NovelToon NovelToon
Penyesalan Yang Terlambat

Penyesalan Yang Terlambat

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa Fantasi / Penyesalan Suami / Single Mom
Popularitas:578
Nilai: 5
Nama Author: Amak Mpis

"Rain, ini aku Bintang suamimu, kamu boleh menghukumku dengan cara apapun tapi tolong jangan pura-pura melupakan aku, aku sudah sangat menyesali perbuatanku dulu sama kamu."

"Bukan aku yang pura-pura tidak mengenalmu tapi aku memang tak kenal siapa kamu bahkan bertemu kamu saja baru dua kali ini."

Penyesalan itu memang terkadang datang terlambat tapi apa jadinya jika sosoknya kembali datang setelah 4 bulan Bintang kehilangannya, akankah Bintang masih bisa menerima kenyataan jika orang didepannya ini bukan orang yang selama ini dia rindukan

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Amak Mpis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sergaf

Butik Lili, butik yang biasanya ramai kini terasa sedikit sepi, Black sekarang sedang duduk di depan butik bersama beberapa karyawan butiknya. 

“Black, lo gak merasa heran kenapa butik kita jadi sepi gini?” Tanya salah satu karyawan Black. Black memang menyuruh mereka memanggil nama karena Black gak mau ada kesenjangan di antara mereka. 

“Gak, gue emang yang bilang di sosmed kalau hari ini butik tutup dua hari,” Jawab Black dengan entengnya sambil masih memakan biskuitnya. 

“Kok gak bilang sama kita?”

“Gue mau ngumpul sama kalian saja, gue tahu kalian sudah capek kerja beberapa bulan ini karena orderan kita yang sangat membludak, jadi hari ini gue mau ngumpul sama kalian, oh iya tadi ada paket datang gak?”

“Ada sekitar 20 paket di dalam, tumben banget pesen paket banyak banget?”

“Iya itu buat kalian, pilih satu-satu, yang cowok ada tanda birunya, yang tanda pink buat yang cewek.” Tanpa melihat expresi karyawannya Black cuma sibuk dengan cemilannya yang sudah penuh di pangkuannya. 

“Black, lo serius?”

“Iya serius, udah sana buka pilih sendiri mau yang mana.”

Semua karyawan berlari ke dalam memilih paket yang sekiranya mereka butuhkan setelah mengucapkan terima kasih pada Black sedangkan Black masih sibuk dengan cemilannya yang semakin berkurang. 

“Eh itu kenapa pada lari? Ada tawuran kah? Kok gak bawa senjata kalau mau tawuran? Aduh perut gue udah besar gak bisa lari, kepo banget gue.”

Tak kehabisan akal, saat ada seorang cowok yang berlari dekat dengan butik, Black menyetop cowok itu dan bertanya, tapi belum sempat bertanya cowok itu malah balik meminta tolong setelah melihat muka Black. 

“Bu tolong, Sergaf kumat?” Ucap cowok itu sambil memegang tangan Black yang masih duduk karena dia kesusahan untuk bangun. 

“Sergaf? Kumat? Maksud kamu?” Tanya Black sambil meminta tolong untuk cowok itu membantunya berdiri dengan isyarat tangan. 

“Sudah nanti saja ceritanya, tolongin Sergaf dulu.” Cowok itu terlihat sangat panik dan itu juga membuat Black panik, entah kenapa saat dia mendengar kata Sergaf ada sesuatu yang mendorong hatinya untuk membantu. 

“Sebentar saya panggil teman saya dulu soalnya kalau ini memang mendesak sepertinya saya tak bisa jalan cepat biar nanti teman saya yang jalan duluan.” Cowok itu mengangguk sambil melihat perut Black. 

“Gio, Alex, Safi, kesini sebentar.” Ketiga cowok itu keluar dan disusul dengan semua karyawan lain. 

“Ada apa Black?” tanya Alex sedikit panik karena Black yang juga panik. 

“Itu bantuin katanya teman dia kumat lagi dalam bahaya, gue nanti nyusul, nanti gue jalan sama Sandra kalian jalan dulu tolongin dulu sambil nunggu gue datang.”

“Oh iya ayo kemana teman kamu?” Tanpa memberitahu cowok itu berlari dan diikuti ketiga karyawan Black. 

“Black naik motor aja yuk, gue gak sanggup liat lo lari, kalau kakek atau nenek lihat bisa digantung gue.” Black mengangguk diam karena dia merasa ada sesuatu yang mengusik pikirannya. 

Setelah sampai ditempat, Black melihat ada seorang cowok yang sedang memukuli seseorang sampai babak belur dan lebih kagetnya lagi orang yang dipukuli adalah orang yang dia ketahui. 

“Sergaf.” Panggil Black sambil memegang pundak cowok yang membelakanginya sambil masih terus memukuli orang itu. 

“Ibu, jadi yang orang-orang itu bilang kalau ibu masih hidup itu benar?” Tanya cowok itu sambil memeluk Black sangat erat. Black hanya diam banyak potongan memori yang sekarang sedang berputar di pikirannya, satu pertanyaannya, siapa cowok ini? 

“Kamu kenal saya?”

Cowok itu melepas pelukan Black dan sekarang memegang kedua pundak Black. “Ibu lupa sama saya? Saya Sergaf, murid ibu, murid yang paling nakal yang selalu membuat ibu jengkel.”

“Mungkin kamu kenalnya Rain, saya Black dan memang muka saya mirip sama Rain tapi saya bukan Rain, saya Black. Banyak yang mengira saya Rain karena muka saya termasuk orang yang kamu pukuli itu.”

“Dia orang yang sudah sempat hampir menabrak ibu dua hari lalu, saya tak terima.”

“Bukan dia, tapi istrinya dan saya sudah tahu itu tapi, saya mau kasih dia kesempatan, saya tak mau memakai kekerasan.”

“Jadi yang mau ditabrak beneran ibu?”

“Iya itu saya, tapi dia memang mau menabrak saya bukan Rain, ada sedikit kesalahpahaman diantara kita dan itu membuat dia dendam, tapi semua tak akan selesai jika kita saling membalas, lepasin dia ya, nanti saya akan temani kamu.” Seperti dihipnotis, Sergaf langsung melepaskan Rio, iya orang yang Sergaf pukuli adalah Rio kakaknya Bintang. 

Sergaf mundur mengikuti Black ke pinggir jalan sementara beberapa orang membawa Rio ke rumah sakit. 

“Gak apa-apa, kamu melakukan ini semua karena kamu mengira jika saya ini Rain, seseorang yang sangat berarti buat kamu dan saya berterima kasih sama perhatian kamu tapi maaf saya bukan Rain.”

Sergaf memeluk Black sambil menangis, dia sudah tak peduli dengan tatapan semua siswa yang sebelumnya mengikutinya untuk mencegahnya melakukan hal buruk yang lebih jauh. 

“Saya kangen, saya kangen sosok ibu yang sudah hilang, saya kangen ibu Rain, maaf jika saya sudah mengira kamu ibu Rain, maaf, tapi saya kangen banget sama ibu.”

“Kamu boleh menganggap saya ibu tapi jangan anggap saya Rain, boleh?” Sergaf tetap menangis sampai sesenggukan tanpa menjawab pertanyaan Black sampai waktu yang cukup lama dan akhirnya Sergaf melepas pelukannya dengan Black. 

“Sudah tenang?”

“Terima kasih ya kak, saya sudah boleh meluk kakak, maaf jika tadi saya menganggap kakak ibu Rain, muka kalian sangat mirip.”

‘Saya memang Rain tapi saya tak akan mengakui jika saya Rain sebelum saya bisa mengingat masa lalu saya.’ batin Black. 

“kenapa kamu kembali seperti dulu? Bukankah perubahan yang sudah terjadi pada diri kamu adalah sebuah perjuangan Rain, kenapa setelah kepergiannya kamu malah kembali menjadi diri kamu dulu, kamu tak menghargai perjuangan Rain?”

“Bukan begitu, saya hanya terlalu kehilangan ibu, saya harus kehilangan sosok ibu dua kali dan kehilangan ibu Rain jauh lebih sakit daripada kehilangan ibu kandung saya sendiri, jadi imbasnya jauh lebih besar dari saya kehilangan ibu kandung saya sendiri.”

“Jika kamu memang menghargai Rain harusnya kamu tetap mempertahankan perubahan kamu bukannya kembali menjadi diri kamu yang dulu.”

“Iya maaf.” Sargaf langsung menurut dengan apa yang Black ucapkan tanpa membantah, padahal empat bulan ini Sargaf kembali menjadi dirinya yang sangat ditakuti banyak siswa, ucapan Black seperti hipnotis bagi Sargaf. 

Setelah ditenangkan, Sargaf dan yang lain pulang kerumah masing-masing menyisakan Black dan keempat karyawannya. 

“Eh, kayaknya gue lagi ngidam sesuatu,” Ucap Black tiba-tiba. 

“Gak aneh kan, Black?” Tanya Alex yang sudah trauma pasalnya dia pernah disuruh menangkap seratus semut hitam tanpa kurang satupun, begitupun dengan Gio, Safi dan Sandra. 

“Gak aneh, cuma pengen ngerjain orang itu,” Jawab Black sambil menunjuk seseorang yang sedang berada di Cafe seberang jalan. 

‘Mending gue disuruh nangkep semut aja deh daripada ngerjain dia, udah kaya bunuh diri ini namanya,” Batin Alex setelah melihat siapa orang yang ingin Black kerjain. 

BERSAMBUNG. 

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!