Satu juta kisah di tempat kerja antara bawahan dan atasan.
Intan yang bekerja di perusahaan swasta WMT.GRUP yang di kelola oleh keluarga wimarta berharap menjadi bagian keluarga nya dan menyandang nama wimarta, apakah bisa?
Namun saat bekerja tiba-tiba kejadian yang mengharuskan mereka menikah terjadi? siapa mereka? dan kenapa? yuk baca
Jangan lupa mampir ke Instagram ku
@diah.ifro dan ruangg.rindu
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DiahIfro, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 21
Rama masih duduk santai di kursi ruang tamu rumah intan sambil menonton televisi, kakinya diangkat ke meja yang ada dihadapannya. ia di suguhi teh dan biskuit di atas meja.
"Pegal sekali leherku" ucap rama menoleh ke kanan kiri berusaha menggerakkan lehernya supaya rasa pegalnya hilang
Tak lama intan datang setelah mandi dengan pakaian yang cukup seksi menurut rama.ia sampai menelan salivanya
Intan memakai celana legging panjang yang membuat kaki pendek nya sangat membentuk lekuk kaki dengan jelas walau tertutup, dan menggunakan baju merah sepinggang berlengan pendek
"Sopan sekali kakimu" teriak intan menendang kaki rama cukup keras, hingga kaki nya jatuh dari atas meja
"Hih, baru saja aku memujinya seksi" maki rama dalam hatinya
"Kenapa kau menatapku begitu?" tanya intan kesal
"Karena aku ingin sekali mematahkan kakimu, agar tak menendang orang sembarang" jawab ketus rama
"Ini rumahku, maka terserah ku!!! sebaiknya kau cepat pulang!!"
"Aku disuruh membawa kalian ke rumah ku malam ini"
"Apa? untuk apa?"
"Tak tau ayah yang menyuruhku"
"Nak rama gak mau mandi disini?" tanya ibu yang muncul dari luar bersama bapak dan ambar, mereka habis dari sebuah agen
"Enggak usah bu, dirumah saja" jawab rama
Ibu pun pergi ke dapur, sedangkan bapak pergi ke kamar mandi dan ambar pergi bermain
"Manis sekali mulutmu ya pak?" ketus intan sambil melempar sebuah bantal tepat di wajah rama
"Intan!!!" teriak rama menatap tajam intan
"Apa?" intan berkacak pinggang
"Hihh dasar ayam kate!!!"
"Dari pada kau gorila, auo uoooo" balas intan sambil memukul-mukul dadanya berusaha seperti gorila yang membuat rama mengeram kesal dan mengepalkan tangannya
"Babay gorila" teriak intan sambil melambaikan tangannya masuk ke dalam kamar
"bruk" Rama menendang meja dengan keras hingga kakinya terasa perih yang berada didalam sepatu
Ibu yang dari dapur segera lari ke ruang tamu dan begitu pun intan , ia kembali membuka pintu kamar nya yang baru saja ditutup karena suara keras
"Suara apa itu?" tanya ibu
Rama sedang membungkuk mengelus kakinya dengan wajah meringis
Intan yang mengetahui bahwa pasti rama telah menendang meja karena meja pun bergeser dari tempatnya segera tertawa terbahak-bahak sedangkan ibu hanya menahan tawa "Apa sakit nak rama kakinya?" tanya ibu
"Enggak bu" jawab rama segera berdiri sambil menahan rasa sakitnya
"Suara apa itu? bapak dengar ada benda jatuh" ucap bapak sambil berlari dengan handuk yang berada dipinggang. membuat intan kembali tertawa dengan puas
"Siyalan ayam kate!! menertawakan ku" ucap ketus rama dalam hatinya
"Sudah pak cepat masuk kamar" suruh ibu agar bapak pergi mengenakan pakaian
Ibu pun kembali ke dapur dan bapak pun masuk ke dalam kamar sedangkan intan masih terbahak-bahak sampai ia duduk dilantai
"Wah wah bahagia ya kamu?" tanya rama ketus menghampiri intan dengan kaki yang pincang
"Sebaiknya kamu periksa kakimu, kamu sampai menggeser meja kayu itu jauh dari tempatnya" ucap intan menepuk nepuk pundak rama
"Aku baik-baik saja, gak sakit" jawab rama sambil menghentak-hentakan kakinya ke lantai
"Iya iya aku tau kamu kuat" jawab intan sambil tertawa masuk ke dalam kamarnya lagi
"Aww" rama kembali mengelus kakinya dan kembali ke kursi
Kantor WMT GRUP
Semuanya sibuk membaca undangan pernikahan intan dan rama yang cukup mengejutkan
"Kira-kira neng intan masih bekerja atau enggak ya?" tanya pak agus sambil berdiri menyenderkan tubuhnya di mesin fotocopy yang besar
"Kemungkinan besar berhenti kali pak, dia kan bakal jadi istri seorang kasubbag. tak perlu bekerja pun uang nya pasti sudah banyak" jawab bu ratna
"Iya juga, kalau saya jadi intan saya mau ongkang-ongkang kaki aja. duit ngalir terus" saut bu azwa
"Aduh ibu-ibu ini, intan pasti kerja lah. dia kan bukan orang yang pemalas" ucap ragil sambil tersenyum lebar
"Maksud kamu saya pemalas gitu?" tanya ibu azwa sambil berkacak pinggang di meja kerja nya
"Saya gak bilang gitu ya bu" jawab ragil membela diri
"Eh eh...fifi punya usul" ucap fifi berdiri dari duduknya
"Usul apa?" tanya bu ratna
"Gimana kalo kita beli baju seragam buat ke pernikahan intan?"
"Wah bagus tuh, saya setuju" jawab pak agus
"Setuju" teriak ragil sambil tersenyum lebar
"Tapi baju nya beli dimana?" tanya bu azwa
"Urusan kita, ya gil" jawab fifi menepuk pundak Ragil yang dibalas senyuman dan anggukan
"Kalau begitu gini aja, kalian berdua cari baju nya yang cocok nanti foto besok kasih tau ke kita" usul lagi bu ratna
"Nah benar, nanti baru kita kasih uang nya" saut bu azwa
Yang dijawab anggukkan oleh semuanya termasuk ragil dan fifi
"Lagi pada ngapain?" tanya pak gilang tiba-tiba setelah membuka pintu kaca ruangnya nya
Ia melihat para pegawai sedang berdiri dan tak bekerja
"Eh pak" ucap pak agus langsung duduk kembali dikursi ya
"Lagi, ngomongin pernikahan pak rama sama intan pak" jawab bu ratna santai
"Ohh begitu, kalau bisa ngomongin nya setelah jam kantor selesai" ucap pak gilang kembali masuk kedalam
"Fifi liat, orang cuek begitu kau menyukainya?" tanya ragil sambil menggeleng gelengkan kepalanya
"Cuek-cuek begitu tetap ganteng" jawab fifi ketus
"Ganteng? aku juga ganteng, kenapa kamu gak suka aku?" tanya ragil membusungkan dadanya
"Ihhh naj*s" jawab ketus fifi sambil menoleh kearah ragil
"Hahaha, awas aja kamu kalo suka padaku" terkekeh ragil menggoda fifi
"Nanti sore kita ke rumah intan ya"
"Iya, pake motor aku aja"
"Iya, nanti aku suruh supir jangan jemput"
"Okeh"
Sore hari
Rama dan bapak sedang duduk di teras rumah sambil mengobrol dan menikmati kopi buatan ibu
"Intan" teriak bapak
"Ada apa pak?" tanya intan keluar
"Kamu temenin nak rama dulu, bapak mau ke rumah pak rt sebentar, mau ngomongin pernikahan kalian. gak enak kalo gak ngomong langsung"
"Iya" jawab intan duduk di kursi sebelah rama
Intan melirik lirik ke arah layar handphone rama yang sedang menonton anime
"Kenapa?" tanya rama menatap intan yang sedang kedapatan menatap layar telepon nya
"Aku cuma penasaran aja" jawab intan kembali memalingkan wajahnya
"Akh... yang bener?" goda rama sambil menyentuh lengan bagian atas intan
"Apaan si!!!" ketus intan sambil melangkahkan kakinya hendak masuk ke dalam rumah
"Intan" teriak fifi yang baru datang dengan motor bersama ragil
"Fifi?"
Fifi berlari memeluk sahabatnya itu "Kenapa kamu gak bilang kalo pernikahan kamu itu sebentar lagi?"
"Aku aja gak tau kalo bakal secepet ini" jawab intan sambil menggandeng tangan fifi menghampiri ragil yang duduk dikursi dekat warung
tadi nya gue suka ma gilang karna dia tu kalm pndiem eh2 trnyata dibalik itu smua dia tu heh..😡😡😡 sudah mnghancurkan masadepan seorang wanita mantan nya rama pula tuh😠😠
smangat truss thott💪💪💪👍👍👍🥰🥰🥰
gak bagus thor ...ngajarin gak bener ini.