NovelToon NovelToon
TOWARDS THE PEAK OF MARTIAL ARTS 2

TOWARDS THE PEAK OF MARTIAL ARTS 2

Status: tamat
Genre:Fantasi / Fantasi Timur / Mengubah Takdir / Kebangkitan pecundang / Tamat
Popularitas:246k
Nilai: 4.6
Nama Author: Y. Septra

[UPDATE 2 - 3 CHP PERHARI]

Baca novel ke-1: TOWARDS THE PEAK OF MARTIAL ARTS.

Baca novel ke-2: TOWARDS THE PEAK OF MARTIAL ARTS 2.

Dengan sebilah pedang aku menjelma menjadi dewa kematian, demi menumpaskan kejahatan.

Dengan sebilah pedang, akan aku kuasai seluruh alam, bukan demi ketenaran tapi demi kedamaian.

Tidak peduli apakah dia manusia, monster, iblis atau dewa sekalipun, jika berani menggangguku dan keluargaku, maka bersiaplah untuk bertemu dengan kematian yang mengenaskan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Y. Septra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ch- 22. Rival Abadi.

Ch- 22. Rival Abadi.

Meskipun Yufei berkata dengan santai dan tenang, tapi entah kenapa Yan Luo Wang merasa bahwa perkataan Yufei adalah sebuah ejekan untuk dirinya, api persaingan yang sudah menyala sejak awal, sekarang malah kian membesar.

"Yufei, suatu saat nanti, akulah yang akan menjadi bawahan terbaik tuan! Akan aku pastikan, kalau tuan akan menjadikan ku sebagai tangan kanannya" Yan Luo Wang bergumam dalam hatinya.

Walaupun sangat ingin menjadi bawahan terbaik Ming Xuan dan menjadi tangan kanannya, namun Yan Luo Wang tidak ingin melakukannya dengan cara yang kotor, seperti membunuh atau menyingkirkan Yufei. Justru, Yan Luo Wang ingin melakukannya dengan cara yang adil dan benar.

"Yan Luo Wang, Tang Wu dan kalian semuanya, jawab pertanyaan ku dengan jujur dan tanpa keraguan sedikitpun. Jika aku ingin memburu dan memusnahkan para dewa, apa yang akan kalian lakukan?" Ming Xuan bertanya serius.

Mereka semua tiba-tiba saja terdiam untuk beberapa saat, sambil memikirkan pertanyaan yang dilontarkan oleh Ming Xuan. Mereka semua nampak kebingungan dan tidak tahu harus menjawab apa, mereka bahkan berpikir bahwa pertanyaan itu hanya untuk menguji mereka saja.

Tapi, setelah melihat raut wajah Ming Xuan, mereka akhirnya tahu bahwa Ming Xuan sangat serius dengan ucapannya.

Beberapa saat kemudian, Yan Luo Wang iba-tiba saja tertawa lantang. "Hahahaha! Ma-maafkan aku tuan, tapi aku benar-benar tidak bisa menahan kebahagiaan ini" ucap Yan Luo Wang.

"Apa yang membuatmu bahagia?!" tanya Ming Xuan sinis.

"Tentu saja, karena tuan ingin memusnahkan para dewa, jadi aku benar-benar sangat bahagia dan aku harus ikut bersama tuan" jawab Yan Luo Wang.

"Aku juga akan melakukan hal yang sama tuan, karena aku sudah bermimpi untuk melihat dewa tunduk dihadapan ku!" ujar Tang Wu.

"Kami semua bersedia, yang mulia!" para prajurit berkata dengan tegas.

Ming Xuan tersenyum puas mendengar jawaban mereka semua, dia benar-benar tidak menyangka bahwa semua bawahannya akan mendukung keputusannya, bahkan para prajurit dunia bawah juga sama. Walaupun sebenarnya, Ming Xuan tidak akan mengajak mereka dalam urusan kebenciannya dengan para dewa.

Alasannya memberikan pertanyaan itu hanya untuk menguji mental semua pasukannya, karena Ming Xuan hanya ingin melihat seberapa kuat mental pasukan yang akan berada dibawah kepemimpinannya. Karena menurut Ming Xuan, tidak ada gunanya memiliki kekuatan yang besar tapi tidak memiliki mental, sebab semuanya akan sia-sia.

"Bagus! Aku sangat senang mendengar jawaban kalian, aku harap jawaban yang kalian berikan memang tulus dari hati kalian masing-masing dan bukan karena kalian takut padaku!" ucap Ming Xuan, kemudian menghilang dari hadapan mereka semua.

Tidak lama setelah Ming Xuan pergi meninggalkan tempat itu, mereka yang semula berlutut langsung berdiri kembali, lalu para prajurit melanjutkan latihan mereka yang sempat tertunda karena kehadiran Ming Xuan.

Yufei kemudian mengalihkan badannya dan bermaksud untuk meninggalkan tempat itu, tapi langkah kakinya dihentikan oleh Yan Luo Wang. "Berhenti di sana! Ada sesuatu yang ingin aku sampaikan padamu!" ucap Yan Luo Wang.

"Ada apa?" tanya Yufei.

"Cihh! Sekarang kau boleh sombong karena selalu berada di samping tuan, tapi tidak lama lagi, akulah yang akan berdiri di samping tuan!" jawab Yan Luo Wang, dengan penuh rasa percaya diri.

"Maksudmu?" tanya Yufei bingung.

"Jangan pura-pura bodoh, aku tahu sebenarnya kau selalu merendahkan ku, tapi aku tidak akan membiarkan hal itu terus terjadi!" jawab Yan Luo Wang kesal.

Yufei terdiam dan nampak sangat kebingungan, karena dia benar-benar tidak mengerti dengan apa yang dikatakan oleh Yan Luo Wang. Hingga beberapa saat kemudian, Yufei akhirnya paham maksud perkataan Yan Luo Wang.

"Hahahaha! Sekarang aku paham, jadi kau merasa iri denganku karena aku selalu berada di sisi tuan?" tanya Yufei.

"Aku sama sekali tidak iri padamu! Karena setelah ini, akulah yang akan selalu berada di sisi tuan!" ujar Yan Luo Wang yang semakin kesal.

"Kalau begitu coba buktikan! Buktikan bawah kau memang pantas untuk berdiri di sisi tuan!" Yufei berkata dengan sinis, lalu pergi meninggalkan tempat itu.

Yan Luo Wang benar-benar sangat kesal mendengar ucapan Yufei dan lagi-lagi, Yan Luo Wang merasa seperti sedang direndahkan oleh Yufei. Padahal sebenarnya, Yufei sama sekali tidak punya maksud untuk merendahkan Yan Luo Wang, apalagi niat untuk bersaing dengannya, karena menurut Yufei, semua itu hanya membuang-buang waktu.

"Yufei! Mulai sekarang kau adalah kau adalah rival abadi ku!" Yan Luo Wang berteriak dengan keras.

Sementara Tang Wu yang sejak tadi berdiri di samping Yan Luo Wang dan mendengarkan percakapan mereka berdua, hanya bisa tersenyum sambil menggelengkan kepalanya, Yan Luo Wang benar-benar tidak menyangka bahwa Yan Luo Wang sangat ingin menjadi tangan kanan Ming Xuan.

"Ada apa? Apa kau juga ingin bersaing denganku?" tanya Yan Luo Wang sinis.

"Hahahaha! Tentu saja tidak, aku lebih baik menjadi penonton saja" jawab Tang Wu.

"Bagus! Dengan begitu, kau akan menjadi saksi saat aku mengalahkan Yufei!" ujar Yan Luo Wang.

***

Di istana kerajaan dunia bawah. Setelah kembali dari tempat pelatihan para prajurit, Ming Xuan langsung duduk di singgasananya, sambil menunggu kedatangan Yufei, Ming Ming kemudian memanggil Yin Lin.

"Ada apa yang mulia?" tanya Yin Lin.

"Mulai sekarang kau harus meningkatkan kekuatanmu, karena tidak lama lagi, kita akan menyerang kekaisaran Xian yang ada di dunia atas!" ucap Ming Xuan dengan tegas.

"Ba-baik yang mulia, hamba mengerti dan akan segera memulai pelatihan" jawab Yin Lin.

"Bagus, segera laporkan padaku saat kau telah menyelesaikan latihan mu" ujar Ming Xuan.

"Baik yang mulia!" Yin Lin kemudian membungkuk hormat, lalu pergi meninggalkan ruangan tersebut untuk segera memulai pelatihannya.

Tidak berselang lama, Yufei muncul di hadapan Ming Xuan, melihat sosok Yufei yang telah berubah seperti manusia, membuat Ming Xuan sedikit tidak nyaman, karena dia sudah terbiasa dengan sosok Yufei dalam wujud serigala. Tapi Ming Ming sama sekali tidak mempermasalahkan hal itu.

"Yufei, apa kau masih bisa berubah menjadi serigala?" tanya Ming Xuan.

"Tentu saja tuan, jika tuan menginginkan hal itu, maka aku akan berubah sekarang" jawab Yufei.

"Tidak! Aku ingin membiasakan diri dengan wujud manusia mu" ujar Ming Xuan.

"Baik tuan!" ucap Yufei.

Ming Xuan kemudian menghela nafas panjang, meskipun sudah mencoba untuk menenangkan dirinya dengan datang ke dunia bawah, tapi tetap saja tidak bisa. Justru kekhawatirannya kepada Qiao Ning semakin bertambah, begitu juga dengan rasa bencinya dengan para dewa.

Yufei yang mengerti keadaan Ming Xuan, kemudian mencoba untuk menenangkannya. "Tuan, boleh aku mengatakan sesuatu?" tanya Yufei.

"Silakan!" jawab Ming Xuan.

"Tuan sebaiknya tenang, karena aku yakin Qiao Ning akan baik-baik saja bersama dewa petir, lagipula, dewa petir tidak akan mungkin berani menyakitinya, karena Qiao Ning adalah penerusnya. Lalu, seharusnya tuan merasa senang, karena Qiao Ning akan menjadi semakin kuat dengan menjadi murid dewa petir" ucap Yufei.

"Aku tahu itu, tapi aku benar-benar sangat khawatir" ujar Ming Xuan.

"Apa yang tuan khawatirkan? Qiao Ning sangat mencintai tuan dan aku yakin dia tidak akan mengkhianati tuan" ucap Yufei meyakinkan Ming Xuan.

"Hahahaha! Aku pikir hanya wujud mu saja yang berubah, tapi sepertinya kau juga mulai memahami perasaan manusia.

(*Selamat sore semuanya, mohon maaf hari ini author cuma bisa up satu episode saja, dikarenakan ada sedikit urusan, tapi author janji malam ini akan update dua atau tiga chapter. Mungkin sekian dulu, see you next chapter*)

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

1
erick
knpa ngk dijadikan bawahan... danbisa jdi prajurit... bodoh bngett... betulbetul idiot pdhl butuh pasukan untk kedepannya
Zzzz: mampir kak, judulnya Iblis penyerap darah, kali aja suka🙏
total 1 replies
erick
bgus klo mc nya mati sj... terlalu egois.. tdk mencerminkan perbuatan yang baik..... tokoh utama seperti ini tdk cocok klp ngk bisa menghargai org lain
Harman Loke
tiiiiiiiiiingkaaaaaaaaaaaaatkaaaaaan teruuuuuuuuuuuuuuuuuuuuusssssss kuuuuuuuuuuuuuuultivasiiiiiiiimuuuu yang lebih tinggi lagi Ming Xuan
Harman Loke
bunuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuhhhhh bantaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaiiiiiiiiiiii habiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiissiiiiiiiiiiiii jangan beri ampun
Harman Loke
fokuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuusssss teruuuuuuuuuuuuuuuuuuuuusssssss Ming Xuan untuk membunuh Yama
Harman Loke
bantaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaiiiiiiiiiiii rataaaaaaaaaaaaakaaaann dengaaaaaaaaaaaaaaannn tanaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaahh
Harman Loke
kuaaaaaaaaaaaaaaaaatkaaaaaaaannn tekaaaaaaaaaaaaaaaaadmuuuuuuuuuu
Darwito
uvuv
Darwito
vuuviv
Darwito
xyxycu
Darwito
xycvu
Darwito
c7cuic
Darwito
zhxhjx
Darwito
dyuxic
Darwito
sgsghdhd
Darwito
d7difo fu ig
Darwito
dhhehrhrrj
Darwito
xxj
Darwito
xuvnfci
Darwito
xuxcuuc
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!