NovelToon NovelToon
Jurang Kehampaan Raja Iblis

Jurang Kehampaan Raja Iblis

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Sihir / Action
Popularitas:954
Nilai: 5
Nama Author: Nvrisensei_

"Apakah kegelapan selalu melahirkan kejahatan?"

Di dunia tempat para dewa menulis takdir dan setiap kehidupan telah ditentukan sejak lahir, seorang raja bangkit dari jurang yang paling gelap.

Mereka menyebutnya Raja Iblis. Musuh menyebutnya bencana. Namun, di balik semua itu, ia hanya menginginkan satu hal—kebebasan.

Saat kebenaran yang selama ini disembunyikan mulai terungkap, perang bukan lagi sekadar pertarungan antara cahaya dan kegelapan, melainkan benturan antara mereka yang tunduk pada takdir... dan mereka yang berani mematahkannya.

Ketika seluruh dunia memusuhinya, apakah ia benar-benar iblis... atau justru satu-satunya yang berani menentang kebohongan?


Penyesuaian tanda baca :
Tanda "teks" itu dialog antar karakter
Tanda [teks] karakter sedang berbicara sendiri/dalam hati yaitu Monolog


Catatan : Pada Novel ini tidak ada statistik untuk darah, mana, exp, dll

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nvrisensei_, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Di Bawah Cahaya Lilin yang Palsu

Memasuki istana, aula yang sangat megah

Meja dan makanan hampir memenuhi ruangan

Wielona berjalan mengikuti Vinoel, yang padahal di dalam diri Wielona sangat jijik dengan hal itu

Rasanya dia ingin menghancurkan lengan yang memegang tangannya itu

Menuju seorang pria tua, tetapi tetap bugar walaupun perawakannya sudah tua

"lihat disini, kita kedatangan siapa...."

"terimakasih telah datang tuan Vinoel...."

Berjabat tangan dengan Vinoel, melirik sedikit kearah Wielona

Saat itu Wielona menutup matanya, hanya mengangguk saat disapa pria tua itu

"lalu tuan Vinoel, wanita cantik ini siapa..?"

Vinoel tertawa, menjawab pertanyaan nya

"tuan Darian bisa saja..."

"ini kenalan ku...."

Menunjuk Wielona dengan cara elegan bangsawannya

Sedikit menunduk, Wielona memperkenalkan dirinya

"perkenalkan, namaku Keilea Beponhe.."

"tuan...?"

Pria tua itu yang lupa memperkenalkan dirinya, tertawa

"Darian Velemorth"

"panggil saja Darian..."

Mengintip, membuka sedikit salah satu matanya

"ah ya, maaf"

"senang bertemu denganmu, tuan Darian..."

Di dalam sangat berbeda, Wielona yang tampak tenang

Didalamnya dia sangat ingin membunuh mereka

Dirinya tak sudi untuk melakukan hal itu, tapi tidak ada cara lain demi memanfaatkan pria bodoh itu

"lalu, silahkan kalian nikmati jamuan nya sebelum acara utamanya dimulai"

Sedikit menyapa dan mereka berjalan menjauhi Darian

"tuan Vinoel, ada yang ingin aku bicarakan..."

Padahal baru beberapa langkah, Vinoel sudah dipanggil kembali oleh nya

"Keilea, silahkan nikmati... "

"aku ada urusan sebentar... "

Berjalan bersama Darian menjauhi keramaian, mereka naik tangga ke lantai atas

Wielona melambaikan tangan nya

Meninggalkan Wielona sendirian, setelah tak terlihat oleh Vinoel

Weilona mengeram, membakar sedikit debu dari sampah yang memegang telapak tangannya

"ini menjijikan!!!"

Saat dirinya melihat sekitar, ada seorang wanita yang memandanginya, yang bersandar di dinding

Saat Weilona menyadarinya

Wanita itu menatap mata Weilona sebentar, lalu pergi meninggalkan ruangan itu

"wanita itu"

Saat Weilona ingin mengejar wanita yang menatapnya, lampu mulai padam

Langkahnya terhenti saat itu juga

Mulai menyala kembali tapi hanya bersinar remang - remang, menyorot seorang pria yang terlihat lebih dewasa dari Vinoel

Memegang gelas yang berisi Wine, dirinya menyapa para tamu undangan

"wahai tamu ku sekalian"

"terimakasih sudah datang"

"walaupun tidak mewah, tetapi ini hal yang mendadak"

"mohon maaf atas ketidaknyamanannya"

Perkataan nya, membuat suasana yang mendukung dirinya

"aku akan membahas topik utamanya langsung"

Berjalan menuruni tangga

"Saat ini, tepat kemarin..."

"sebuah gerbang sihir muncul..."

"ada makhluk rendahan yang mau mencoba menjajah dunia kita"

"jadi kita harus melakukan apa...?"

Menanyakan pada tamu undangan, tentu para tamu undangan bersorak untuk berperang karna harga diri mereka

"ya betul, tidak mungkin kita akan tinggal diam"

"jadi kita akan melakukan penyerangan"

"tapi...."

"karna dewi kita yang terlalu lembut"

"itu tidak akan menghasilkan apapun.."

"jadi, aku membutuhkan dukungan kalian semua..."

"dengan dukungan kalian semua, tidak mungkin dewi itu akan menyakiti penduduk dunianya sendiri"

"kita akan melakukan penyerangan dua hari lagi..."

"tolong siapkan pasukan kalian, bersiaplah di dekat gerbang sihir itu"

"Dengan nama Velemorth, dengan nama Coven...."

"aku Severin Velemorth akan memberikan kemenangan untuk dunia ini....!!!"

Dengan nada yang keras memancing semangat mereka, tentu semangat sorak sorai mereka begitu besar

Mereka begitu semangat dengan ini walaupun tidak sedikit dari mereka yang menentang dan tidak setuju

Karna bangsawan yang menentang pidato Severin sangat menghormati Dewi Dunia mereka, sang Dewi yang dipuja oleh mereka tidak mungkin mereka khianati

Mereka tidak seheboh para bangsawan fanatik perang, hanya diam dalam senyap

Entah apa yang akan terjadi kedepannya

[dasar makhluk bodoh, hanya keputusan asaan yang akan menanti kalian]

[aku akan menjamin itu, bahkan kalian akan berhadapan langsung denganku]

Weilona tak begitu tertarik dengan pidato pria itu, dirinya berjalan menjauhi keramaian tak mendengarkan pidato lanjutan dari pria itu

Berjalan, sampai di persimpangan wanita tadi menunggunya....

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!