TERDAPAT 2 SEASON DI DNOVEL INI
SEASON 1 : ANABALE N RANGGA
SEASON 2 : JESSY N RENDY
Ini sebuah kisah tentang Anabale dengan Rangga yang memilki hubungan seperti saudara tapi tidak sedarah. hari itu rangga yang masih umur 3 Tahun di titipkan di Keluarga Mr. Galandy karena ayah rangga masih berjuang untuk mengembangkan usahnya di paris. ayah rangga yang sudah tidak memiliki istri sehingga meminta bantuan Mr. Galandy untuk merawat anaknya sementara waktu. dan tentunya Mrs. Mutia istri dari Mr. galandy sangat senang karena kebetulan keluarga Galandy belum memiliki sosok anak. setelah setahun kemudian lahirlah anabale anak kandung dari Mr. galandy dan Mrs. mutia
setelah umur rangga 15 tahun ayahnya pun datang menjemputnya dari paris ke Indonesia dan kebetulan usaha ayahnya telah membaik dan telah berkembang.
Bagaimana kisah mereka setelah bertemu lagi setelah berpisah 11 tahun, saat ini umur rangga 26 tahun dan anabale 22 tahun.. ??
happy reading
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon asmin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pelampiasan
Rangga telah tiba di hotel. ia pun memberikan kunci mobilnya kepada pelayan di hotel tersebut. ini sudah pukul 12.00 ia pun bergegas ke kamarnya.
ia pun teringat bahwa besok anabale akan balik lagi ke indonesia.
ia melihat jam tangannya
pukul 12.15
*ini sudah malam sebaiknya besok pagi saja aku menemuinya. lagian dia kan akan balik ke indonesia besok sore jadi aku bisa menemuinya besok pagi* batin rangga dalam hatinya
****
pukul 06.00
rangga pun sudah bangun ia bersiap meninggalkan kamarnya untuk berolaragah. ia siap-siap mandi lalu memakai baju. ia memakai celana pendek dan baju koas jersey yang tanpa lengan sehingga memperlihatkan kekekaran tubuhnya. ia juga memakai sepatu kets favoritnya merek nike berwarna gelap.
setelah ia selesai ia pun meninggalkan kamarnya. sesekali ia menoleh di kamar anabale.
*sepertinya anabale belum bangun sebaiknya gue berolahraga dulu setelah itu baru aku menemuinya* batin rangga dalam hatinya sambil menutup pintu kamarnya
Pukul 07.00
anabale telah bangun dari tidurnya, ia pun membuka kamar jendelanya dan memandangi pemandangan di luar matanya pun melihat kolam renam, ia pun tertarik untuk berenang untuk menyegarkan tubuhnya.
ia pun memasuki kamar mandi lalu membilas wajahnya dengan menggunakan pencuci muka favortinya lalu memakai sikat gigi. setelah ia selesai dengan urusannya di kamar ma di ia pun bergegas membuka kopernya.
ia pun mencari-cari baju di dalam kopernya yang cocok ia gunakan untuk berenang.
*ini sepertinya bagus, saya pakai ini aja* batin anabale sambil memangkat baju itu dan mengantinya.
**anabale menggunakan baju ketat yang pendek dan celana pendek**
ia pun menginjakkan anak tangga kolam renang dan membasahi tubuhnya dengan air. lalu ia berenang dengan lincah secara bolak balik. ia pun merasa lega dan segar setelah cukup lama berenang, ia mulai menepih ke pinggir dan duduk di pinggir kolam renang sambil merebahkan dirinya.
ternyata selama anabale sedang berenang ada yang memandanginya dan ia pun menghampiri anabale.
"itukan anabale ?, astaga dia ada di sini rupanya" ucap jim yang kebetulan menginap di hotel ini juga.
kok tiba-tiba jim ada di hotel yaaa ? jawabanya hanya ada satu seperti biasanya pasti ia habis menikmati wanitanya tadi malam.
"hay bell, apakah kau masih mengingatku ?" ucap jim lalu duduk di samping anabale
anabale yang sedang berbaring di kursi itu sambil memejamkan matanya ia pun membuka matanya setelah mendengar suara lelaki yang memanggil namanya.
"jim...?" ucap anabale dengan kaget
"iya ini gue, loh kok ngak bilang-bilang sih kalau ada di paris" ucap jim
"ah, oh aku ke sini karena kemarin ada pertemuan dengan client, terus bagaimana denganmu kok kita bisa bertemu di sini?" ucap anabale dwngan panasaran
"hm... jodoh kali, aku juga tadi malam ada pertemuan dengan client"
"hahaha, loh bisa ajah tuh" ucap anabale sedikit malu
"bell, kamu masih lama kan di sini entar malam kita keluar yuk" ucap jim sambil memandangi wajah anabale
"sebenarnya nanti sore aku akan balik lagi ke indonesia"
"what.. ? kok cepat sih, padahal aku merindukanmu bell, lain kali aja pulangnya kita bersenang-senang dulu aja"
"bagaimana ya? hmm baiklah"
"serius, ? ah senangnya. oiyah kamar kamu nomer berapa ?" ucap jim
"no.7 jim di kamar Vip" ucap anabale
"baiklah nanti malam aku akan ke situ, ok aku permisi dulu yaa" ucap jim lalu meninggalkan anabale
*anabale makin cantik aja loh, dan tubuhnya benar-benar seksi* batin jim sambil memandangi tubuh anabale sebelum ia pergi
anabale pun meninggalkan kolam renang dengan memakai piyamanya.
namun saat ia berjalan ia tidak sengaja bertabrakan dengan rangga.
brukkkk
"maaf, aku tidak sengaja " ucap anabale dengan sopan sambil menundukkan kepalanya
( ....) rangga tidak menjawab karena ia menatap anabale dengan mata yang melotot karena anabale sangat seksi (ini pertama kalinya rangga melihat keseksiaan anabale setelah anabale besar.
"ternyata kau.... ?" ucap lagi bell sambil menunjuk ke arah wajah rangga
(.....) rangga masih tidak menjawab ia terlena akan pandangannya
"dasar brengsek, apa yang kau lihat ah...?" ucap lagi bell sambil memukul dada bidang dari rangga yang penuh keringat karena habis berolahraga.
rangga tidak menghindar dari pukulan anabale, malah sepertinya tangan anabale yang kesakitan memukul rangga.
*ah... sial... malah tangan gue yang sakit* gumam dalam hati anabale lalu bergegas meninggalkan rangga yang hanya mematung dari tadi tanpa perlawanan sama sekali.
anabale pun tiba di kamarnya
yang tadi moodnya bagus berubah jadi badmood lagi setelah bertemu dengan rangga
rangga pun tersadar dari lamunannya. dan ia pun bergegas menhampiri anabale secepatnya.
rangga langsung membuka pintu kamar anabale yang kebetulan tidak terkunci. hal itu sontak membuat anabale kaget kedatangan rangga tiba-tiba.
"kau ... ? beraninya kamu masuk di kamar gue ?" ucap anabale meninggikan suaranya
"bell, aku perlu bicara denganmu. tolong dengarkan aku dulu" ucap rangga yang memegang tangan anabale dengan erat
"jangan pernah menyentuhku lagi, pergi ngak dari sini, aku tidak ingin menemui mu. please... ku mohon tinggalkan aku sendiri" ucap anabale yang sambil menangis dan mendorong tubuh rangga sampai keluar lalu mengunci pintu kamarnya
hikz hikz hikz
entak mengapa ia tidak bisa menahan rasa sakit ketika melihat rangga mengingatkan potoh-potoh semalam. air matanya pun berjatuhan.
tok tok tok
namun ketukan pintu itu diabaikan oleh anabale. rangga pun merasa heran perubahan emosional anabale yang tiba-tiba.
*sepertinya anabale masih membenciku, tapi aku ke sini ingin menjelaskan sesuatu padanya*
kring kring kring
rangga pun mengangkat telponnya dan ternyata itu panggilan dari asisten pribadinya yang menyuruh bosnya ke kantor segera karena ada hal penting yang akan di bicarakan. rangga pun pergi meninggalkan hotel.
****
malam harinya
tok tok tok
anabale ragu membuka pintu kamarnya karena ia mengira bahwa kemungkinan itu adalah rangga.
tok tok tok
anabale pun berjalan dan mengintip dan ternyata ia melihat jim di balik pintu itu. ia pun membuka pintu kamarnya.
"hay bell, kamu kok lama sih bukain pintunya ?" ucap jim sambil memegang tangan bell
"ah maaf, tadi saya ada di kamar mandi"
"oh gitu yaa.. boleh masuk kan" ucap jim sambil melihat kamar anabale
"hm....baiklah silakan masuk" ucap anabale yang ragu
anabale pun tidak merapatkan pintu kamarnya karena ia merasa ragu bersama lelaki lain di dalam kamar. ia pun mulai melangkahkan kakinya ke arah sofa kamar dan disitu telah ada jim yang mempersiapkan makanan yang ia bawa.
"bell yuk kita makan" ucap jim sambil menarik tangan bell yang masih berdiri menatap jim dengan penuh ketakutan
wajar saja anabale kan jarang dekat dengan lelaki lain selain rangga sehingga ia selalu salah tingkah jika bersama orang lain.
jim dan anabale pun makan bersama,
huk huk huk (anabale tersedak)
anabale mengambil botol air yang sudah di beli jim.
"bell, jangan minum punyaku, ini...." ucap jim yang menukar botol air yang telah di sentuh anabale
"oh sorry..." anabale pun tanpa pikir panjang ia pun meneguk airnya sampai habis
*anak pintar... minumnya di habisin aja supaya kita bisa bersenang-senang kali ini* batin jim dalam hatinya sambil tersenyum licik
beberapa menit kemudian
"kamu kenapa bell ?" ucap jim sambil menyentuh wajah bell
"aku juga tidak tahu jim, aku merasa sangat kepanasan... aku nyalain AC dulu..." ucap anabale lalu mengambil remot ac bahkan ia memilih suhu yang paling dingin namun ia masih merasa sangat gerah bahkan keringatnya mulai berkeluaran dan ia merasa pengen memuaskan dirinya, iya mulai merasa sedikit gila karena menahan nafsunya.
*hahaha sebentar lagi gue akan melayani permintaan mu itu bell dengan senang, cepat mintalah aku tidak akan memaksa mu kali ini tapi kamu lah yang akan memaksa ku dan nampak hina di depanku.,* batin jim dalam hatinya sambil memandangi anabale yang mulai gerah.
jim tidak ingin membuang kesempatan ini begitu saja, ia pun mengambil Hp nya itu lalu memilih tempat yang pas untuk merekam kejadian panas ini.
"jim kamu mau kemana ?" ucap anabale
"aku tidak kemana-mana kok" ucap jim lalu meletakkan Hpnya dan mulai merekam
(.....)
"kamu kenapa bell sampai keringatan begini, ada yang bisa saya bantu" ucap jim sambil mengelus-ngelus wajah anabale yang mulai basah
"ah aku juga tidak tahu nih, rasanya sangat gerah" ucap anabale sambil mengipas dirinya dengan majalah
*sampai kapan kamu akan menahanya sayang, aku akan melihat dirimu yang nampak hina dan mengancammu dengan video ini. sehingga apapun gue minta loh pasti akan tunduk* batin jim
anabale sudah tidak bisa lagi menahannya sehingga ia pun mulai membuka bajunya yang saat ini tinggal baju dalam anabale yang menutupi dadanya.
*oh sial ada apa denganku kenapa aku merasa menginginkan hal gilaa ituu, aku benar-benar sudah tidak bisa menahannya, aku bisa gila jika seperti ini* batin anabale sambil memandangi jim yang sibuk menonton tv.
"jim..." panggil anabale
"hm... ada apa ?"
"aku....aku... ingin..." ucap anabale sedikit ragu
"ingin apa sih,yang jelas dongk?" ucap jim yang masih serius nonton tv
tanpa menjawab pertanyaan dari jim, anabale pun langsung melepas kemeja jim dengan tergesa-gesa dan penuh nafsu. sepertinya ia benar-benar tidak bisa mengontrol lagi dirinya. sedangkan jim tersenyum licik melihat tingkah anabale, ia bahkan membiarkan anabale sok suci itu menggila.
*hahahah, aku sangat senang malam ini*
namun tiba-tiba rangga mendorong pintu kamar anabale dengan kencang sehingga sesaat anabale pun menghentikan langkahnya yang saat ini sedang berusaha membuka celana jim di atas kasusrnya.
rangga mendapatkan informasi dari suruhannya yang selalu mematai-matai anabale. saat itu ia baru ingin kembali ke hotel setelah lembur di kantornya. ia sangat shock ketika mendapatkan informasi dari suruhannya bahwa sepertinya "jim mendekati anabale lagi dan merencanakan sesuatu, mereka ada di kamar anabale" seketika mendengar informasi itu rangga sangat khawatir dengan anabale dan ia pun menegemudi mobilnya sangat kencang.
dan jim memang sengaja membuat anabale tergila-gila dengannya karena selama ini jim lah yang selalu menahan hasratnya. kali ini ia akan membuat anabale seperti jalang, seandainya jim tahu kalau ternyata anabale masih perawan ia tidak mungkin repot-repot membuat anabale menggila seperti ini karena jim sangat tergila-gila dengan wanita perawan. cuman karena mengingat kejadian itu rangga dan anabale melakukan hal gila itu jadi ia ingin membuat hal gila itu perbuatan anabale sehingga ia tidak perlu merasa bersalah sedikit pun.
jim membiarkan anabale melakukan apapun kepadanya, bahkan saat ini anabale mulai membuka celana jim.
dan hal itu dilihat oleh rangga.
"anabale......" teriak rangga menyadarkan anabale
rangga pun mendorong lembut anabale agar menjauh dari jim. sedangkan jim hanya tersenyum kesal akan kehadiran rangga
*sial kenapa rangga tiba-tiba ada di sini?*
tanpa meminta penjelasan apapun rangga langsung menarik tubuh jim ke hadapannya langsung menonjok muka jim.
bruk....
brugggg.....
brukkk
"rangga..." teriak anabale
"diam loh" teriak balik rangga
"kenapa kamu kesini, pergilah jangan menganggu kami" ucap anabale kesal
rangga yang kesal dengan ucapan anabale ia pun menghampiri anabale
"loh gila ya bell, bagaimana loh bisa melakukan hal gila itu?" ucap rangga dengan kesal sambil memegang kedua bahu anabale dengan erat
"rangga, biarkan aku melakukannya, jangan menganggu ku aku sudah tidak bisa menahannya lagi"
tolong jangan lupa klik tombol likenya atau jempolnya dan sesekali koment juga yaaa. semuanya gratis kan jadi jangan lupa klik tombol likenya....
like
like
and Komentarnya
saran aja kak,,lebih adem klu c anabele n rangga itu manggil ny kakak adek,,seru.lbih dapet gerr ny..kta aku sih😀....
jangan dibuat kayak sinetron di ikan terbang deh Thor.