Tentang seorang yang tidak ingin mengambil resiko dengan mengubah status hubungan menjadi lebih serius
" Kita emang engak pacaran , tapi kalo di tanya orang . Kamu punya aku ya "
Semakin dewasa kita engak butuh hubungan gak jelas . Yang penting selalu ada dan kabarin aktivitas
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dineefff, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
LATAR BELAKANG NADA
/// ENJOY ///
Angga membantu membuka helm yang di pakai Nada . Mereka melewati pintu utama . Begitu pintu terbuka
Nada terpaku dengan interior dalam rumah Angga
"Pakai aja sepatu nya , nanti taruh disana " kata Angga
Nada mengikuti langkah Angga memasuki rumah nya sampai menemukan ruang keluarga
" Ma ..pah ... " Panggil Angga
Mama dan papa Angga muncul tiba tiba di ruang keluarga . Angga menyalimi tangan mama , papa . Di ikuti oleh Nada
" Siapa yang kamu bawa . Cantiknya..." ucap mama langsung merangkul Nada
Angga langsung diam . Apa mama menyukai Nada ? Kalo emang mama menyukai Nada. Berarti Nada orang yang tepat untuk Angga
Jarang mama menyukai orang contoh nya kak Audrey . Sampai sekarang mama tidak menyukai istri kak Owen
" Kenalin pah , mah . Ini Nada. Pacar ku " kata Angga dengan bangga nya
Nada tersenyum mendundukan kepalanya. Sebelum makan malam mama dan papa bertanya mengenai hubungan mereka
" Oh baru pacaran ... " kata Papa
Angga mengangguk . Minuman untuk Nada dan Angga baru saja datang oleh Bi Ina
" Orang tua kamu kerja apa ? "
Nada menatap Angga . Lalu menatap kedua orang terkenal se Indonesia
" Orang tua aku udah meninggal tante"
" Oh maaf .. tante engak tahu . Maaf ya Nada "
" Iya gapapa tante . Dulu ayah dan ibu aku kerja di kantor DPR "
" Oh ya ! Siapa namanya ? Siapa tahu kita kenal " Kata Papa
Nada menyebutkan nama ayah dan ibu nya. Saat papa mencari nama orang tua Nada
" Om kenal sama ayah dan ibu kamu ! "
Nada terkejut mendengarnya . Semakin sakit ketika kebaikan ayah dan ibu nya terdengar langsung oleh pak Patter . Emang ibu dan ayah nya mengenal beberapa orang penting di negara ini
" Yaudah . Sekarang kita makan malam dulu . Takut kemalaman . Nanti lanjut ngobrol lagi "
Berbagai macam sayur dan daging. Sudah lama Nada tidak makan enak kaya gini . Kalau pun enak pasti di warung makan tante nya
" Om turut berduka cita ya Nada! "
" Iya om " kata Nada
Angga memberikan tempat nasi untuk Nada lebih dulu
" Kamu mau makan pakai apa ? "
" Aku ambil sendiri ! "
Angga memgangguk . Makan malam pun di mulai . Angga tidak salah memilih Nada. Wanita itu bisa dimana aja makan . Bahkan saat ini Nada menjaga image di depan orang tua nya makan dengan tenang
Garpu dan sendok makan dengan tenang dan tidak bunyi bunyi
" Kamu antar Nada jangan malam malam ! Kasihan dia wanita "
" Iya mah " jawab Angga saat selesai makan
Setelah mama dan papa pergi ke kamar. Nada dan Angga duduk di halaman samping . Kolam berenang
" Dulu kehidupan aku mewah banget . Apapun yang aku mau pasti di turutin . Aku bisa berenang setiap minggu , aku bisa berpergian kemana mana . Sejak 4 tahun lalu dimana orang tua aku meninggal . Aku selalu di support sama Xabiru . Jadi itulah kenapa aku bertahan sampai kemarin "
Angga terus mendengarkan apapun yang Nada ceritakan
" Awalnya aku bertahan hidup sendiri dirumah . Tiba tiba keluarga ayah datang . Satu persatu menjual properti yang ada dirumah . Terus rumah awalnya jadi keributan buat di jual . Akhirnya aku diusir oleh mereka . Dan cuma tante aku adik dari ibu yang langsung ke jakarta nawarin aku buat tinggal disana "
" Pasti berat banget ninggalin itu semua " kata Angga
" Ya , berat , 2 kali percobaan bunuh diri tapi selalu gagal . Mereka bilang kalo ada apa apa hubungi keluarga aja . Tapi setelah sebulan kepergian ibu sama ayah . Mereka malah mempersulit semuanya. Bahkan mereka bilang sebelum ayah meninggal . Rumah itu akan di jual dan di serahkan ke keluarga ayah . Mereka memang serakah. Satu lagi semua uang dari hasil santunan dari perusahan . Semuanya dari gaji dan tabungan . Di ambil mereka . Aku sama sekali engak pegang apapun . Aku cuma keluar bawa pakaian Aku "
" Mau peluk boleh ? " Tanya Angga
Tatapan Nada tajan pada Angga
" pindah ke Probolinggo sangat sangat jatuh banget. Aku yang biasanya hidup mewah . Terus tidur di rumah kecil . Ya pada akhirnya terbiasa . Aku bisa semuanya . Belajar dari rumah tante . Aku bisa masak , bisa bersih bersih . Kadang aku bersyukur. Dengan adanya ibu dan ayah meninggal aku bisa di tahap ini . Mau kuliah tapi engak ada biaya . Untung nya ada yang mau ngasih beasiswa "
Angga beranjak bangun mengelus kepala Nada. Awalnya Nada marah tapi Angga terus menenangkan nya dengan usapan
" Mulai sekarang aku yang gantiin orang tua kamu , aku bakalan selalu ada buat kamu . Asal kamu tahu. Mama dan Papa aku . Mereka lagi cari kak Owen dan Kak Audrey . Jadi aku minta sama kamu jangan bilang siapa siapa . Jangan kasih tahu titik mereka . Oke ? "
" Oke kak ! "
Angga menatap jam pukul 10 malam
" Yuk pulang . Nanti aku di marahin sama mama belum antar kamu pulang malam malam . Kita naik mobil aja biar aman "
" Oke kak . Mau pamit dulu sama om dan tante "
" Oke sebentar . Panggil dulu " kata Angga
Sambil menunggu om dan tante. Nada memakai sepatu nya . Nada izin pamit pulang karena sudah kemalaman
" Aku antar Nada pulang dulu ma, pa "
" Iya hati hati "
" Yuk mba Nada " ajak Angga
Selama perjalanan Nada menatap Angga . Kenapa Angga seperti sosok kakak di matanya, Nada sangat nyaman di dekat Angga. Tak disangka mereka akan sangat dekat
" Makasih makan malam nya ya kak ! Tapi kalo suatu saat aku ajak makan nasi goreng pinggiran. Kakak mau kan "
" Mau . Asal sama kamu " kata Angga
yg ada si Angga nya juga emosi an
rumit amat hubungan mereka .. capek rasa nya kedua nya msh pada egois