NovelToon NovelToon
Penjelajahan Prajurit Waktu

Penjelajahan Prajurit Waktu

Status: tamat
Genre:Peradaban Antar Bintang / Evolusi dan Mutasi / Penyelamat / Fantasi / Sistem / Time Travel / Sci-Fi / Tamat
Popularitas:5k
Nilai: 5
Nama Author: ArmandArt

Valendro sebagai ilmuwan yang mencanangkan ide mencari time glitcher agar kembali ke dimensinya atau diatur di tempat yang tepat, memiliki kesempatan kedua untuk mengatur sekelompok pasukan yang siap berpetualang di berbagai galaksi dan berbagai alur waktu. Namun untuk merekrut pasukan yang hebat saja, dia harus banyak berputar otak.
Untungnya beberapa prajurit yang telah berdedikasi, telah menyetujui dan mengabdi untuk Kaunsel Sejarah, dengan imbalan mereka diperbolehkan beberapa waktu sekali pulang atau pergi menemui orang yang mereka kasihi, baik itu keluarga ataupun sekedar pacar.
Tak hanya masalah pasukan, Valendro juga harus secara rutin memperbaiki Kapten pesawat yang dikendalikan oleh robot AI! Lancarkah petualangan mereka? Atau lebih banyak kegembiraan daripada yang sudah-sudah?

Hint: Novel ini adalah Saga dari Novel lama Author. Silakan DM author untuk info mengenai novel lama yang dimaksud

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ArmandArt, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Status Osayr, Kunjungan ke MariGina Gym

< Ring'o' Dawn, Desa Gikhylo >

"Ah...?" seorang wanita Elf baru saja siuman. Badannya terasa sangat kaku, seperti sudah lama tak digerakkan. Dia mengerjapkan matanya beberapa kali. Pemandangan pertama yang dilihatnya adalah, dia ingat bahwa ini kamar tidurnya. Tapi bagaimana bisa? Pikirnya. Dia ingat sekali dirinya diculik lalu disiksa sampai pingsan, setelah itu dia pingsan dan pasrah dengan keadaannya.

Perlahan dia berusaha menggerakkan tangan kirinya. Salah satu bekas sayatan masih berbekas, namun sudah jauh lebih baik. Dia lalu mencoba bangun menggunakan siku tangannya. Benar, dia benar-benar telah pulang ke rumahnya!

"Sudah bangun, Xyndra nak?" ucap ibunya yang tampak lebih tua beberapa tahun dari yang biasa dia ingat. Xyndra mencoba duduk perlahan di ranjangnya, kepalanya masih sedikit pusing.

"I-ibu...sejak kapan Xyn pulang...?!" tanyanya dengan suara masih agak serak. Dilihatnya segelas air putih di samping tempat tidurnya yang terbuat dari bahan sejenis rotan. Sejenak dia ingat bahwa keluarganya miskin. Kenapa bisa ada gelas disini? Batinnya. Segera dia minum air itu hingga tandas.

"Kamu menghilang sudah lima tahun, nak. Untunglah Nak Osayr menemukanmu, ibu dan ayah sudah pasrah..." ucap ibunya bergetar menahan tangis.

Osayr? Osayr si aneh, menurut tuduhan Tetua Desa tersebut. Namun Xyndra tak pernah menganggap pemuda itu aneh ketika pemuda itu masih tinggal di desa.

"Lalu bang Osayr dimana, bu?!" tanya Xyndra cepat. Membuat ibunya agak kaget.

"Dia sudah kembali ke kantornya di Utara, nak. Sudah biarkan saja. Ibu sudah berterima kasih kepadanya..." jawab ibu Xyndra seolah finalitas. Xyndra menunduk sedih. Pemuda itu sebenarnya sudah dia anggap kakak sendiri. Kakak yang unik, itulah pikirannya saat pemuda itu menampakkan dirinya pertama kali di suatu acara desa. Sekarang dia jadi ragu dapat bertemu kembali dengannya atau tidak.

****

< Kota Braildesh, Ring'o'Dawn >

"Kalian tinggallah disini. Kalau ada apa-apa tanya gue. Terutama soal 'asupan'...." ucap Penelope. Dia saat ini bersama Osayr, Qarinah dan Najied berada di salah satu unit propertinya, yang biasanya dia sewakan ke orang. Namun karena pemberi modalnya adalah Midara. Dia merelakan satu propertinya untuk Succubus itu tinggal.

"Asup...? Gue ga butuh, Tan... Yang pusing si Najied ini hehe..." celetuk Qarinah bingung sejenak, lalu tangannya menunjuk ke adiknya. Penelope menatap Incubus itu sejenak, dia lalu berpikir agak lama.

"Bro, apa ga sebaiknya lo kerja di daerah Kenikmatan?" tanya Penelope setengah jahil. Najied yang mendengar itu agak memerah wajahnya, namun segera dia menenangkan dirinya.

"Ehm...Tan, apa ada kerjaan konstruksi di area....itu? Kalau iya sebaiknya saya kerja buruh saja. Sambilan...itu kalau memang darurat...?" jawab Najied bingung bagaimana mengatur wajahnya. Penelope menatapnya, berusaha memahami gaya berpikir Incubus muda tersebut.

"Okeh! Nanti gue cari tau dah ada ga kerjaan buruh. Tapi lo gue saranin, jangan banyak milih-milih dulu ya. Yang penting dapat pengalaman dan tabungan dulu aja, oke?" usul Penelope. Najied tersenyum menyetujuinya.

Osayr dan Qarinah sesaat bingung. Menurut informasi Valendro, renovasi akan berlangsung sekitar tiga hari hingga seminggu.

"Bro Elf? Lo dulu kerjanya apa di Gikhylo?" tanya Penelope sambil tersenyum berusaha untuk tak terlalu terdengar menghina. Karena dia tau pria sensitif ditanya karir.

"Dulu saya bertani, Tan. Walau di pengasingan, tanah di sekitaran desa tergolong cukup subur. Tapi disini...umm..." Osayr agak gelisah mengerling fakta, walaupun Braildesh adalah kota terpencil, namun kota tetaplah kota. Sangat minim area pertanian maupun perkebunan!

"Aha...gimana kalau lo berdua, sementara aja, kerja di perkebunan keluarga Midara? Nanti gue bantu ngobrolin deh? Gimana?" usul Penelope senang.

"Umm...apa disana banyak wanita, Tan?" celetuk Qarinah.

"Disana....!" Penelope mengingat-ingat sejenak, "....kebanyakan wanita sih, Robo Maid maksudnya, sekitar seratusan...." tambahnya walau terdengar tak yakin. Namun buat Qarinah cukup jelas.

"Saya aja, Tan, yang kerja disana!" sahut Qarinah tegas.

"Eh?" celetuk Penelope dan Osayr bersamaan.

****

Harry Khan bingung harus kemana. Setelah pengumuman dadakan dari Valendro bahwa pesawat akan mengalami renovasi kecil, akhirnya Makaria mengajak Harry mengunjungi tempat pelatihan dimana Hayate berada. (Zagreus telah kembali ke dimensinya melalui pesawat lain milik keluarga Merry)

"Nah, ini dia..." celetuk Makaria setelah tiba di MariGina Gym. Keduanya masuk dan mendekati resepsionis.

"Permisi, apakah individu bernama Hayate Davis sedang dalam masa pelatihan disini?" tanya Makaria sopan. Sang resepsionis segera memeriksa daftar member, namun setengah jalan, dia baru ingat nama itu.

"Oh Hayate Davis? Umm... Dia berada di ruang Meditasi saat ini. Ibu Esgina menyarankannya melakukan itu...sebenarnya...um" sahut si resepsionis, tapi dia tiba-tiba menampilkan sikap antara ga enak hati dan bingung. Makaria menjadi curiga.

"Ada apa ya? Apa yang terjadi...?"

"Vellina!" seru seseorang dari belakang area resepsionis. Makaria mengenal ras Venusian hanya dari buku yang dia baca ketika masih tinggal di rumah Sam. Dia hanya tak menyangka bertemu satu Venusian disini! Kulit mereka yang abu-abu bak batu sedimen, membuat kesan seksi yang tak dapat dijelaskan dari sudut pandang gadis tersebut.

"Vel- oh ada tamu? Hai, ada yang bisa dibantu?" ucap Venusian itu yang tadi terkesan galak, namun sekarang sopan.

"Um...mereka mencari Hayate Davis, Bu Esgina..." celetuk Vellina takut-takut. Mata Esgina membola sejenak, lalu dia menutup mata seolah pasrah.

"Kalian, ikutlah dengan saya...." ucap Esgina canggung ke Makaria dan Harry. Mereka bertiga berjalan menuju gedung terpisah yang berada di belakang Gym tersebut. Harus diakui Makaria, walau Gym itu terkesan kecil dari luar. Namun area gedung Gym panjang dan lebar ke belakang.

Mereka tiba di gedung belakang yang terpisah dua gedung kanan dan kiri. Gedung kiri terlihat seperti Hall olahraga, sedang yang kanan lebih seperti kantor. Sejenak Makaria bingung, mengapa konstruksi Gym saja terlihat seperti pabrik? Esgina mengajak keduanya ke gedung yang kanan.

"Whoa...!" celetuk kecil Makaria. Karena ternyata yang kanan merupakan campuran antara kantor dan semacam penginapan. Esgina mengajak mereka ke salah satu ruangan kantornya. Lalu mereka bertiga duduk di sofa dalam ruangan tersebut.

"Begini, sebenarnya pelatihan fisik Hayate telah selesai" membuat kedua mata Makaria dan Harry membola. "Tapi, saat ini dia berdilema, dan berusaha ingin berlatih lebih keras. Saya...tak bisa mengijinkannya melakukan itu..." tambah Esgina dengan wajah merana.

"Oh? Tapi kenapa...?" tanya Makaria cepat. Dalam benaknya, rasanya bagus kalau Hayate semakin hebat dalam berlari, dengan begitu bukankah pekerjaan Misi mereka bisa menjadi lebih mudah?

"Anda takut bro Hayate berlari terlalu cepat dan mencapai kecepatan yang dilarang oleh Kaunsel Waktu kah?" celetuk Harry tiba-tiba. Membuat Esgina dan Makaria terkejut. Harry sebaliknya, dia tampak sudah menduga hal ini bakal terjadi.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!