saya jadi pemuas banyak wanita setelah penghianatan yang dilakukan Matan istri saya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mr.Ho, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kamar Hotel 202 . Pt 2
Malam ini sekitar pukul tujuh saya sudah berada di Hotel **** kamar 202, tempat saya dan Ibu Ajeng akan bertemu . dengan cepat saya mempersiapkan semuanya sebelum kedatangan Bu Ajeng.
° Tok tok tok ° suara ketukan pintu kamar.
Saya sempat terkejut ketika mendengar suara ketukan pintu kamar . Karena takut bu Ajeng datang sebelum waktu yang dijanjikan.
" Siap.? " tanya saya dari balik pintu kamar.
" Room servis pak " jawab seseorang dari luar pintu.
Setelah mengetahui siap yang datang, dengan tenang say membuka pintu kamar.
" iya mas ada apa.? " tanya saya
" Maaf pak , tadi bapak melupakan dompet bapak di meja resepsionis " kata pelayan hotel.
Setelah mengecek saku celana dan di dalam tas ternyata benar dompet saya tidak ada.
" Oh iya mas ini dompet saya. Terima kasih " kata saya
" Sama sam pak. Maaf menganggu waktu istirahatnya." jawab pelayan hotel.
" Iya tidak apa apa mas , "
lalu pelayan hotel pergi setelah memberikan dompet . Sebelum menutup pintu dari kejauhan saya melihat dua wanita yang sepertinya saya kenal , tapi masih belum yakin. Baru setelah jarak semakin dekat saya mulai mengenalinya dengan yakin.
" Bu ajeng , Bu Margaret ? " tanya saya dengan nada sedikit kaget karena mereka datang berdua
" Selamat malam Mas Hardi . " kata bu Ajeng
" Selamat malam Bu ajeng.
" Selamat malam Mas, " kata bu Margaret "
" Iya selamat malam Bu "
" jangan kaget begitu dong wajahnya
, kaya lihat hatu saja " kata bu Ajeng.
" Ibu ajeng kok ... "
" Iya kita datang berdua , sengaja saya ajak Aret sekalian ,biar kita bisa senang senang bareng " kata Bu ajeng memotong obrolan saya.
" tapi kan bu janjinya kan kan tidak seperti ini ?
." Iya saya tau mas . tapi mas tenang saja , kita pasti bayar mas Lebih daru Novi bayar kamu " jelas bu Margaret.
" bukan itu maksud saya bu "
" Sudah lah mas , yang penting kita puas ,kita senang danas dapat uang. " kata bu Ajeng lebih lanjut.
Karena tidak ingin rencana ini gagal total , akhirnya dengan terpaksa saya menyetujui keinginan mereka berdua.
" Ya sudah masuk dulu bu " kata saya sedikit bingung .
lalu mereka masuk dan berjalan menuju kursi yang ada di seberang kasur . tapi bu Ajeng kembali berdiri dan melihat ke segala penjuru kamar Hotel.
" Mas ini kamar mas biasa melayani customer ya.? Tanya bu Ajeng yang masih sibuk seperti sedang mencari sesuatu.
" Enggak bu , saya cari hotel yang kosong saja . Random sedapatnya di aplikasi " jawab saya mencoba untuk bersikap tenang .
" oh " kata bu ajeng sambil duduk di pinggir kasur .
" Mas kenapa ko tegang sekali wajahnya.? tanya bu Margaret kali ini.
" Enggak bu , saya hanya kaget saja melihat ibu datang berdua.
" Kenapa kaget mas.? " tanya nya lagi
" itu bu, sebelumnya saya belum pernah melayani dua pelanggan dalam waktu yang bersamaan " jawab saya mencari alasan.
" Oh jadi belum pernah main bertiga maksudnya.? " tanya Bu ajeng
" Iya bu " jawab saya.
" Tenang saja mas ,kita sudah biasa main bertiga iya kan Ret.? " tanya bu ajeng.
" Iya , jadi mas Hardi tidak usah khawatir " jawab bu ajeng Sambil tersenyum.
Sebenarnya gue masih syok dengan kedatangan mereka, meskipun gue sudah terkenal kuat, tapi klau untuk bermain tiga saya belum yakin . Dan saya cukup khawatir tidak bisa memenuhi ekspektasi mereka dan malah menggagalkan rencana saya
. " Jadi bagai mana mas ? Mau satu satu atau langsung saja.? Tanya bu Ajeng.
" saya terserah Ibu saja , sayakan dibayar malam ini jadi semua keputusan ada di Ibu ajeng dam bu Margaret " jawab saya ngasal.
" sebelumnya maaf mas , jangan panggil kita ibu dong , panggil nama saja " sambung Bu margaret
" oke " jawab saya singkat.
Kali inu gue di buat ketar ketir ketika mereka mulai mendekati saya da mulai melancarkan aksinya . Sekuat mungkin saya mencoba untuk tetap bisa mengontrol diri adar tidak kelepasan dan merugikan saya sendiri.
setelah beberapa menit mereka mencoba untuk menguasai saya ,sekarang saya membalikan keadaan untuk memegang kendali dan membuat mereka kalah satu persatu dan bertekuk lutut di bawah kaki saya.
" Ternyata benar mas hardi memang luar biasa " kata bu ajeng
" Iya jeng baru kali ini kita kalah dalam bermain " sambung bu Aret.
" permainan kalian juga luar biasa , saya tidak akan pernah melupakan malam ini " jawab saya menyanjung mereka.
Setelah menyelesaikan permainan selama hampir satu jam kita bertiga banyak ngobrol tentang kehidupan masing masing . Dari sini saya batu paham kalau ternyata memang benar ada persaingan di antara bu Dian , Bu Novi , Bu ajeng dan bu Aret . Saya menanggapi nya dengan bersikap se netral mungkin agar tidak menimbulkan kecurigaan dari mereka berdua.
" Mas Hardi ini Bayaran dari kita " kata Bu Ajeng mengakhiri obrolannya sambil memberikan dua tumpuk uang .
" Ini tidak kebanyakan bu? Tanya saya setengah kaget karena uang yang di berikan malah lebih banyak dari bu Novi.
" Ini sebanding dengan pelayanan yang mas Hardi berikan. " kata bu Ajeng.
" saya harap mas bisa menjaga rahasia ini " sambung bu Aret
" Siap bu semuanya aman di tangan saya " jawab saya dengan percaya diri.
Setelah semua urusan selesai kahirnya Bu Ajeng dan Bu Aret pamit untuk pulang .
" Terimakasih mas Hardi , saya pasti akan membutuhkan mas hardi lagi " kata bu Aret sebelum meninggalkan kamar Hotel.
" Sama sama bu , akan saya tunggu waktunya bu " jawab saya dengan senyuman dari bibir saya
setelah mereka pergi ,saya kembali ke kasur dan mengambil uang yang masih berada di atas kasur. sekarang gue bisa tersenyum tenang karna sudah mendapatkan senjata untuk menyerang dan menjatuhkan lawan pak bambang satu persatu.
Malam ini saya memutuskan untuk tidur di hotel saja , kare terlalu cape setelah beberapa jam berjuang untuk mengalahkan permainan bu Ajeng dan Bu Aret.
" Mas Hardi bagaimana aman ? " kata bu Dian lewat pesan singkat.
" Aman Bu , meskipun saya sempat ragu karena Bu Ajeng dan Bu margaret datang berdua ," jawab saya.
" astaga maafkan saya Mas, saya lupa memberi tahu sebelumnya ,kalau kemungkinan mereka datang berdua " jawab bu Dian.
" Tidak apa apa bu , yang penting semuanya masih berjalan sesuai rencana kita " jawab saya lagi.
" syukurlah mas , saya sudah tenang sekarang " jawab bu Dian lagi.
Selama satu bulan ini saya benar benar sibuk mengusahakan pembangunan proyek apartemen agar bisa selesai tepat waktu. Dan yang paling penting saya harus mengatur strategi untuk mulai memberikan serangan balik kepada musuh musuh pak bambang , karena pak bambang sudah tidak sabara lagi untuk menyaksikan kehancuran ke tiga mantan sahabatnya
Kalau proyek ini berhasil dan pak Bambang berhsail menghancurkan musuh musuhnya otomatis pak bambang mendapat dua kemenangan dalam satu waktu.