Sekilas hampir mirip dengan cerita yang sempat viral beberapa waktu lalu. Tetapi ini murni karya Author, hanya ada sedikit kemiripan alur saja.
Menceritakan tentang seorang gadis bernama Zahwa Qarira Nazhira yang mencintai pengawal pribadinya yang bernama Liam Martin Robinson. Akan tetapi, Liam justru berbuat jahat ke Zahwa hingga suatu ketika Zahwa bertemu dengan seorang pria yang ternyata mengagumi dirinya sejak dulu.
Akankah Zahwa memaaafkan Liam dan kembali mencintai Liam?
Simak ceritanya ya..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Riya Wardu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 22 Seperti Liam Kecil
Drrrttt
Drrrttt
Drrrttt
"Ma, Papa angkat telepon dulu sebentar ya.. "
Ucap pria paruh baya itu sedikit menepi ke depan sebuah toko di Mall itu untuk menerima telepon dari salah satu klien nya.
Wanita paruh baya itu mengangguk dan lalu dia berjalan masuk ke salah satu toko lainnya di dalam Mall itu. Baru beberapa langkah dia berjalan tiba-tiba..
BRUGH
Seorang anak kecil yang sedang berlari menabrak wanita paruh baya itu. Anak kecil itu terduduk di lantai lalu bangkit dan mengusap bokongnya akibat terjatuh.
"Aduh.. sakitnya.. "ringis anak kecil itu sembari masih mengusap bokongnya.
Beberapa detik kemudian dia mendongakkan kepalanya. Ternyata di depannya ada seorang wanita paruh baya yang mungkin dia tabrak tadi, lalu dia bangkit berdiri.
"Maaf Nyonya.. "ucapnya sambil mengatupkan kedua tangan di dadanya.
"Maaf Nyonya, apa Anda ada yang terluka? Nanti aku bilang ke Mommy ku jika Anda ada yang terluka.. "lanjutnya lagi berbicara ke wanita paruh baya itu.
Tidak ada jawaban dari wanita paruh baya itu. Wanita itu justru memandang dan menelisik wajah anak kecil yang ada di hadapannya.
"Liam? "Gumam wanita itu masih menatap ke arah anak kecil itu
"Nyonya.. "panggil anak kecil itu yang tidak lain adalah Gabriel
Gabriel memegang tangan wanita itu lalu sedikit menggoyang-goyangkan.
"Nyonya, apa Anda baik-baik saja? "Tanya Gabriel ke wanita itu yang ternyata adalah Mama Friska --- Mama Liam
Lamunan Mama Friska tersadar ketika Gabriel menggoyang-goyangkan tangannya.
"Saya baik-baik saja Nak.. Wajah kamu --- "ucapan Mama Friska terjeda karena ada seseorang yang menghampiri mereka
"Tuan Muda... Tuan Muda.. "panggil Beti suster Gabriel dengan nafas memburu menghampiri Gabriel.
Hosh Hosh Hosh
"Tuan Muda, jangan lari-lari dong.. Kan sus capek.. "ucapnya dengan nada masih ngos-ngosan
Gabriel hanya tersenyum nyengir ala kuda dan mengacungkan dua jarinya berbentuk V. Tadi Gabriel meminta ijin ke Mommy nya yang sedang berbelanja di supermarket memilih bahan makanan untuk membeli es krim di salah satu kedai di Mall itu bersama susternya. Tapi dia menjahili susternya dengan berlari meninggalkan susternya agar mengejar dirinya.
Karena berlari dengan kencang dia tidak sadar menabrak seseorang yang kini ada di hadapannya. Dan saat ini dia sedang meminta maaf ke wanita itu tetapi wanita itu justru terdiam melihat dirinya.
"Maaf ya sus.. "ucap Gabriel dengan nada menggemaskan yang membuat susternya luluh.
"Haish.. Wajah tampanmu itu Tuan Muda yang membuat suster jadi luluh.. Baiklah, sekarang kita ke kedai es krim yang Tuan mau tapi ingat pesan Mommy ya jangan yang rasa kacang karena Tuan Muda alergi.. "ucap suster Beti mengingatkan jika Tuan Muda nya ada alergi kacang
"Ya, padahal aku pengen banget sus yang rasa kacang.. "kelu Gabriel sambil menurunkan bahunya dengan wajah cemberut.
Tanpa Gabriel dan suster Beti sadari, ada sepasang mata yang melihat dan mendengarkan pembicaraan mereka.
"Maaf, Anda siapa ya Nyonya? "Tanya suster Beti yang melihat seorang wanita paruh baya bersama Gabriel
Suster Beti menarik lembut tangan Gabriel kemudian menggendongnya. Sesuai dengan pesan Tuan dan Nyonya nya, para pekerja di Mansion diharuskan tetap berhati-hati dan waspada dengan orang yang baru dikenal atau baru mereka temui. Bahkan dekat orang terdekat pun mereka harus tetap hati-hati dan waspada.
"Saya --- "
"Sus, tadi Riel nggak sengaja menabrak Nyonya ini.. Riel udah minta maaf tapi Nyonya ini diam, terus Riel tanya apa ada yang terluka tetap saja Nyonya ini diam tidak bicara.. "sela Gabriel dengan suara lirih nya namun bisa di dengar Mama Friska
Mendengarkan apa yang dijelaskan Tuan Muda nya, suster Beti meminta maaf ke wanita paruh baya di depan nya. Dan dengan sikap lembutnya Mama Friska menerima ucapan permintaan maaf suster Beti dan juga Gabriel.
"Kalau begitu kami permisi dulu Nyonya.. "pamit Suster Beti yang dibalasi anggukan kepala Mama Friska
Mama Friska kembali menatap Gabriel yang sedang digendong oleh suster Beti, apalagi pada saat Gabriel digendong dia melambaikan tangan ke arah Mama Friska. Yang mana membuat hati Mama Friska berdesir seperti mempunyai ikatan dengan Gabriel.
"Kenapa wajah anak itu mirip sekalian dengan Liam? Warna matanya juga mirip dengan Liam dan Papa.. Dan juga dia mempunyai alergi yang sama dengan Liam? Apa jangan-jangan selama ini Liam memiliki anak di luar sana? "
Gumam Mama Friska yang terus menatap ke arah depan hingga Gabriel hilang dari pandangannya.
"Ma.. "panggil Papa Martin yang membuyarkan lamunan Mama Friska
"Mama kenapa? Kok melamun? Mama lelah? Kalau lelah kita pulang saja ke apartemen Ma.. "
Tanya sekaligus ajak Papa Martin ke Mama Friska yang melihat gelagat aneh dari istrinya
Mama Friska menuruti ajakan Papa Martin untuk pulang ke apartemen, namun sebelumnya Mama Friska ingin membeli buah terlebih dahulu di supermarket.
Sampailah mereka di area supermarket di dalam Mall itu. Pada saat Mama Friska memilih dan mengambil salah satu buah bertepatan itu ada seorang wanita cantik yang mengambil secara bersamaan dengan Mama Friska.
"Oh, Maafkan saya Nyonya.. Silahkan.. "ucap wanita cantik ke wanita paruh baya mempersilahkan untuk mengambil buah itu
Mereka mengambil buah anggur secara bersamaan dan tanpa sengaja tangan mereka bersentuhan.
Wanita paruh baya itu memandang wanita cantik itu. Seperti mengenalnya.
"Dokter Zahwa? Anda Dokter Zahwa kan? "Tanya Mama Friska dengan mata berbinar
Zahwa mengerutkan keningnya. Kenapa di negara ini ada yang mengenali dia sebagai Dokter? Padahal profesi dokter sudah lama dia tinggalkan.
"Anda Dokter Zahwa kan? "Tanya Mama Friska lagi ke Zahwa.
Dengan tersenyum manis ke arah wanita paruh baya itu yang masih cantik di usia nya Zahwa menjawab
"Maaf Nyonya, apa Anda mengenal saya? "Tanya Zahwa ke wanita paruh baya itu
"Tentu saja.. Saya mengenal Anda, Anda adalah orang yang menyelamatkan saya dulu.. Jika Anda tidak menyelamatkan saya dan anak saya waktu itu, saya tidak tahu apa yang terjadi dengan saya dan anak saya.. "
Jawab Mama Friska dengan mata sedikit berkaca-kaca mengingat kecelakaan yang menimpa dirinya beberapa tahun yang lalu.
Melihat wanita paruh baya dengan mata sedikit berkaca-kaca, Zahwa mendekat kemudian berucap
"Maaf Nyonya, iya benar nama saya memang Zahwa.. Saya memang dulu seorang dokter, tapi sekarang saya sudah tidak menjadi dokter lagi.. "ucap Zahwa menjelaskan tentang dirinya yang sekarang
Zahwa menjelaskan jika memang dulu dia seorang dokter tapi sekarang dia sudah keluar dari rumah sakit tempat dia bekerja dulu dikarenakan dia ikut suami nya ke Jerman. Untuk dia pernah menolong Mama Friska dia mengatakan jika itu memang sudah profesi nya sebagai dokter dimana harus selalu sigap jika ada yang membutuhkan pertolongan. Kalau pun bukan karena seorang dokter atau tenaga medis, sebagai sesama manusia kita harus saling tolong menolong jika ada yang tertimpa musibah.
Betapa tersentuhnya hati Mama Friska mendengar penjelasan dari Zahwa. Mama Friska beruntung bertemu dengan seorang Zahwa, akan tetapi ada hal lain yang sedikit membuat Mama Friska kecewa. Dimana Zahwa mengatakan jika dia sekarang di Jerman mengikuti suami nya. Jadi Dokter Zahwa sudah menikah? Pupus sudah harapan dia ingin menjodohkan dengan anak semata wayang nya.
Padahal dulu dia dan suami nya mempunyai keinginan untuk menjodohkan Zahwa dengan Liam. Sekarang dia harus menelan kecewa karena Zahwa sudah menikah.
Drrrttt
Drrrttt
Drrrttt
(Ponsel Zahwa berdering)
"Hallo, Assalamu'alaikum Sayang.. "
-----
"Lagi belanja di Mall.. "
-----
"Gabriel lagi sama suster Beti ke kedai es krim.."
-----
"Iya sayang.. Wa'alaikumsalam.. "
Zahwa mengakhiri obrolan dan menutup panggilan dengan sang suami. Pemandangan itu tidak luput dari Mama Friska, sepertinya Zahwa sudah bahagia dengan anak dan suaminya.
"Mommy... "suara anak kecil memanggil dirinya
Anak kecil yang sedang digandeng susternya berjalan ke arahnya. Zahwa tersenyum ke anak kecil itu.
"Mana es krim nya? "
Tanya Zahwa ke anak kecil itu yang tidak lain Gabriel dengan mengusap lembut pucuk kepala nya
Gabriel menutup mulut dengan tangan mungilnya "Ups, Riel lupa Mommy tadi Riel makan semua es krim nya.. "
"Haish.. Jadi Mommy sama Daddy nggak dibeliin es krim? "Tanya Zahwa dengan wajah pura-pura sedih
Gabriel terkekeh melihat ekspresi Mommy nya "Enggak kok Mommy, tadi Riel sama Sus Beti udah beliin buat Mommy dan Daddy.. Tuh udah sama Sus Beti.."
Tunjuk Gabriel ke arah suster Beti yang membawa papper bag berisi es krim.
"Ya sudah, ini hampir malam kita pulang sekarang.. Daddy sudah menunggu di Mansion.. "ajak Zahwa ke Gabriel dengan menggandeng tangan mungilnya.
Sejenak Zahwa melupakan seseorang di sampingnya.
"Oh, maafkan saya Nyonya.. Saya lupa ada Anda di sini, perkenalkan ini anak saya Gabriel.. Sayang salim dulu sama teman Mommy.. "pinta Zahwa ke Gabriel untuk menyalami Mama Friska di sampingnya.
Seketika itu Gabriel menyalami Mama Friska yang disambut hangat oleh Mama Friska, setelah itu mereka saling terkekeh. Zahwa mengerutkan keningnya kenapa mereka berdua terkekeh hingga tertawa. Melihat Mommy nya bingung Gabriel mengatakan jika dia tadi sudah bertemu dengan Mama Friska, Gabriel mengatakan jika dia tadi tidak sengaja menabrak Mama Friska karena berlari menghindari kejaran suster Beti.
Zahwa yang terkejut dengan pengakuan Gabriel segera meminta maaf ke Mama Friska. Dengan senyum manisnya Mama Friska berkata tidak masalah dengan kejadian tadi toh dia tidak terluka. Mama Friska hanya berpesan ke Gabriel selalu hati-hati kalau berlari di tempat umum. Gabriel pun mengangguk mendengarkan ucapan Mama Friska.
Selang beberapa menit kemudian mereka berpamitan,namun sebelumnya Zahwa membelikan buah anggur kesukaan Gabriel.
"Apa hanya perasaan aku saja ya yang mengharap jika Gabriel itu cucuku? Dari wajahnya dan warna mata nya sama persis seperti Liam pada saat kecil.. Dan dari makanan yang disukai bahkan alergi nya pun sama.. Ya Tuhan, apa karna aku sangat menginginkan Liam menikah dan mempunyai anak jadi aku berpikir jauh seperti ini.. "
Monolog Mama Friska dalam hati setelah Zahwa dan Gabriel meninggalkan dirinya di supermarket itu.
Yang tidak mereka sadari ada sepasang mata dan telinga yang melihat dan mendengar interaksi mereka.
zahwa diperlukan kurang baik, jgn kelihatan lemah zahwa tunjukan kpd kedua orgtua sangat kuat dan tanggung....