NovelToon NovelToon
Di Ujung Jalan

Di Ujung Jalan

Status: tamat
Genre:Dunia Masa Depan / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Diam-Diam Cinta / Tamat
Popularitas:17.9k
Nilai: 5
Nama Author: husnel

Raisya seorang gadis cantik yang tak kenal dunia luar maupun dunia Maya. Kehidupan nya yang sangat primitif tanpa sentuhan modern.
Raisya setiap harinya bermain dengan binatang liar seperti kelinci. dan mencari bunga-bunga yang tumbuh segar.
mata pencaharian masyarakat di wilayah pegunungan: - Petani sayur maupun bunga. - Peternak.
Tapi setelah kemunculan Raja. seorang pengusaha muda yang sukses, yang punya hoby berburu. Sekali sebulan, Raja selalu ke gunung mencari hewan buruan. untuk di peliharanya.
Saat Raja berburu. ia tak sengaja menemukan seseorang yang membuatnya terpana. dan di kira bidadari penunggu gunung. yang sedang bermain, bernyanyi memetik bunga dan menggendong seekor kelinci.
Keduanya sama-sama kaget saat mereka berhadapan. gadis cantik berkerudung. Raja sampai tidak berkedip. sedangkan Raisya dengan cepat menundukkan wajahnya Karena malu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon husnel, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Hasilnya

Karena desakan dari mamanya. akhirnya Raja menyerah. Tapi dengan syarat hanya untuk kali ini saja. tidak ada kedua dan ke tiganya. Bagi Viona itu tidak masalah yang penting ia dapat izin dulu hari ini.

Raisya tidak berkutik saat sampai di butik mertuanya. yang sangat mewah. harga pakaian di sana tidak akan terjangkau bagi kalangan Menengah kebawah. Bahkan ada langganan artis di butiknya mama Viona.

"Wah. cantik sekali anak mama. pasti laris manis deh. pakaian mama. ayok sekarang kita ke ruangan." Ajak Viona yang tidak tahu kemana. Ia hanya menurut saja saat tangannya di tarik ke sebuah ruangan.

Ternyata sudah menunggu beberapa orang laki-laki dan wanita. lengkap dengan kameranya.

"Ayok. anak saya sudah siap." Seru mama Viona pada fotografer.

Raisya pun di minta berdiri ke arah dinding yang ada wallpaper gambar di sebuah desa yang indah sekali. Raisya teringat kampungnya. padahal baru beberapa hari ia meninggalkan kampungnya. ia termangu melihat wallpaper tersebut.

Saat ia terlena menatapnya. ada cahaya yang membuatnya kaget. bahkan beberapa foto telah di ambil saat Raisya tidak menyadarinya.

"Mam.keren mam. sangat alami sekali. ini pasti terjual mahal." Ucap Salah seorang yang melihatkan hasilnya pada Viona.

"Benar. keren sekali." Puji Viona. Sedangkan Raisya hanya termangu.

"Kalau begitu. apakah kita boleh minta anak mama duduk di sana." Ajak fotografer itu lagi

Viona pun mengajak menantunya duduk di sebuah kursi. Raisya di berikan sebuah buku. ia terlena membacanya. karena ia memang suka membaca. Ia diminta duduk santai dulu di sana.

Sang fotografer kembali mengambil gambar. hingga Raisya pun tersenyum tanpa ia sadari. itu malah menghasilkan gambar yang sangat bagus dan alami.

Sang fotografer kembali memperlihatkan pada Viona. "Lihat mam. perfeck sekali." Puji sanga fotografer saat melihatkan hasilnya.

Viona menggeleng-geleng kepala merasa tidak percaya. menantunya secantik itu dengan penampilan alaminya. Ia tidak mau di mice over terlalu menor.

"Cantik. Pantas si Es balok langsung meleleh. dan posesif. Tadi mam sampai syarat untuk membawanya." Ya sudah.. mam pamit ya. nanti kirim semuanya pada mam. Oh ya kami mau pamit setelah ini." Ucap Viona pada fotografer langganannya. Dan di setujui.

Raisya yang merasakan. tidak merasa terbebani, hanya santai saja. Ia pikir tadi ia di minta untuk berpose gitu. nyatanya ia hanya duduk santai saja.

"Sayang. kita langsung ke restoran ya. nanti Raja langsung ke sana saat makan siang. kebetulan ia ada meeting di sana." Ucap Viona.

"Ya ma. apakah sudah selesai urusan mama di sini.?" Tanya Raisya polos.

"Sudah. Yok.!" Viona langsung mengajak menantunya ganti pakaian sebelum mengajaknya ke restoran.

Sesampainya di sana. Raisya melihat seseorang yang sangat ia kenal. Ia suaminya yang duduk dengan beberapa orang. ada satu orang wanita cantik yang berpakaian seksi di sebelah suaminya.

Raja tidak menyadari kedatangan mama dan istrinya. walau sudah di beri tahu mamanya pagi tadi. karena ia fokus dengan meeting nya. jadi tidak melihat ke arah pintu masuk.

"Sayang. kita langsung ke ruang mama saja dulu. Raja sepertinya masih sibuk. nanti biar mama minta ia menyusul ke sini." Bisik Viona pada menantunya sambil menggiring ke ruangannya.

"Ya ma." Lirih Raisya. karena suaminya belum juga berpaling melihatnya. Dengan langkah berat Raisya berjalan mengikuti mertuanya..

Saat naik tangga. barulah Raja melihat sekilas istrinya. langsung ia menyapanya.

" Eh. sayang.. kapan datang.?" Tanya Raja langsung mendekatinya

"Baru mas." Jawab Raisya menoleh ke mertuanya. Viona hanya mengedikan bahunya. Ia melanjutkan masuk ke ruangannya.

Sedangkan Raisya masih terpaku di tangga. "Sini. duduk sama mas." Ajak Raja menarik salah satu tangan istrinya.

Raisya tidak berani menolak. Ia menurut saja saat tangannya di tarik. Sampai di depan kursi tempat ia duduk tadi.

"Duduklah. Oh ya perkenalkan. ini istri saya." Ucap Raja memperkenalkan.

"Istri. kok kami tidak di undang.?" Tanya salah seorang rekan bisnisnya. Ternyata di sana juga Aldi. yang tanpa Raisya sadari

Aldi pindah ke kursi satu lagi. hingga Rasiya duduk di tempat ia duduk tadi. hingga wanita yang duduk di sampingnya tadi merasa kesal.

Raisya mempermalukan dirinya. hanya menangkupkan ke dua tangannya. " Perkenalkan. Saya Raisya."Ucapnya.

Laki-laki rekan bisnisnya Raja yang sudah mengulurkan tangan terpaksa menarik tangannya kembali.

"Oh. saya Gibran. saya teman bisnisnya Raja. Oh ya..kenapa tidak pernah terlihat selama ini.?" Tanya Gibran kepo.

"Mbak Raisya selama ini di Kairo." Jawab Aldi. yang tidak suka dengan sikap Gibran yang menatapnya menggoda. Sedangkan Raja sudah mengepalkan tangan di bawah bangku. itu terlihat jelas bagi Aldi yang duduk di sebelahnya.Makanya ia berkata begitu.

"Wah. hebat sekali. pantas saja sangat berbeda." Jawab Gibran yang tersenyum kagum.

"Nggak usah berlebihan. Ah sudahlah. ayok karena sudah selesai. sekarang kita makan dulu." Ucap Raja mengalihkan pembicaraan. karena ia tidak ingin istrinya jadi bahan perhatian.

"Oh terimakasih banyak Tuan Raja. Bagaimana Monalisa. apakah kita makan dulu. atau langsung ke bandara.?" Tanya Gibran pada sekretarisnya.

"Masih ada waktu Satu jam lagi kita ke bandara. alangkah tidak sopan nya kita. baiknya kita makan dulu bos." Bujuk Monalisa yang masih menunjukkan kecantikannya pada Raja..

"Baiklah kalau begitu... Ayok.." Ajak Raja mengajak mereka ke tempat yang t lah di hidangkan. Dimana tempat lesehan yang cukup tinggi. Apalagi berpakaian mini.

Hal itu di pergunakan Monalisa merayu Raja. Sedangkan Raja menatap istrinya saat Monalisa akan naik. ia sengaja berpaling agar tidak melihatnya

"Sayang. bagaimana tadi di butik mama.?" Tanya Raja yang masih terdengar oleh Monalisa.

Mendengar Raja yang sangat romantis pada istrinya. membuatnya tidak fokus. hingga kakinya terpeleset. Aldi yang berdiri tidak jauh. terpaksa menyambutnya. Hingga mereka berpelukan. dengan posisi Aldi memeluknya dari belakang.

"Hati-hati Nona." Ucap Aldi dan mengantarnya duduk.Muka Monalisa memerah karena malu. Tapi ia tersenyum juga. walau ia tidak meraih hari sang Bos. tapi dapat kesempatan dengan Asisten sekaligus saudaranya Raja.

"Terimakasih Mas." Ucap Monalisa mendayu.Aldi menjadi jengah. Walau ia tidak berucap langsung. dia pamit ke kamar kecil dulu. karena kurang nyaman setelah kejadian tadi. Karena Monalisa Tania sadar memegang sesuatu yang sensitif milik Aldi.

Aldi keburu lari ke kamar mandi " Sial. dasar cewek gila. bisa-bisanya saat genting begitu. masih sempat memegangnya. dasar.." Gimana Aldi sendiri. Ia sangat kesal. rasanya harga dirinya terasa hancur saja.Jika Raja sampai tahu. Pasti ia akan di ledek habis.

Setelah cukup lama.Aldi pun kembali ketempat mereka untuk makan. Aldi berusaha santai. Ia tidak menatap Monalisa sedikit pun.

"Oh ya Mbak. Raisya. suatu saat. aku kenalkan dengan tunangan aku. nanti mbak bisa nongkrong bersamanya." Aldi memperkenalkan ceweknya pada Raisya. agar Monalisa tidak menganggapnya lelaki murahan.

"Mau. bolehkan Mas.?" Tanya Raisya pada suaminya. Dan dianggukan Raja sekedarnya. karena sebenarnya ia tidak mau. istrinya terlalu mengenal dunia luar. Walau istrinya bukan orang tidak mengenal dunia luar. hanya saja ia tidak mau istrinya tergoda lelaki lain.

1
Masniar Sari
terimakasih thor
Masniar Sari
semangat thor
maju terus pantang mundur
Masniar Sari
semangat thor
Husnel
salam kenal kembali ya kk
Anita Jenius
Salam kenal thor..
Free Palestine: selamat semoga
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!