NovelToon NovelToon
HARAPAN DALAM AIR MATA

HARAPAN DALAM AIR MATA

Status: sedang berlangsung
Genre:Poligami / Keluarga & Kasih Sayang / KDRT (Kekerasan dalam rumah tangga) / Selingkuh / Mengubah Takdir / Berbaikan
Popularitas:6.4k
Nilai: 5
Nama Author: Arya wijaya

lahir sebagai wanita bukanlah pilihan seseorang, menjadi kuat juga bukanlah pilihan seorang wanita, kebahagiaan adalah harapan bagi seorang anak perempuan yang di dipersunting lelaki pilihan hati.
kisah ini menceritakan kehidupan rumah tangga empat saudara perempuan, yang punya banyak impian menikah adalah kebahagiaan, namun kisah pernikahan jauh dari ekspektasi air mata selalu hadir dalam setiap permasalahan, jatuh bangun ke empat saudara ini mempertahankan rumah tangganya, ada begitu banyak harapan dalam setiap air mata yang menetes dalam doa.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Arya wijaya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

TERTANGKAP BASAH

Sambil menunggu kedatangan suaminya Bu Maya merasa gelisah karena Ia takut akan kenyataan bahwa Putranya bukan hanya KDRT terhadap istrinya namun juga selingkuh.

"Mah.."

Bu Maya menoleh, lalu Ia menunjukkan jarinya ke Rumah Citra.

"Itu Pah, Erwin di dalam sana, tadi Dia bilang ingin ke Rosalia mendatangi teman kerjanya, tapi kenapa Erwin ada disini"

"Mah tenangkan diri Mamah, ayo Kita masuk ke dalam, Papah pun penasaran dengan apa yang Mamah ceritakan tadi"

Mereka pun memasuki rumah Citra, dan untungnya Citra tak mengunci rumahnya, Mereka berjalan begitu pelan, melirikkan bola matanya ke kanan dan ke kiri seraya mencari keberadaan Putranya.

Dan saat Ia melangkah melewati satu kamar dimana kamar itu tertutup rapat, namun terdengar suara desahan seorang wanita yang tiba-tiba tertawa senang.

Mereka saling menatap, mata Bu Maya kini mulai berkaca-kaca, namun sang suami mengelus pundak sang istri untuk menenangkan pikiran Bu Maya.

Pak Mardi dengan berani, berusaha membuka pintu tersebut, dan betapa terkejutnya Mereka berdua ketika melihat Putranya sedang asik berhubungan intim dengan seorang wanita.

"Astagfirullah Erwin"

Teriak Bu Maya saat melihat kejadian tersebut.

"Mamah"

Erwin pun di buat kaget dengan kedatangan kedua orangtuanya yang secara tiba-tiba.

"Benar-benar keterlaluan Kamu Erwin"

Pak Mardi murka, Ia mendekati Erwin dan langsung menarik Erwin dalam keadaan tak berpakaian.

"Anak kurang ajar!!"

Pak Mardi memukuli Erwin dengan tangannya, dan Citra merasa syok Ia hanya berteriak melihat sang kekasih di pukuli.

Bu Maya hanya bisa menangis, tak lama Ia memandangi wajah wanita yang tadi tidur dengan Putranya.

Bu Maya langsung berjalan mendekati Citra dan menampar pipi Citra dengan begitu kencang.

Citra tak dapat berkutik dan menjawab, Ia hanya terus memegangi pipinya yang memerah, lalu Erwin langsung bangkit dari amukan sang Papah.

"Pah.. Tunggu tunggu... Jangan begini dong Pah"

Disitulah Erwin mulai mengenakan pakaiannya, dan melempar pakaian Citra ke atas ranjang.

Citra pun segara memakai bajunya, lalu Erwin mulai berbicara.

"Pah.. Mah, Papah Mamah ngapain sih disini?"

"Erwin keterlaluan Kamu, Kamu sudah ketangkap basah berselingkuh bukannya minta maaf dengan Papah dan Mamah, malah Kamu bertanya seperti itu"

"Oke oke, iya iya, Aku minta maaf deh, Mamah ngikutin Aku yah?"

"Jaga bicara Kamu itu Erwin, Mana ada Mamah mengikuti Kamu, Mamah ingin ke rumah teman Papah Mu, dan Kamu berbohong sama Mamah, Kamu bilang berada di Rosalia, ternyata Kamu kesini menemui wanita murahan ini"

Citra hanya terdiam tak dapat berkata apa-apa.

"Kamu benar-benar sudah melukai hati Mamah Erwin, kenapa bisa-bisanya Kamu melakukan ini sama Mamah dan istri Kamu, padahal apa kurangnya Novi Win?"

Bu Maya bertanya sambil menangis kecil, kemudian Pak Mardi berkata,

"Kamu berhutang penjelasan dengan Kami, Mah.. Ayo Kita pulang, Papah muak berada disini melihat kegilaan anak Kita"

Erwin dan Citra hanya bisa terdiam tak dapat menjawab, kedua orangtua Erwin pun pulang dengan hati yang terluka.

Kemudian saat di perjalanan, Bu Maya kini menceritakan semua apa yang Novi ceritakan padanya, begitu juga dengan keinginan Novi yang ingin bercerai dari Erwin.

"Astagfirullah.. Sampai segitunya Mah anak Kita, apa benar Mah, ini semua nyata, atau hanya fitnah Mah"

"Bagaimana bisa fitnah Pah, Mamah melihat dengan jelas, luka-luka di sekujur tubuh Novi, jika Papah melihat itu semua, Papah pasti tidak akan pernah menyangka dengan perlakuan anak Kita"

"Papah jadi bingung sebenarnya apa yang di mau Erwin, kenapa Dia sampai menyiksa Novi, padahal Kita tahu kan Mah bagaimana hubungan Mereka sewaktu dulu"

"Itulah Pah, Mamah pun gak mengerti apa yang merasuki Erwin hingga Ia tega melakukan semua perbuatan keji itu"

Karena sudah telanjur tertangkap basah, mood Erwin pun kini sudah tak bergairah untuk melakukan kegilaan itu.

"Sudahlah Aku mau berangkat kerja"

"Tapi Sayang, Kamu kan belum keluar, apa gak mau di lanjutkan"

"Sudah gak mood, sial.... Kenapa Mamah dan Papah bisa kesini sih?"

"Lalu bagaimana sekarang dengan hubungan Kita sayang, Aku gak mau loh, Kamu ninggalin Aku dan mencampakkan Aku begitu saja"

Ucap Citra sambil mengelus-elus dada Erwin.

"Kamu tenang saja sayang, Aku gak akan tinggalkan Kamu kok"

"Bener... Terus kalau misal istri Kamu minta untuk memilih bagaimana? Kamu pilih siapa? Aku atau istri Kamu?"

"Ya Kamu lah, sayang..."

Jawab Erwin sambil memegang dagu Citra.

"Ya sudah ya, Kita harus kerja, besok Aku gajian, nanti Kita jalan-jalan yah"

"Iya sayang"

Dan saat tengah memasuki kapal laut, Erwin mendapati telepon dari temannya yang menagih hutang.

"Iya iya, Gue gak lupa hutang Gue, besok Gue gajian, Lo tenang dong"

"Kalau sampe Lo ingkar janji, Gue akan datangi rumah Lo dan mengambil barang-barang Lo"

"Iya bang Gue janji".

Cerita beralih pada keluarga Aliyah.

"Aliyah, sini Nak"

"Ada apa Mah?"

"Kamu lihat deh, menurut Kamu design kartu undangannya bagus yang mana?"

Aliyah hanya terdiam dan menjawab terserah pada ibunya.

"Kok terserah sih? Kamu memangnya gak mau memilih ini kan untuk pernikahan Kamu juga"

"Mah Aliyah mau bertanya deh sama Mamah?"

Bu Fatimah menatap Aliyah dengan rasa bingung.

"Mau bertanya apa?"

"Mah.. Apa alasan Mamah menerima lamaran Mas Arif?"

"Loh Kamu kok bertanya seperti itu, Aliyah Arif dan keluarganya itu sudah sangat faham agama, jadi Mamah memberikan Kamu pada keluarga Ami Annisa itu sudah baik dan bagus"

"Baik dalam hal apa Mamah?"

Bu Fatimah terdiam merasa bingung dengan sikap Putrinya.

"Kamu itu kenapa sih? Jangan bilang Kamu mulai ragu dengan pernikahan ini"

"Kalau Aku ragu dan ingin membatalkan pernikahan ini, apa Mamah mau menerima itu?"

Mata Bu Fatimah mulai terbelalak lebar.

"Apa maksud Kamu?"

"Mah.. Aku sepertinya gak sanggup menjadi yang kedua dalam pernikahan Mas Arif dan Mbak Irna"

"Aduh Aliyah Kamu jangan aneh-aneh deh, Mamah sudah persiapkan ini semua, Mamah sudah keluar banyak uang, dan Mamah gak mau yah Kamu sampai bikin malu keluarga"

Aliyah hanya terdiam termenung, dalam hatinya ingin sekali mengakhiri drama ini, karena sesungguhnya Ia tak sanggup menjadi orang ketiga di dalam pernikahan Arif.

"Aku mau ke kamar Mah"

Aliyah pun pergi begitu saja dari hadapan Bu Fatimah, dan Bu Fatimah hanya bisa terdiam memandangi dan bertanya-tanya apa yang sedang di rasakan Putrinya saat ini.

Asri kini mendapatkan banyak orderan cucian dari para tetangganya, dan Ia sangat bersyukur karena penghasilan dari mencuci pakaian sangatlah lumayan, sebagian uangnya Ia tabung di sekolah Rina, supaya aman dan tak di ganggu.

Tiba-tiba saja, Asri terpikir untuk membangun usaha warung makan, sebab saat Ia berjalan mengambil pakaian kotor para tetangganya, Ia pernah melewati suatu bangunan yang kosong yang tertulis di kontrakan dengan tulisan yang besar.

Setelah selesai sudah mencuci pakaian Asri kini mendatangi suaminya yang sedang memahat karyanya.

"Ayah... Bunda ingin bicara sesuatu?"

"Mau bicara apa?"

"Ayah kan kemarin berkata sedang dapat orderan besar, boleh tidak Yah, Aku minta sedikit uang itu untuk Aku gunakan menyewa tempat, Aku ingin membuka usaha warung makan sederhana"

Ferry langsung menghentikan aktifitasnya dan Ia menoleh ke Asri dan menjawab,

"Apa... Kamu ingin minta uang, Aku memang dapat banyak orderan, tapi tidak begitu banyak, jadi gak akan cukup juga untuk menyewa tempat yang Kamu bilang itu"

"Satu juta saja yah, sisanya biar nanti Aku yang usahakan sendiri"

Ferry kini menaruh alat kerjanya, dan berkata sekali lagi.

"Gak ada, Aku tidak bisa memberimu Uang untuk menyewa tempat itu, sudahlah jangan ganggu Aku sedang bekerja"

Asri pun merasa kecewa, dan putus harapan, karena kalau mengandalkan uang pribadi hasil dari cucian tak akan bisa untuk menyewa tempat itu.

"Memangnya Ayah dapat berapa dari hasil orderan itu?"

"Untuk apa Kamu tanya-tanya soal uang itu, yang penting Aku sudah Kasih Kamu uang untuk kebutuhan satu Minggu ini"

"Bunda tahu, tapi apa salahnya jika Ayah jujur berapa pendapatan yang Ayah dapat?"

"Kamu mau apa, beli skincare, Aku kasih sekarang uangnya, asal jangan minta mas saja"

Asri terdiam hanya dapat menatap wajah suaminya itu, entah harus bagaimana lagi untuk merubah sifat suaminya yang tak pernah transparan soal keuangan.

"Aku hanya ingin membuka usaha, supaya Aku tidak terlalu merepotkan Kamu"

"Tidak ada, Aku tidak bisa memberi uang yang Kamu minta, sudah yah.. Jangan lagi ada pembahasan soal ini"

Asri hanya bisa pasrah dengan keadaan, padahal Ia sangat ingin sekali membuka usaha itu.

Asri pun pergi tanpa bicara lagi, dan Ia memasuki kamarnya, dan menangis kecil merenungi semua ini.

1
Lita Pujiastuti
tinggalkan Erwin, Nov...
Lita Pujiastuti
Kenapa laki² hanya menuruti nafsu saja. Semoga pd kena HIV...biar tahu rasa
Lita Pujiastuti
walau kepepet butuh biaya utk ibunya. Tapi caranya gk gitu jg, Citra
Lita Pujiastuti
Mbak, kok tidak update²?...saya tunggu lhooo...
Arya wijaya: makasih bnyk ya mbak sudah mampir di di cerita novel ku🥰
total 2 replies
Lita Pujiastuti
Erwin mmg harus segera ditinggalkan..biar tahu rasa
Lita Pujiastuti
Payah kamu, Win. Tunggu saja, suatu saat Novi akan meninggalkanmu jika kamu masih lanjut dg Citra
Lita Pujiastuti
ansknya gk ada masa gk lihat
Lita Pujiastuti
pil kuning yg dosisnya dikurangi...
Erwin, hrsnya terus terang dg Novi ttg Citra. dan janji gk akan mengulang. Agar video itu tdk dijadikan Citra sbg alat utk mengancam
Lita Pujiastuti
Istiqomah, Erwin....awas, bisa kehilangan Novi klo kamu kambuh
Lita Pujiastuti
Alhamdulillah, ada jln terang utk Mai
Lita Pujiastuti
Hasan paling menyebalkan diantara menantu yg lain...licik
Lita Pujiastuti
Jauhi Citra, Win. Dia biang kerok semua masalahmu...jgn mau dibodohi lg dg obat²an dan jamu itu..
Lita Pujiastuti
semoga semua kakak beradik itu kisahnya berakhir bahagia
Lita Pujiastuti
Erwin ra nggenah... istri buat jaminan utang...
Lita Pujiastuti
,si Feey...pelit tryt
Lita Pujiastuti
Ceritanya bagus, problematik kalangan menengah bawah...bukan CEO seperti kisah kebanyakan di noveltoon..
Lita Pujiastuti
Mau aja, Mai...
Lita Pujiastuti
Erwin harus ke dokter dan mulai rehabilitasi. sepertinya dia konsumsi. narkoba
Lita Pujiastuti
Kerja lagi aja, Asri ..
Lita Pujiastuti
Kenapa punya suami gk ada yg bener, sih....ini jln terbaik cerai. Walau dlm agama sebenarnya harus dihindari
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!