Kumpulan cerita- cerita silat pendek yang masih ada sedikit hubungan dengan novel 13 Pembunuh dan Pendekar Tanpa Kawan.
Hampir setiap latar belakang kisah, tokoh, tempat juga waktu kejadian yang ada pada novel ini, diambil dari kedua novel tersebut.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anggita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kotak Mimpi. (Bab6)
Diserang secara mendadak begitu hebat tanpa sempat mengenali siapa lawannya tentu membuat Teuku Galang alias si 'Pendekar Rencong Mentari' jadi kelabakan. dengan berteriak marah dia hanya bisa babatkan rencong pusakanya untuk dapat sekadar menahan pukulan sakti lawan yang menderu ganas.
Jurus ilmu kesaktian 'Pancaran Mentari Pagi' terpaksa kembali dia gunakan meskipun kekuatannya sudah berkurang, akibat dirinya baru saja kehilangan sebagian tenaga dalam akibat bentrok dengan Hang Manggala. satu kilatan cahaya putih berkilauan menyambar ke depan. saat dua kesaktian bertemu di udara dan ledakan keras terjadi, terlihat tubuh Teuku Galang terpental hampir dua tombak ke belakang.
Darah segar tersembur keluar dari mulutnya. rencong di tangannya turut terlepas. orang ini jatuh terkapar hanya beberapa langkah dari tempat dimana Raden Toga Basirih duduk. orang tua itu menggeram marah dan bangkit dari kursinya. tapi anehnya dia kembali terhempas ke kursinya setelah lebih dahulu terbatuk keras dengan tubuh gemetaran dan muka pucat pias berkeringat.
Seketika semua orang dapat mengetahui kalau sebenarnya pendiri perguruan silat 'Bunga Karang' itu sedang mengalami sakit yang cukup parah hingga terpaksa harus mengundurkan diri dari rimba persilatan dan mewariskan kedudukan sebagai pimpinan perguruan silat Bunga Karang kepada putra tertuanya yang bernama Eka Dewangga.
Pendekar Rencong Mentari segera mendapat pertolongan dari para murid Bunga Karang dan tamu pesilat lainnya. sebelum terbatuk darah dan pingsan, orang ini masih sempat melihat sosok lawan yang berhasil melukai dirinya hanya dengan sekali hantam. dia seorang lelaki muda dua puluh lima tahunan, berpakaian jubah kuning celana hitam. raut wajahnya gagah tampan juga berkumis tipis.
Yang menarik adalah sepasang tangannya meskipun sangat kekar berotot namun bersih mengkilap dan memancarkan cahaya kuning keemasan. tanpa dapat ditahan bibir Teuku Galang berucap gemetaran. ''Kka., katakan sia., siapa kau seb., sebenarnya.?'' pemuda itu hanya menjawab singkat, ''Aku tidak memiliki nama tapi cukup punya kemampuan untuk membunuhmu.!''
Jawaban yang aneh dan acuh, tapi seketika membuat gempar seluruh panggung. ''Aap., apakah dia inilah pesilat hebat yang akhir- akhir ini menggegerkan pulau besar Andalas ini dan di juluki sebagai si 'Kematian Tanpa Nama.!'' seseorang berseru kaget. ''Aah., aku juga pernah mendengar tentang orang ini. kabarnya semenjak kemunculannya dia belum pernah menemui kekalahan.!'' timpal pesilat lainnya tidak kalah terperanjat.
''Sungguh tidak disangka, orang ini adalah anggota dari partai 'Gapura Iblis'. perguruan silat Bunga Karang sedang berada dalam masalah besar. tadinya kupikir masih ada peluang untuk melawan sekaligus membantu keluarga Raden Toga Basirih, karena selain beliau adalah seorang pendekar budiman dan pejabat yang baik, dulu dirinya juga pernah menyelamatkan kita dari kematian..''
''Tapi sayangnya lawan yang muncul terlalu kuat. akan sia- sia saja jika nekat melawan. bagaimanapun juga nyawa kita sendiri lebih penting. maafkan kami Raden Toga Basirih. bukannya lupa balas budi tetapi kita tidak sanggup untuk membantumu..'' gumam dua orang pesilat yang saling berbisik sebelum berkelebat pergi dari atas panggung.
Hampir semua orang yang berada di sana sama mengetahui siapa adanya mereka berdua sebagai kaum pesilat golongan putih yang berilmu cukup tinggi serta pernah menerima budi pertolongan dari Raden Toga Basirih. tapi sekarang mereka memilih untuk kabur menyelamatkan diri karena ketakutan dengan partai Gapura Iblis. orang tua bekas pimpinan Bunga Karang itu menghela nafas sedih. dalam hatinya dia membatin, ''Benar kata orang, sahabat sejati atau bukan hanya akan terlihat di saat kita dalam kesusahan..''
Hanya terpaut sekejapan mata saja, terlihat dua jalur sinar kuning emas menyambar. baru saja tubuh keduanya melesat tiga- empat langkah, mereka sudah berteriak ngeri saat punggungnya jebol hingga tembus ke dada dihantam cahaya kuning berhawa panas, lalu jatuh tersungkur tepat di bawah panggung. ''Huhm,, hanya kematian yang pantas untuk para pengecut seperti kalian berdua.!'' dengus si Kematian Tanpa Nama.
Semua orang makin bergidik ngeri melihat kejadian itu. beberapa orang tamu yang juga bermaksud kabur segera mengurungkan niatnya. ''Haa., ha., tuan pelindung. dengan kedatanganmu semua pesilat disini langsung kehilangan nyali. sekarang siapa yang jadi pengecut, Hahh.? diriku sudah membayar uang perlindungan sangat mahal kepada Gapura Iblis. sekarang kuminta cepat kau bunuh mereka semuanya.!'' teriak Hang Manggala dengan sombongnya.
''Diam kau bangsat.!'' bentak si jubah kuning sembari putar tubuhnya lalu menghantam. lain yang diminta namun berbeda pula yang dia dapatkan. Hang Manggala menjerit ngeri saat selarik cahaya kuning emas berkelebat menghantam kepalanya hingga terpecah dan hangus berserakan. sampai matipun orang ini juga tidak dapat memahami kenapa dirinya mesti dibunuh, padahal dia sudah membayar uang perlindungan pada Gapura Iblis sangat mahal. ataukah., telinga orang itu telah salah mendengarkan perintahnya.?
''Sejak kapan anggota Gapura Iblis menerima perintah orang lain. aku bisa melindungimu tapi dapat juga menghabisimu kalau engkau terlalu banyak tingkah. diriku bukanlah budak suruhanmu, dasar keparat.!'' si Kematian Tanpa Nama mendapat marah. keheningan yang mencekam terjadi beberapa saat lamanya. keadaan mayat Hang Manggala membuat sebagian murid perguruan silat Bunga Karang muntah saking ngerinya.
''Sudah cukup kalian termangu seperti orang tolol. sekarang kau jawablah pertanyaanku ini Raden Toga Basirih. apakah benar berita yang kami dari partai Gapura Iblis dengar, kalau dirimu jatuh sakit dikarenakan terlalu banyak menggunakan tenaga kesaktianmu demi berusaha membantu Tri Bayu, putra ketigamu yang sedang membuat sebuah benda aneh namun ajaib yang bernama 'Kotak Mimpi.?''
''Jika berita yang kami dapatkan itu adalah benar adanya, maka serahkanlah benda itu padaku sekarang juga. Gapura Iblis akan memberikan imbalan yang setimpal padamu. kami tidak menerima segala tawar- menawar apapun, juga pantang kembali dengan tangan kosong. jadi., turuti saja permintaanku kalau kalian semuanya ingin selamat.!'' ancam Kematian Tanpa Nama dingin.
Sebuah pertanyaan yang di lontarkan oleh utusan dari partai Gapura Iblis ini bukan saja sangat mengagetkan Raden Toga Basirih dan semua anak- muridnya tapi juga mengundang rasa penasaran bagi para pesilat yang masih bertahan di sana. ''Kotak Mimpi., barang seperti apakah itu.? kenapa partai golongan hitam terkuat Gapura Iblis sampai begitu menginginkannya.?'' pikir semua orang penuh rasa ingin tahu.
Setelah terjadi keributan di antara para tamu, pada akhirnya Raden Toga Basirih berdiri dari kursinya. jika sebelumnya tubuhnya terlihat lemah dan pucat, kini secara aneh nampak menjadi lebih segar bersemangat meskipun masih sedikit gemetaran. ''Haa., ha., Kotak Mimpi.? benda semacam apakah itu. aku sungguh tidak mengerti apa yang saudara bicarakan tadi..'' ujarnya seraya tertawa.
''Harap maafmu saudara utusan dari partai Gapura Iblis. memang benar diriku sedang kurang sehat. tapi itu selain di karenakan penyakit lamaku yang kambuh, aku juga telah salah melatih sebuah ilmu kesaktian baru hingga tenaga dalamku kacau dan merosot. sebab itulah kuwariskan jabatan ketua perguruan silat Bunga Karang pada putra tertuaku..'' sambung Raden Toga Basirih.
Lebih lanjut orang tua itu satukan telapak tangannya dan membungkuk hormat ke depan semua orang. ''Sungguh tidak diduga jika acara pengunduran diriku sekaligus untuk mengangkat pengganti ketua perguruan silat Bunga Karang mesti berakhir lebih cepat dan kurang berkenan dihati. karenanya aku minta maaf kepada semua saudara yang hadir di sini..''
Ucapan ini jelas merupakan pengusiran secara halus kepada semua orang sekaligus upaya untuk menutupi suatu masalah. namun ini justru semakin mengundang perasaan ingin tahu di hati para pesilat tentang benda bernama Kotak Mimpi itu seperti yang telah disebutkan oleh utusan dari partai Gapura Iblis. karena apapun wujudnya, jelas barang itu sangatlah berharga.!
........
Silahkan tuliskan komentar Anda. Terima kasih, 👍☝👏🙏💪👌⭐🤲😊.
iklan mampir untukmu thor 3🐬