Lanjutan Between Two Brothers
Putus dari Prince Louis Carrington of England, membuat Ashley Moretti memilih pergi ke Glasgow Skotlandia untuk berlibur disana. Tanpa disangka dirinya harus terjebak dengan seorang pria Skotlandia arogan yang membutuhkan pengantin demi tetap mempertahankan klan Ferguson.
Gavin Ferguson diharuskan segera menikah pada tanggal yang sudah ditetapkan demi klannya tetap berkuasa di Glasgow dan Highland Scotland yang orang-orangnya biasa disebut Highlander. Dan pilihannya adalah seorang gadis yang sedang melukis di tebing Glasgow dekat dengan kastilnya.
Bagaimana kacaunya kehidupan rumah tangga dua orang yang sama-sama keras kepala dan sama-sama tukang ngeyel? Apalagi Ashley mengetahui kalau Gavin adalah rival ayahnya, Alessandro Moretti untuk merebutkan sebuah lahan di Glasgow.
Gen ketujuh ya
Follow my IG @hana_reeves_nt
JANGAN PLAGIAT KARENA JIWA GESREK KITA BERBEDA
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hana Reeves, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Rahasia Gavin
Kastil Ferguson Highland Glasgow Skotlandia Dua Minggu Kemudian
Ashley tersenyum saat mendengar Benoit akan datang ke Glasgow guna liburan. Ben mendapatkan libur lima hari setelah dia overtime coasnya. Oleh dosen pembimbing, putra kedua Raj Rao dan Gemintang Lexington itu diberikan libur sebelum kembali kuliah.
"Ben menginap dimana?" tanya Gavin saat tahu iparnya akan datang dari Jerman.
"Ben menginap di Hotel di kota. Dia tidak mau menginap di kastil ataupun di pondok meskipun Rylee sudah memberikan ijin."
"Kenapa tidak mau di pondok?"
"Karena daerah sini jauh dari mana-mana, Gavin. Ohya, apakah aku boleh makan siang dengan Ben? Dia pagi ini datang dan langsung ke hotel."
"Aku antar kamu ke kota, setelahnya aku ada urusan pekerjaan. Oke?" senyum Gavin.
"Oke. Oh Vin, aku ada surprise buat kamu tapi nanti malam saja ya pas makan malam." Ashley tersenyum rahasia.
Gavin mengerenyitkan dahinya. "Kamu dapat tender desain?"
Ashley tersenyum lebar. "Semacam itu lah."
"Selamat ! Pasti Violet kan?"
Ashley hanya tersenyum simpul.
***
Radisson Red Hotel Glasgow
Benoit tersenyum melihat Ashley dan Gavin masuk ke dalam lobby hotel sambil bergandengan tangan. Di mata calon dokter itu, sepupunya tampak bahagia dan... Sedikit gemuk.
"Haaaiiii... " sapa Ashley sambil memeluk Benoit. "Bagaimana coas mu?"
"Aku masuk obgyn Minggu depan jadi sekarang aku bisa liburan sekalian recharge baterei. Arya sih sudah masuk sesi Obgyn. Halo Gavin. Rapih amat..." senyum Benoit sambil menyalami Gavin.
"Aku ada urusan bisnis di kota jadi kebetulan sekalian aku mengantarkan Ashley bertemu denganmu" jawab Gavin. "Sayang, aku tinggal dulu ya. Aku jemput jam berapa ?"
"Don't worry, aku membawa mobil sendiri kok."
"Dari Munich?" tanya Gavin yang tahu Benoit kuliah di Ludwig-Maximilians Universitat Munchen sedangkan Ararya kuliah di Technical University of Munich (TUM ) sama-sama di fakultas kedokteran. Hanya bedanya, Arya bisa melakukan penelitian mengenai obat-obatan di kampusnya sedangkan Benoit tidak.
"Yup. Aku suka menyetir mobil meskipun bukan pembalap" jawab Benoit.
"Baiklah kalau begitu. Kalian berdua, have fun. Aku harus segera menemui klien..." Gavin mencium bibir Ashley lalu bersalaman dengan Benoit.
Gavin pun pergi meninggalkan Ashley bersama Benoit.
"Kamu hamil ya?" bisik Benoit pelan.
"Bagaimana kamu... Damn aku lupa. Kamu kan dokter... Ralat, calon dokter" senyum Ashley tampak bahagia.
"Gavin sudah tahu?"
"Belum. Aku sudah merencanakan makan malam romantis nanti malam di kastil sambil memperlihatkan... Oh no !" Ashley memegang kedua pipinya. "Testpacknya masih di meja kamar mandi. Ben, apakah hormon saat hamil juga mempengaruhi daya ingat?"
Benoit tertawa. "Kamu terlalu excited jadi tidak fokus, Ash. Tidak ada hubungannya... Kita logika saja meskipun sampai sekarang aku masih bingung apakah ada korelasinya antar ngidam sama anak bakalan ngeces ... "
Ashley mengeplak bahu Benoit.
***
Di Sebuah Restauran High End Glasgow.
Gavin melihat sekelilingnya sampai dia menemukan obyek yang dicarinya. Seseorang melambaikan tangannya di tempat yang tersembunyi hingga tidak terlihat oleh orang lain.
Gavin menghampiri orang itu dan memberikan ciuman di pipinya.
"Sudah lama, Catherine?" tanya Gavin sambil duduk menatap orang yang dipanggil Catherine.
"Lumayan... Enam bulan ya Gave" senyum Catherine dan melihat cincin kawin di jari manis Gavin. "Kamu sudah menikah?"
"Iya. Aku sudah menikah."
"Kamu tidak menunggu aku? " nada suara Catherine terdengar kesal.
"Aku sudah memintamu beberapa kali tapi kamu lebih suka dengan kerja sosial kamu di Afrika. Apa yang kamu cari sebenarnya Kate? Passion atau nama ?" jawab Gavin dingin.
"Seharusnya kamu menunggu aku ! Dulu kamu bisa tapi kenapa sekarang tidak?"
"Aku sudah lelah menunggu ! Istriku wanita yang hebat dan aku sangat mencintainya...." jawab Gavin.
"Tapi aku yang mencintaimu sangat besar ! Aku sudah berusaha setia padamu tapi ini balasan nya?" desis Catherine agar tamu lain tidak mendengarnya.
"Kamu lebih mencintai kehidupan mu ! Dan aku tidak termasuk di dalamnya !"
***
Mobil Benoit tiba di sebuah restauran High End yang direkomendasikan oleh pihak hotel jika ingin mendapatkan makanan lezat yang berbahan dasar seafood. Keduanya sengaja datang kemari karena Ashley tiba-tiba ingin memakan grilled salmon dan Trout with lemon sauce.
"Untung ngidamnya ikan ya.. Bagus. Anakmu jadi pintar, insyaallah" senyum Ben sambil menggandeng tangan Ashley karena takut sepupunya jatuh apalagi sedang hamil muda.
"Aku memang berdoa ngidamnya jangan aneh-aneh" ujar Ashley. Keduanya pun diantarkan pelayan ke sebuah meja. Tanpa menunggu lama, Ashley dan Benoit memesan makanan yang mereka inginkan.
"Ya ampun kamu pesannya ikan semua" kekeh Benoit usai pelayan pergi.
"Nggak tahu. Lagi pengen ikan..." senyum Ashley.
Benoit mengedarkan pandangannya dan mata coklatnya tertuju pada sosok yang sangat dikenalnya. "Ash, belakangmu bukannya Gavin?" bisik Benoit.
"Masa sih?" Ashley pun menoleh ke belakang dan mata coklat nya terbelalak saat melihat seorang wanita berciuman panas bersama dengan suaminya.
Ashley pun berdiri dan membentak keduanya. "WHAT THE F***ING ARE YOU DOING ?"
Gavin bergegas melepaskan pagu Tan Catherine yang tiba-tiba dan mendorong wanita itu. Gavin segera berdiri lalu menghampiri istrinya. "Ash, aku bisa jelaskan..."
Namun Ashley mana mau mendengar dan bumil itu langsung meninju Gavin hingga tersungkur. Benoit pun segera menarik Ashley.
"F*** YOU GAVIN ! STRONZO ( You bastard ) ! FIGLIO DI PUTTANA ( son of the b*** )! AHO BAKKA ( dasar bodoh - Jepang )! SIPHAL ( f*** you - Korean ) !" umpat Ashley dengan semua bahasa ayah dan ibunya.
Catherine yang melihat itu hanya tertawa.
"You're next b**** !" Ashley lalu menonjok hidung Catherine hingga bunyi 'krek' lalu meninju wajahnya. Wanita itu pun langsung menjerit kesakitan.
Benoit langsung memeluk Ashley dan membawanya pergi karena tahu jika darah Italia dan Mafioso sepupunya keluar, mereka berdua bisa jauh lebih babak belur.
Benoit memaksa Ashley yang masih mode tarung binti ngamuk untuk masuk ke dalam mobil lalu dia masuk ke kursi pengemudi dan segera pergi dari restauran. Ashley pun langsung menangis dan Benoit membiarkan sepupunya melampiaskan emosinya.
"Bawa aku pergi Ben..." ucap Ashley di sela-sela tangisnya.
"Dimana paspor kamu?" tanya Benoit.
"Di kastil."
"Kita Kesana dulu dan setelahnya kita segera keluar dari Glasgow. Kamu mau kemana ?"
"Manchester !"
Benoit menginjak gas untuk segera tiba di kastil Ferguson karena mereka harus berpacu dengan waktu agar tidak disusul Gavin.
***
Yuhuuuu Up Malam Yaaaa gaaaeeessss
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️
Dapet aja visual super ganteng utk teman menghalu ❤️❤️❤️