NovelToon NovelToon
I Hired A Billionaire

I Hired A Billionaire

Status: sedang berlangsung
Genre:One Night Stand / Patahhati
Popularitas:6.9k
Nilai: 5
Nama Author: Daeena

Alceena Brox Riccardo (26 tahun), seorang diva papan atas Hollywood, mendapati dunianya runtuh saat kekasihnya mengirimkan undangan pernikahan tanpa kata putus.

Terluka dan menolak terlihat malang oleh paparazzi, ego Alceena memberontak.

Di sebuah bar eksklusif di Los Angeles, dia meluapkan amarahnya dan secara impulsif mengajak seorang pria asing yang dikiranya gigolo untuk menjadi pria simpanannya.

Pria itu adalah Xander Hayes-Stone (25 tahun), seorang pemuda kaya asal Chicago yang juga sedang melarikan diri dari pengkhianatan cinta.

Malam di penthouse mewah Alceena menjadi awal dari ikatan kontrak yang rumit di antara mereka.

Berawal dari pelampiasan dendam dan ego badai dua manusia yang patah hati, hubungan tanpa status ini perlahan menyeret mereka ke dalam pusaran, rahasia masa lalu, dan takdir baru yang tak terduga di bawah gemerlapnya kota Los Angeles.

~~~~~~

Happy reading 🌷🦋

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daeena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#32

Setelah ketegangan maut di ruang tamu utama mereda oleh intervensi Von-Riccardo, atmosfer di dalam mansion megah itu perlahan-lahan kembali ke ritme normalnya yang dingin.

Von-Riccardo dan Maria kembali ke ruang kerja utama untuk mengurus kekacauan media di Los Angeles bersama tim hukum mereka, meninggalkan Alceena dan Xander di ruang televisi keluarga yang terletak di sayap timur mansion.

Ruangan luas bernuansa monokrom itu dilapisi karpet bulu tebal, dengan sofa beludru raksasa yang menghadap ke arah layar kaca yang mati.

Alceena berjalan mondar-mandir di depan sofa, jubah tidurnya yang basah sudah berganti dengan gaun kasual berbahan rajut lembut sewarna gading yang dia ambil dari lemari cadangannya di mansion ini.

Pikirannya masih dipenuhi oleh bayangan hantaman tinju Navarro yang berbunyi begitu keras di telapak tangan Xander beberapa menit lalu.

Meskipun Xander terlihat berdiri kokoh laksana gunung batu, Alceena tahu persis seberapa mematikannya teknik yang dikuasai adik bungsunya itu.

Alceena menghentikan langkahnya, berbalik dengan cepat menatap Xander yang sedang duduk bersandar santai di atas sofa dengan kedua tangan yang ditumpukan di atas lutut.

"Katakan padaku!" tuntut Alceena, suaranya sarat akan kepanikan yang dibalut keangkuhan diva.

Dia melangkah mendekat, meraih tangan kiri Xander—tangan yang tadi digunakan untuk menangkap tinju Navarro—lalu membolak-balikkan telapak tangan besar itu dengan jemari yang sedikit gemetar.

"Apa sakit, hm? Jangan berlagak kuat di depanku, Xander Hayes-Stone! Pukulan bocah gila itu dirancang untuk menghancurkan organ dalam manusia! Katakan yang sejujurnya, apa tanganmu retak?!"

Xander tidak langsung menjawab. Sepasang manik mata heterochromia-nya bergerak lambat, menatap wajah Alceena yang dipenuhi rasa cemas yang teramat sangat pekat dari jarak sedekat ini.

Sebuah binar nakal dan kilatan gila yang teramat familiar mendadak melintas di dalam sepasang matanya yang berwarna biru dan abu-abu gelap itu.

Bukannya menjawab pertanyaan tentang kondisinya, Xander justru memiringkan kepalanya sedikit, lalu bertanya dengan nada suara bariton yang teramat tenang namun terdengar begitu kurang ajar, "Di mana kamarmu, Ceena?"

Deg.

Mendengar pertanyaan yang sama sekali tidak nyambung dan teramat melenceng dari konteks medis tersebut, Alceena seketika membeku.

Selama dua detik penuh, otaknya mencoba memproses jalan pikiran pria Stone di depannya ini.

Begitu dia menyadari arah pembicaraan Xander, seluruh darahnya kembali naik ke kepala, dan wajah cantiknya meledak menjadi merah padam karena amarah yang bercampur rasa malu yang teramat sangat pekat.

Alceena melepaskan tangan Xander dengan sentakan kasar, lalu memundurkan tubuhnya, menatap pria raksasa itu dengan pandangan mata yang ingin membunuh.

Dia memarahi Xander habis-habisan tanpa ampun, suaranya melengking frustrasi di dalam ruangan televisi yang sepi itu.

"Kau... kau benar-benar brengsek mesum yang tidak punya otak, Xander!" bentak Alceena, napasnya memburu gila, dadanya naik turun menahan kekesalan yang mendominasi hatinya.

"Aku di sini sedang mengkhawatirkanmu! Aku khawatir kamu akan sakit, aku khawatir organ dalammu rusak karena pukulan Navarro, tapi kamu... di dalam kepala tumpasmu itu, kamu malah memikirkan letak kamarku?! Apa yang ada di dalam otak bajinganmu itu selain urusan ranjang, hah?! Kau benar-benar tidak tahu diuntung!"

Xander tidak mundur atau merasa terintimidasi oleh bentakan beruntun dari sang majikan.

Sebaliknya, pria Chicago itu justru merubah ekspresi wajahnya dengan sangat cepat.

Dia menurunkan sudut bibirnya, memasang wajah yang teramat melas dan kesakitan—sebuah akting papan atas yang sengaja dia pamerkan untuk melunakkan hati sang diva.

Xander perlahan mengangkat tangan kanannya, memegang area ulu hati dan dadanya sendiri yang tadi menjadi sasaran tembak pukulan Navarro, lalu mengembus napas pendek yang terdengar teramat berat.

"Tidak, Sayang... aku tidak sedang memikirkan hal mesum. Aku hanya ingin beristirahat," ucap Xander dengan suara baritonnya yang sengaja dibuat melemah dan parau, memanggil Alceena dengan kata 'sayang' yang begitu alami untuk memicu debaran di dada wanita itu.

"Ugh... ini benar-benar sakit, Ceena. Mengapa rasa sakitnya baru terasa sekarang? Pukulan adikmu sepertinya benar-benar bergetar hingga ke dalam tulang rusukku."

Melihat perubahan ekspresi Xander yang mendadak memelas dan mendengar rintihan sakitnya, kemarahan Alceena seketika menguap tanpa sisa, digantikan oleh rasa panik murni yang kembali menguasai kesadarannya.

Dia lupa bahwa Xander adalah seorang Stone yang terbiasa menahan sakit, dan jika pria ini sampai meringis, artinya kondisinya pasti teramat serius di matanya.

Alceena langsung berlutut di depan sofa, memegang kedua bahu kekar Xander dengan panik.

"Oh Tuhan! Ayo kita ke rumah sakit sekarang juga, Xander! Sudah kukatakan padamu kalau pukulan si bocah gila itu bukan lelucon! Navarro bisa membunuhmu secara perlahan dari dalam! Ayo bangun, aku akan meminta supir menyiapkan mobil—"

"Tidak, Sayang... jangan ke rumah sakit," potong Xander cepat, dia memegang jemari tangan Alceena yang ada di bahunya, menatap wanita itu dengan binar mata memelas yang teramat meyakinkan.

"Aku tidak suka bau obat-obatan rumah sakit. Aku akan sembuh kalau beristirahat sebentar saja di tempat yang tenang... di kamarmu. Kumohon, Ceena... biarkan aku berbaring di tempat tidurmu sebentar saja untuk menghilangkan rasa perih ini."

Alceena yang sudah terlanjur dilingkupi rasa cemas dan ketakutan kehilangan simpanannya yang tangguh ini, akhirnya tidak bisa lagi berpikir jernih menggunakan ego Riccardonya.

Dia mengangguk pasrah, mengiyakan permintaan Xander tanpa mendeteksi secuil pun kelicikan di balik wajah melas pria itu.

"Baiklah, baiklah! Ayo ke kamarku sekarang. Jangan banyak bicara lagi," ucap Alceena penuh kepatuhan darurat, dia bangkit berdiri lalu menuntun lengan Xander yang besar, membantu pria raksasa yang sebenarnya sama sekali tidak terluka itu untuk berdiri dari sofa.

Mereka berdua berjalan pelan membelah koridor luas sayap timur mansion menuju ke arah kamar pribadi Alceena yang terletak di ujung lorong sepi.

Xander berjalan dengan sedikit membungkuk, berpura-pura menahan sakit di dadanya, sementara Alceena dengan setia memapah pinggang pria itu, memberikan kehangatan tubuhnya sebagai sandaran.

Namun, tepat beberapa langkah sebelum mereka mencapai pintu kayu jati berukir mawar milik kamar Alceena, sebuah interupsi dingin kembali menghadang langkah mereka.

Dari arah tangga melingkar di ujung koridor, sosok Navarro muncul dengan memegang sebuah apel merah di tangannya.

Remaja berusia lima belas tahun itu menghentikan langkahnya, menatap tajam ke arah posisi tubuh Alceena dan Xander yang terlihat begitu intim menempel satu sama lain di lorong mansion.

Sepasang mata hitam kosongnya melirik sinis ke arah Xander yang sedang berakting sakit.

"Jangan sampai Junior Kak Xander malah berkembang biak di kamar itu," ucap Navarro tiba-tiba, suaranya yang datar dan tanpa emosi memecah keheningan koridor dengan teramat tajam.

Dia menggigit apel merahnya dengan perlahan, lalu menunjuk Alceena dengan tatapan mengancam yang teramat dingin.

"Aku akan melaporkan hal ini pada Daddy jika kalian berani berbuat macam-macam di dalam rumah utama, ingat itu Kak Ceena. Aku tidak suka ada noda kotor di wilayahku."

Mendengar ancaman frontal dan sangat kurang ajar mengenai urusan reproduksi dari mulut adiknya yang baru berusia lima belas tahun, Alceena seketika menghentikan langkahnya.

Wajahnya kembali memanas hebat, dia berniat untuk melepaskan papahannya pada Xander untuk memaki Navarro atas kelancangan mulut bocah itu.

Namun, sebelum Alceena sempat mengeluarkan suara melengkingnya, Xander Hayes-Stone justru bergerak lebih dulu.

Pria itu mendadak menegakkan tubuhnya sepenuhnya, menghilangkan seluruh akting melas dan sakit di dadanya dalam hitungan milidetik.

Sepasang matanya berkilat jenaka sekaligus penuh dominasi menantang ke arah Navarro.

Xander justru semakin mengeratkan lengan kekarnya di sekeliling pinggang ramping Alceena, menarik tubuh sang diva hingga menempel erat di dada bidangnya di depan mata sang adik.

Sebuah senyuman miring yang teramat tampan, nakal, dan gila terukir di bibir tegas Xander saat dia menjawab ancaman Navarro dengan suara baritonnya yang berat dan menggema penuh kemenangan.

"Kakakmu memang sedang mengandung Junior Xander sekarang," ucap Xander dengan nada suara yang teramat santai namun sarat akan provokasi maut.

Dia menatap Navarro dengan binar mata yang meremehkan pukulan bocah itu tadi. "Lalu... kau mau apa, Bocah?"

Deg.

Kata-kata gila yang meluncur dari bibir Xander seketika membuat waktu di dalam koridor itu seolah berhenti berputar.

Alceena membelalak horor, jantungnya laksana dihantam bom atom mendengar bualan paling sesat yang pernah diucapkan oleh simpanannya di dalam rumah utama keluarga Riccardo.

Sementara Navarro, bocah iblis itu langsung menghentikan kunyahan apelnya, menatap Xander dengan kilatan mata yang mendadak kembali dipenuhi oleh aura membunuh yang teramat pekat.

1
ida wati
Xander said : hei hei hei kutil dino......akulah yg sudah unboxing Alceena jd singkirkan gossip murahanmu itu 🤣🤣🤣🤣🤣
Ros 🌷🦋: wkwkkw🤣🤭
total 3 replies
ida wati
dah lah cari aman aja daripada daripada yekaannn 😄😄😄😄😄
Ros 🌷🦋: iya dong🤭
total 1 replies
ida wati
HA HA HA HA HA #ketawajahat
ida wati
mana ada adegan pemersatu bangsa cuma 10 menit 🫣🫣🫣
Ros 🌷🦋: hahaha lawak 🤣🤣
total 1 replies
ida wati
🤣🤣🤣🤣🤣🤣
ida wati
si modus 🤣
Ros 🌷🦋: kesayangan author 🤣
total 1 replies
ida wati
Xander ini manusia atau semacam tembok berlin? 😄🤣
Ros 🌷🦋: Haha Ngakak saya🤣
total 1 replies
ida wati
kalo pilem ultramen pasti ada sinar laser dari mata nya 🤣🤣🤣
♔, Seleneᥫ᭡𐂅◇☆, ꧁
Luar biasa
ida wati
wkwkwkwk akoh kira udh 20an 🤣 ternyatahh mabelastaon 🤣
Ros 🌷🦋: Haha berondong 🤣
total 1 replies
ida wati
kurang 2 kata mutlak nya thor 🤣
Ros 🌷🦋: typo kak🤭🤣
total 1 replies
ida wati
waduh basah kuyup 🤣 lanjutkan 🤣
Ros 🌷🦋: wkwkw🤭🤣
total 1 replies
Mei TResna Rahmatika
cerita xander sama alceena seruu😍
Ros 🌷🦋: ma'aciww kak 🫶
total 1 replies
Mei TResna Rahmatika
wahh cerita xander😍
Ros 🌷🦋: Happy reading kak 🫶
total 1 replies
ida wati
ENG ING ENG.......DUARRRR 🤣🤣🤣🤣🤣
Ros 🌷🦋: wkkwkw🤣🤭
total 1 replies
nayla tsaqif
Thor,, cerita Mrs. Only his mana,, kok gk ketemu??
Ros 🌷🦋: Sudah saya hapus Kak😭 nanti habis Tamat Cerita Ini baru tak buat ulang kak🤭
total 1 replies
nayla tsaqif
Lhaaa,, yg jebol gawang aja xander,, punya ank dr mna? Pede banget anda tuan angrybet,, bakal di ketawain keras ama bang xander🤣🤣
Ros 🌷🦋: Angry bird 😭😭
total 1 replies
durrotul aimmsh
wah...bakal ada pertarungan sengit ini
Ros 🌷🦋: heheh Ma'aciww komentarnya kak🙏🏻
total 1 replies
ida wati
haduhhh Alceena sm Xander yg terancam akoh yg deg2an 🤣🤣🤣 gamau liat ahh 🫣🫣🫣
Ros 🌷🦋: wkkwwk siapkan Cemilan 🤣
total 1 replies
ida wati
haduhhhh masalah baru 😏
Ros 🌷🦋: Hihihi semangat di dunia nyata ya kak🥰🫶
total 4 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!