Namaku Alisya, aku adalah seorang gadis yang cantik dan memiliki pekerjaan mapan namun aku berasal dari keluarga yang kurang mampu dan itulah yang menjadi salah satu kendala hubunganku dengan pacarku.
Perjalanan cinta yang tak mudah menurutku, karena selain terhalang oleh restu orang tua, aku dan pacarku menjalani hubungan jarak jauh atau Long Distance relationship ( LDR) itu kami jalani lantaran terikat pekerjaan kami masing-masing.
Perjalanan cinta LDR memang tak mudah..godaan selalu datang silih berganti.. aku dihadapkan beberapa pilihan lelaki terbaik di hidupku.. Hingga akhirnya aku memutuskan untuk menikah dengan lelaki yang memang tak ku cintai, bahkan jauh dari kriteria lelaki idamanku
Lantas mengapa aku harus memilihnya?
Siapakah yang memaksaku untuk memilihnya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon PavasiE, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
POV ( Arkhan)
Assalamualaikum....
Namaku Ibrahim Arkhan Al Fatih.
Aku anak pertama dari 4 bersaudara, sedari kecil aku hidup di linkungan pesantren, jadi.... bagiku tak ada yang namanya pacaran ataupun berkenalan dengan cewek seperti pada umumnya. Saat kuliah sebenarnya aku sudah pernah merasakan jatuh cinta, tapi cinta pertama ku itu kandas lantaran orang tuaku tak merestui, dan sejak saat itu aku mulai menutup hatiku untuk mencintai seseorang.
Hingga....
Aku bertemu dengan Alisya.
Alisya gadis cantik nan santun teman sekantor ku.
***********
Sejak pertama bertemu aku sudah merasakan getaran berbeda dengan Alisya.
Alisya....Gadis yang unik menurutku, selain wajah cantiknya, aku tau dia gadis yang sangat baik, periang dan sifat ceplas ceplosnya itu lah yang membuat hidupku serasa lebih berwarna.
Saat bersama Alisya, ku rasakan getaran-getaran cinta itu seolah tumbuh kembali di hatiku, setelah sekian lama aku mencoba menutup pintu hatiku untuk semua perempuan.
Dengan Alisya aku rasa berbeda, ya..walaupun aku tau dia tak masuk di kriteria mantu idaman orang tua ku, tapi setidaknya Alisya sudah berhijab, mungkin itu akan sedikit bisa mengubah persepsi orang tuaku...itu hanyalah masalah waktu menurutku.
*****
Rasa itu semakin lama kurasakan semakin kuat, kupikir aku memang telah jatuh cinta pada Alisya.
Siang itu sengaja aku mengajak Alisya pergi ke sebuah pusat perbelanjaan, aku ingin memberinya sesuatu, tapi sungguh aku tak tau apa yang di sukai oleh Alisya, jadi kuputuskan untuk mengajaknya saja, biarkan dia memilih sendiri apa yang dia inginkan.
Diluar dugaan ku Alisya memilih sebuah gamis, Gamis??? ya...sebuah gamis berwarna abu-abu pink yang sangat cantik,sungguh dia gadis yang luar biasa menurutku, mungkin nsnti aku tak akan terlalu merubah dirinya agar sesuai dengan kriteria orang tua ku, diam-diam aku sudah membayangkan Alisya memakai gamis itu,pasti akan terlihat lebih anggun dan menawan.
Setelah mendapat kado untuk Alisya, sengaja aku mengajaknya ke food court, aku masih ingin berlama-lama dengan Alisya. Saat kami menikmati makanan, tiba-tiba ponsel Alisya berdering, ku lihat ada kecemasan di wajahnya, Alisya mengangkat telponnya sambil berjalan menjauh dariku. Ada apa? Siapa yang menelpon? Kenapa aku tak boleh tau? pertanyaan-pertanyaan itu terus bergelayut di otakku.
Tak lama Alisya pun kembali, wajahnya nampak senang bak mendapat telpon hadiah undian... sebenarnya siapa tadi yang menelpon? Sungguh aku ingin tau, tapi aku tak mau membuat Alisya menganggapku lelaki kepo yang mau tau aja urusan perempuan. Seiring berjalannya waktu nanti aku juga akan tau ada apa...pikirku menenangkan diri.
Saat suasana hatiku mulai normal kembali, kami tiba-tiba di kejutkan oleh drama korea yang sengaja di buat oleh sodara kembarku. Yahh... Inayah...sodara kembarku yang paling jahil, entahlah kenapa kami sangat berbeda, apa karena kita berasal dari 2 sel telur yang berbeda? Ah Entahlah...
Inayah berakting seolah-olah aku telah menelantarkannya sebagai seorang istri yang sedang hamil tua...Ya Tuhan... ada-ada saja adik ku ini, kalau tak ingat dia sedang hamil, mungkin sudah ku cekek dan ku pukul seperti saat dulu dia selalu mengerjaiku.
Tapi...Aku berterimakasih juga pada Inayah...Aktingnya sangat bagus.. hingga dia sukses membuat Alisya panik.
Ku lihat bulir-bulir bening mulai berjatuhan di keningnya, tubuhnya gemetar, aku takut dia pingsan waktu itu. Syukurlah itu tak terjadi, Alisya mencoba mengalihkan perhatiannya dengan ijin ke toilet.
5 menit ..10 menit... aku menunggu Alisya di depan pintu masuk toilet perempuan, Apa yang dilakukannya di dalam? kenapa lama sekali? Apakah dia baik-baik saja? Aku takut terjadi sesuatu padanya di dalam sana, tapi aku tak mungkin menerobos masuk ke sana, itu toilet perempuan, aku mulai cemas, panik, dann........ beberapa saat kemudian aku melihatnya keluar dari toilet dengan mengendap-endap seperti mau kabur...
Mau kemana dia?
~ Bersambung~
♥️ Happy Reading ♥️
Untuk POV kakak Arkhan masih lanjut di episode selanjutnya ya... yukkkk follow kaka Arkhan dan kasih like kalian ya🥰🥰👍👍
Trima kasih 🙏
Q kan meluncur Thor🥰
Jangan End dlu donk Thor kan Barick blm ktemu ma jodohnya😭😭😭😭😭😭😭😭