Menepati janji pada pria kaya raya. Harus menebus semuanya dengan menukar salah satu putrinya untuk menikah dengan CEO Terkenal seluruh dunia no 1.
Pria yang akan menjeratnya dengan pernikahan diatas kertas, melahirkan sang pewaris, selain itu ada rencana tersirat di balik pernikahan itu. Dan pastinya yang tidak diketahui oleh si wanita, ia dijadikan istri kedua.
Maaf jika ada sedikit Typo dan cerita nya kurang berkesan atau menarik.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon utayi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 22
Keesokan harinya.
Nabilla yang sudah terbangun dari tidurnya, merasa ada sesuatu yang berat mengganjal di atas pinggangnya. Dengan perlahan pandangan matanya turun ke arah perut, di lihatnya ada sebuah tangan kekar memeluk dirinya.
Nabilla begitu kaget melihat Alister yang tertidur begitu pulas dalam pelukan nya. Seketika Nabilla tersenyum tanpa ia sadari.
"Tanpa ku sadari rupanya tuhan telah mengabulkan doaku.." gumam Nabilla dalam hati . Dan ia baru menyadari suaminya itu sangat lah lebih tampan dari pada berbicara dengan nya sudah sangat menyeramkan.
"Ahh ... " Jerit Nabilla seketika saat Alister membuka matanya dan menatap wajah cantik Nabilla yang seperti nya sudah ketahuan menatapnya.
"Tuan lepaskan aku.. aku mau mandi!" Pekik Nabilla saat tubuhnya di peluk semakin kencang oleh Alister.
"Bukankah kau senang menatapku, kenapa sekarang minta ke kamar mandi hm.." Ujar Alister.
"Ampun, aku tidak mau lagi.. lepaskan aku tuan!" Ujar Nabilla meronta - ronta untuk lepas dari pelukan Alister .
"Sudah kau hanya perlu diam, jangan bergerak atau aku akan benar - benar menerkam mu pagi ini !" Ucapan Alister mampu membuat Nabilla terdiam.
"Tuan.. aku mau mandi.." Cicit Nabilla merasa kegelian di saat lehernya mendapatkan kecupan lembut dari Alister .
"Sudahlah pergilah sana!" Ujar Alister mendorong tubuh Nabilla dengan gadis itu membeku seketika mendapat perlakuan mendadak dari Alister.
Nabilla segera berlari ke arah kamar mandi dan mengunci pintu itu rapat - rapat.
"Dia benaran sangat mesum ! Tadi dia hampir membuat ku... ah!!! " Nabilla mengacak rambut nya prustasi. Semakin lama ia berada di dekat Alister, jantungnya semakin tidak baik - baik saja. "Jika seperti ini aku harus selalu cek ke dokter jantungku, jangan - jangan aku terserang penyakit jantung lagi." Gumam Nabilla dengan ketakutan.
Tok..tokk..
"Hey gadis bodoh, buka pintunya!" teriak Alister sembari mengedor pintu kamar mandi itu.
"Aku tidak mau! Aku sedang mandi!" Saut Nabilla.
"Aku tau. Makanya cepat buka pintunya!" Alister semakin berteriak kencang.
"Aku bilang tidak mau! Lebih baik mandi, di kamar mandi sebelah sana!" Teriak Nabilla dari dalam.
"Cepat buka pintunya atau aku akan mendobrak nya!" Ancam Alister menendang pintu kamar mandi itu karna rasa kesal pada Nabilla.
"Benar - benar yah tuh tuan mesum smeakin lama semakin melunjak." Nabilla mematikan air shower dan mengambil air seember , tidak lupa mengambil handuknya untuk menutupi tubuhnya.
Barulah ia membuka pintu itu secara tiba tiba membuat Alister tersenyum penuh kemenangan tapi itu hanya sementara dan Nabilla menyiram tubuh Alister dengan air seember sampai tubuhnya basah kuyup.
"Kau!" Seru Alister.
"Rasakan itu, makanya jadi orang jangan terlalu mesum! Tuan muda Alister apa perlu aku mandikan hm...?" ledek Nabilla lalu menginjak kaki Alister dan kabur melarikan dirinya ke ruang walk-in-closet.
"Dasar gadis bodohh! awas kau ya !" Umpat Alister memegang kakinya terasa sangat sakitt.
Beberapa menit kemudian.
Nabilla yang merasa sudah selesai berganti pakaian dan kini ia keluar dari ruangan walk-in-closet lalu ia bercermin sejenak menatap pantulan dirinya di cermin.
"Aku ini sebenar cantik. tapi terkadang juga jelek.. " Ujar Nabilla . Tanpa ia sadari Alister keluar dari kamar mandi hanya menggunakan handuk putih yang melilit di pinggang nya.
"Memang kau itu sungguh jelek, siapa yang mengatakan kau itu cantik. " Ujar Alister berjalan ke arah Nabilla.
"Astagfirullah!" Pekik Nabilla menutup mulutnya melihat pemandangan yang sungguh indah.
Alister menarik dagu Nabilla lalu menatap wajah Nabilla secara detail..
"Apa yang kau akan lakukan ?"
"Tapi kenapa ya aku mau menikah dengan wanita jelek seperti mu, ohh bukan jelek saja tapi juga bodoh!"
"Kau mengatakan ku bodohh!"
"Akhhh!!!!" Teriak Alister tangannya di gigit Nabilla sehingga meninggalkan tampak.
"Sekali lagi kau mengatakan ku bodoh, kau yang akan habis di tanganku!" ancam Nabilla lalu berjalan keluar dari kamar. Hatinya terlanjur sakitt, dengan Alister memanggilnya Bodohh.
Alister hanya tertawa dengan ancaman istri kecilnya.. ia anggap itu ialah lelucon Nabilla saja untuk menakutinya.
*
Jangan lupa setelah membaca tekan tombol like ◉‿◉
kok amelia nampar dinda?
mulai wkwkw
gemes aku