NovelToon NovelToon
Dendam Dan Cinta Tuan Arogan

Dendam Dan Cinta Tuan Arogan

Status: tamat
Genre:Balas Dendam / Anak Kembar / Beda Usia / Tamat
Popularitas:266.1k
Nilai: 5
Nama Author: Triyani

Karena kesalahpahaman, membuat seorang gadis bernama Ghina harus terseret ke sebuah hubungan yang rumit dengan seorang pria yang berusia 25 tahun lebih tua darinya.

Hanya karena wajah yang mirip, Ghina pun harus menerima dijadikan tersangka dibalik kematian seorang pemuda bernama Erfin Darmawan.

Hal itu membuat Erwin Darmawan, yang tidak lain adalah ayah dari Erfin pun akhirnya kembali ke tanah air untuk membalas dendam pada gadis yang sudah membuat putranya meninggal.

Hingga akhirnya Erwin pun dipertemukan dengan Ghina. Gadis yang di duga sebagai alasan di balik kematian putranya. Lalu, mereka pun akhirnya terlibat sebuah hubungan yang cukup rumit.

Lalu, setelah semuanya terbongkar. Mampukah Ghina bertahan dalam penjara cinta dari si pria tua itu??

Dan apa yang akan Erwin lakukan setelah tahu jika ternyata bukan Ghina yang sudah membuat putranya meninggal??

Akan kah Erwin melepaskan Ghina atau malah semakin mengikat gadis itu dalam jerat cinta nya??

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Triyani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab.21

Bukan hanya Bi Sarti yang tidak pernah absen untuk berkunjung dan menemani Ghina selama dia di rawat di rumah sakit. Sosok Erwin sama sekali tidak pernah absen dari samping Ghina.

Selama beberapa hari wanita itu di rawat di rumah sakit. Tidak bisa Ghina pungkiri jika Erwin begitu menunjukkan perhatian yang sangat besar padanya.

Pria itu benar benar menjaga dan merawat Ghina dengan sangat baik. Dia bahkan tidak pernah membiarkan Ghina turun dari ranjang meski itu hanya untuk pergi ke kamar mandi.

Erwin kerap tidak membiarkan Ghina pergi ke toilet dengan berjalan kaki. Pria itu akan selalu membantunya dengan membawa wanita itu dalam gendongannya.

Meski Ghina sudah sering menolak hal itu, tapi Erwin tidak pernah mempedulikan penolakan dari Ghina dan dia akan tetap melakukan apa yang dia inginkan.

Hingga akhirnya Ghina pun hanya bisa pasrah dan menerima perlakuan baik dan juga perhatian yang begitu extra dari seorang Erwin. Meski kadang Ghina merasa tidak nyaman dengan perlakukan baik itu.

*

*

Setelah menempuh perjalanan selama hampir 1 jam, akhirnya mobil yang dibawa oleh Erwin tiba di halaman rumahnya.

Dengan dibantu oleh Bi Sarti , Ghina keluar dari dalam mobil secara perlahan-lahan. Namun, saat hendak melangkah Ghina kembali dikejutkan dengan apa yang di lakukan oleh Erwin padanya.

Set

"Aahhh. Tuan," seru Ghina saat merasakan tubuhnya melayang di udara karena tiba-tiba saja Erwin mengangkat tubuh mungilnya.

"Turunkan saya Tuan, saya bisa jalan sendiri," lanjut Ghina saat Erwin melangkah maju, memasuki rumah dengan membawa Ghina dalam gendongannya.

"Diam dan menurut lah. Aku Tidak mau terjadi sesuatu yang buruk lagi padamu dan aku juga tidak mau kalau kamu sampai harus kembali lagi ke rumah sakit hanya karena aku gagal menjaga dan merawat mu selama kamu di rumah," jawab Erwin wanita yang kini ada dalam gedongan nya melayangkan protes dan meminta untuk di turunkan.

"Tapi aku baik baik saja, Tuan,"

"Iya aku tahu, tapi aku akan tetap lakukan hal ini sampai kondisi kamu benar benar pulih." jawab Erwin yang tampaknya tidak akan pernah mendengarkan semua penolakan yang di berikan oleh Ghina padanya.

Merasa tidak akan pernah menang saat berdebat dengan Erwin, Ghina pun akhirnya memilih untuk diam dan membiarkan pria itu melakukan apapun yang dia mau. Selama apa yang Erwin lakukan tidak lagi menyakitinya, Ghina tidak akan mempermasalahkan apapun lagi.

Karena, lelah rasanya saat harus berdebat dengan orang yang keras kepala seperti Erwin. Karena sekuat apapun Ghina melawan dan menolak, dia tidak akan bisa melawan pria arogan itu.

Akan tetapi, Ghina tidak bisa lagi menahan diri untuk bertanya saat menyadari jika Erwin tidak membawanya ke halaman belakang. Melainkan ke lantai atas rumah itu.

"Ki_kita mau kemana, Tuan? Ini bukan arah kamarku," tanya Ghina saat Erwin membawanya ke lantai atas.

"Mulai sekarang kamar mu ada di sini dan bukan lagi di halaman belakang." jawab Erwin yang membuat Ghina membulatkan matanya.

Mata Ghina semakin membulat sempurna saat Erwin tidak hanya membawanya ke lantai atas, tapi juga membawanya memasuki kamar utama yang tidak lain adalah kamar pribadi Erwin sendiri.

"Tu_tunggu, Tuan, tapi ke___,"

"Tenanglah, hanya kamu yang akan menempati kamar ini. Sementara aku, akan tidur di ruang kerja. Jadi kamu tidak usah khawatir, ok. Mulai sekarang, kamulah pemilik kamar ini," jawab Erwin sambil membaringkan tubuh Ghina di atas kasurnya.

"Terima kasih, Tuan." ucap Ghina yang masih merasa bingung atas perubahan sikap dan juga perlakuan Erwin selama beberapa hari ini padanya.

Entah apa yang membuat pria itu berubah dengan begitu drastisnya. Dari seorang pria arogan yang dipenuhi oleh dendam dan amarah. Kini, pria itu berubah menjadi pria yang begitu manis dan penuh perhatian.

"Tidak perlu berterima kasih. Ini sudah menjadi kewajibanku untuk menebus semua dosa dosaku padamu. Istirahatlah, aku tidak akan mengganggumu dan aku kembali lagi saat jadwal kamu minum obat nanti," jawab Erwin sembari menyelimuti tubuh Ghina dengan selimut.

"Aku bisa melakukan nya sendiri, aku bukan anak kecil yang harus terus di awasi saat minum obat," lanjut Ghina yang merasa jika sikap Erwin sudah lah sangat berlebihan.

"Aku bukannya mau mengawasi mu, aku hanya ingin memastikan jika kamu meminum obatmu dengan benar,"

"Baiklah. Terserah Tuan saja kalau begitu," jawab Ghina yang akhirnya mengalah pada Erwin dan akan membiarkan pria itu melakukan apa yang dia inginkan.

"Tidurlah, nanti akan aku bangunkan saat waktunya kamu minum obat. Aku akan ke ruangan sebelah, jika butuh sesuatu tekan saja tombol yang ada di samping ranjang dan aku akan segera kemari." lanjut Erwin yang di angguki oleh Ghina.

Setelah memastikan Ghina istirahat. Erwin pun akhirnya pergi meninggalkan kamar itu. Sebelum pergi, seperti biasa, pria itu akan memberikan satu kecupan sayang di pucuk kepala Ghina.

Dan hal itu, tentu saja membuat Ghina kembali di buat kaget dan juga tersipu malu. Ghina tidak menyangka jika di balik sikap arogan nya seorang erwin, ada juga sikap lembut penuh perhatian dan juga kasih sayang di dalam diri pria itu

Setelah kepergian Erwin dari sana, Ghina pun memutuskan untuk tidur. Mengistirahatkan tubuhnya yang memang masih lemah dan juga masih dalam masa pemulihan.

Sementara itu, Erwin sendiri kembali ke ruangan kerjanya, untuk melanjutkan pekerjaan nya di sana. Setibanya di ruang kerja, Erwin pun langsung merogoh ponsel dari dalam saku celananya untuk menghubungi seseorang.

Tuuttt

Tuuttt

Klik

"Ya Tuan, Apa ada yang bisa saya bantu?" tanya seseorang yang Erwin hubungi saat ini.

"Tolong siapkan berkas-berkas yang aku minta kemarin," jawab Erwin pada orang yang ada di seberang sana.

"Jadi, anda akan menikahi wanita itu? Apa anda sudah yakin? Lalu bagaimana dengan Sandra?"

"Tentu saja aku yakin. Aku harus bertanggung jawab dengan apa yang sudah aku lakukan padanya. Terlebih lagi, dia adalah korban dari keegoisan ku yang saat itu diselimuti oleh amarah dan untuk Sandra. Tolong awasi dia jangan sampai dia kembali mengganggu kehidupan kami dan menyakiti Ghina lagi,"

"Baiklah jika itu sudah menjadi keputusan anda, akan segera saya siapkan Dokumennya, Tuan,"

"Bagus aku tunggu hasilnya secepat mungkin,"

"Baik tuan, perintah anda akan segera saya laksanakan."

Usai berbincang dengan orang kepercayaannya. Erwin pun kembali menutup sambungan telepon itu. Erwin kembali melangkahkan menuju ke arah sebuah dinding di mana sebuah foto seorang wanita cantik terpanjang di sana.

"Maafkan aku Anita. Maafkan aku, karena akhirnya aku mengkhianatimu. Aku harus menikahi wanita itu untuk mempertanggungjawabkan apa yang sudah aku lakukan padanya. Ah tidak, bukan hanya untuk bertanggung jawab. Karena pada kenyataan nya, wanita itu sudah berhasil membuat aku jatuh cinta padanya. Sekali lagi, aku benar benar minta maaaf. Semoga kamu bisa merestui Pernikahan kami." gumam Erwin saat menatap foto mendiang istrinya, Anita.

1
Dian Ningsih
hadir kk... aq sell setia d lapak ini...
MyPooh
Luar biasa
MyPooh
Sm Miya kok Erwin bisa tenang dengar penjelasan, sementara sm Ghina selalu ada kekerasan. Bahkan Ghina ga dikasih wkt buat menjelaskan ttg dirinya. semoga endingnya Ghina pergi dan tdk pernh memaafkan Erwin.
Musdalipah Muti
Luar biasa
Musdalipah Muti
Lumayan
Dyah Oktina
lah..bukannya ada bi surti?
Dyah Oktina
waduh... kenapa ngak cerai aja kla ssh 5thn tdk ada kenyamanan
Dyah Oktina
lah...bukannya kemana2 d kawal sm bodyguard thor??? terus kok bisa ngak punya rumah.. bukannya penghasilannya fantastik sebagai wanita yg kerja d club yg d pavoritin sama pelanggan club?
Dyah Oktina
Luar biasa
Dyah Oktina
typo....typo...typo.. 🤭 saking banyanya buat cerita ya thor.. 😁
Meimei Memei
Luar biasa
Puspita Sari
ini para duda duda mateng beruntung bgt yak dapet daun muda hahahhaha
Puspita Sari
miya sama ghina kayanya anaknkembar deh soalnya pas hamil pertama dua"nya tuh janinnya kembar
Rini Yulinda
wah ini mah rentenir yg ngejar-ngejar ghina karena ortu nya punya hutang, mukanya kan sama
Nuraini Nuraini
Luar biasa
Rayna_dewi
kykny sandra ada andil,,
Anita Jenius
bagus ceritanya.
5 like buatmu kak. semangat
Nurhayati Nia
cemburukan dirimu wahai tuan arogan
Nurhayati Nia
sadis banget kamu tuan erwin
Annie Soe..
Trm kasih thor, karya halu yg apik.
Saran sedikit parents ghiya/ghina siapa mereka di jelasin lbh mwantap lagi..
Terus & tetap berkarya thor..
🌸 Triyani 🌸: sama sama Kak, terima ksih juga saran nya 🤗🥰 semoga othor bisa lebih baik lagi di karya karya selanjutnya ya Kak.
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!