, Cika yang itu," jawab Linda sambil mengangguk mantap.

"Asal Mas tahu aja, Cika itu udah kayak petunjuk jalan buat aku sama Zeya. Semua masalah selalu bisa diselesain kalau ada dia."

Nada suara Linda yang terdengar penuh keyakinan membuat Dewangga juga semakin bersemangat mendengarkannya.

"Bahkan yang bikin Zeya masih bisa bertahan hidup sampai sekarang itu juga karena Cika."

Dewangga langsung diam mendengarnya.

"Aku yakin dia punya cara buat nyelesain masalah Mas ini," lanjut Linda lagi.

"Apalagi Cika memang orang yang bawa Mas sampai ke sini. Pasti dia juga bakal bantu Mas buat bersatu lagi sama Zeya."

Semakin lama mendengar ucapan Linda, mata Dewangga perlahan kembali memiliki harapan.

Tanpa pikir panjang, ia langsung berdiri dari sofa.

Linda yang melihat itu langsung mengerutkan kening bingung.

"Mas mau ke mana?" tanyanya cepat sambil menarik tangan Dewangga agar duduk lagi.

"Mau cari Cika"jawab Dewangga

Linda langsung mendecih kesal.

"Jangan ngaco deh. Mas boleh ketemu Cika, tapi bukan sekarang," ucapnya tegas.

Namun Dewangga tetap terlihat tidak sabaran.

"Kenapa?" tanya Dewangga bingung.

Linda langsung menepuk jidatnya sendiri frustrasi melihat tingkah kakaknya.

"Ya karena Mas baru aja bikin keributan di rumah Zeya!" balasnya jengah.

"Sekarang pasti Zeya masih terguncang. Dan di saat kayak gini, kehadiran Cika di samping Zeya itu yang paling penting."

Dewangga langsung terdiam lagi.

Sementara Linda menghela napas panjang sebelum akhirnya berdiri dari sofa.

"Aku capek. Mau istirahat dulu."

Setelah mengatakan itu, Linda langsung berjalan meninggalkan ruang tamu untuk mencari kamar kosong.

Meninggalkan Dewangga sendirian di ruang tamu yang kembali sunyi… bersama pikirannya yang sekali lagi dipenuhi penyesalan dan harapan yang bercampur jadi satu.

1
Bagong
KLO nuntut dino kahin SDH pasti bukan wanita baik baik ,,,,gitu aja kok g mikir,,,,,wanita yg mencintai almarhum suaminya akan sulit Nerima kehadiran pria baru ato mungkin TDK akan bisa,,,,,lah ini hitungan hari bulan SDH terobsesi sama pria lain nuntut alasan hutang nyawa bener an dia cinta sama almarhum ato dia diam diam suka sama temen almarhum selama ini benernya,,,,,ato jg jg kecelakaan ini dia yg buat skenarionya supaya dpt menjerat sang teman suami
Bagong
pret,,,,,ntar amanatnya mau bundir za di kawinini
Bagong
bukan g punya kesempatan tp pria yg membuang waktu dan kesempatan demi ngurusin wanita lain,,,,itu namanya apa namanya g cinta
Bagong
Halah laki labil buat apa bertahan disisinya KLO hanya utk menyaksikan sang lelaki yg selalu memprioritaskan wanita lain,,,g ada wanita yg mau oon,,,,seharusnya senang dong bisa bebas jalanin amanat,,,,,amanat yg salah alamat anak kecil aja tahu dasarnya aja laki Maruk merasa dibutuhkan byk wanita,,,,,
falea sezi
😒 tuh liat akibat lu belain janda kegatelan🤣
Mommy tulipp
Smga Mama baik2 saja ya Zea
Mommy tulipp
Kok tega tinggalkan Zeya
falea sezi
🤣🤣 laki bloon
Anonim
semangat author
Pingky-Puzzle
Haii readers, ketemu lagi sama author, gimana ada yang kangen ngak sama author? atau kangen sama Zeya dan Dewangga?, jangan lupa like and comment yahh, supaya author makin semangat updatenya 😍🤏
HjRosdiana Arsyam
Luar biasa
Daulat Pasaribu
alhamdulillah zeyanya uda pergi dari kehidupan dewangga
Daulat Pasaribu
aku bilang mampooss kau dewangga....cowok bodoh nyia nyia kan cewek yg uda setia dan tulus sama mu kau buang
Daulat Pasaribu
ini lah cowok paling bodoh,tolol,paok sedunia....bisa-bisanya lebih memilih nenek lampir dari pada ceweknya sendiri yg uda 4 tahun bersama
Daulat Pasaribu
suka sama persahabatn mereka saling mendukung😍
Daulat Pasaribu
sampai depresi gitu si zeya.memang kelewatan si dewangga
Daulat Pasaribu
loh kok cepat kali hamilnya thor.bukannya mereka baru ya ngelakuiinya
fanny tedjo pramono
semangat update ditunggu guys
fanny tedjo pramono
mampir baca guys
Pingky-Puzzle
soalnya author rencana mau konsisten nulis, dan namatin cerita ini, tapi agak ragu, menurut kalian gimana?
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!