Tulisan di karya ini masih acak-acakan ya kak. ini karya pertama saya masih belum tahu antara puebi dll
kehidupan itu bagaikan impian, semuanya butuh perjuangan, kesedihan, penderitaan, keahagiaan semua sudah ada yg mengatur,
kita hidup harus mempunyai prinsip, jika prinsip sudah tidak ada, kegundahan akan menyelimuti, takdirku tak seberuntung mereka , kebhgiannku, masa masa bermainku,semuanya sudah di ramapas dan menghilang bersama kejadian yang menimpa org tuaku,
jika aku bisa memilih, aku akan memilih agar tidak di lahirkan ke dunia ini, tapi aku lercaya, di setiap penderitaan pasti akan ada kebahagiaan,
aku yakin roda akan berputar pada nasibku, saat ini hanya bersabar dan ikhlas yang aku terapkan
aku akan berusaha dan akan selalu berdoa
agar cahaya itu datang di kehidupanku
kepercayaan, adalah kekuatan yg sebenernya, aku percaya ini cobaan dari Tuhan, ikhlas ku menerima kenyataan
ikhlas ku menerima cobaan,
harapanku hanyalah tuhan berikan aku kesempatan
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon fiah MSI probolinggo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
hari melelahkn
Adnan pun dgn lembut memandikan Nanda, ini adlh pengalaman pertama buat Nanda ternyata jg bagi Adnan, selama berpacaran dgn Erika Adnan hanya sampai menciumnya dan tidur bersama hanya sampai pelukan, karena pengalaman pertama bikin Adnan sll menginginkan, saat menyabuni Nanda dr belakang punggung, Adnan mencium punggung Nanda bertubi-tubi, Nanda merasakan nafas Adnan terasa semakin panas, saat Adnan merasakan kegelisahan Nanda Adnan mengerti dan berkata" tenanglah mas tidak akan melakukan lg, mas ngerti km sangat lelah hari in, mas hanya ingin mencium mu dan memelukmu saja
" tapi itu akan membuat mas tersiksa, apa yg bsa Nanda lakukan supaya bisa membantu mas,"
" gak usah mari mas selesaikan,"
Adnan pun segera menyiram tubuh Nanda dgn aliran air hangat setelah itu ia menggendong Nanda keluar dari kamar mandi, Nanda memakai bajunya dan begitupun dgn adnan, saat Adnan sadar ia menoleh ke sprei ada bekas memerah di sprei ia langsung tersenyum bahagia.
"sayang mari turun, masih sakit kah...."
"masih agak mas, tp tidak apa-apa Nanda bisa jalan kok"
"bagaimana kalau kita makan di kamar saja"
"gak usah mas, itu hanya merepotkan bibi, kita kebawah saja, setelah itu mas mau kan nemenin Nanda jalan-jalan,"
"baiklah..."
" tidak usah pakek mobil"
"terus..."
"jalan kaki"
"naik sepeda motor saja, km sekarang lg susah jln, mana bisa jalan-jalan dgn keadaanmu seperti ini"
"ini kan gara- gara mas jg" (memanyunkan bibirnya)
"Iyya maafkan mas, lain kali mas akan membuat Nanda berdiri pun tak bisa, bagaimana (mendekatkan wajahnya ke wajah Nanda)
" ih, mas ni ngeri tau...." seraya melangkah kan kakinya dengan sedikit tertatih karna perih di selangkangannya, Adnan yg melihatnya tak bisa lagi menahan tawanya, ia mengikuti Nanda dr belakang melihat Nanda kesusahan berjalan, Adnan langsung menggendong dlm pelukannya mendudukkannya di meja makan
"pagi tuan.. pagi nona..."
"pagi bik" (senyum Nanda)
"bik ganti sprei di kamar" (perintah Adnan)
"tidak usah bik, biar Nanda saja nanti yg ganti,"
Nanda langsung melihat ke arah Adnan dan memberi tatapan sinis nya, Adnan yg melihatnya pura-pura tidak lihat dan berkata
"jgn dengarkan nyonya bik, lakukan apa yg saya perintah kan, sekarng nyonya lagi kurang sehat, dia kelelahan jd bibik lakukan apa yg saya perintahkan"
" baik tuan,"
bik Sumi langsung meninggalkan mrk di ruang makan dan menuju kamar adnan dan Nanda dlm hati bik sumi berkata " emangnya knp klo aku yg ganti sprei nya kok wajah non Nanda seakan-akan malu gitu, Hem....
"mas sengaja ya..."
"sengaja apa.... lanjutkan makan mu"
"malu tau mas.... di sprei kan ad bekas itunya,,,,"
tiba-tiba handphone Nanda berbunyi di melihat layar handphone nya tertera "KAKAK"
"siapa..???".
"kak bela mas .... Nanda angkat ya..."
"gk usah km lanjut makan dan habiskan setelah itu tidak apa-apa kalau km nelfon dia..."
Adnan langsung mematikan panggilan itu, Bella disana mengerti pasti Adnan yg melakukan itu, Adnan dan Nanda melanjutkan makannya sedangkan bik Sumi kaget bukan main
ini.... jgn bilang kalau in adalah darah keperawanan non nanda, pernikahan mrk sudah hampir berjalan 1 tahun masak ini darah keperawanannya non Nanda sih.... gak mungkin jg...
tanpa berfikir lagi bik Sumi mengganti sprei nya dan membersihkan kamar itu, setelah itu turun ke bawah melihat tuannya sudah tidak ad di meja makan.
tiba-tiba suara Bella terdengar nyaring di telinga Adnan,
"ehh tikus jelek ... apa yg km lakukan, knp km mematikan telfonnya Nanda hah..."
"bisa tidak kakak kalau bicara itu pelankan suaranya sedikit saja, Adnan masih belum tuli kak...."
"hemmm kemana dia..."
"dia lagi sakit..."
"sakit... sakit apa... apa yg km lakukan ke dia?? dasar pria tidak becus..."
" hei... bawel.... aku lagi buatkan km ponaan bisa-bisanya km ngatain aku nggak becus..."
"what.... km gak bercanda kan.... beneran... km sudah nyebolin gawang nya Nanda... km tidak bercanda kan... adikku yg tampan...."
" kakak, aku rasa aku ingin menjiplak kepalamu sekarang,"
"Hoy...Hoy ...Hoy... jgn emosi dong... beri tau kakak, gmn ....hah... km menyesal kan.... dah anggurin dia selma ini.... kualitasnya bagus kan jauh beda dgn si Erika itu kan..."
"makin lama omongan kakak makin aneh ya.... mana tau Adnan kualitas dia dgn Erika ini jg pertama kali Adnan melakukan... ."
" beneran.... ini pertama kali buatmu, sama Erika gak pernah...."
" kakak sama saja dgn org luar suka dengerin gosip, sudah lah aku mau nemenin istriku tersayang"
"jih.... istri tersayang awas aja klo cuma di omongan"
" bawel.... (seraya mematikan handphone nya)
Bella yg ada di jauh selalu tertawa tersenyum dgn apa yg ia dengar dr adiknya, dia sudah lega berarti hubungan mrk sudah jauh lebih baik dr sebelumnya,
"mas knp tersenyum gitu..."
" aahhhhhh... td kakak telfon katanya kita harus sering-sering melakukan seperti td malam, biar cepet ngasih kakek cicit, ngasih dia ponaan"
"apa.... mas cerita ke kak Bella masalah semalam,"
"knp toh dia juga sudah menikah"
"ini kan masalah pribadi mas... Nanda kan malu ke kak Bella..."
" knp harus malu.... km istriku..."
Adnan memeluk Nanda dan mengecup bibirnya,
"katanya mau jalan-jalan yuk sepedanya sudah di siapkan sama Alex"
"beneran mas..."
"iy ayok..."
adnan pun menarik tangan nanda ia terlihat senang, ternyata Adnan serius dgn kata-katanya membawa dia jalan-jalan.
"tuan.. apakah anda tidak membutuhkan kami..."
"tidak usah kalian kerumah bibiknya Nanda bantu dia beres-beres dan bawa dia kesini sepulangnya aku bawa Nanda kita harus cepat pulang, ada urusan mendesak di kantor"
"baiklah tuan jaga diri anda dan nona baik-baik"
"baiklah kami berangkat dulu, sayang ayok naik...."
Nanda pun naik ke atas sepeda motor dan Adnan menarik resleting jaket nya dan memakai kaca matanya, ia ttp terlihat tampan tanpa pakaian formal nya, Adnan melajukan sepeda motornya, mrk melewati perkebunan teh, saat ditengah jalan Nanda menengadahkan ke 2 tangannya merasakan angin masuk ke dlm tubuhnya, saat sampai di suatu kebun adnan menghentikan sepeda motornya dan menurunkan Nanda,
"mas liat-liat kebun dulu ya dan mau menyapa para pekerja tidak apa-apa kan...."
"malah Nanda senang mas, ini desa Nanda tapi Nanda tidak pernah jalan-jalan seperti ini dulu, padahal sangat indah pemandangan disni,"
" km pasti sangat menderita dulu, maaf mas datang terlambat,"(seraya membelai pipi Nanda)
Nanda tersenyum dan menggandeng tangan adnan mrk berjalan menelusuri kebun banyak pekerja disana yg memberi hormat pada mrk, saat Adnan melintasi mrk, Adnan berhenti dan berusaha bicara dgn para pekerja saat Adnan menyampaikan semua yg penting ia mengambil tangan Nanda dan berkata
"dia adalah istriku, pasti dr kalian banyak yg mengenal nya, dia berasal dr desa ini,"
"benarkah tuan muda... saya memang sedikit familiar dgn wajah nona muda, semoga tebakan saya in i tidak salah apakah ini Nanda...?"
Nanda tersenyum malu dan menganggukkan kepalanya
"iya dia nanda, dia istriku, dan akan menjadi satu-satunya istriku, kalian sudah banyak tau tentang kehidupannya, selanjutnya saya akan menjaganya dengan sepenuh hidup saya dan kalian menjadi saksi akan sumpahku ini,
maafkan mas ya sayang, mas datang terlambat selama ini dan membiarkanmu menderita,"
tanpa malu Adnan memeluk Nanda di depan banyak org, semua org terharu bahagia, siapa yg tidak kenal Nanda gadis muda yg pekerja keras, namun setiap hari hanya makan pukulan dr pamannya dan membuat dia jauh dr warga desa itu karena larangan dr pamannya,
BERSAMBUNG