Jhon Fernando, bos mafia sekaligus CEO terkenal di Britania Raya, memiliki putri bernama Shasya (16 tahun) yang hidup dalam bayang-bayang kekuasaannya. Setelah putrinya lahir ke dunia ini,Jhon menjadi sangat protektif dan mengendalikan hidup Shasya.
Bagaikan Tanaman pengikat,Jhon semakin mengikat erat putrinya jika memberontak terhadap otoriter nya.tanpa dia sadari, Tanaman pengikat itu berubah menjadi kecupan mesra dan sentuhan cinta yang membuatnya semakin takut kehilangan putrinya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tikanovita Tika, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
~Tatapan Teduh Gadis Rahasia
Pasukan Phaul melihat wajah gadis itu seketika terpesona sambil menggigit bibir bawah mereka.
"kalian semua pergilah ke Medan perang membantu pasukan Fernando,aku akan menyelamatkan gadis ini!" ucap Phaul
"Baik Tuan! " jawab pasukan Phaul serempak lalu berlari kembali ke Medan perang
Shasya yang mendengar bahwa ia akan di selamatkan merasa tenang, artinya lelaki di depannya tidak akan menyakitinya.
Phaul berjongkok dan melihat lutut Shasya yang berdarah. mata almond itu memandang wajah teduh gadis di depannya. mereka berdua saling bertatapan.
"ayo,aku akan membawamu ke tempat yang lebih aman,tapi bukan di Medan perang itu.aku yakin Jhon pasti selamat,kau jangan khawatir gadis manis" ucap Phaul lembut, Shasya hanya mengangguk
Lalu Phaul menggendong Shasya ala bridal style, membawa gadis itu ke suatu tempat.Sambil berjalan menggendong Shasya,Phaul menanyakan sesuatu pada gadis itu.
"Siapa namamu?" tanya Phaul sambil memandang wajah Shasya
" Shasya" jawab Shasya lembut
"ooh" ucap Phaul
"kau siapanya Jhon?" tanya Phaul
"Aku putrinya" jawab Shasya
"Benarkah? Tapi Jhon mengatakan kalau dia hanya punya satu putra" tanya Phaul bingung
"Ayah tidak mengatakan pada siapapun karena Ayah takut jika aku di incar mafia lain" jawab Shasya lembut
Phaul terus memandangi wajah Shasya yang sangat cantik,dia terkagum-kagum dengan kecantikan gadis itu.
" Kalau aku mempunyai putri secantik dirimu,mungkin aku akan mengurung mu di rumah" ucap Phaul santai, Shasya hanya diam.
Phaul masih menggendong Shasya agar mereka keluar dari hutan lebat itu.
Phaul sangat menikmati perjalanan karena bisa memandang kecantikan Shasya.
...****************...
Di sisi lain,pasukan Phaul sudah sampai di Medan perang. terlihat di Medan perang sudah aman,mayat pasukan Chains tergeletak di tanah. tiga pasukan Phaul langsung berlari untuk bergabung dengan pasukannya, yang sedang berkumpul dengan pasukan Fernando.
jenderal pasukan Phaul menoleh ke belakang dan melihat anak buahnya sedang berlari menuju arahnya.
" Bagaimana keadaan Tuan Phaul?." tanya jenderal pasukan Phaul
" Tuan Phaul sudah aman bersama gadis itu,mereka sedang menuju hotel milik Tuan Phaul " jawab salah satu pasukan itu
" Apa gadis itu terluka?" tanya Jhon serius
" gadis itu terluka di lutut cukup parah Tuan,tapi Tuan Phaul sudah menggendong gadis itu membawa ke hotelnya " jawab pasukan itu, Jhon hanya mengangguk
"Han,kau sudah menghubungi pasukan di mansion?" tanya Jhon
" Sudah Tuan " jawab Han
akhirnya bala bantuan datang,
pasukan dari Mansion Fernando sudah sampai membawa mobil dan petugas ambulans,untuk membantu pasukan Fernando yang terluka parah agar di obati di mansion. sementara mayat pasukan Fernando di bawa ambulans untuk di makamkan.pasukan yang tidak terluka masih setia menemani Jhon dan Han.
Jhon dan semua orang memantau evakuasi pasukan Fernando, sedikit dari pasukan Fernando sedih telah kehilangan teman akrabnya. Jhon dan Han ikut merasa kehilangan walaupun hanya sepuluh pasukan yang tewas. Mereka masih memantau dengan tatapan iba melihat luka parah di tubuh pasukan Fernando.
...****************...
"Paman,apa masih jauh?kita akan kemana?" tanya Shasya
"Sedikit lagi sampai, kita akan ke hotel milik Paman." jawab Phaul
" apa Paman teman Ayahku?" tanya Shasya
"Ia,kami teman akrab dari dulu sebelum Jhon menikah. Umurku sama dengan Ayahmu. tapi walaupun begitu,aku masih terlihat muda kan?" tanya Phaul genit, Shasya tersenyum manis
" Siapa nama Paman?" tanya Shasya
" Namaku Phaul Edixon." jawab Phaul
" Pha..ul?" ucap Shasya tertawa kecil
"kenapa tertawa? apa itu lucu?" tanya Phaul bingung
" Tidak ada,aku akan memanggilmu Dixon. itu lebih keren" jawab Shasya tersenyum
"Hmm, terserah kau saja " ucap Phaul
Shasya terus memandangi wajah Phaul. gadis itu mengakui bahwa Phaul masih tampan dan muda dari usianya. badan lelaki itu sangat kekar dan kuat seperti anak muda. tinggi Phaul 190 cm membuat pria itu semakin tampan.
kenyamanan ini seperti saat aku bersama Ayah,Paman Han,dan Paman Mike. aku ingin bisa akrab dengan paman Dixon batin Shasya
Phaul merasa di perhatikan Shasya,lalu dia memandangi wajah gadis itu. Shasya seketika menunduk dan menggigit bibir bawahnya karna merasa malu di pandang pamannya.
wajah gadis ini sangat teduh dan sangat cantik. hatiku rasanya menghangat dan luluh melihat mata polos itu. rasanya aku tidak ingin jauh darinya, wajah dan suaranya begitu candu bagiku. batin Phaul
Phaul masih kuat menggendong Shasya sambil berjalan,dia sangat lelah tapi terbayarkan dengan menatap kecantikan Shasya. hingga tak terasa mereka sudah keluar dari hutan. mereka semakin dekat dengan hotel milik Phaul.
akhirnya mereka sampai di hotel milik Phaul.lalu Phaul berjalan masuk ke hotel,semua pekerja hotel menunduk hormat pada Phaul. pekerja hotel terpesona dengan kecantikan wanita yang di gendong Phaul. Phaul bergegas naik lift menuju kamarnya.
" Paman..aku turun saja, Paman pasti lelah" ucap Shasya
"Baiklah,tapi tetap memeluk paman supaya kau tidak jatuh" ucap Phaul, Shasya hanya mengangguk
lalu Phaul menurunkan tubuh Shasya,dan Phaul langsung menarik tangan gadis itu agar memeluknya. Phaul mengelus lembut rambut Shasya yang tergerai panjang.
ooh,aku sangat nyaman dengan tubuhnya. rasanya aku tidak ingin melepaskan gadis ini, tidak salah kan jika aku menganggap dia anakku juga. batin Phaul
...****************...
Akhirnya evakuasi selesai,Medan perang hanya tertinggal mayat Chains dan pasukannya. Lautan darah mengalir sangat deras di atas Padang rumput hijau.
" Jenderal, bakar mayat mereka!" perintah Jhon
" Baik Tuan " ucap jenderal mengangguk
jenderal dan bawahannya berlari menuju mayat pasukan Chains,satu persatu ratusan mayat di bakar menggunakan korek api.
...****************...
Akhirnya Phaul dan Shasya sampai di lantai paling atas hotel,mereka keluar dari lift berjalan menuju kamar Phaul yang letaknya pas di depan pintu lift. Shasya masih memeluk Phaul agar tidak jatuh,lalu Phaul menempelkan kartu akses dan kamar itu pun terbuka.
mereka masuk ke kamar, Shasya duduk di tepi ranjang menunggu agar lututnya di obati.
" Dokter,kau ke kamarku segera! " perintah Phaul menelepon dokter
"baik Tuan!" jawab dokter di seberang telepon
Phaul mematikan telepon dan duduk di samping Shasya.
"Tahan sedikit ya,dokter akan segera kemari," ucap Phaul sambil mengelus rambut Shasya,gadis itu mengangguk
" berapa umurmu sya?" tanya Phaul
" enam belas" jawab Shasya
apa?kukira 12 tahun. batin Phaul terkejut
" Apa kau sudah pernah pacaran?," tanya Phaul
" pacaran itu apa? kata Ayah hanya ada menikah dan punya anak" jawab Shasya polos
gadis yang polos. batin Phaul sambil tersenyum
" Lalu kenapa bisa ada Shasya di dunia ini?" tanya Phaul
"hmm,kata Ayah kalau lelaki dan perempuan berpelukan bisa hamil" jawab Shasya
"Dari tadi kita berpelukan kan? jadi Shasya hamil anak paman?" tanya Phaul sambil tersenyum
Shasya terkejut,lalu menyilangkan tangannya di dada membuat benteng perlindungan. Phaul menahan tawanya melihat tingkah Shasya. Phaul masih meledek Shasya sambil menunggu dokter tiba.
...****************...
Ratusan mayat pasukan Chains terbakar dengan api yang membara,bau gosong daging bakar memenuhi indra penciuman Jhon dan yang lain.asap hitam berterbangan di langit.
"Ayo,kita bergegas menuju hotel Phaul" ucap Jhon, semuanya menunduk hormat dan berjalan di belakang Jhon
pasukan Fernando dan pasukan Phaul bergegas menuju hotel milik Phaul dengan mobil masing masing.
...****************...
TOK TOK TOK suara pintu diketuk padahal pintu masih terbuka.
" masuk" ucap Phaul,lalu dokter wanita itu masuk menghampiri Phaul
dokter wanita itu melihat darah di lutut gadis yang duduk di sebelah kiri Phaul,dokter itu berjongkok di depan Shasya. lalu Phaul berdiri sambil memperhatikan Shasya.
" Tahan sedikit Nona,ini akan sedikit sakit " ucap dokter itu ramah, Shasya mengangguk. lalu dokter itu mengeluarkan alat medisnya, untuk membersihkan darah di lutut Shasya agar tidak infeksi.
"Aww,ssh...ah.." Rintih Shasya kesakitan saat dokter membersihkan lukanya.
sial!!kenapa burungku berdiri hanya mendengar desahannya. batin Phaul lalu meneguk ludah kasar sambil membersihkan pikiran kotornya.
"Maaf Nona,ini sudah yang paling pelan.memang rasanya perih,tapi tahan sedikit ya.." ucap dokter lembut, Shasya hanya diam
" Tahan sedikit sayang.. gadisku pasti kuat " ucap Phaul lembut menyemangati Shasya,gadis itu mengangguk
dokter wanita itu sontak terkejut mendengar kalimat Phaul. apa tuan Phaul mengincar gadis belia?? batin dokter heran,lalu melanjutkan tugasnya.
Phaul masih mengawasi Shasya yang sedang di obati, tatapannya sangat serius melihat cara dokter itu mengobati pasien.
"Evy,apa luka itu bisa menjadi lebih parah?" tanya Phaul pada dokter yang di ketahui bernama Evy
" Tidak Tuan,dua hari lagi pasti sembuh. untunglah Tuan segera menghubungi saya,jadi belum terinfeksi" jawab dokter sambil mengoles obat merah, Phaul hanya mengangguk paham.
Phaul merasa ponselnya bergetar di saku jasnya,lalu mengambil benda pipih itu. rupanya jenderal pasukannya menelpon.
"ada apa?" tanya Phaul
"Tuan Phaul,Tuan Jhon dan pasukannya sudah di depan Hotel,mereka menunggu anda di luar" jawab di seberang
"aku akan ke sana " ucap Phaul lalu mematikan telepon sepihak
"Shasya,paman ada urusan sebentar.kau disini bersama dokter ya!" perintah Phaul
"iya paman Dixon " jawab Shasya tersenyum
bersambung ~
cinta besar pada anak, orang tua, dan kesetiaan baik pada pasangan, persahabatan, semuanya bagus sekali 👍👍👍👍
lanjut 💪
lanjut lagii Thor.. seru lohh... Shasya dikelilingi laki2 dewasa yg super keren semua nya 👍👍😂😂😇
semangat lanjut 💪🤗
yg sebenarnya dia tambah keren.. tapi malah dikiranya dia aneh sampai diliatin gtu sama temen2 nya 😁😁