NovelToon NovelToon
LEON'S SECRET GIRLFRIEND

LEON'S SECRET GIRLFRIEND

Status: tamat
Genre:Ketos / Dikelilingi wanita cantik / Lari Saat Hamil / Nikahmuda / Cintapertama / Tamat
Popularitas:87.3k
Nilai: 5
Nama Author: aufaerni

Rebbeca Alisia, atau yang akrab disapa Becca, adalah gadis berbadan besar yang sering menjadi sasaran ejekan teman-temannya di sekolah. Dia adalah kekasih tersembunyi dari Leonardo, siswa populer di sekolahnya yang biasa dipanggil Leon. Pria playboy dengan banyak pesona ini, harus berpacaran dengan Becca selama sisa masa sekolah mereka, satu setengah tahun, hanya karena kalah dalam taruhan yang dia dan tiga sahabatnya lakukan.

Apakah Becca bisa bertahan dalam hubungan dengan Leon, yang hanya menganggapnya sebagai gadis simpanan, Ataukah dia akan memilih untuk pergi, meninggalkan Leon dan semua kesedihan yang ada?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon aufaerni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

NATHAN & REBECCA

Hari ini, Nathan yang menjemput Rebecca. Lelaki itu dengan enggan menunggu di depan sekolah, sambil menunggu gadis gendut tersebut keluar.

"Kalau bukan karena Leon, ogah gue jemput tuh anak!" gerutu Nathan.

Nathan melirik jam di tangannya, kesal karena Rebecca belum kunjung keluar juga.

"Lama banget sih!" erangnya kesal.

Nathan mulai merasa bosan, jadi dia memutuskan untuk memutar lagu kesukaannya di dalam mobil sambil berharap Rebecca segera datang.

Setengah jam kemudian, akhirnya Rebecca keluar juga. Gadis itu berjalan menuju mobil yang dipakai oleh Nathan.

Nathan yang melihatnya merasa sangat lega. Lelaki itu ingin segera pulang dan bermain PlayStation bersama teman-temannya yang lain.

"Lama banget sih lo, capek gue nunggunya!" ucap Nathan dengan nada ketus saat Rebecca baru saja masuk ke dalam mobil.

"Maaf!" jawab Rebecca sambil menunduk, merasa tidak enak.

Nathan pun menyalakan mesin mobil dan meninggalkan area sekolah menuju apartemen sahabatnya. Di dalam mobil, Rebecca dan Nathan saling diam, tidak ada yang mengucapkan sepatah kata pun. Rebecca bahkan terlihat sedikit menghindar saat Nathan menatapnya dengan tatapan sinis.

"Gue gak ngerti kenapa si Leon kaya cinta banget gitu sama lo, yang jelek kaya gini," ucap Nathan dengan pandangan masih fokus menyetir.

"Lo sadar gak sih, kalo lo itu sebenarnya benalu?" tanya Nathan dengan tampang mencemooh.

Rebecca hanya diam, dia tak dapat membalas ucapan yang ditanyakan olehnya. Dia menyadari bahwa dia sering merasa seperti seorang benalu.

"Tetap tutup mulut lo dan anggap kita gak pernah kenal sebelumnya!" ucap Nathan, mengakhiri ucapannya.

Rebecca mengangguk pelan. Meskipun dia sudah melakukannya sejak lama, tapi kenapa Nathan selalu memperingatkannya.

Rebecca merasa ingin menangis saat ini juga. Dia selalu mendapatkan intimidasi dari orang-orang di sekitarnya.

Mereka berdua akhirnya tiba di apartemen milik Leon, dan mereka berdua berjalan ingin masuk ke dalam lift.

"Mau ngapain lo?" tanya Nathan dengan nada kasar.

"Mau masuk lift, Nathan," jawab Rebecca dengan suara lemah.

"Naik tangga sana!! Ogah gue satu lift sama lo?!" usir Nathan dengan tegas.

Rebecca pun mengurungkan niatnya untuk masuk ke dalam lift bersama Nathan. Gadis itu memutuskan untuk menunggu hingga lift tersebut kembali.

"Yang sabar ya, Becca. Anggap aja omongan Nathan barusan cuma angin lalu," ucapnya sambil berusaha menenangkan diri.

"Kenapa lo gak naik?" tanya Leon yang ternyat menyusul ke bawah.

"Baru mau naik lift, Leon," jawab Rebecca tersenyum kikuk.

Lalu gadis itu ikut masuk ke dalam lift bersama dengan Leon yang sengaja menyusulnya, karena dia tidak melihat Rebecca bersama dengan Nathan.

"Wajah kamu kenapa?" tanya Rebecca yang menyadari bahwa wajah Leon banyak luka lebam.

"Habis diserang sama pacar lo!!" jawab Leon dengan nada ketus.

"Pacar? aku tidak mempunyai pacar Leon." jawab Rebecca merasa bingung.

"Justin sialan itu, dia memukul gue!!" sahut Leon dengan nada kesal.

Rebecca terkejut mendengar apa yang diucapkan oleh Leon barusan. Dia tidak menyangka bahwa Justin bisa melakukan hal seperti itu terhadap Leon.

Leon keluar dari lift terlebih dahulu, diikuti oleh Rebecca yang berada di belakangnya. Leon pergi ke apartemen milik Fano, sementara Rebecca masuk ke dalam apartemen Leon.

"Dari mana lo?" tanya Daniel saat Leon baru saja masuk ke dalam apartemen Fano.

"Habis jemput pujaan hatinya," celetuk Nathan.

Leon menatap Nathan dengan kesal karena Nathan meledeknya. Untung saja Nathan adalah sahabatnya, kalau bukan sudah dia hajar.

Mereka lalu kembali melanjutkan bermain PlayStation bersama-sama hingga petang.

Rebecca tengah membaca buku di kamarnya. Gadis itu senang karena pulang sekolah mendapati sebuah buku baru di atas meja belajar.

Dia membaca dengan begitu serius dan mencoba memahami setiap tulisan yang ada di sana.

"Rebecca!!!" panggil Leon di depan kamarnya.

Rebecca segera menutup bukunya dan berjalan menghampiri Leon.

"Ada apa, Leon?" tanya Rebecca.

"Setrika baju gue, sebentar lagi gue mau makan malam sama Gisel," ucap Leon, melempar bajunya ke arah Rebecca.

Rebecca pun menangkap baju yang dilempar Leon padanya, lalu segera melaksanakan perintah Leon yaitu, menyetrika baju milik lelaki itu dengan begitu rapi.

Rebecca telah selesai menyetrika baju milik Leon, dan dia pun meletakkan baju itu di atas tempat tidur lelaki tersebut.

Saat berbalik ingin keluar, tidak sengaja gadis itu menabrak Leon yang hendak masuk ke dalam kamarnya.

"Awh," ringis Leon yang terjatuh ke lantai.

Rebecca membelalakan matanya. Gadis itu segera membantu Leon berdiri, tapi tangannya ditepis oleh lelaki itu.

"Gak usah bego!" ucap Leon ketus.

Rebecca segera menjauh dari Leon. Dia tertunduk takut mendengar Leon yang membentaknya.

"Maafkan aku, Leon, aku tidak sengaja," ucapnya dengan penuh penyesalan.

Leon menghela nafas kesal. Lelaki itu menarik Rebecca keluar dari kamarnya, lalu menutup pintu dengan begitu keras.

"Maaf, Leon," ucap Rebecca pelan.

Di dalam kamar, Leon berusaha meredam rasa emosinya. Lelaki itu tengah kesal pada sang Papa yang baru saja menelponnya dan meminta dia untuk segera pulang kerumah, sebagai bentuk hukuman karena dia baru saja berkelahi di sekolah siang tadi.

"Justin sialan, awas aja nanti!" umpatnya marah.

Leon tidak henti-hentinya menyalahkan Justin. Lelaki itu sungguh kesal karena Justin yang membuat masalah, dia juga yang harus kena hukuman dari papanya yang sudah mengetahui tentang kejadian siang tadi.

Rebecca bingung apa yang salah pada Leon. Gadis itu tidak mengerti dengan perubahan sikap Leon yang berubah-ubah.

"Apa karena aku menabraknya cukup keras ya?" katanya, mencoba mencari alasan di balik perubahan sikap Leon.

Leon keluar dari kamarnya dengan pakaian rapi. Lelaki itu pergi begitu saja tanpa berbicara sedikit pun pada Rebecca yang masih menunggunya di ruang keluarga. Rebecca merasa bingung dengan sikap Leon yang tiba-tiba seperti itu.

"Sudahlah, biarkan saja! Nanti juga baik sendiri," ucap Rebecca dengan pasrah. Meskipun kecewa, Rebecca memutuskan untuk tidak terlalu memikirkan sikap Leon dan mempercayakan bahwa segalanya akan baik-baik saja di kemudian hari.

Nathan kembali ke rumah setelah dua hari menginap di kediaman Stefano. Ia berjalan perlahan agar tidak terlihat oleh kedua orangtuanya.

"Baru ingat rumah, nak?" tanya seorang wanita yang merupakan Mama sambungnya.

Nathan meringis karena ketahuan dan dia pun berbalik badan. Lelaki itu mendapati Nina, ibu sambungnya, tengah berdiri di belakangnya dengan tatapan serius.

"Nathan sudah besar, Ma. Sudahlah!" ucap Nathan dengan wajah merengut.

"Mama tahu kamu sudah dewasa, tapi kamu punya rumah sendiri, Nathan, dan seharusnya kamu tidak menginap di rumah orang lain," balas Nina sambil mendekati putra sambungnya yang sudah dia anggap seperti anaknya sendiri.

Nina memperlakukan kedua anaknya dengan cara yang berbeda. Ia lebih menyayangi putra sambungnya, Nathan, daripada putri kandungnya, Rebecca, yang jelas-jelas tidak diharapkannya.

"Fano adalah sahabatku, Mama. Dia bukan orang lain," sahut Nathan.

Brum! Brum! Brum!

Tiba-tiba, suara deru mobil terdengar saat memasuki area rumah mereka. Nina memerintahkan putranya untuk segera masuk ke kamar dan mengganti bajunya.

"Cepat masuk ke kamar, ganti baju, dan jangan sampai Papa melihatmu baru pulang," perintah Nina.

Nathan mengangguk patuh dan berlari ke kamarnya sebelum sang Papa melihatnya baru tiba. Ia tahu jika papanya mengetahui hal ini, pasti akan ada masalah besar.

Nina tersenyum dan menggeleng pelan melihat tingkah laku putra sambungnya. Dia merasa bahagia dengan kehadiran keluarga ini. Nina sungguh menyayangi putra sambungnya dan juga suaminya. Keluarga adalah hal yang berarti baginya, dan dia merasa diberkati memiliki mereka dalam hidupnya.

Nina dan Beni tidak pernah menyadari di balik kebahagian mereka, ada seorang anak yang berjuang sendiri mencari kebahagian disaat kedua orangtuanya tidak mengharapkan kehadirannya.

1
Vindy swecut
karya novel nya akak keren2 👍🏻👍🏻❤️
D Mamie...
luar biasa
Rahman Padaka
becanda kasihan 😭😭
Bian
Please kalian balikan ya
Bian
Bilangnya gk mau terlibat lagi tapi nyuruh Nayla culik ashley 🤬
zeykiera
jadi sedih/Sob/
Bian
Knp jadi asing padahal dulu sahabatnya 🤧
zeykiera
/Good/
Rafika Adami
buat leo myesal
Bian
Gitu bngt emaknya
Bian
Knp harus di jahit sih
PutraNajwa
🤣🤣🤣
mampus... itu baru peringatan loh buat loe nathan.
tunggu pembalasan berikut karmanya ya.
oh si leon juga tunggu jatah loe.😈😈😈
joyji
Nathan saiko
joyji
Nathan jahat bnget
PutraNajwa
ya ampun.
iblis banget ya so nathan itu.
lagi nunggu karma untuk orang2 yg udah jahatin rebecca thor
Ria Nasution: kapan Nathan dapat balasan atas perbuatannya gitu thoor dah terlalu gregetan liat tingkah nya
total 1 replies
@long-distance
klo stefano d bikin berubah jahat suatu saat.. mari kita santet online kkak othor nya...😆😆😆😆😆
Ria Nasution
semoga Stefano tidak berubah ke depannya dan tulus dengan Rebecca
@long-distance
sulap si becca jd cantik dong thorr.. jngan dekil mulu... masa udah hidup d luar pnampilan tk berubah..
joyji
lnjut thor
Yarni Manao
karma di bayar tunai Leon
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!