NovelToon NovelToon
Something Wrong With You

Something Wrong With You

Status: tamat
Genre:Romantis / Misteri / Romansa-Teen angst / Tamat
Popularitas:593.3k
Nilai: 5
Nama Author: Nia Andiyani

Lizzie Elmer harus menghadapi kenyataan.

Ibunya mati bunuh diri dan ayahnya kabur karena terjerat hutang dengan angka yang begitu banyak.

Kini para penagih menerornya. Untuk menanggung semua kesalahaan yang tidak ia perbuat.

Hingga Lizzie terjebak bekerja dirumah bordil.

Ia bertemu dengan pelanggan pertamanya seorang pembunuh bayaran. Will Turner.

Lizzie Elmer sudah sangat putus asa. Ia meminta Will Turner untuk membunuhnya.

Apa yang dilakukan Will saat mendengar permintaan Lizzie?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nia Andiyani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kebenaran

Mata hazel Lizzie seketika membulat saat mendengar pernyataan dari Will.

Jadi Will Turner memang lah seorang pembunuh bayaran, lalu ayahnya?

Seolah mengerti pikiran Lizzie, Will mencengkram lengannya dengan kuat hingga Lizzie merasa kesakitan.

"Aku memang seorang pembunuh bayaran Lizzie, tetapi aku tidak membunuh ayahmu!"

"Will kau menyakitiku.." Lizzie berusaha melepas cengkraman tangan Will. Tetapi itu adalah hal yang sia sia.

"Apa kau masih tidak mempercayaiku!?" Nada suara Will meninggi.

Lizzie terdiam. Will pria yang dicintainya. Pada waktu itu tangan Will dengan lembut membelai tubuhnya, ternyata ini adalah tangan yang sama ia gunakan untuk menghabisi nyawa orang lain.

Apakah suatu saat Will Turner juga akan membunuhnya bila Lizzie melakukan kesalahan yang fatal?

Will menyadari tubuh Lizzie gemetaran karena takut kepadanya. Air mata Lizzie sudah menggenang di pelupuk matanya.

Tetapi Will sudah tidak dapat menyangkal lagi, inilah dirinya. Tubuhnya yang berbau darah. Tangan nya yang kotor karena telah membunuh banyak orang tanpa belas kasihan. Berapa banyak dosa yang sudah Will lakukan.

Suatu ketika Lizzie akan mengetahui identitas Will dan ternyata hari ini lah saat nya. Apakah Lizzie tetap akan mencintainya?

"Aku tidak peduli kau akan takut kepadaku Lizzie Elmer! Hanya satu yang perlu kau percayai dariku, Aku tidak pernah membunuh ayahmu!!" Tegas Will sekali lagi.

Kemudian dengan kasar Will mencium Lizzie secara paksa, karena Lizzie selalu berusaha menghindar. Ditekan nya mulut Will kuat kuat pada bibir Lizzie hingga membuatnya lecet. Will dapat merasakan air mata Lizzie mengalir di pipinya.

Ini adalah ciuman keputusasaan dan penuh akan emosi.

Begitu mudah bagi Will merobek gaun hitam yang sedang di kenakan Lizzie layaknya selembar tisu. Will meremas dada Lizzie dengan tidak sabar. Lalu Will menyingkirkan semua pakaian Lizzie yang tersisa karena telah menghalangi dirinya untuk menyentuh kulit Lizzie secara langsung.

Lizzie ingin menghentikan Will, tetapi tubuhnya seolah mengkhianati diri nya sendiri. Setiap sentuhan Will membuat nya seolah olah menjadi lumpuh seketika.

Hanya suara erangan kecil yang keluar dari mulut Lizzie saat Will melahap dada nya dengan rakus.

Tanpa menunggu Lizzie siap, Will menyatukan tubuh mereka. Lizzie berpegangan erat pada lengan kokoh Will.

Kali ini mereka bercinta dengan sangat liar, Will tidak memperlakukan Lizzie secara lembut seperti biasanya. Seolah Will melampiaskan kemarahannya.

Lizzie dapat merasakan betapa kuat nya Will.

Will melakukanya dengan ritme yang lebih cepat dan penuh tekanan. Hingga Lizzie tidak hanya mengerang tetapi berteriak saat memanggil nama Will.

"Ah..Will aku akan mendapatkannya.." Tubuh Lizzie menegang.

Biasanya Will akan memberi nya jeda untuk beristirahat sejenak setelah pelepasanya. Tetapi kali ini tidak, Will membalikan tubuh Lizzie lalu memasukinya lagi. Mereka terus bercinta berkali kali dengan berbagai posisi.

"Lizzie aku tidak pernah bosan bercinta denganmu walaupun sekarang kau membenciku.." Will menggeram menekan tubuhnya ke arah Lizzie lebih rapat saat gilirannya tiba.

Sensasi hangat dapat Lizzie rasakan di dalam perutnya. Will menimpa tubuhnya. Nafas mereka terengah-engah. Keringat telah membasahi seluruh tubuh Lizzie dan Will.

Lizzie terlalu lelah. Tubuhnya lemas karena berkali kali mendapatkan kenikmatannya. Walaupun miliknya sedikit terasa sakit, dan saat ini masih berdenyut. Pinggang Lizzie juga menjadi pegal. Tapi bagi Lizzie Percintaan mereka begitu menggelora dari pada sebelumnya.

Tiga puluh menit telah berlalu, Will beranjak dari tidurnya. Ia mengenakan pakaiannya kembali.

"Kau tidak perlu keluar dari ruang kerja, aku akan meminta Lisa untuk membawakan pakaianmu."

Will menyelimuti tubuh Lizzie dengan jaket mantelnya.

"Aku ingin kau tahu, Ahkir pekan ini aku tidak akan pulang ke mansion.." Will berhenti sejenak lalu ia menyugar rambutnya.

"Aku sedang menjalankan tugasku sebagai pembunuh bayaran. Saat aku kembali kita butuh bicara lagi."

Karena tidak ada jawaban dari Lizzie, Will segera meninggalkan Lizzie sendirian di ruang kerjanya.

Saat itu Lizzie mulai menangis. Dirapatkan nya jaket yang ia kenakan untuk menutupi tubuhnya. Ini jaket Will, ia dapat mencium aroma tubuh Will.

Hatinya terasa sesak. Mungkin ketika Will kembali lagi setelah selesai dalam urusan 'pekerjaannya'. Hubungan mereka tak akan sama lagi.

Saat itulah mereka akan menentukan keputusan yang tepat demi kebaikan Lizzie dan Will.

Jauh di lubuk hatinya diantara ketakutan Lizzie, ia ingin lebih mengenal sosok Will Turner yang begitu misterius. Mengapa Will dapat terjun ke dalam pekerjaannya saat ini? Bagaimana kehidupan Will sebelumnya yang telah ia lalui?

Pasti Will memiliki alasan tersendiri. Dan terlalu terlambat untuk bertanya.

Nyatanya setelah Lizzie mengetahui bahwa Will Turner seorang pembunuh bayaran. Lizzie tetap mencintainya.

Bibi Lisa masuk ke dalam ruang kerja Will dan membawakan pakaian Lizzie. Di dapatinya Lizzie tengah menangis pilu dengan keadaan telanjang hanya menggunakan jaket milik Will. Gaun Lizzie telah sobek dan berserakan di lantai.

Tidak tahu sebenarnya apa yang telah terjadi antara Lizzie dan tuannya. Dengan bijak Bibi Lisa menaruh pakaian yang ia bawa di meja.

"Maaf nona aku menganggumu, pakaian milikmu akan saya letakan di atas meja, jika anda sudah selesai, segera panggil saya kembali.." Bibi Lisa membungkuk dan memberikan waktu untuk Lizzie sendirian.

***

Di dalam kamarnya, Will sedang menyesap koleksi anggur mahal nya yang ia simpan di dalam lemari. Sesekali ia meraba bibirnya yang lecet karena ciumannya dengan Lizzie tadi.

Will perlu menenangkan dirinya sebelum ia melakukan tugas yang telah direncanakan. Will tidak boleh lengah, ia harus tetap memfokuskan pikirannya.

Berurusan dengan wanita memang sangat menyulitkan pekerjaannya. Mengapa dulu ia membiarkan Lizzie masuk ke dalam kehidupannya?

Kini wanita itu benar benar menganggu pikirannya.

Haruskan Will melepaskan Lizzie? Membiarkan gadis itu pergi meninggalkan mansion miliknya?

Mencari wanita lain sangat lah mudah bagi Will Turner. Ia dapat membawa wanita selain Lizzie ke mansion sebanyak yang Will inginkan.

Tapi Lizzie pengecualian.

Bercinta dengan Lizzie tidak pernah membuatnya bosan. Mengingat responnya yang begitu alami saat Will mencumbunya tak pernah ia temukan pada Wanita lain.

Memikirkan Lizzie saja membuat hasratnya timbul. Will menenggak habis anggurnya.

Pers*tan. Aku harus segera menyelesaikan ini semua. Barulah segera membuat keputusan.

Will meninju keras pada kaca yang terpasang di meja kamar nya hingga retak. Kesadarannya pulih. Tatapannya menjadi dingin kembali.

Will berniat pergi dari mansion dini hari nanti saat langit masih gelap, agar tidak bertemu dengan Lizzie.

***

Keeseokan harinya Lizzie bangun tidur dengan mata yang sembab ahkibat menangis semalaman. Ia mengompres matanya dengan es batu yang di masukan ke dalam sapu tangan.

Pagi ini Lizzie tidak melihat sosok Will.

Sejak kapan Will pergi dari mansion? Apakah semalam Will langsung segera pergi atau baru tadi pagi ia meninggalkan mansion?

Lizzie mengingat perkataan Will kemarin malam.

Will akan pergi melakukan tugasnya sebagai pembunuh bayaran.

Terbersit bayangan Will sedang membunuh seseorang. Dan Lizzie teringat akan mimpinya. Hingga membuat Lizzie merasa mual dan tidak berselera makan.

Mengapa dari semua pekerjaan yang ada Will lebih memilih menjadi pembunuh bayaran?

1
Oktamia Oktamia
sadis bget sih
Nia Ann: wkwkwk 😂😂
total 1 replies
Isti Sofie
suka sekali dengan ceritanya,yg tak selalu tentang CEO kaya 😁👍👍
Ani Rumayom
saya lebih dewasanya dan sahabatnya yg cantik dan baik 🤗
ARRUMI MUTIARA LISTI ARA
okk
Ramida Purba
novel yg bagus..suka skli bacanya.....keren n mantap thor....sukses trs dg karya2 novel yg selanjutnya thor👍👍👍👍👍
Ramida Purba
keren n manta ceritanya thor.....suka skli,
sukses trs dg karya2 selanjutnya ya thor👍👍👍👍👍👍
Nasri Alam Rifani
keren banget, moga sukses Thor...
Nia Ann: makasih kak sudah mau mampir kemari
total 1 replies
eris setiawati
bagus ceritanya
Nia Ann: terimakasih kak sudah ikut mampir
total 2 replies
hope
orang tua Ng tau diri,,, hampir aja anaknya jd pelacur biniknya mati bunuh diri,,, dengan seenaknya Dy datang nemuin anaknya buat minta duit,,,, tokok aja kepalanya sekalian 😡😡😡😡😡
𝓔𝓵𝓲𝓼Kᵝ⃟ᴸ
thanks karyanya tor, baru bc
Nia Ann: makasih kakak sudah dukung karya karya saya 😊 ditunggu karya baru saya nanti ya
total 1 replies
𝓔𝓵𝓲𝓼Kᵝ⃟ᴸ
good suz, teman yg baik
𝓔𝓵𝓲𝓼Kᵝ⃟ᴸ
nulis akhir jd ahkir tor
𝓔𝓵𝓲𝓼Kᵝ⃟ᴸ
haduh2
𝓔𝓵𝓲𝓼Kᵝ⃟ᴸ
akhirnya mengaku juga nih will
𝓔𝓵𝓲𝓼Kᵝ⃟ᴸ
apakah akan terjadi ihim ihim 👀
𝓔𝓵𝓲𝓼Kᵝ⃟ᴸ
good tor
𝓔𝓵𝓲𝓼Kᵝ⃟ᴸ
lizzie merasa malu juga mungkin krn tdk aja jawaban yg pasti dr will
𝓔𝓵𝓲𝓼Kᵝ⃟ᴸ
will ketagihan bibir lizzie
𝓔𝓵𝓲𝓼Kᵝ⃟ᴸ
ga bener nih tony, mau ketemu cuma butuh duit doang
𝓔𝓵𝓲𝓼Kᵝ⃟ᴸ
masih baca
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!