NovelToon NovelToon
Lintas Waktu : Kultivasi Di Dunia Modern

Lintas Waktu : Kultivasi Di Dunia Modern

Status: tamat
Genre:Fantasi Wanita / Tamat
Popularitas:303.8k
Nilai: 4.9
Nama Author: A Veil Asvara

Lin Yue terjatuh dari tebing dan mendapati dirinya terbangun di sebuah tempat asing, dimana gedung pencakar langit dan hal-hal yang belum pernah dia lihat di dunianya.
Bagaimana kah kehidupannya di dunia modern?

Slow update

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon A Veil Asvara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 22

Regina tampak sibuk dengan ponselnya, sesekali gadis cantik itu mengambil beberapa foto selfie dan meng-upload di akun sosmed miliknya.

Saking sibuknya, dia sampai tertinggal cukup jauh. Dia tak menyadari Tao Jin dan Liam Wen tidak ada di dekatnya. Sadar dirinya tertinggal, Regina menyusul mereka yang kini sedang berdiri di depan sebuah butik. Keduanya tampak celingukan sebentar membuat Regina bermaksud menghampiri mereka.

Tetapi langkah Regina berhenti saat melihat seorang wanita cantik menghampiri Tao Jin dan tanpa tau malu memeluk erat lengan pria itu di dadanya dan bertingkah genit, membuat gadis itu menatap mereka dengan tertarik.

Sekilas dia mengingat wajah wanita itu. Dia adalah putri dari walikota Dyrhan yang terkenal baik hati dan ramah, tetapi tidak di mata Regina. Wanita itu memiliki maksud terselubung terlihat dari aura yang terpancar dan ekspresi wajahnya yang mudah di tebak.

'Eugh'

Regina hanya bisa menahan mual melihat hal itu. Apakah wanita jaman sekarang suka tebar pesona dan merendahkan diri demi seorang pria? Regina mulai berpikir dalam hati tatkala mengingat beberapa kali dirinya berpapasan dengan wanita itu bersama beberapa pria yang berbeda.

Meski dirinya di masa lalu sering wara wiri masuk penjara karena keonarannya, tetapi Regina tidak pernah mengemis maupun menggoda perhatian pria bangsawan tinggi yang kaya raya. Paling tidak dirinya menantang mereka untuk berkelahi atau mencuri sesuatu di rumah para bangsawan yang menjadi incarannya.

Tentu saja dengan membuat mereka menerima undangan minum arak dari Lin Yue di sebuah kedai dan membuat mereka mabuk!

"Jangan sembarangan menyentuhku!" Tao Jin menghempaskan tangan wanita itu dengan kasar, membuat wanita itu merengek manja.

"Kenapa kau kasar padaku? Aku ini putri dari walikota yang terkenal." Wanita itu mulai mengeluarkan kekuasaan ayahnya.

Tao Jin mengusap lengannya kasar seakan ada kuman menempel di sana, lalu pria itu menatapnya tajam.

"Jangan menggangguku, sialan." Desisnya dingin.

Wanita itu membelalak tak percaya lalu menoleh pada Regina yang sibuk dengan ponsel sambil menduga-duga dan menatapnya tajam.

Penampilannya yang sederhana dengan wajah tanpa make up. Belum lagi wajahnya tampak cantik sempurna. Tetapi entah mengapa membuat wanita itu merasakan iri dan cemburu.

"Oh, jadi karena dia kau tega menolakku?" Nadanya naik seoktaf sambil menunjuk ke arah Regina yang kini sibuk mengamati sekeliling, membuatnya menjadi pusat perhatian beberapa pengunjung.

"Aku?" Regina menunjuk dirinya sendiri sambil celingukan saat melihat wanita berdandan menor dengan pakaian ketat kurang bahan menunjuk ke arahnya dengan mata melotot.

"Ya! Pasti karena kamu, kan?!"

"Dasar jaman ini." Regina menarik nafas panjang dan berkata dengan santai namun menusuk, "Dengar, ya, Nona. Saya tidak kenal Anda maupun dengan tunangan Anda. Jadi jangan seret saya yang tidak tau apa-apa."

Jawaban Regina membuat wanita itu marah tak terima, lalu berkata dengan lantang yang sukses membuat beberapa pengunjung menatap mereka dengan penuh cemoohan, "Dengar, ya gadis miskin! Aku adalah putri kesayangan walikota Dyrhan, Rong Selva! Jadi jangan berani melawanku!"

Regina mengangkat bahunya seakan tak peduli, "Lalu?"

Rong Selva geram dan ingin menghajar Regina, tetapi dihalangi oleh Tao Jin, "Keangkuhan mu ini benar-benar memalukan. Hanya karena kau putri seorang walikota, kau menindas banyak orang. Benar-benar menjijikkan!"

Segera Tao Jin pergi dari sana sambil menyeret Liam Wen, membuat Regina menatap keduanya berbinar. Bahkan Rong Selvia menatap pasangan itu dengan tak percaya dan penuh luka.

"Wah~ Musim semi sudah datang." Regina terkikik lalu mengambil foto keduanya diam-diam untuk jaga-jaga sekaligus kenang-kenangan.

Setelah selesai, Regina menatap Rong Selva dengan seringai menyebalkan andalannya dan berkata dengan santai, "Nona pikir dia tertarik padaku? Sungguh di sayangkan dia tertarik pada kekasihku."

Setelah berkata demikian, Regina pergi meninggalkan Selva sambil bersiul-siul.

🐾🐾

Liam Wen memasang wajah jelek saat Tao Jin menggenggam erat tangannya. Beberapa pengunjung menatap mereka sambil berbisik ria saat melihat dua pria tampan berjalan bergandengan tangan.

Liam Wen berusaha melepaskan tangannya, namun bukannya di lepas oleh Tao Jin. Pria itu malah mengeratkan cengkeraman pada tangan Liam Wen.

'Bedeb*h ini...' Liam Wen mengumpat dalam hati.

"Tenanglah, Regina." Pria itu berkata tanpa menoleh ke samping. Tatapannya lurus ke depan dengan langkah cepat tanpa menyadari siapa yang dia seret.

"Hei, bangs*t. Bisa lepaskan tanganku?" Liam Wen bertanya dengan nada rendah sambil memaki membuat Tao Jin menghentikan langkahnya dan menoleh. Dia mendapati Liam Wen menatapnya dengan tatapan membunuh.

Seketika pria itu menatap tangannya dan mendapati dirinya menggenggam tangan kekar sedikit kapalan yang ternyata milik Liam Wen, membuat Tao Jin shok. Dirinya berpikir bahwa tadi sudah menyeret Regina dari tempat itu.

Dan dengan buru-buru dia melepaskan pegangan tangannya lalu segera mengeluarkan hand sanitizer dari saku celana. Sambil memasang wajah gelap, Tao Jin membersihkan tangannya yang terkontaminasi.

Liam Wen hanya mengelap tangan bekas cekalan Tao Jin di celana sambil membuang muka. Entah mengapa dia merasa hidupnya penuh derita. Sangat nelangsa!

Sambil merutuki nasib yang menimpa mereka, keduanya memutuskan mencari cafe dan beristirahat sejenak. Liam Wen mengirimkan pesan pada Regina tentang tempat mereka berada dan memilih duduk berjauhan dengan Tao Jin. Mengingat berpegangan tangan dengan pria itu membuatnya muak. Dirinya masih normal dan menyukai wanita.

Sementara Tao Jin mengusap wajahnya frustasi. Niat hati ingin menghindar dari Selva dan bermaksud menyeret Regina, siapa sangka dirinya malah menyeret Liam Wen. Sungguh memalukan!

"Bedeb*h gila! Beraninya menggenggam tanganku." Liam Wen menggeram marah.

"Apa yang aku pikirkan, sih? Kenapa aku menggenggam tangan Liam Wen? Reputasi ku bisa hancur!" Tao Jin mengacak rambutnya frustasi lalu membenamkan wajahnya.

Wajah keduanya memerah menahan malu, apalagi saat mengingat beberapa pengunjung menatap aneh dirinya.

Kuburan! Mereka perlu kuburan untuk menghilangkan diri!

🐾🐾

Sepanjang perjalanan, Regina bersiul-siul dengan wajah berseri-seri. Sesekali wajah gadis itu merona merah seakan sedang jatuh cinta.

"Ah~ Musim semi sebentar lagi akan datang kembali~" Regina bersiul-siul di bangku belakang sambil menatap Tao Jin yang menyetir dan Liam Wen yang duduk di sebelahnya bergantian dengan wajah tengil, membuat dua pria itu terbatuk.

"Liam Wen~ Akhirnya kau punya pacar~ Apa kau akan melupakanku?" Regina bertanya sambil menatap Liam Wen yang duduk di sebelahnya dengan nada menggoda, membuat wajah dan telinga pria itu memerah.

"Siapa juga yang pacaran! Aku tidak punya pacar!" Seru Liam Wen kesal. Ingin sekali dia menendang Regina sekarang juga, tetapi mengingat atasan mereka yang menyayangi Regina karena prestasinya membuat pria itu urung. Bisa-bisa dirinya kehilangan pekerjaan.

"Sungguh?" Mata gadis itu berbinar dan wajahnya tampak tengil, "Aku tidak keberatan menjadi simpananmu, Liam Wen. Bukankah tadi kalian berpegangan tangan dengan sangat romantis dan melupakan diriku?"

'Ckiittt!'

'Brakh'

Mobil berhenti mendadak membuat kepala Regina terantuk sandaran kursi. Dia menatap Tao Jin yang melotot kearahnya dengan tatapan sepolos mungkin dan bertanya dengan polos, "Ada apa?"

Regina memiringkan kepalanya dan mengedipkan mata sebanyak tiga kali, membuat dua pria itu menatapnya gemas. Mereka amat sangat ingin mengarungi Regina dan membuangnya di suatu tempat.

Tao Jin mengatur nafasnya, mencoba meredam emosi yang sebentar lagi naik ke ubun-ubun dan siap meledak. Sementara Liam Wen tampak emosi dan menatap Regina tak tahan. Ingin sekali dia membungkam mulut berisik gadis itu dengan apapun. Ayolah, mereka tak sengaja berpegangan tangan dan masih normal!

"Regina..." Geram Liam Wen tak tahan membuat Regina menghentikan ejekannya. Gadis itu merasakan hawa negatif menguar dari tubuh pria itu.

"Ah, kalian lanjutkan kencannya. Shan Deo memanggil, sampai jumpa!"

Regina kabur dengan teleportasi membuat dua pria itu membelalak kaget, khususnya Tao Jin. Sementara Liam Wen yang masih belum terbiasa dengan Regina hanya berdecak kesal dan mengeluarkan sumpah serapahnya.

"Benar-benar... REGINAAA!!"

Teriakan menggelegar terdengar dari mobil mahal yang berhenti mendadak itu, membuat beberapa orang terkaget-kaget serta burung-burung yang terbang melintas dengan formasi di atasnya berhamburan tak tentu arah.

1
Erni andi arifuddin
ya Allah bagaimana kl ada 2-3 orang yg seperti regina😂😂😂
Erni andi arifuddin
kocak dan menghibur
Erni andi arifuddin
sangat bagus 👍
Erni andi arifuddin
mampir
Travel Diaryska
good
Neneng Zakiyah
sy mampir thor..penhen tsu verita nya dsri kuno ke moderen...pasti cerita nya menarik
Liana Simon
cerita yang menarik
Angel Ribka
kubayangkan nonton film kartun
Empong Tihyar
Hehehe..lanjuut
Empong Tihyar
hihihi..jd males berhenti baca
Empong Tihyar
Hahaha...lucu banget thor.../Facepalm/
Empong Tihyar
Haha
Ayu Mestari
Luar biasa
PHSNR👾
mampir /Smile/
Ana Rusliana
Luar biasa
Febriani Nazularahmatika
good
Febriani Nazularahmatika
turun lagi dr tingkat raja?
Febriani Nazularahmatika
kotanya jd tempat persinggahan penjahat 😅
Rahimahhassan Rahimah
Lumayan
Meigha
jarang2 ada cerita zaman kono ke modern,tp aku tetep suka....💪💪🥰
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!