Dinda damara kerap di panggil Dinda, Berparas cantik tak sedikit orang memanggil nya si cantik,dinda di cintai yang tak lain adalah bos nya.
Bagas saputra pria tampan berasal dari (kota) solo yang terlahir di jakarta.
Seorang CEO yang tampan nama nya terkenal di dunia bisnis..bertemu dengan Dinda seorang gadis berasal dari (kota)bandung berkerja sebagai biasa di perusahan nya.
Wajah Dinda yang cantik nan anggun membuat bagas menicintai
Dinda mampu meluluh kan hati seorang CEO playboy.
Yuk simak selanjut nya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dheandra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
episode.22
Ada pepatah bilang semakin tinggi pohon semakin kencang angin.
Banyak rekan bisnis yang ingin menjatoh kan Bagas. Melihat keluarga bagas mereka iri di tambah perusahan bagas tamabah ber kembang pesat. Dinda selalu mengingat kan bahwa harus waspada Persaingan begitu ketat dalam dunia bisnis.
Pagi matahari menyinari sela-sela hordeng kamar, bagas dan dinda,
"Pih..pih bangun sudah pagi" kata dinda.
Bagas menggerakan tubuh nya dan mengucek mata nya. Bagas beranjak dari tempat tidur.
Dinda menyiap kan pakain kopi dan roti bakar untuk bagas.
"Mam..,mami"
"Ada apa sayang? teriak-triak masin pagi ini.
Dio dan dion melomat ke tempat tidur dan mentupi tubuh nya dengan selimut,"
Dinda geleng-geleng palanya.
"Bagas keluar dari kamar mandi. kenapa anak kita pindah tidur mam? kata bagas.
Dinda senyum,
Tau pih mungkin dia kangen sama kita"
"Bukan kangen tapi mau mengganggu kita.
Dinda senyum menutup mulut nya,
"Itu namanya anak pinter"
"Anak sama mak sama saja demen menyiksa papi nya.
"Sudah yuk sarapan "
Sudah ngga selera mam,
"Sama anak saja papih cemuburu.
Kau begitu berharga mam untuk papih sehingga papih setiap saat selalu merindukan mu.
"Gombal"
"Apanya gombal aku bicara dengan fakta,"kata bagas,
Perusahan bagas berkembang dengan pesat Sehingga bagas berniat membuka cabang.
Dinda pun memiliki mertua yang begitu sangat sayang dengan dirinya,
Kewajiban memberi nafkah orang tua dinda tak pernah lupa meski pun sang mertua tak Kekurangan sedikit pun, kadang Rita menolak pemberianya dari menantu nya.dalam diam dinda mentaransfer mertuanya.
Dan Rita pun menghargai pemberianya.
"Asalam mualaikum"
Ting...tong..ting tong
Wa'Alaikumsalam...,
Asih membuka pintu.
"CEKLEK" nyonya muda silahkan masuk.
Den dio dion,
Bibi rindu dengan aden.
"Haii bibi eyang dimana?
"Ada den di dalam sama eyang kakung.
bibi panggil kan ya den? "
tidak usah bi kami ke kamar eyang saja.
Dio dan dion menujuk jari telunjuk nya di bibir bibi.
"Siap den " kata Asih.
Dinda tertawa sambil Memegang pucuk pala ke dua anak nya.
"Tok..tok..tok.." Rita membuka pintu kamar nya.
Dio dan dion sembunyi di balik tembok,Rita kembali menutup pintu. di dorong kemabli pintu oleh dio dan dion.
"DORRR!!!" astaga eyang kaget.
Dio dan dion tertawa bersamaan melihat nenek nya kagat.
eh cucu eyang sini sama siapa?
"Sama mami eyang.
Coba sini cucu eyang kakung.
Dio dan dion barengan loncat ke pangkuan eyang nya," waduh cucu eyang berat sekali"
Sehat dong eyang,
Betul itu kata indra sambil mengangkat jempol nya.
Dinda membantu Asih di masak di dapur.
Biar saja nyonya muda, kata Asih.
Tidak apa Bi saya bantu ya?
Asih nanti kena tegur nyonya besar,
Tidak akan bi tenang saja," Kata dinda.
Ting..suara ponsel dinda berbunyi,
Mam" hari papi berangkat miting ke singapura.
Apa mami mau ikut?
"Dinda balas" ikut dong sekalian shoping pih.
"Ya sudah siap kan semua kepeluan sekalian punya papi ya mam.
"Mami pulang dulu ya pih nyiapkan semuanya.
"Mami dimana rupanya?
di ruma mami sama dio dan dion pih anak-anak minta mami antar ke eyang nya,
"Papi"
Ya sudah sekalian titip kan anak-anak sama eyang nya mam.
"Mami"
Okey pap.
Dinda menemui mertuanya di kamar utama namun sebelum ke kamar mertuanya.
Rita sudah lebih dulu turun.
Mam tadi mas bagas telpone dinda ingin titip Dio dan dion.
Mam dinda nitip anak-anak ya. baru saja mas bagas kasih kabar ke dinda ingin berangakat ke singapura, Ada minting.
Sebaiknya tidak usah di bawa. biar sama mami disini.
Kedua anak dinda jarang sekali ikut bepergian dengan orang tuanya.
"Ya sudah kalian berangkat saja biar anak-anak bersama mami,disini.
Takut merpot.kan mam. kamu itu ya din mereka juga cucu-cucu mami,
Ya sudah mam dinda pamit ya" jika mami lelah antar kan dio dan dion ke rumah mam,
Sudah kamu berangkat saja,"
Asalam'Mualaikum
Wa'Alaikumsalam..kamu hati-hati ya.
Dinda keluar dari rumah mertua nya,lalu k kembali ke rumah menyiap kan keperluan.
Bagas menghubungi dinda.
" Mam sudah siap? tanya bagas.
Sudah pih " jawab dinda.
Dinda dan bagas berangkat ke bandara.
Mam sekalian bulan madu ya kan kita belom pernah bulan madu mam.
"Ah pih sudah telat anak kita sudah usia tujuh tahun,baru bulan madu" bagas tertawa
kemarin-kemarin ngga pernah ada waktu buat mami.
"Iya mam maafin papih sayang.
"Diva menghubungi dinda ponsel dinda dengan keadan tidak aktif.
" PESAN " din aku rindu padamu boleh aku ke rumah mu? " kata diva.
Diva cemberut melihat pasan tak ada jawaban Dari Dinda.
Suasana angin malam di singapura begitu sejuk Dua sejoli ini tak biar kan suasana indah ini terlewat kan dan ke duanya sangat menikmatinya,
Bagaikan pasangan yang baru saja memulainya;
"Mas diva mengirim pesan.
Ya sudah balas saja.katakan yang harus di katakan.
...----------------...
Jan pernah berpijak di atas bara jika tidak ingin terluka bakar.dan jangan pernah menyalaha kan hati kesiapa.
Karana cinta tak tau singgah kepada siapa.
Bye.
dheandra.
lama ketunda dan ketimbun 😜