Aisha tak menyangka niat baiknya menolong Juno berubah menjadi petaka, ketika warga justru menggerebek mereka dengan tuduhan melakukan tindakan asusila. Aisha akhirnya diharuskan menikah dengan Juno, namun Juno justru melarikan diri di hari pernikahan mereka. Ketika Tuan Paul menyatakan diri siap menggantikan anaknya, Aisha merasa hidupnya semakin tersiksa karena harus menikah dengan lelaki yang lebih pantas jadi ayahnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Soes Vanilla, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kejutan Saat Pulang
Aisha merasakan perutnya lapar kini. Dokter Dian dan suster itu baru saja keluar dari ruang perawatannya. Ia melirik ke nakas di sampingnya, ada sebotol air minum dan deretan produk skincare disana. Keningnya mengernyit bingung. Ia meraba pipinya, kemudian rambutnya, ia bisa mencium aroma harum di jarinya setelah mengusap rambutnya. Ia juga bisa merasakan rambutnya terasa lembut.
Tapi ia lapar dan haus. Ia mencoba meraih botol air di atas nakas. Malangnya botol itu malah tergelincir dan jatuh ke kolong ranjang dan menimbulkan suara berisik.
Pintu kamar terbuka dan Kirey segera terlihat mendekatinya dengan wajah khawatir. "Nona tak apa-apa?" tanyanya. Aisha mengangguk lemah.
"Apa yang terjadi, Kirey?!" suara bariton lelaki itu terdengar memenuhi ruangan. Kirey memutar badan dan membungkuk pada lelaki itu, bersiap menerima hukuman apapun darinya.
"Aku hanya berusaha meraih botol air, tapi botolnya jatuh. Bukan salah Kirey," ucap Aisha lemah.
Tuan Paul segera mengisyaratkan Kirey keluar dari ruangan. Wanita itu segera bergegas keluar.
Lelaki itu membuka paper bag di tangannya, mengambil sebotol minuman dan menyodorkan sedotannya ke bibir Aisha. Dengan telaten ia juga membersihkan percikan air di sudut bibir Aisha dengan tisu.
Tanpa banyak bicara ia membuka kotak makanan yang dibawanya dan mulai menyuapi gadis itu dengan sabar.
"Bubur guritanya enak bukan?" tanyanya sambil membersihkan tepi bibir Aisha ketika hampir semua bubur itu habis. Gadis itu mengangguk.
"Aku sengaja mendatangi Paman Nam dan memintanya membuatkan bubur gurita untukmu," ucapnya dengan senyum kecil. Aisha tertegun, rupanya itu yang membuat Tuan Paul tadi keluar dengan buru-buru.
"Terima kasih," ucap Aisha tulus.
Lelaki itu hanya mengangguk dan membereskan bekas makan Aisha. Ia beranjak ke sofa dan membuka kotak serupa lalu menikmati bubur guritanya. Rasanya lama tak menikmati bubur Paman Nam, koki pribadi keluarganya yang sudah pensiun. Tapi kini ia menikmatinya kembali setelah mengatakan pada Paman Nam ia memerlukan bubur itu untuk istrinya.
Paman Nam yang terkejut dengan permintaan Tuan Mudanya langsung membuatkan bubur itu ketika mendengar kata istri dari mulut lelaki dingin yang dikenalnya dari kecil.
Ia tahu Tuan Mudanya itu lama tak memiliki pasangan setelah istri pertamanya ketahuan berselingkuh. Tapi tiba-tiba ia mendengar Tuan Mudanya sudah memiliki istri, ia merasa ikut bahagia. Ia bahkan menolak ketika lelaki itu menyerahkan sejumlah uang untuk mengganti dua kotak bubur yang dibuatnya. Bisa melihat Tuan Mudanya tersenyum kembali saja baginya sudah begitu membahagiakan. Ia penasaran siapa perempuan yang bisa membuat Tuan Mudanya itu tersenyum kembali.
"Kapan-kapan bawalah Nona itu kesini, saya akan buatkan menu istimewa untuknya," ucap Paman Nam ketika Tuan Mudanya memasuki mobil kembali. Lelaki itu tersenyum dan mengangguk, "pasti, Paman," ucapnya.
Entah kenapa Paman Nam merasa dunia begitu benderang di wajah Tuan Mudanya.
*******
Pulang dari rumah sakit jadi waktu yang dinantikan oleh Tuan Paul. Ia membawa Aisha pulang dengan riang. Wajahnya dipenuhi senyum, bahkan dokter Dian dan Dokter Lazuardi berkali mendapat ucapan terima kasih darinya.
Ia sudah memerintahkan Kirey untuk meletakkan bunga-bunga segar di beberapa ruangan rumah. Bahkan sebuah rangkaian bunga mawar berbentuk teddy bear juga sudah dipersiapkannya untuk menyambut Aisha kembali di rumah.
Ia membuka pintu mobil dengan tak sabar dan menggandeng Aisha memasuki rumah.
"Mamiiiiii, welcome home!" sebuah suara terdengar disusul seorang lelaki muda yang menggendong mawar teddy berjalan mendekati keduanya.
Tuan Paul berdecak sebal, sedangkan Aisha terpaku tak percaya menatap sosok di depannya. Sementara anak muda itu hanya cengengesan sambil memainkan rangkaian mawar teddy di pangkuannya.
Tuan Paul menyeret anaknya ke sebuah kamar, sedangkan Juno berusaha meminta pertolongan pada Aisha yang masih menatapnya tak percaya.
"Kemana saja kamu selama ini?" Tanya Tuan Paul dengan wajah mengeras.
Juno melengos. "Gak usah pura-pura tak tahu, Pah!" ucapnya ketus.
"Lalu untuk apa kamu kemari, hah?"
"Oh, rupanya Juno sudah dikeluarkan dari kartu keluarga? Juno bisa minta tolong Mami Aisha buat masukin Juno lagi ke kartu keluarga" ucapnya.
"Mami! Mami! Mami! Kamu tak sadar apa yang sudah kamu lakukan padanya, huh?"
"Juno nggak melakukan apapun, Pah! Dia menolong Juno saat tawuran, lalu tiba-tiba kami digerebek warga dan difitnah berbuat mesum! Papah harusnya percaya sama Juno!" ucapnya lantang.
"Lalu kenapa kamu kabur ke rumah Mamamu?! Kenapa kamu begitu pengecut huh?"
"Karena Juno mencintai Mona, Pah, Juno tak mau Mona mengira Juno berselingkuh!"
Tuan Paul mengacak rambutnya frustasi.
"Terus kemana si Mona-mu itu?"
"Dia ketahuan selingkuh, Pah. Dia bilang Juno tak punya apa-apa dibandingkan pacarnya yang sekarang. Padahal jika dia tahu kalau Juno anak Papah, lelaki itu buka apa-apa," jawabnya lemah.
Tuan Paul terkekeh. "Makanya, bucin boleh, bodoh jangan!" ucapnya sambil menatap anaknya yang salah tingkah.
"Lalu sekarang kenapa kamu kesini?"
"Mama sibuk terus dengan suami barunya lagi. Bahkan Nindia sama Viona jarang diurusnya. Kedua anak itu dibesarkan oleh baby sitter setiap saat," keluh Juno dengan wajah penuh sesal.
Tuan Paul menggelengkan kepalanya.
"Kamu sebaiknya tidak tinggal disini, mungkin kamu bisa mulai tinggal di apartemen yang Papah belikan dulu. Papah bisa urus orang buat menyiapkan apartemen itu sekarang," ucapnya sambil menatap tajam pada anak semata wayangnya.
"What? Papah ngusir Juno? Please, Pah, ini rumah Juno juga. Kenapa Papah juga jadi begini sama Juno?"
"Sementara kamu boleh tinggal disini, tapi awas kalau berani mendekati Aisha!" ucap Tuan Paul sebelum berlalu dari kamar Juno.
Anak muda itu mendesah kesal. Kenapa Papahnya seposesif itu sekarang?
apalagi istrinya kaku banget..serba takut dn malu²nya gk asyik.
yaa agresif dikit dong, Sha..
mosok cuman dirimu yg hrs dimengerti...
sing sbr ya, Paul.....
Berat...
mendebarkan tapi....
Indah.....
Dia suamimu...
kurang apalagi.....???
Talk less Do more !!
Ikhlas.....